Masalah lingkungan hidup di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Masalah lingkungan hidup di Indonesia terkait dengan penduduk yang tinggi di Indonesia dan industrialisasi yang pesat, dan mereka sering memberikan prioritas yang lebih rendah kepada masalah lingkungan hidup karena tingkat kemiskinan yang tinggi, dan tata kelola sumber daya yang rendah.[1] Masalah ini termasuk deforestasi skala besar (banyak yang ilegal) dan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap tebal di atas bagian barat Indonesia, Malaysia dan Singapura; eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan; dan masalah lingkungan yang terkait dengan urbanisasi yang cepat dan pembangunan ekonomi, termasuk polusi udara, kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, dan layanan air dan air limbah yang dapat diandalkan.[1] Deforestasi dan penghancuran lahan gambut membuat Indonesia emitor terbesar ketiga di dunia untuk gas rumah kaca.[2] Kerusakan habitat mengancam kelangsungan hidup spesies asli dan endemik, termasuk 140 spesies mamalia yang telah diidentifikasi oleh olehWorld Conservation Union (IUCN) sebagai terancam, dan 15 diidentifikasi sebagai kritis, termasuk Orangutan Sumatra.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Jason R. Miller (30 January 1997). "Deforestation in Indonesia and the Orangutan Population". TED Case Studies. Diakses tanggal 14 August 2007. 
  2. ^ Higgins, Andrew (19 November 2009). "A climate threat, rising from the soil". The Washington Post. Diakses tanggal 11 December 2009. 
  3. ^ Massicot, Paul. "Animal Info – Indonesia". Animal Info – Information on Endangered Mammals. Diakses tanggal 14 August 2007.