Malifut, Halmahera Utara
Malifut | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Maluku Utara | ||||
| Kabupaten | Halmahera Utara | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Irawan Muhammad[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 13.325 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 52/km2 (130/sq mi) | ||||
| Kode pos | 97766 | ||||
| Kode Kemendagri | 82.03.08 | ||||
| Kode BPS | 8205010 | ||||
| Luas | 254,85 km² | ||||
| Kepadatan | 52 | ||||
| Desa/kelurahan | 22 desa | ||||
| |||||
Malifut adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Indonesia. Penduduk kecamatan ini berjumlah 13.325 jiwa (2021), dengan luas wilayah 254,85 km², dan kepadatan penduduk 52 jiwa/km².[2][3]
Demografi
[sunting | sunting sumber]Sebagian besar penduduk kecamatan Malifut berasal dari kelompok etnis Makian. Selain itu, terdapat penduduk asli dari suku Pagu dan Kao. Kelompok etnis lain yang tinggal di sana, antara lain suku Tobelo, Galela, Ternate, Sangir, Ambon, Jawa, Modole, dan kelompok etnis lain dari Kepulauan Maluku. Bahasa sehari-hari yang paling umum digunakan adalah bahasa Indonesia dan Melayu Maluku Utara. Bahasa-bahasa daerah asli seperti Pagu dan Kao terancam punah.[2]
Masyarakat etnis Makian yang merupakan mayoritas di kecamatan Malifut merupakan transmigran lokal sejak tahun 1975, karena ancaman letusan Gunung Kie Besi di Pulau Makian yang diprediksi akan meletus tahun itu oleh pemerintah pusat. Kemudian, sebagai masyarakat etnis Makian dipindahkan ke daratan Halmahera dan memindahkan seluruh aparatur pemerintahan ke sana. Namun, letusan yang diprediksi tidak terjadi pada tahun itu, melainkan 13 tahun kemudian, pada tahun 1988. Akibat letusan tersebut, Gunung Kie Besi terbelah menjadi dua bagian.
Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2010, mencatat bahwa mayoritas penduduk kecamatan Malifut memeluk agama Islam. Persentasi penduduk berdasarkan agama yang dianut ialah Islam sebanyak 73,80%, kemudian Kristen sebanyak dengan dominan Protestan sebanyak 23,05% dan selebihnya Katolik sebanyak 0,81%. Kemudian Buddha 0,01%, Konghucu 0,01%, dan lainnya 2,33%.[4] Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 18 bangunan masjid, 6 bangunan gereja Protestan dan 1 bangunan mushola.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Camat Malifut Apresiassi Program PT NHM". harianhalmahera.com. 2 November 2021. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
- 1 2 3 4 "Kecamatan Malifut Dalam Angka 2020" (pdf). www.halutkab.bps.go.id. hlm. 21–23, 35, 72. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
- ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
- ↑ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Halmahera Utara". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
