Literasi politik
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |

Literasi politik adalah serangkaian pengetahuan dan kesadaran mengenai isu-isu politik, proses politik hingga hak dan wewenang sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam politik di masyarakat maupun pemerintahan.[1][2][3] Literasi ini termasuk juga dalam pembahasan hal-hal seperti: pemahaman akan posisi kita yang merupakan bagian dari masyarakat memiliki implikasi terhadap tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam sistem demokrasi, serta bagaimana mekanisme kerja pemerintahan dan juga isu penting yang tengah dihadapi masyarakat luas.[4]
Secara praktis, literasi politik tidak hanya berupa pengetahuan, tetapi juga kemampuan menilai informasi secara kritis dan membedakan mana informasi politik yang sahih dan mana yang bersifat manipulatif. Dengan literasi yang baik, individu dan masyarakat dapat melihat konteks suatu isu, memahami motif aktor politik, serta merespons kebijakan berdasarkan kepentingan publik.
Peran dan fungsi literasi politik
[sunting | sunting sumber]Literasi politik berfungsi sebagai fondasi bagi kualitas partisipasi politik warga negara. Warga yang memahami bagaimana proses politik berlangsung lebih mampu menilai kebijakan, mengawasi pemerintah, dan menentukan pilihan politik secara bertanggung jawab. Literasi politik juga membantu individu memahami peran mereka sebagai bagian dari sistem politik, sehingga partisipasi yang dilakukan bukan sekadar ritual, melainkan tindakan yang didasari kesadaran.[5]
Dalam konteks demokrasi, literasi politik juga berperan sebagai pelindung terhadap distorsi informasi, misinformasi, dan propaganda politik. Warga yang memiliki tingkat literasi tinggi mampu mengidentifikasi informasi palsu atau bias sehingga tidak mudah dimobilisasi melalui sentimen politik, terutama ketika memasuki masa pemilu. Dengan demikian, literasi politik menjadi kunci untuk menjaga kesehatan ruang publik demokratis.[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Memahami Literasi Politik | Bawaslu". jepara.bawaslu.go.id. 2024-07-30. Diakses tanggal 2024-08-03.
- ↑ Cassel, Carol A.; Lo, Celia C. (1997). "Theories of Political Literacy". Political Behavior. 19 (4): 317–335. ISSN 0190-9320.
- ↑ Denver, David; Hands, Gordon (1990-04). "Does Studying Politics Make a Difference? The Political Knowledge, Attitudes and Perceptions of School Students". British Journal of Political Science (dalam bahasa Inggris). 20 (2): 263–279. doi:10.1017/S0007123400005809. ISSN 0007-1234.
- ↑ Heryanto, Gun Gun, ed. (2019). Literasi politik: dinamika konsolidasi demokrasi Indonesia pascareformasi (Edisi Cetakan pertama). Baturetno, Banguntapan, Yogyakarta: IRCiSoD. ISBN 978-602-7696-89-1.
- ↑ Putri, Nora Eka; Mubarak, Adil (2020). "Influence of Political Literacy on the Political Participation of Beginner Voters in Regional Elections" (dalam bahasa Inggris). Atlantis Press. doi:10.2991/aebmr.k.200305.213. ISBN 978-94-6252-920-5.
- ↑ Farikiansyah, Ilham Mahmud; Salamah, Mila Nailis; Rokhimah, Annisa’ur; Ma'rifah, Lailiyah; Faruq, Firyal Nabila Faiqah; Gufron, Muhammad Afrizatifurrohman Al (2024-12-22). "Meningkatkan Partisipasi Pemilu melalui Literasi Politik Pemuda Milenial dalam Pendidikan Kewarganegaraan". Journal of Education Research (dalam bahasa Inggris). 5 (4): 6512–6523. doi:10.37985/jer.v5i4.793. ISSN 2746-0738.