Latief Hendraningrat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Brigadir Jenderal TNI (Purn.)
Latief Hendraningrat
Latief Hendraningrat saat menjadi Komandan SSKAD.
Informasi pribadi
Lahir 15 Februari 1911
Bendera Hindia Belanda Jakarta, Hindia Belanda
Meninggal 14 Maret 1983 (umur 72)
Bendera Indonesia Jakarta
Relasi Raden Mas Djojo Dirono (Bupati Lamongan Ke-21)
Alma mater PETA
Dinas militer
Pengabdian  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Pangkat Pdu brigjendtni komando.png Brigadir Jenderal TNI

Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat (lahir di Jakarta, 15 Februari 1911 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1983 pada umur 72 tahun) adalah seorang prajurit PETA berpangkat Sudanco (komandan Kompi) dan juga pengerek bendera Sang Saka Merah Putih dengan didampingi oleh Soehoed Sastro Koesoemo, seorang pemuda dari barisan pelopor. Pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Karier Militer[sunting | sunting sumber]

Pengibaran bendera pada 17 Agustus 1945.
Dikibarkannya bendera Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Pasukan PETA Latief bermarkas di bekas markas pasukan Kavaleri Belanda di Kampung Jaga Monyet, yang kini bernama jalan Suryopranoto di depan Harmoni. Setelah bergabung dengan TNI, kariernya menanjak terus dan bahkan sempat menjadi Rektor IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta) pada tahun 1964-1965. Dalam masa pendudukan Jepang, Abdul Latief Hendraningrat giat dalam Pusat Latihan Pemuda (Seinen Kunrenshoo), yang selanjutnya dia menjadi anggota pasukan Pembela Tanah Air (PETA). Dalam masa setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Abdul Latief Hendraningrat terlibat dalam berbagai pertempuran. Kemudian menjabat komandan Komando Kota ketika Belanda menyerbu Yogyakarta (1948). Setelah berhasil keluar dari Yogyakarta yang sudah terkepung, ia melakukan gerilya. Setelah penyerahan kedaulatan, Abdul Latief Hendraningrat mula-mula ditugaskan di Markas Besar Angkatan Darat, kemudian ditunjuk sebagai atase militer Rl untuk Filipina (1952), lalu dipindahkan ke Washington hingga tahun 1956. Sekembalinya di Indonesia ia ditugaskan memimpin Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD) yang kini menjadi (Seskoad). Jabatannya setelah itu antara lain rektor IKIP Negeri Jakarta (1965). Pada tahun 1967 Hendraningrat memasuki masa pensiun dengan pangkat Brigadir Jenderal. Sejak itu ia mencurahkan segala perhatian dan tenaganya bagi Yayasan Perguruan Rakyat dan organisasi Indonesia Muda.[1]

Ia merupakan cucu dari Djojo Dirono, Bupati Lamongan yang memerintah pada tahun (1885-1937). Sehingga ia juga memiliki darah dari Ken Arok, Jaka Tingkir dan Mangkunegara I.

Biodata Suhud Sastro Kusumo[sunting | sunting sumber]

Suhud Sastro Kusumo (lahir 1920 - meninggal 1986) adalah pejuang Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, ia bertugas pengibar bendera merah putih dengan Latief Hendraningrat.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]