Lebakmuncang, Ciwidey, Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lebakmuncang
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBandung
KecamatanCiwidey
Luas800,26 Ha
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²


Lebakmuncang adalah desa di kecamatan Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Sebuah desa yang berada di Ciwidey. Letaknya tak jauh dari pasar Ciwidey, hanya 3 km setelah pasar Ciwidey. Desa Lebak Muncang merupakan desa yang masih asri, udaranya sangat sejuk dan pemandangannya pun sangat memukau mata. Ini merupakan destinasi tepat bagi traveller yang ingin suasana baru dari Ciwidey. Anda pasti akan merasakan hal yang berbeda jika anda berkunjung kesini. Desa Lebak Muncang sendiri menyimpan aneka wisata mulai dari wisata alam, wisata edukasi pertanian, wisata kuliner, dan kesenian tradisional. Salah satu yang mencolok mata begitu menginjakkan kaki di Desa Lebak Muncang yaitu pemandangan perkebunan stroberi, daun bawang, seledri, engkol, dll. Tak berujung disitu saja, di belakang perkebunan juga berdiri tegak pegunungan yang berada pada kawasan tersebut. Karena mayoritas penduduk disini bermata pencaharian sebagai petani maka selama anda berjalan anda akan selalu melihat pemandangan kebun – kebun yang menyejukkan perasaan anda.

Sejarah Lebakmuncang Masa Perjuangan[sunting | sunting sumber]

Sejarah Desa Lebakmuncang mempunyai hubungan yang erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam menentang kaum penjajah untuk merebut dan menegakkan kemerdekaan bangsa. Salah seorang pejuang di Jawa Barat khususnya di tanah pasundan yang bernama Raden Darma Kusumah beserta para pengikutnya mengadakan perlawanan terhadap bangsa Belanda untuk menegakkan kehormatan bangsa, tetapi karena persenjataan pada waktu itu tidak memungkinkan yang akhirnya beliau tertangkap dan dibuang ke Ambon. Setelah beliau ditangkap dan dibuang, para pengikutnya antara lain Raden Ganda Kusumah tidak mau tunduk kepada kaum penjajah, maka beliau bergabung dengan para pejuang lainnya untuk mengadakan perlawanan, Lebakmuncang dan Selong Desa Cilame (sekarang Kecamatan Soreang) adalah merupakan salah satu tempat pelarian dan persembunyian mereka. Usaha penjajah Belanda untuk memperkuat kedudukan terutama di daerah Kabupaten Bandung, maka dibentuk suatu kewedanaan baru yaitu di Soreang dengan Kecamatan Kopo, dengan adanya pembentukan Kewedanaan Soreang dirasakan oleh para pejuang yang berada di wilayah Lebakmuncang dan Selong Desa Cilame sudah tidak aman lagi, sehingga dengan rasa persatuan dan kesatuan yang kokoh dan merasa senasib sepenanggungan, mereka masuk ke hutan untuk membuka perkampungan baru (Babakan) yang disebut Babakan Lebakmuncang dan Babakan Selong Pembukaan Babakan Lebakmuncang dan Babakan Selong Diperkirakan pada abad ke-18, dari sejak terbentuknya Babakan Lebakmuncang dan Babakan Selong sampai tahun 1868, mengalami tiga kali pergantian sesepuh diantarannya: Keta (sesepuh pertama) Lamtani (sesepuh kedua) Epong (sesepuh ketiga)

Sejarah Desa[sunting | sunting sumber]

Sebelum terbentuknya Desa Lebakmuncang, pada mulanya merupakan suatu Babakan yaitu Babakan Selong yang berasal dari kata “Panyelongan” yang artinya persembunyian. Dari Babakan Selong terbentuk lagi Babakan baru yaitu Babakan Lebakmuncang dan Babakan Pasirkemir, dan masih pada tahun yang sama Babakan-babakan tersebut bergabung dan membentuk sebuah Desa yang sekarang dikenal dengan nama Desa Lebakmuncang. Pemberian nama Desa Lebakmuncang dengan alasan untuk mengingat kepada masyarakat serta sesepuh dan keturunannya, yang dapat ditinjau dari beberapa segi antara lain: Dari segi Geneologi yaitu mengingat asal usul keturunan dan asal mula tempat persembunyian. Dari segi Historis yaitu untuk mengingat sejarah di mana Wedana Ciwidey menulis surat untuk keluarganya dengan memakai kode Lebakmuncang dan Selong. Dari segi Geografis keadaan alam pada waktu itu di mana musyawarah pembentukan Desa Lebakmuncang diadakan di bawah pohon muncang, dan luas Desa Lebakmuncang pada waktu itu sampai ke

Batas Wilayah Desa:

  1. Sebelah Utara:Desa Rawabogo, Nengkelan
  2. Sebelah Selatan: Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali
  3. Sebelah Barat: Desa Mekarwangi, Kec. Sindang Kerta Kab. Bandung Barat
  4. Sebelah Timur: Kecamatan Panyocokan, Kecamatan Ciwidey

Potensi Pertanian[sunting | sunting sumber]

  1. Sayuran
  2. Jeruk dekopon
  3. Starwberry
  4. kopi

Potessi Pertenakan[sunting | sunting sumber]

  1. Ayam Pedaging
  2. Sapi perah
  3. Sapi Pedaging

Potensi UKM[sunting | sunting sumber]

  1. Kopi Luak
  2. Olahan Strawberry

Potensi Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Agroekowisata (Strawberry dan Hortikultura)
  2. Wisata Olahraga Extrim Motor Cros
  3. Wisata Budaya
  4. Wisata Kuliner


Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  1. MTS
  2. PUD
  3. SD Lebakmuncang
  4. SMP Ciwidey

Hotel Resto[sunting | sunting sumber]

  1. Glamping Camping camp
  2. The Radiant Villas & Function Halls

Gallery[sunting | sunting sumber]