Masjid Kampung Keling Malaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Masjid Kampung Keling Malaka
Masjid-Kampung-Kling-2207.jpg

Masjid Kampung Keling

Letak Malaka, Malaysia
Afiliasi agama Islam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitektur Masjid
Pembukaan tanah 1748
Spesifikasi

Masjid Kampung Keling merupakan sebuah masjid yang terletak dalam daerah Malaka Tengah, Malaka. Masjid Kampung Keling dibangun tak lama setelah pembangunan Masjid Kampung Hulu Malaka.

Masjid ini dibangun pada tahun 1748 atau bertepatan dengan tahun Tahun 1152 Hijriah dimasa penjajahan Belanda di Malaka. Ketika itu Belanda memberikan kebebasan untuk mendirikan masjid sebagai usaha untuk menarik hati orang orang melayu dan kaum muslimin Malaka waktu itu, setelah di era penjajahan Portugis, warga Muslim dilarang mendirikan Masjid bahkan keseluruhan bangunan masjid yang sudah ada dihancurkan oleh Portugis. Keseluruhan biaya pembangunan masjid ini berasal dari jemaah. Masjid Kampung Keling ini merupakan salah satu masjid tertua di Malaysia, dan berada dibawah pengawasan Kementerian Musium dan Purbakala Malaysia.

Lokasi Masjid Kampung Keling[sunting | sunting sumber]

Masjid Kampung Keling berada di ujung jalan Hang Lekiu dan Jalan Tokong atau Lorong Harmoni atau Temple street, Malaka 75200, Malaysia. Semua agama utama di Malaka terwakili di jalan ini. dijalan yang sama tak jauh dari Masjid Kampung Keling berdiri Kelenteng Cina Cheng Hoon Tseng dan Kuil Hindu Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi yang juga berada di Jalan Tokong.

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Interior Masjid Kampung Keling, tampak jelas Sokoguru nya ber cirikhas masjid Sumatera dan Jawa

Dibangun dengan arsitektur masjid seperti di tanah Jawa dan Sumatera. Kayu kayu yang dipakai untuk pembangunan masjid di datangkan langsung dari Kalimantan, Indonesia. Sementara mastaka masjid, berikut keramik keramik yang menghiasai bangunan masjid ini di datangkan dari Cina. Maski dinding dinding dan tiang tiang kayu nya sudah diganti dengan beton, namun keaslian masjid ini tetap dijaga dengan baik. 4 soko guru utamanya masih berdiri kokoh di tengah masjid tak tergerus waktu, meski 4 sokoguru ini merupakan sokoguru kayu dari bangunan pertama masjid yang sengaja tak diganti dengan beton.

Nuansa Nusantara sangat kental di Masjid Kampung Keling ini. Buka-an lantai bangunan yang persegi empat bukan heksagonal atau persegi panjang seperti kebanyakan masjid masjid timur tengah, tanpa kubah seperti yang biasa kita kenal pada bangunan masjid, tapi menggunakan atap limasan bersusun tiga yang merupakan ciri khas bangunan masjid majid tua di tanah Jawa dan Sumatera. Mengadopsi tradisi masjid Jawa dan Sumatera dengan 4 sokoguru menyanggah struktur atap bangunan utama. Ditambah dengan beranda beratap di sekeliling bangunan utama. Masjid Kampung Keling dapat menampung sekitar 600 jemaah sekaligus.

Masjid Kampung Keling juga dilengkapi dengan bangunan tempat wudhu yang melindungi kolam air dibawahnya. Letaknya sedikit ditinggikan dari permukaan disekitarnya. Dilengkapi dengan beberapa anak tangga. Sama dengan Masjid Kampung Hulu, tempat wudhu di Masjid Kampung Keling tidak menggunakan keran tapi langsung berwudhu di kolam yang disediakan. Di belakang kolam wudhu ini terdapat rumah tempat tinggal pengurus masjid.

Menara masjid dibangun terpisah dari masjid dengan bangunan beton tanpa kayu. Menara yang begitu unik karena tampilannya yang mirip dengan pagoda Cina. Dilengkapi dengan jendela jendela berlengkung dan berterali besi. Sementara tembok pagar sekeliling masjid ditinggikan ditahun 1868 untuk melindungi masjid dari jalan raya.

Gambar-gambar[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]