Masjid Bir Ali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Masjid Bir Ali terletak di perbatasan Tanah Haram atau 11 km dari Masjid Nabawi. tempat ini merupakan sebuah tempat untuk miqat atau yang biasa di sebut miqat zamani bagi penduduk Madinah yang akan berumroh. Bangunan ini tampak seperti benteng yang dilengkapi dengan mercusuar yang menjulang sangat tinggi. Posisinya di tepi jalan Madinah-Mekkah. Bangunan ini berdinding tinggi yang menghadap ke sebuah bukit yang dipisahkan oleh jalan bebas hambatan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masjid Bir Ali didirikan didekat sebuah pohon yang dulu dijadikan tempat beristirahat Nabi Muhammad SAW. Pohon tersebut merupakan pohon sejenis akasia. Ketika itu Nabi menuju ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah. Sekarangpun, setiap jamaah yanga akan melaksanakan ibadah umroh dari arah kota Madinnah Al-Munawarroh selalu berhenti sejenak di tempat yang penuh dengan keindahan ini. selama berada di masjid ini Mereka akan mandi, melaksanakan shalat sunnah irham dua rakaat dan mengambil niat ihram. Para jamaah umroh mencontoh keteladanan Nabi Muhammad SAW. Masjid Bir Ali memiliki banyak nama. Disebut Bir Ali ,kata Bir yang berarti dengan banyak sumur karena pada jaman dahulu Syyaidina Ali bin Abi Thalib Ra menggali banyak sumur ditempat ini. Namun karena pembangunan dan perluasan masjid, sumur-sumur yang dibuat oleh Syyaidina Ali bin Abi Thalib Ra sudah tidak Tampak lagi.

Renovasi[sunting | sunting sumber]

Selama sejarahnya Masjid Bir Ali dibangun dengan beberapa kali mengalami renovasi. Terhitung empat kali renovasi besar-besaran dilakukan sejak pemerintahan Gubernur Umar Bin Abdul Aziz. Renovasi pertama dilakukan di masa pemerintahan Umar Abdul Aziz (87 -93 Hijriyah). Renovasi kedua dilaksanakan di masa pemerintahan Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriah (1456 Masehi). Renovasi ketiga dilakukan di zaman Dinasti Utsmaniah dari Turki yang dibantu oleh muslim India di Tahun 1679 msehi atau 1090 Hijriyah. Renovasi terakhir dilakukan di masa pemerintahan King Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia pada periode 1981 – 2005 Masehi.

Hasil dari renovasi ini menjadikan masjid yang semula kecil dan sederhana berubah menjadi masjid megah dan indah. Hingga saat ini Masjid Bir Ali berdiri di atas lahan lebih dari 60 ribu meter persegi. Keseluruhan areal masjid ini terdiri dari 26000 meter persegi areal bangunan masjid dan sekitar 34 ribu meter persegi berupa paviliun, taman dan lapangan parkir. Para jamaah dapat menikmati beribadah dengan tenang dalam suasana teduh mengagumkan.[1]

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Masjid Bir Ali didesain mirip benteng yang dikelilingi tembok. Memasuki bagian depan gerbang mata akan terpusat pada menara berbentuk kubah. Serasa sedang memasuki istana kerajaan. Di dalam masjid hati terpesona oleh lorong-lorong di dalam masjid yang jika dipandang langit-langitnya akan membentuk kubah. Tak perlu khawatir kepanasan jika mampir ke masjid ini. Pohon kurma dan tanaman rindang lain siap melindungi para jamaah dari teriknya matahari.[2] Tempat air minum pun disediakan berjejer di dekat pintu masjid sebelah timur dan selatan. Ritual ihram mewajibkan jamaah untuk mandi di miqat. Di sini jamaah bisa leluasa mandi di tolilet-toilet bersih yang disediakan untuk para jamaah umroh.

Dari luar Masjid Bir Ali tampak seperti bangunan mirip benteng. Terlihat gagah menjulang degnan latar belakang batu cadas dan kontras dengan hiasan pepohonan menghijau. Konon sang arsitek Abdul Wahid El Wakil terinspirasi oleh kehidupan masyarakat sekitar yang bertekad keras dan disiplin dalam membangun dan menyusun rancangan Masjid Bir Ali yang gagah ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]