Lompat ke isi

Mahmud Gawan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mahmud Gawan adalah wazir bagi Kesultanan Bahmani selama 20 tahun (1461–1481 M).[1][2] Ia merupakan ahli matematika dan literatur yang berasal dari Gilan di Iran yang menetap di Dataran Tinggi Dekkan di India.[3] Selama menjabat sebagai Wazir Kesultanan Bahmani, Mahmud Gawan berhasil meningkatkan pendapatan Kesultanan Bahmani melalui kebijakan ekonomi dalam bidang pertanian.[1] Mahmud Gawan meninggal pada tanggal 4 April 1481 akibat pemberian hukuman mati oleh Sultan Muhammad Syah III dengan konspirasi dari beberapa bangsawan Kesultanan Bahmani yang membenci kebijakan pemerintahannya.[4][5]

Masa muda, keterampilan dan pekerjaan awal

[sunting | sunting sumber]

Mahmud Gawan dilahirkan di wilayah Iran.[3] Kampung kelahiran dari Mahmud Gawan bernama Gilan. Mahmud Gawan meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke India ketika kekacauan terjadi di kampng halamannya. Pada tahun 1453 M, ia tiba di India.[6] Mahmud Gawan kemudian menetap di Dataran Tinggi Dekkan. Keahliannya dalam bidang matematika dan literatur membuatnya dipekerjakan sebagai pekerja istana Kesultanan Bahmani.[3] Selain itu, Mahmud Gawan juga ahli dalam bertempur dan berpolitik serta berpengalaman dalam bidang politik, administrasi dan keuangan.[7]

Karier politik

[sunting | sunting sumber]

Mahmud Gawan menjabat sebagai wazir bagi Kesultanan Bahmani selama 20 tahun.[1] Kesetiaan Mahmud Gawan terhadap Kesultanan Bahmani membuatnya menjabat sebagai Wazir Kesultanan Bahmani selama 20 tahun. Ia menjadi Wazir Kesultanan Bahmani bagi Sultan Nizam Syah yang memerintah sejak tahun 1461 hingga kematiannya pada tahun 1463 M. Mahmud Gawan kemudian menjadi Wazir Kesultanan Bahmani bagi Sultan Muhammad Syah III yang merupakan saudara sekaligus pengganti Nizam Syah sebagai Sultan Bahmani. Jabatan sebagai Wazir Kesultanan Bahmani kembali diberikan kepada Mahmud Gawan sejak Sultan Muhammad Syah III memerintah pada tahun 1463 hingga tahun 1482.[2]

Selama Mahmud Gawan menjabat sebagai Wazir Kesultanan Bahmani, ia mengadakan perubahan penting dalam bidang sipil, militer dan administrasi pendapatan.[3] Mahmud Gawan memiliki pengaruh kekuasaan yang besar di Kesultanan Bahmani.[3] Selama menjabat sebagai Wazir Kesultanan Bahmani, Mahmud Gawan memiliki pasukan bersenjata dan pasukan gajah yang berkendara di dalam negeri untuk menjaga keamanan dan ketertiban sehingga Kesultanan Bahmani mengalami pemerintahan yang stabil. Selain itu, ia berhasil meningkatkan pendapatan Kesultanan Bahmani melalui kebijakan ekonomi dalam bidang pertanian. Mahmud Gawan berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi bagi para petani di desa-desa dalam wilayah Kesultanan Bahmani melalui pembangunan perhubungan antardesa.[1]

Perubahan dalam pemerintahan Kesultanan Bahmani yang dilakukan oleh Mahmud Gawan tidak disukai oleh sebagian besar bangsawan Kesultanan Bahmani. Beberapa bangsawan kemudian melakukan konspirasi untuk menghilangkan rasa hormat dari Sultan Bahmani kepada Mahmud Gawan. Konspirasi terhadap Mahmud Gawan dilakukan terutama oleh bangsawan bernama Malik Hasan, Zarif Al-Mulk dan Miftah Habasyi. Mereka menulis surat palsu yang berisi permintaan Mahmud Gawan kepada Purushottama Odisha untuk bekerja sama dalam penyerbuan ke wilayah Kesultanan Bahmani. Surat palsu ini kemudian diperlihatkan kepada Sultan Muhammad Syah III. Sultan Muhammad Syah III yang membaca surat palsu dalam keadaan mabuk akhirnya marah dan memerintahkan hukuman mati atas Mahmud Gawan. Pada tanggal 4 April 1481, Mahmud Gawan dihukum mati. Setelah kematian Mahmud Gawan, Kesultanan Bahmani mulai mengalami kehancuran.[4][5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 An-Nashr 2019, hlm. 381.
  2. 1 2 Chaurasia, Radhey Shyam (2002). History of Medieval India: From 1000 A.D. to 1707 A.D. (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Atlantic Publisher and Distributors. hlm. 99. ISBN 81-269-0123-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 4 5 Khan, B., Mitchell, S. J. (Januari 2006). History & Civics 7. Ratna Sagar. hlm. 62. ISBN 9788183320610. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Uppe, Shivakumar V. (2022). Brief Cultural History of Basavakalyana (dalam bahasa Inggris). Raleigh: Lulu Publication. hlm. 64. ISBN 9781387847860. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Arihant Publications (2024). NCERT Notes: Indian History (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Arihant Publications. hlm. 97. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Sherwani, Haroon Khan (1942). Mahmud Gawan: The Great Bahmani Wazir (PDF) (dalam bahasa Inggris). Allahabad: KItabistan. hlm. 1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. An-Nashr 2019, hlm. 377.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • An-Nashr, Muhammad Abdul Azhim (2019). Sejarah Musiim India [Tarikh Al-Muslimin wa Hadharatuhum fi Bilad Al-Hind wa As-Sindh wa Al-Bunjab]. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-979-592-819-5. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)