Malyda
| Malyda | |
|---|---|
| Lahir | Rosmalida Soedrajat 9 Juli 1963 Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Meninggal | 25 Februari 2025 (umur 61) |
| Nama lain | Malyda |
| Pekerjaan | Penyanyi |
| Tahun aktif | 1983–2025 |
| Karier musik | |
| Genre | |
| Instrumen | |
| Artis terkait | |
Rosmalida Soedrajat, (9 Juli 1963 – 25 Februari 2025) lebih dikenal dengan nama mononimnya, Malyda adalah seorang penyanyi Indonesia yang populer pada era 80-an lewat lagu-lagunya seperti Semua Jadi Satu, Aku Jadi Bingung dan Nurlela. Salah satu penyanyi wanita Indonesia papan atas pada akhir tahun 80-an sampai awal tahun 90-an ini mempunyai warna suara yang tipis tetapi ekspresif, dengan gaya menyanyi yang genit dan manja, menjadikan trade mark yang membedakannya dengan penyanyi-penyanyi wanita lain.
Dengan penampilan yang kerap terlihat sexy, baik dari segi pakaian maupun dandanan, saat muncul kembali dengan hits "Semua Jadi Satu" Malyda tampil mirip penyanyi Jody Watley dengan rambut keriting panjang gaya wet look dan anting-anting besar model cincin, begitupun dari segi musiknya, yang sama-sama membawakan jenis dance-pop berirama up-beat.
Karier
[sunting | sunting sumber]Puncak karier
[sunting | sunting sumber]Ketenaran nama Malyda adalah anak keempat dari enam bersaudara yang berdarah Minang ini tak lepas dari nama beken di sekitarnya. Sederetan nama besar macam Deddy Dhukun, Dodo Zakaria, Billy J Budiardjo, Dian Pramana Poetra atau Fariz RM pernah menjadi pembimbingnya.
Cukup banyak hits yang telah dihasilkannya. Salah satunya adalah "Semua Jadi Satu" (dari album 12 Bintang Idola) yang penjualan albumnya mencapai angka 400.000 kopi. Tembang ini bahkan sudah pernah direkam ulang oleh 3 Diva, Helmy Yahya, Ruth Sahanaya dan Lala Suwages (pada awal tahun 2010) untuk dipakai dalam album mereka.[1]
Kemudian, Ia sempat berkolaborasi dengan banyak penyanyi lewat singel Nurleila (1989) atau Tak Pernah Berubah (1991).[2]
Sempat pula tergabung dalam kelompok 7 Bintang bersama Dian Pramana Poetra, Deddy Dhukun, Fariz RM (menggantikan Dian Pramana Poetra di album kedua ), Mus Mujiono, Yopie Latul, Trie Utami, dan Atiek CB serta grup Rumpies bersama Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Trie Utami.[3]
Sejak merilis album "Menunda Fajar" tahun 1992, ia praktis absen.
Menulis lagu
[sunting | sunting sumber]Malyda sempat menulis lagu untuk penyanyi-penyanyi lain sebelum merilis single "Semua Jadi Satu", tetapi setelah itu, dia tidak pernah lagi menulis lagu, bahkan untuk album-albumnya sendiri. Karya-karya Malyda itu antara lain:
Mengundurkan diri
[sunting | sunting sumber]Mengurus keluarga menjadi salah satu alasan mengapa Malyda meninggalkan dunia tarik suara. Ia juga sempat mengurusi bisnis pribadinya yaitu butik busana impor. Kemudian ia beralih usaha dengan membuka butik pakaian dalam (lingerie) hingga kini. Namanya sendiri dipakai sebagai nama butik yang dibukanya di Pasaraya Blok M.[1]
Malyda setelah menikah selama sebelas tahun kemudian bercerai dan menikah lagi pada tahun 2006.
Muncul kembali
[sunting | sunting sumber]Di akhir 2003 Malyda mencoba muncul kembali. Pertemuannya dengan Seno M Hardjo pemilik Target Pop membuatnya menapak untuk meluncurkan album The Best of Malyda. Album ini memuat banyak lagu yang pernah populer. Selain itu ada dua tembang baru, "Datang Kasih Datang Sayang", ciptaan kolaborator lamanya, Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun; serta "Andaiku Sanggup" ciptaan Yudis Dwikorana Malyda dan Ipey.[4] Tembang "Andaiku Sanggup" merupakan lagu resmi dari film Rumah Hantu.[5]
Pada 7 Juni 2008, Malyda muncul dalam Konser "Reuni Rumpies 2008" bersama Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Trie Utami di Kamasutra Cafe, Hotel Crown Plaza, Jakarta. Malyda membawakan secara solo lagu "Semua Jadi Satu", "Tak Pernah Berubah", dan "Aku Jadi Bingung", dan juga lagu "Nurlela", "Kalau Kau", "Ironi", dan "Nggak Jelas" bersama Rumpies. Masing-masing anggota Rumpies lainnya membawakan tiga s.d. enam lagu secara solo. Satu bulan sebelumnya, Rumpies muncul sebagai bintang tamu di konser tunggal Vina Panduwinata. Meski sekarang mengenakan jilbab, Malyda masih tampir atraktif di atas panggung dan vokalnya masih seperti dulu, dengan dandanan yang lebih rapi.
Diskografi
[sunting | sunting sumber]Album solo
[sunting | sunting sumber]


- Sebel Betul (1983) menggunakan nama Lydia
- Detak Jantung (1983)
- Lelah Jiwaku (1986)
- Awas (1989)
- Menunda Fajar (1992)
Album soundtrack
[sunting | sunting sumber]- Ost. Yang, Terlarang Tersayang (1983)
- Ost. Biarkan Kami Bercinta (1984)
- Ost. Susana Susana Buktikan Cintamu (1984)
Album Kompilasi
[sunting | sunting sumber]- The Best of Malyda (2003)
Bersama Rumpies
[sunting | sunting sumber]- Nurleila (1989)
- Tabahkan Hatimu (Nurleila 2) (1990)
- Pacarku (1991)
Single
[sunting | sunting sumber]- "Semua Jadi Satu" album 12 Bintang Idola (1987) duet dengan 2D.
- "Aku Jadi Bingung" duet dengan Deddy Dhukun album 12 Bintang Idola Part 2 (1988)
- "Anisa" duet dengan Fariz RM dan Deddy Dhukun album 12 Bintang Idola Part 2 (1988)
- "Anugerah" album Dasa Tembang Tercantik LCLR Prambors 1988/1989 (1989)
- "Kusadari" duet dengan Fariz RM dan Atiek CB album Duet Plus (1988)
- "Kencan" bersama Superdigi album Indonesia's Top 10 '89 (1989)
- "Jalan Masih Panjang" bersama 7 Bintang album Jalan Masih Panjang (1989)
- "Jangan Menambah Dosa" album Jangan Menambah Dosa (1989)
- "Cinta Diundi" duet dengan Atiek CB album Jangan Menambah Dosa (1989)
- "Bolehnya Gitu" dan "Dirimu Yang Kucinta" album Bolehnya Gitu (1989)
- "Salah Apa Aku" album Salah Apa Aku duet bersama Trie Utami (1991)
Penampilan lain
[sunting | sunting sumber]- 2D album Keraguan (1987) vokal dilagu "Asmara Rindu".
- K3S album Bohong (1988) vokal dilagu "Keabadian Cinta".
- Ekki Soekarno album Kharisma Indonesia (1988) vokal dilagu "Genit Genit"
- 2D album Masih Ada (1989) vokal bersama dilagu "Sementara Berpisah"
- Sophia Latjuba album kompilasi Semoga Kau Tahu (1990) vokal dilagu "Karenamu" duet dengan Fariz RM
- Fariz RM, Malyda, Deddy Dhukun album Tak Pernah Berubah (1991)
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Malyda, Jody Watley Indonesia - Media 90.1 FM". Media 90.1 FM. 2015-09-10. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ↑ Anggraini, Pingkan (2025-02-26). "Malyda dan Nurlela yang Terus Dikenang". detikpop. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ↑ "Malyda, Penyanyi yang Kini Desainer Busana Muslim". Tempo. 15 Desember 2013 | 12.58 WIB. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ↑ Tim Redaksi (2004-01-05). "Malyda Kembali Masuk Dapur Rekaman". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrKAur4anRpU6ACZe7LQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzMEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1770446840/RO=10/RU=https://www.instagram.com/p/CJD3gL8n88P//RK=2/RS=NqZ5YKufrSjbHd71V.bvlaOSmh4-. Diakses tanggal 2026-01-24.