Lompat ke isi

Licypriya Kangujam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Licypriya Kangujam
Licypriya Kangujam at the United Nations Asia-Pacific Climate Week 2019 in Bangkok, Thailand on 5 September 2019.
LahirLicypriya Kangujam
2 Oktober 2011 (umur 14)
Bashikhong Village, Manipur, India
PekerjaanStudent, environmental activist
Tahun aktif2018–present
X: LicypriyaK Instagram: licypriyakangujam Modifica els identificadors a Wikidata

Licypriya Kangujam (lahir 2 Oktober 2011) adalah seorang aktivis lingkungan anak asal Manipur, India. Ia adalah salah satu aktivis iklim termuda di dunia yang telah berpidato di hadapan para pemimpin dunia pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP25) tahun 2019 di Madrid, Spanyol.[1]

Sejak tahun 2018, Licypriya telah berkampanye untuk tindakan iklim di India, menyerukan pengesahan undang-undang baru untuk membatasi tingkat polusi tinggi di India, dan mewajibkan literasi perubahan iklim di sekolah-sekolah. Meskipun media pernah menjulukinya "Greta Thunberg dari India," ia menyatakan tidak menyukai penyebutan tersebut.[1]

Kehidupan Awal

[sunting | sunting sumber]

Licypriya Kangujam lahir dari etnis Meitei di Bashikhong, Manipur, India. Ia mulai menyuarakan isu perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana pada usia enam tahun.[2]

Pada tahun 2018, ia menghadiri konferensi bencana PBB di Mongolia bersama ayahnya, yang ia sebut sebagai "peristiwa yang mengubah hidup" dan menginspirasinya untuk terlibat dalam aktivisme. Segera setelah itu, Licypriya mendirikan Child Movement untuk meningkatkan kesadaran dan mendesak perlindungan planet dari perubahan iklim dan bencana alam.[2]

Aktivisme

[sunting | sunting sumber]

Dukungan Korban Banjir Kerala (2018)

[sunting | sunting sumber]

Pada Agustus 2018, Licypriya menyumbangkan seluruh tabungannya, sebesar ₹100.000, kepada Ketua Menteri Kerala, Pinarayi Vijayan, untuk membantu anak-anak korban banjir Kerala 2018.[3]

Advokasi Global dan PBB[4]

[sunting | sunting sumber]
  • Kunjungan ke Afrika: Pada tahun 2019, ia diundang oleh UNESCO, Uni Afrika, dan pemerintah Angola untuk berbicara tentang perubahan iklim pada Forum Mitra UNESCO (Biennial Luanda) di Luanda, Angola, di mana ia berbicara di hadapan beberapa presiden dan tokoh global.
  • COP25 (2019): Ia berpidato di Konferensi Perubahan Iklim PBB 2019 (COP25), mendesak para pemimpin dunia untuk segera bertindak. Di sana, ia bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan menyampaikan memorandum atas nama anak-anak dunia, yang mendapat pujian dari Guterres.
  • Forum Ekonomi Dunia (2020): Bersama Greta Thunberg dan aktivis lainnya, Licypriya menerbitkan surat terbuka di The Guardian yang menyerukan kepada perusahaan, bank, dan pemerintah untuk segera menghentikan subsidi bahan bakar fosil.
  • COP28 (2023): Pada konferensi PBB 2023, Licypriya naik ke panggung utama sambil membentangkan plakat bertuliskan "Akhiri bahan bakar fosil. Selamatkan planet dan masa depan kita," dan memberikan pidato singkat sebelum dikeluarkan oleh pihak keamanan. Ia kemudian mengklaim dirinya dilarang berpartisipasi lebih lanjut di COP28.

Inisiatif Khusus[5]

[sunting | sunting sumber]
  • Survival Kit for the Future (SUKIFU): Pada Oktober 2019, Licypriya memperkenalkan perangkat simbolis bernama SUKIFU, sebuah alat portabel yang dibuat dari sampah yang dirancang untuk menyediakan udara bersih ketika polusi parah.
  • Kampanye Pendidikan Iklim: Ia berkampanye untuk menjadikan pelajaran perubahan iklim wajib di sekolah. Sebagai tanggapan, pemerintah negara bagian Gujarat, India, memasukkan perubahan iklim dalam kurikulum sekolah.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Sudevan, Praveen (2020-11-30). "India should make climate education compulsory: Nine-year-old activist Licypriya Kangujam". The Hindu (dalam bahasa Indian English). ISSN 0971-751X. Diakses tanggal 2025-09-30.
  2. 1 2 "India climate activist Licypriya Kangujam on why she took a stand" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2020-02-06. Diakses tanggal 2025-09-30.
  3. Desk, News Web. "Licypriya Kangujam Donated ₹1,00,000 to Kerala Government to Support Victim Children of Kerala Massive Flood in 2018 but Acknowledged after almost 2 Years | SOUTH ASIAN YOUTH SUMMIT". www.saarcyouth.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-30.
  4. https://plus.google.com/+UNESCO. "Biennale of Luanda - Pan-African Forum for the culture of peace". UNESCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-30. ;
  5. "Licypriya Kangujam launches solution to curb air pollution - Pragativadi: Leading Odia Dailly". Pragativadi: Leading Odia Dailly (dalam bahasa American English). 2019-11-04. Diakses tanggal 2025-09-30.