Lompat ke isi

Ledakan amunisi Garut 2025

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ledakan Amunisi Garut 2025
Tanggal12 Mei 2025
WaktuSekitar pukul 11.00 WIB
TempatArea pemusnahan amunisi milik TNI Angkatan Darat
LokasiDesa Sagara, Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia
Koordinat7°41′13″S 107°51′44″E / 7.68694°S 107.86222°E / -7.68694; 107.86222
JenisLedakan amunisi dan detonator
PenyebabInsiden saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa
Tewas13 (4 Tentara, 9 Warga Sipil)
CederaBelasan lainnya
Kerugian harta bendaTerbatas pada area pemusnahan
Video luar
Detik-detik ledakan saat pemusnahan amunisi di Garut, terekam oleh warga
Video pembongkaran amunisi oleh warga sebelum ledakan di Garut

Ledakan amunisi yang terjadi pada 12 Mei 2025 di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menewaskan 13 orang, termasuk empat anggota TNI AD dan sembilan warga sipil.[1][2][3][4] Insiden ini terjadi saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad) di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang rutin digunakan untuk kegiatan serupa. Awalnya, proses pemusnahan berjalan lancar dengan peledakan pertama yang berhasil. Namun, saat tim mulai menangani lubang sumur tambahan untuk menghancurkan detonator, terjadi ledakan mendadak yang menyebabkan korban jiwa. Peristiwa ini memicu pertanyaan mengenai prosedur keselamatan dan kehadiran warga sipil di lokasi yang seharusnya terbatas.[1][5][6]

Identitas korban tewas mencakup Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Kepala Gudang Pusat Amunisi III Puspalad, dan Mayor Cpl Anda Rohanda, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gupusmu III Puspalad. Dua anggota lainnya adalah Kopda Eri Priambodo dan Pratu Aprio Setiawan.[1][2] Sembilan warga sipil yang meninggal antara lain Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar, Iyus bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Totok, Dadang, Rustiawan, dan Endang.[2][7] TNI Angkatan Darat telah mengakui adanya kelalaian dan ketidaksesuaian prosedur dalam insiden ini.[8] Investigasi mengungkap bahwa detonator yang hendak dimusnahkan berada dalam kondisi tidak stabil dan seharusnya hanya ditangani oleh personel militer terlatih. Namun, dalam pelaksanaannya, warga sipil turut dilibatkan dalam proses pemindahan dan peletakan detonator ke dalam lubang penghancuran, yang seharusnya tidak terjadi.[9][10]

Investigasi

[sunting | sunting sumber]

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, ledakan terjadi secara tiba-tiba saat tim menyusun detonator di dalam lubang yang telah disiapkan untuk pemusnahan amunisi.[11][12] Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan internal oleh TNI AD.[13]

Komnas HAM melakukan pemantauan atas insiden ini dan menemukan bahwa TNI melibatkan 21 warga sipil sebagai tenaga harian lepas dalam proses pemusnahan amunisi.[14] Para pekerja ini tidak memiliki pelatihan teknis militer yang tersertifikasi dan hanya belajar secara otodidak dari pengalaman sebelumnya.[15][16] Mereka diberi upah rata-rata Rp150 ribu per hari dan bertugas dalam berbagai peran, termasuk sebagai sopir truk, penggali lubang, dan juru masak.[16][17] Komnas HAM menyoroti bahwa pelibatan warga sipil tanpa kompetensi khusus dalam kegiatan berisiko tinggi melanggar pedoman PBB terkait penanganan dan pemusnahan amunisi.[17][18] Komnas HAM memberikan sejumlah rekomendasi, termasuk agar TNI dan Polri tidak lagi melibatkan warga sipil dalam aktivitas berisiko tinggi, mengevaluasi pemilihan lokasi pemusnahan amunisi, serta mempertimbangkan penutupan permanen lokasi pemusnahan di lahan konservasi di Desa Sagara. Selain itu, Komnas HAM meminta TNI AD untuk menyampaikan hasil investigasi peristiwa tersebut kepada publik sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas.[19][20] Komnas HAM juga menekankan pentingnya pemulihan jangka panjang bagi keluarga korban, mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi.[19]

Menanggapi temuan Komnas HAM, TNI AD menyatakan akan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi internal.[12] Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa TNI AD menghargai setiap saran dan rekomendasi dari pemangku kepentingan serta berkomitmen untuk terbuka terhadap masukan konstruktif.[18]

TNI secara terbuka mengakui adanya keteledoran dalam pelaksanaan prosedur pemusnahan amunisi kedaluwarsa yang menyebabkan 13 orang tewas, termasuk 9 warga sipil. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa meskipun prosedur administratif telah dijalankan sesuai standar, pelaksanaan di lapangan akan dievaluasi menyusul insiden fatal tersebut.[21] Lebih lanjut, TNI mengungkapkan bahwa warga sipil yang menjadi korban adalah tukang masak dan pegawai yang bekerja di lokasi tersebut.[22] Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa ke depan, proses pemusnahan akan sepenuhnya ditangani oleh personel militer dengan keahlian khusus, tanpa melibatkan masyarakat sipil.[23]

Bantuan kemanusiaan

[sunting | sunting sumber]

Setelah ledakan amunisi di Desa Sagara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi lokasi kejadian dan RSUD Pameungpeuk pada 13 Mei 2025.[24] Dalam kunjungannya, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan komitmen untuk memberikan bantuan, termasuk santunan sebesar Rp50 juta per keluarga korban meninggal dan jaminan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.[25]

Keluarga korban sipil mengungkapkan rasa kehilangan mendalam dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak terkait. Beberapa keluarga menyatakan bahwa anggota keluarga mereka yang menjadi korban bukanlah pemulung, melainkan pekerja harian lepas yang membantu dalam proses pemusnahan amunisi. Mereka berharap pemerintah memberikan jaminan hidup dan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.[26]

Dampak psikologis dari insiden ini dirasakan oleh masyarakat sekitar, terutama anak-anak. Polres Garut menurunkan tim pemulihan trauma untuk memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak.[27] Masyarakat Desa Sagara mengalami trauma mendalam dan berharap tidak ada lagi aktivitas pemusnahan amunisi di wilayah mereka.[28]

Sebagai tindak lanjut, TNI AD membuka peluang bagi anak-anak korban ledakan untuk bergabung menjadi prajurit TNI, dengan pendampingan dan pembimbingan dari Kodim 0611/Garut.[29]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 detikcom, Tim. "5 Fakta Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan Belasan Jiwa". detiknews. Diakses tanggal 2025-05-13.
  2. 1 2 3 "Garut: Ledakan amunisi kedaluwarsa, belasan orang meninggal dunia". BBC News Indonesia. 2025-05-12. Diakses tanggal 2025-05-13.
  3. Ghani, Hakim. "Jauh dari Permukiman Warga, Ini Lokasi Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut". detiknews. Diakses tanggal 2025-05-13.
  4. Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Palembang, Berita; Sumsel, Info; Daerah, Lintas (2025-05-13). "Ledakan amunisi di Garut, 9 dari 13 korban sudah terindentifikasi". Antara News Sumsel. Diakses tanggal 2025-05-13.
  5. Media, Kompas Cyber (2025-05-13). "Bagaimana Bisa Ada Warga Sipil di Area Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut?". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-05-13.
  6. "Kronologi Ledakan saat Pemusnahan Amunisi di Garut, 13 Tewas Termasuk Kolonel Hermawan". Tempo. 12 Mei 2025 | 18.22 WIB. Diakses tanggal 2025-05-13.
  7. "Kronologi Ledakan Amunisi di Garut: Peledakan Awal Aman, Tiba-tiba." Kompas. 12 Mei 2025. Diakses tanggal 13 Mei 2025.
  8. "TNI Akui Kelalaian dalam Ledakan Amunisi di Garut: Sipil Hanya Bertugas Masak dan Bersih-Bersih". Kompas. 27 Mei 2025. Diakses tanggal 3 Juni 2025.
  9. "Investigasi TNI Ungkap Penyebab Ledakan Amunisi Garut dan Korban Sipil". nasional. Diakses tanggal 2025-06-03.
  10. Times, I. D. N.; Dewi, Santi. "KSAD Akui Ada Keteledoran Prajurit Dalam Insiden Ledakan di Garut". IDN Times (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2025-06-03. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  11. "Penyebab ledakan amunisi tewaskan 13 orang di Garut diinvestigasi TNI AD". Antara News Mataram. Diakses tanggal 2025-05-25.
  12. 1 2 "JPNN". www.jpnn.com. Diakses tanggal 2025-05-25.
  13. "5 Fakta Ledakan Amunisi di Garut yang Mengejutkan, Investigasi Terus Berlanjut". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-05-25.
  14. TV, Metro, 5 Fakta Temuan Komnas HAM Terkait Insiden Ledakan Amunisi di Garut, diakses tanggal 2025-05-25
  15. "Apa Temuan Komnas HAM soal Ledakan Amunisi di Garut?". Kompas. 24 Mei 2025. Diakses tanggal 25 Mei 2025.
  16. 1 2 Okezone (2025-05-23). "Temuan Mengejutkan Komnas HAM soal Ledakan Amunisi yang Tewaskan 13 Orang di Garut : Okezone Nasional". https://nasional.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-05-25.
  17. 1 2 "TNI AD: Temuan Komnas HAM Tentang Ledakan Amunisi Garut Akan Jadi Bahan Evaluasi". Diakses tanggal 2025-05-25.
  18. 1 2 "TNI AD Tanggapi Temuan Komnas HAM soal Ledakan Amunisi Garut". 25 Mei 2025. Diakses tanggal 25 Mei 2025.
  19. 1 2 TV, Metro, Ini Rekomendasi Komnas HAM Terkait Insiden Ledakan Amunisi di Garut, diakses tanggal 2025-05-25
  20. developer, mediaindonesia com. "Ini Rekomendasi Komnas HAM untuk TNI atas Peristiwa Ledakan Amunisi di Garut". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-05-25.
  21. "Hasil Investigasi: Ada Keteledoran TNI dalam Insiden Ledakan Amunisi di Garut". Kompas. 27 Mei 2025. Diakses tanggal 29 Mei 2025.
  22. "TNI Ungkap Warga Sipil Korban Ledakan Amunisi di Garut Berstatus Tukang Masak dan Pegawai". 26 Mei 2025. Diakses tanggal 29 Mei 2025.
  23. "Janji TNI Tak Lagi Libatkan Sipil dalam Pemusnahan Amunisi Buntut Ledakan di Garut". 28 Mei 2025. Diakses tanggal 29 Mei 2025.
  24. Rif'an, Zaki (2025-05-14). "Dedi Mulyadi Kunjungi Keluarga Korban Ledakan Amunisi di Garut: Kita Harus Waspada terhadap Hal di Luar Prediksi". FAJAR. Diakses tanggal 2025-05-25.
  25. "Dedi Mulyadi Beri Rp 50 Juta bagi Keluarga Korban Ledakan Amunisi di Garut". Kompas. 13 Mei 2025. Diakses tanggal 25 Mei 2025.
  26. Hibata.id✅ (2025-05-13). "Keluarga Korban Ledakan Amunisi di Garut Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah". Hibata.id. Diakses tanggal 2025-05-25.
  27. Agency, ANTARA News (2025-05-15). "Polres Garut turunkan tim pemulihan trauma anak usai ledakan amunisi". Antara News Sumbar. Diakses tanggal 2025-05-25.
  28. Rosgani, Oki (2025-05-17). "Fakta Terbaru Ledakan Amunisi Afkir di Garut". TINTAHIJAU.com. Diakses tanggal 2025-05-25.
  29. "TNI AD Buka Peluang Anak Korban Ledakan Amunisi di Garut Jadi Prajurit". Kompas. 14 Mei 2025. Diakses tanggal 25 Mei 2025.