Lompat ke isi

Loa loa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Loa loa
Mikrofilaria Loa loa di sediaan apus darah.
(pewarnaan Giemsa)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Nematoda
Kelas: Chromadorea
Ordo: Rhabditida
Famili: Onchocercidae
Genus: Loa
Spesies:
L. loa
Nama binomial
Loa loa
(Cobbold, 1864)
Sinonim
  • Dracunculus loa Cobbold, 1864[1]
  • Filaria loa (Cobbold, 1864)

Loa loa adalah sebuah spesies nematoda filarial (disebar oleh arthropoda) yang menyebabkan filariasis Loa loa. Loa loa sebenarnya bermakna "cacing cacing", tetapi umumnya dikenal sebagai "cacing mata" karena terlokalisasi di konjungtiva mata. Cacing ini umumnya ditemukan di Afrika,[2] di mana mereka umumnya hidup di hutan hujan Afrika Barat dan berasal dari Etiopia.[3] Penyakit yang disebabkan oleh cacing ini dikenal sebagai loiasis dan menjadi salah satu penyakit tropis terabaikan.[4]

L. loa menjadi salah satu dari tiga nematoda filarial parasit yang menyebabkan filariasis subkutan pada manusia. Dua lainnya adalah Mansonella streptocerca dan Onchocerca volvulus (menyebabkan kebutaan sungai).[5]:Table 1

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Cobbold, T. S. (1864). Entozoa, an introduction to the study of helminthology, with reference more particularly to the internal parasites of man. London: Groombridge and Sons. doi:10.5962/bhl.title.46771.
  2. Schmidt, Gerald et al. "Foundations of Parasitology". 7th ed. McGraw Hill, New York, NY, 2005.
  3. Thomson, MC; Obsomer, V; Dunne, M; Connor, SJ; Molyneux, DH (2000). "Satellite mapping of Loa loa prevalence in relation to ivermectin use in west and central Africa". The Lancet. 356 (9235): 1077–1078. doi:10.1016/s0140-6736(00)02733-1. PMID 11009145. S2CID 11743223.
  4. Metzger, Wolfram Gottfried; Mordmüller, Benjamin (April 2014). "Loa loa—does it deserve to be neglected?". The Lancet Infectious Diseases (dalam bahasa Inggris). 14 (4): 353–357. doi:10.1016/S1473-3099(13)70263-9. PMID 24332895.
  5. Hermida Mandanas, Joshua Angelo (2021). "Lymphatic Filariasis: An Immunologic Perspective". EMJ Allergy & Immunology. 6 (1): 71–78. doi:10.33590/emjallergyimmunol/20-00252.