Makna (filsafat)
Tampilan
Dalam filsafat bahasa, makna "adalah suatu hubungan antara dua jenis hal: tanda-tanda dan jenis hal yang mereka maksudkan, ungkapkan, atau lambangkan."[1]
Jenis-jenis makna berbeda-beda bergantung pada jenis hal yang diwakilinya. Terdapat:
- hal-hal yang mungkin memiliki makna;
- hal-hal yang juga menjadi tanda bagi hal-hal lain, dan karena itu selalu bermakna (yakni, tanda-tanda alami dari dunia fisik serta gagasan-gagasan di dalam pikiran);
- hal-hal yang secara niscaya bermakna, seperti kata-kata dan simbol nonverbal.
Pandangan-pandangan utama dalam wacana makna masa kini mencakup beberapa pemaknaan parsial berikut:
- teori-teori psikologis, yang mencakup gagasan tentang pikiran, niat, atau pemahaman;
- teori-teori logis, yang mencakup konsep seperti intensi, isi kognitif, atau makna leksikal, beserta ekstensi, referensi, atau denotasi;
- pandangan makna sebagai pesan, isi, informasi, atau komunikasi;
- kondisi kebenaran;
- penggunaan, serta petunjuk bagi penggunaannya;
- pengukuran, perhitungan, atau operasi.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Richard E Morehouse, Beginning Interpretive Inquiry, Routledge, 2012, hlm. 32.
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Akmajian, Adrian et al (1995), Linguistics: an introduction to language and communication (fourth edition), Cambridge: MIT Press.
- Allan, Keith (1986), Linguistic Meaning, Volume One, New York: Routledge & Kegan Paul.
- Arena, Leonardo Vittorio (2012), Nonsense as the Meaning (ebook).
- Austin, J. L. (1962), How to Do Things With Words, Cambridge: Harvard University Press.
- Berger, Peter and Thomas Luckmann (1967), The Social Construction of Reality : A Treatise in the Sociology of Knowledge (first edition: 240 pages), Anchor Books.
- Davidson, Donald (2001), Inquiries into Truth and Interpretation (second edition), Oxford: Oxford University Press.
- Dummett, Michael (1981), Frege: Philosophy of Language (second edition), Cambridge: Harvard University Press.
- Frege, Gottlob (ed. Michael Beaney, 1997), The Frege Reader, Oxford: Blackwell.
- Gauker, Christopher (2003), Words without Meaning, MIT Press.
- Goffman, Erving (1959), Presentation of Self in Everyday Life, Anchor Books.
- Grice, Paul (1989), Studies in the Way of Words, Cambridge: Harvard University Press.
- Searle, John and Daniel Vanderveken (1985), Foundations of Illocutionary Logic, Cambridge: Cambridge University Press.
- Searle, John (1969), Speech Acts, Cambridge: Cambridge University Press.
- Searle, John (1979), Expression and Meaning, Cambridge: Cambridge University Press.
- Stonier, Tom (1997), Information and Meaning: An Evolutionary Perspective, London: Springer.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]