Martunis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Cristiano Martunis Ronaldo Sarbini
Berkas:Martunis-Sporting Lisbon.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkap Matunis Ronaldo
Tanggal lahir 2 Mei 1997 (umur 25)
Tempat lahir Banda Aceh, Indonesia
Posisi bermain Penyerang
Karier junior
Tahun Tim
2012–2015 Sporting Lisbon B
2015-2021 Sporting CP
2021 Real Madrid Castilla

Martunis Sarbini (lahir 2 Mei 1997) adalah Pemain Sepakbola yang saat ini memperkuat Persiraja Aceh. Ia salah satu anak korban Tsunami Aceh Desember 2004 yang dikenal karena mendapat simpati dari Bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo, Ia Tinggal di Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Pada tahun 2008, ia bersekolah di kelas 1 SMPN 8 Banda Aceh. Terakhir ia bermain di Portugal setelah direkrut klub asal Portugal, Sporting Lisbon untuk masuk tim akademi U-19.[1][2]

Sejarah hidup[sunting | sunting sumber]

Minggu pagi, 26 Desember 2004, Martunis berencana bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan sepak bola kampung. Ia bahkan sudah memakai kostum nasional Portugal bajakan yang ia beli di kota Banda Aceh. Tiba-tiba datang gelombang tsunami. Martunis yang saat itu baru duduk di kelas III Sekolah Dasar bersama ibunya, Salwa, kakak laki-laki, Nurul A'la (12 tahun), dan adiknya, Annisa (2 tahun), berupaya menyelamatkan diri dengan menumpang pick up tetangganya. Pada saat itu, bapaknya sedang bekerja di tambak

Saat digulung ombak tsunami, pick up pun tenggelam. Martunis, ibu, dan dua saudaranya tenggelam bersama mobil yang ditumpangi. Lalu, entah bagaimana ceritanya, ia terbawa gelombang dan muncul ke permukaan air. Sebelum terpisah dengan kakak, adik serta ibunya, Martunis sempat menarik lengan adiknya yang minta tolong, namun tangan mungilnya kalah oleh arus tsunami. Ibu, kakak dan adiknya pun hilang terseret arus tsunami, sehingga berpisah selamanya.

Martunis selamat setelah meraih sepotong kayu, lalu terapung-apung. Kemudian ia berpindah ke kasur yang melintas di dekatnya, tapi nahas, kasur itupun tenggelam. Lalu ia memanjat sebatang pohon untuk bertahan hidup. Ia selamat setelah terseret arus tsunami yang kembali lagi ke laut dan terdampar di kawasan rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala. Setelah 21 hari bertahan, penduduk menemukan Martunis pada 15 Januari 2005. Warga menyerahkan dia kepada awak televisi Inggris yang kebetulan meliput di wilayah itu. Dalam sekejap gambar Martunis yang masih mengenakan kaus timnas Portugal, beredar di stasiun televisi Eropa.

Bocah kurus berkulit hitam itupun menarik simpati bintang top sepak bola Portugal seperti Luis Figo, Nuno Gomes, Cristiano Ronaldo, pelatih Luiz Felipe Scolari, serta Gilberto Madail, ketua Federasi Sepak Bola Portugal. Akhirnya Federasi Sepak Bola Portugal mengundang secara resmi Martunis ke negaranya.

Pada Juni 2005, didampingi ayahnya, Sarbini, dan Teuku Taharuddin, dokter yang mendampinginya, ia berkunjung ke negara Portugal dan mendapatkan hibah uang 40 ribu Euro atau lebih dari 500 juta rupiah. Selain diundang ke Portugal, tahun 2006 lalu penyanyi Madonna juga mengundang Martunis dan Sarbini ke London, tempat tinggal Madonna bersama keluarganya. Mereka berdua diajak berkeliling tempat rekreasi terkenal serta kota-kota di Inggris.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Anak Angkat Ronaldo Asal Aceh Direkrut Klub Portugal" CNN Indonesia, 02 Juli 2015. Diakses 03 Juli 2015.
  2. ^ "Akademi Klub Asal Ronaldo Berikan Kesempatan kepada Martunis" Kompas.com, 02 Juli 2015. Diakses 03 Juli 2015.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]