Lompat ke isi

Malam Yalda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Malam Yalda
Nama lainShab-e Yaldā, Shab-e Chelle
Dirayakan olehIran, Kurdistan, Azerbaijan, serta diaspora Persia di seluruh dunia
MaknaMalam solstis musim dingin; kemenangan cahaya atas kegelapan
PerayaanBerkumpul keluarga, membaca puisi, makan buah musim dingin (terutama delima dan semangka), fal-e Hafez
TanggalMalam 30 Azar / 1 Dey (biasanya 21 Desember)
FrekuensiTahunan
Terkait denganNowruz, Mehregan, Sadeh, Tirgan

Malam Yalda atau Shab-e Yaldā (bahasa Persia: شب یلدا) adalah perayaan malam terpanjang sepanjang tahun yang jatuh pada malam menjelang 1 Dey menurut kalender matahari Persia, bertepatan dengan 21 Desember dalam kalender Masehi. Tradisi ini sudah berusia ribuan tahun, berakar dari kepercayaan Zoroastrianisme kuno bahwa pada malam solstis musim dingin, kegelapan mencapai puncaknya, tetapi mulai mundur setelah itu, dan cahaya kembali menang.[1]

Kata “Yalda” sendiri berasal dari bahasa Siria yang berarti “kelahiran”. Di masa pra-Islam, malam ini dianggap sebagai malam kelahiran kembali Mithra, dewa matahari. Setelah masuknya Zoroastrianisme, maknanya bergeser menjadi kemenangan Ahura Mazda atas Ahriman. Meski agama mayoritas Iran kini Islam, Yalda tetap dirayakan secara luas sebagai warisan budaya nasional, bukan ritual keagamaan semata.[2]

Yang paling khas dari Yalda adalah kebiasaan berkumpul sepanjang malam. Keluarga besar duduk melingkar di ruang hangat, menyalakan lilin atau tungku kecil, dan menyantap buah-buahan merah: delima yang bijinya berkilau seperti permata, semangka yang sengaja disimpan sejak musim panas, anggur, jeruk, serta aneka kacang dan manisan kering. Meja Yalda (disebut mehr) selalu penuh warna merah yang menjadi simbol matahari dan kehidupan yang akan kembali.[3]

Di tengah meja biasanya ada Divan-e Hafez. Tradisi fal-e Hafez masih hidup: seseorang memejamkan mata, membuka buku puisi Hafez Shirazi secara acak, lalu bait yang terbuka dibaca keras-keras sebagai ramalan atau nasihat untuk tahun baru. Orang tua bercerita tentang masa kecil mereka, anak-anak mendengarkan dongeng tentang Arash si pemanah atau Mithra yang menunggangi kereta matahari, dan suasana penuh tawa serta harapan.[4]

Di desa-desa Yazd, Kerman, atau Kurdistan, orang masih menyalakan api unggun di halaman. Di Tehran, Shiraz, atau Isfahan, banyak keluarga menggelar acara kecil dengan musik tradisional atau pembacaan puisi. Bahkan di diaspora seperti Los Angeles, Toronto, London, Sydney, keluarga keturunan Iran tetap menyiapkan delima dan semangka impor, menyalakan lilin, dan membaca Hafez lewat panggilan video.[2][4]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Apa Itu Yalda dan Bagaimana Sejarahnya?". Pars Today. Diakses tanggal 26 November 2025.
  2. 1 2 "Shabe Yalda: A Persian Celebration". Persian Mama. Diakses tanggal 26 November 2025.
  3. "Shab-e Yalda: The Longest Night of the Year". Mehr Chain Hotels. Diakses tanggal 26 November 2025.
  4. 1 2 "Yalda Night: A Night of Joy and Rebirth". Surfiran. Diakses tanggal 26 November 2025.