Lindi (kimia)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Lindi, (bahasa Inggris: lye) dalam ilmu kimia, adalah cairan hidroksida logam yang secara tradisional diperoleh melalui proses pelindian abu (mengandung mayoritas kalium karbonat atau "potas"), atau alkali kuat yang sangat larut dalam air menghasilkan larutan basa kaustik. "Lindi" atau "lye" umum digunakan sebagai nama lain natrium hidroksida (NaOH) atau menurut sejarah kalium hidroksida (KOH), meskipun istilah "lindi" merujuk ke hidroksida logam secara umum.

Dewasa ini, lindi dipabrikasi secara komersial menggunakan proses kloroalkali (en) sel membran. Ia dipasok dalam beragam bentuk seperti kepingan, pelet, microbead, bubuk kasar atau larutan.

Aplikasi[sunting | sunting sumber]

Makanan[sunting | sunting sumber]

Lindi digunakan untuk mengawetkan beragam jenis makanan, termasuk makanan tradisional Nordik lutefisk, zaitun (membuatnya tidak terlalu pahit), jeruk mandarin dalam kaleng, bubur jagung (en), lye roll (en) (roti Jerman), telur bitan, pretzel, bagel, dan kabak tatlisi (en) khas Turki[1] (untuk membuat mengeraskan lapisan luar sementara lapisan dalamnya tetap lembut). Mereka juga menggunakannya sebagai bahan pelunak di bagian kulit Kue Bulan khas Kanton, "bakcang" (kue beras ketan dibungkus daun bambu), mie kenyal Tiongkok bagian selatan yang populer di Hong Kong dan Tiongkok bagian selatan, dan ramen Jepang. Lindi juga digunakan dalam kutsinta (en), kue tepung beras khas Filipina bersama dengan pitsi-pitsî (en).[2]

Di Amerika Serikat, lindi berperingkat food-grade harus memenuhi persyaratan yang diuraikan dalam Food Chemicals Codex (FCC),[3] seperti yang ditentukan oleh Food and Drug Administration (FDA) A.S.[4] Lindi berperingkat lebih rendah yang tidak sesuai untuk digunakan dalam preparasi makanan biasanya digunakan sebagai pelancar saluran air (anti sumbat) dan pembersih oven.[4]

Pembuatan sabun[sunting | sunting sumber]

Lindi dalam bentuk natrium hidroksida maupun kalium hidroksida keduanya digunakan dalam pembuatan sabun (en). Sabun kalium hidroksida lebih lembut dan lebih mudah larut dalam air daripada sabun natrium hidroksida. Natrium hidroksida dan kalium hidroksida tidak saling menggantikan baik dalam proporsi yang dibutuhkan maupun sifat sabun yang dihasilkan.

Pembuatan sabun "proses panas" juga menggunakan lindi sebagai kandungan utama. Lindi ditambahkan ke dalam air, didinginkan selama beberapa menit dan ditambahkan ke dalam minyak dan mentega. Lindi kemudian dimasak selama beberapa saat (1-2 jam), biasanya dalam pemasak lambat (en), kemudian diletakkan dalam cetakan. Metode ini jauh lebih cepat daripada proses dingin, karena tidak memerlukan waktu berminggu-minggu untuk menuntaskannya.

Penggunaan lindi di zaman kuno untuk pembuatan sabun dan sebagai deterjen adalah asal muasal istilah bahasa Inggris lye, diturunkan dari bahasa Proto-Jerman *laugo dan berakar dari Proto-Indo-Eropa *leue-, yang berarti "mencuci". Terkait dengan bahasa Jermanik lainnya, di samping kata untuk lye, termasuk bahasa-bahasa Skandinavia untuk Sabtu (laugardagur, lördag, lørdag), yang berarti "hari mencuci".

Penggunaan rumah tangga[sunting | sunting sumber]

Pelancar saluran (en) yang mengandung lindi dalam kemasan botol.

Lindi juga berharga karena efek membersihkannya. Natrium hidroksida adalah konstituen utama yang umum dalam zat pembersih (en) komersial dan industrial, seperti pembersih oven dan pembuka sumbatan pada saluran, karena kemampuannya melarutkan lemak. Lindi mendekomposisi lemak melalui hidolisis ester alkalis, menghasilkan residu yang larut dalam air yang mudah dihilangkan dengan cara dibilas.

Penghancur jaringan[sunting | sunting sumber]

Natrium atau kalium hidroksida dapat digunakan untuk menghancurkan jaringan bangkai hewan atau jenazah manusia. Sering disebut hidrolisis alkali, prosesnya melibatkan penempatan bangkai atau jenazah ke dalam ruang tertutup, ditambahkan campuran alkali dan air dan aplikasi panas untuk mempercepat proses. Setelah beberapa jam ruangan itu akan berisi cairan dengan penampilan seperti kopi,[5][6][7] dan satu-satunya padatan yang tersisa adalah sisa tulang yang sangat rapuh, sebagian besar kalsium fosfat, yang mudah dihancurkan menjadi serbuk halus dengan satu sentilan saja.[8][9] Natrium hidroksida sering digunakan dalam proses penguraian bangkai binatang korban tabrak lari yang dibuang di tempat pembuangan akhir oleh kontraktor pembuangan hewan.[6] Oleh karena biayanya yang rendah dan ketersediaannya, lindi telah digunakan untuk membuang mayat oleh penjahat. Pembunuh berantai berkebangsaan Italia Leonarda Cianciulli menggunakan bahan kimia ini untuk mengubah mayat menjadi sabun.[10] Di Meksiko, seorang pria yang bekerja untuk kartel obat bius mengaku telah membuang lebih dari 300 mayat dengan lindi.[11]

Identifikasi fungi[sunting | sunting sumber]

Larutan kalium hidroksida (KOH) 3–10% memberikan perubahan warna untuk beberapa spesies fungi:

Lihat: Uji kimia identifikasi jamur (en)

Keselamatan[sunting | sunting sumber]

Pertolongan pertama[sunting | sunting sumber]

Sumber merekomendasikan agar segera menyingkirkan pakaian/bahan yang terkontaminasi, sikat/seka dengan lembut yang tersisa di kulit, lalu bilas bagian yang terpapar dengan air mengalir selama 15–60 menit sambil menghubungi layanan darurat.[12]

Perlindungan[sunting | sunting sumber]

Alat pelindung diri (APD) termasuk pelindung mata, sarung tangan tahan bahan kimia, dan ventilasi yang memadai diperlukan untuk penanganan lindi dengan aman. Bila dekat dengan lindi yang dilarutkan dalam air pada wadah terbuka, dianjurkan menggunakan masker wajah tahan uap. Terlalu cepat menambahkan alkali ke air bisa menyebabkan larutan mendidih.

Penyimpanan[sunting | sunting sumber]

Lindi padat bersifat higroskopis dan memiliki afinitas yang kuat pada uap air di udara. Lindi padat akan lembap-cair (Jawa: nyêmêk) atau larut saat didiamkan di udara terbuka, akibat penyerapan uap air dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu, lindi disimpan dalam wadah plastik kedap udara. Kaca bukanlah bahan yang bagus untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan karena lindi agak korosif terhadap kaca. Mirip dengan kasus zat korosif lainnya, wadah harus diberi label untuk menunjukkan bahwa isinya memiliki bahaya potensial, dan disimpan jauh dari anak-anak, hewan peliharaan, panas, dan kelembaban.

Reaksi berbahaya[sunting | sunting sumber]

Mayoritas masalah keamanan dengan alkali juga umum terjadi pada kebanyakan zat korosif, seperti efek merusaknya pada jaringan hidup; contohnya adalah kulit, daging, dan kornea. Larutan yang mengandung lindi dapat menyebabkan luka bakar kimia (en), luka permanen, jaringan parut dan kebutaan, segera saat terkena. Lindi mungkin berbahaya atau bahkan fatal jika tertelan; menelannya dapat menyebabkan striktur esofagus (en). Selain itu, solvasi lindi padat kering sangat eksotermik; panas yang dihasilkan dapat menyebabkan luka bakar tambahan atau menyalakan bahan-bahan yang mudah terbakar.

Reaksi antara natrium hidroksida dan beberapa logam juga berbahaya. Aluminium bereaksi dengan lindi menghasilkan gas hidrogen. Oleh karena hidrogen mudah terbakar (en), mencampur sejumlah besar lindi seperti natrium hidroksida dengan aluminium dalam wadah tertutup berbahaya—terutama bila sistem berada pada suhu tinggi, yang dapat mempercepat reaksinya. Selain aluminium, lye juga bereaksi dengan magnesium, seng, timah, kromium, kuningan atau perunggu—menghasilkan gas hidrogen.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pumpkin Dessert". 3 February 2011. 
  2. ^ "Puto". Rice Recipes. Philippine Rice Research Institute. Diakses tanggal 15 January 2015. 
  3. ^ "Food Chemicals Codex". 
  4. ^ a b "FD&C Act Chapter IV: Food". US Food and Drug Administration. 
  5. ^ Ayres, Chris (27 February 2010), Clean green finish that sends a loved one down the drain, Times Online, diakses tanggal 2013-02-20 
  6. ^ a b Thacker, H. Leon; Kastner, Justin (August 2004), "Chapter 6", Carcass Disposal: A Comprehensive Review (PDF), National Agricultural Biosecurity Center, Kansas State University, diakses tanggal 2010-03-08 
  7. ^ Saqib Mukhtar, Ph.D; Frederick O. Boadu, Ph.D., J.D. (Law); Yanhong H. Jin, Ph.D; Won-Bo Shim, Ph.D; Tom A.Vestal, Ph.D; Cody L. Wilson, Ph.D (17 July 2009). "Managing Contaminated Animal and Plant Materials Field Guide on Best Practices" (pdf). Texas A&M Agrilife Extension Service. hlm. 233–259. Diakses tanggal 2 November 2014. 
  8. ^ Wilson, Joseph H. "The History of Alkaline Hydrolysis" (PDF). Joseph H. Wilson. Diakses tanggal 2 November 2014. 
  9. ^ Roach, Mary (2004). Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers. New York: W.W. Norton & Company. ISBN 0-393-32482-6. 
  10. ^ "Sodium: Getting rid of dirt - and murder victims". BBC News. 3 May 2014. 
  11. ^ Booth, William (January 27, 2009). "'Stewmaker' Stirs Horror in Mexico". Washington Post. 
  12. ^ "Canadian Centre for Occupational Health and Safety". CCOHS. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • McDaniel, Robert (1997). The Elegant Art of Handmade Soap: Making, Scenting, Coloring, and Shaping. Iola, WI: Krause Publications. ISBN 0-87341-832-8. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]