Mandi Safar
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juni 2025) |
Mandi Safar adalah tradisi yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi ini sering disebut sebagai tradisi sebagai Rebo Wekasan. Masyarakat, tokoh agama, adat, dan pejabat atau raja melakukan tradisi ini pada hari Rabu akhir di bulan Safar. Pembersihan diri adalah ritual inti dari kegiatan ini. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam pelaksaanya, yang membedakan adalah setiap prosesinya. Beberapa daerah di bagian timur pulau Sumatera seperti Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi akan melakukan kegiatan membersihkan diri di air laut dan tempat pemadian. Daerah Indonesia tengah dan timur seperti Kalimantan Tengah Maluku, para masyawakat dan pejabat akan menceburkan diri ke air laut untuk membersihkan badan.[1]
Tujuan
[sunting | sunting sumber]Tujuan dari tradisi mandi safar ini adalah menolak musibah atau bala dengan cara membersihkan diri pada air, seperti air laut, sungai, atau tempat pemadian.[2]
- ↑ Setyaningrum, Puspasari (2023-08-15). "Mengenal Tradisi Mandi Safar di Berbagai Daerah di Indonesia, Ada yang Hadirkan Pawang Buaya". Kompas. Diakses tanggal 2025-05-01.
- ↑ Setyaningrum, Puspasari (2023-08-15). "Mengenal Tradisi Mandi Safar di Berbagai Daerah di Indonesia, Ada yang Hadirkan Pawang Hujan". Kompas. Diakses tanggal 2025-06-01.