Marwan Jafar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Marwan Jafar
S.H., S.E.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ke-5
Masa jabatan
27 Oktober 2014 – 27 Juli 2016
Presiden Joko Widodo
Didahului oleh Helmy Faishal Zaini
Digantikan oleh Eko Putro Sandjojo
Informasi pribadi
Lahir Marwan Djafar
12 Maret 1971 (umur 46)
Bendera Indonesia Pati, Jawa Tengah
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Partai Kebangkitan Bangsa
Suami/istri Ari Haryati
Anak 3
Alma mater Universitas Islam Indonesia
Universitas Gajayana
Universiti Kebangsaan Malaysia
Profesi Politikus
Agama Islam

Marwan Jafar (lahir di Pati, Jawa Tengah, 12 Maret 1971; umur 46 tahun) adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia pada Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016, dia digantikan oleh rekan satu partainya yaitu Eko Putro Sandjojo.

Biografi Umum[sunting | sunting sumber]

Marwan Jafar adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Kabinet Kerja 2014–2019. Sebelumnya ia menjabat sebagai anggota DPR RI dari PKB mewakili Jawa Tengah. Di DPR, ia bertugas di Komisi V yang juga merangkap sebagai jabatan sebagai ketua Fraksi PKB yang menangani Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia, Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia, Kementerian Perhubungan Indonesia dan Badan SAR Nasional pada saat itu (sekarang Komisi V DPR RI mempunyai ruang lingkup kerja Infrastruktur dan Perhubungan dengan mitra kerja; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika/BMKG, Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo/BPLS, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura/BPWS).

Marwan Jafar Sebelumnya dia menjabat sebagai sekretaris fraksi partai PKB. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU (Periode sekarang menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU). Ketika itu, dia kerap menuangkan gagasan cemerlang tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, melalui salah satu organisasi sayap PKB Marwan Jafar siap menyampaikan rumusan Muskerwil ke DPW PKB Jateng dan DPP PKB. Marwan Jafar merupakan anggota DPR yang vokal saat memperjuangkan produk-produk kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan warga NU. Dia dianggap sebagai sosok yang bersinar sebagai kader pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Marwan yang juga mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tergolong loyal dan komitmen terhadap perjuangan pesantren dan NU.

Marwan Jafar yang juga pernah menjadi konsultan hukum yang bekerja di sebuah perusahaan advokat Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum pada tahun 1999. Di samping bekerja di bidang hukum, pria kelahiran Pati, 12 Maret 1971 ini juga aktif dalam organisasi NU yaitu IPNU cabang Pati sejak tahun 1999 hingga kini dan sebagai Wakil Sekjen INKOPSIM NU Pusat pada tahun 1999 hingga 2004. juga aktif dalam organisasi NU, membuat ayah dari tiga anak ini tertarik untuk mendalami lebih lanjut mengenai dunia politik. Hingga pada akhirnya tahun 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dan akhirnya terpilih selama dua periode berturut-turut sebagai wakil rakyat.

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

S1 : Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1991-1998)

S1 : Ekonomi Universitas Gajayana Malang (1993-1998)

IMBI Yogyakarta Program BBA (1992-1995)

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia 2014 - 2016
  • Anggota DPR-RI periode 2014-2019
  • Anggota DPR-RI periode 2009-2014
  • Anggota DPR-RI periode 2004-2009
  • Komisaris PT. Wahana Sarana Jati (2004-sekarang)
  • Direktur PT. Wahana Sarana Jati (2000-2004)
  • Marwan & Sidabutar Partners Law Firm sebagai Senior Partners (2003)
  • Marketing Manager PT. Sentra Mekanindo (1999-2000)
  • Direktur PT. Madu Buana Abadi sebagai (2000)
  • Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum (1999)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Helmy Faishal Zaini
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
2014–2016
Diteruskan oleh:
Eko Putro Sandjojo