Larasati (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Larasati (sinetron)
Genre Drama
Romantis
Format Sinetron
Pembuat Genta Buana Paramita
Indosiar
Pembawa acara Marissa Christina
Afdhal
Fera Feriska
Ahmad Affandy
Sally Marcellina
Ratu Annisa
Pemeran Marissa Christina
Afdhal
Fera Feriska
Ahmad Affandy
Sally Marcellina
Ratu Annisa
Lagu tema Cinta Cuma Satu, Nindy
Lagu pembuka Cinta Cuma Satu, Nindy
Lagu penutup Cinta Cuma Satu, Nindy
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah episode 115 episode
Produksi
Lokasi Jakarta
Durasi 120 menit
Rumah produksi Genta Buana Paramita
Indosiar
Distributor Genta Buana Paramita
Indosiar
Siaran
Stasiun televisi Indosiar
Siaran perdana 1 Desember 2008
Siaran sejak 1 Desember 2008  27 Maret 2009
Kronologi
Diawali oleh Jihan
Dilanjutkan oleh Monalisa

Larasati adalah sebuah sinetron yang ditayangkan stasiun siaran media televisi saluran asli di Indosiar dan yang diproduksi studio video production house motion pictures di Genta Buana Paramita setiap hari pukul jam 19:00 WIB Malam pada tahun 2008 sampai 2009 mulai perdana pertama kali mengudara diluncurkan sejak pada tanggal hari Senin, 1 Desember 2008 dan akhir penutup selesai kali berhenti siaran diubarkan tamat sejak pada tanggal hari Jumat, 27 Maret 2009 berapa jumlah oleh 115 Episode. dengan lagu tema soundtrack yang diambil berjudul Cinta Cuma Satu yang penyanyikan vokal oleh Nindy.[1]

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Larasati (Marissa Christina) (17 tahun) sebenarnya adalah seorang anak konglomerat kaya raya bernama Gunawan (Afdhal). Namun karena Ibu Gunawan, Bu Ardi tidak setuju dengan pernikahan Ibu Larasati, Ratri (Fera Feriska) dengan anaknya Gunawan maka Bu Ardi pun berusaha memisahkan Gunawan dari Ratri.

Sampai akhirnya dalam suatu kecelakaan pesawat, Ratri meninggal sementara Gunawan selamat, namun ia kehilangan putrinya yang kala itu masih bayi. Larasati sendiri memiliki tanda lahir dilengannya sebagai penanda identitas Larasati, selain juga dari foto ia dan ibunya ketika masih bayi. Larasati sendiri akhirnya ditemukan oleh kakek neneknya, Pak Karso dan Bu Neni (Lilis Suganda) di tepi pantai dan akhirnya dibesarkan dilingkungan miskin. Semenjak kecil Pak Karso selalu bilang kalau ayah Larasati adalah seorang yang jahat dan membuat ibu Larasati menderita.

Sejak itu Larasati pun membenci ayahnya, walaupun dalam hati ia masih meragu dengan apa yang diucapkan kakeknya. Sampai suatu hari Larasati bertemu dengan Dimas (Affandy) (18 tahun), anak (tiri) Kuncoro (Mahisa Aulia) yang kaya. Dimas sendiri sangat membenci ayahnya itu karena ayahnya selalu menahan warisan dari ibunya untuknya terlebih lagi saat Dimas tahu ayahnya menikahi Monik (Ratu Annisa) (18 tahun) karena Monik adalah mantan pacar Dimas yang matre. Untuk itu Dimas pun ingin mengambil hak warisnya sebelum diambil Monik, namun Kuncoro tidak bisa mengabulkan karena sebenarnya perusahaan sedang kolaps dan kepemilikan saham tidak sepenuhnya ditangan Kuncoro lagi terlebih lagi perusahaan juga harus membayar hutang yang cukup besar ke bank. Karena Dimas terus mendesak, Kuncoro akhirnya kasih ultimatum ke Dimas yang memberatkan Dimas karena tahu Dimas tidak bisa berkomitmen, maka Kuncoro bilang akan kasih warisan asalkan Dimas menikah. Dimas kaget, Kuncoro berharap karena Dimas tidak mau menikah maka ia akan mengurungkan niatnya. Namun nyatanya Dimas menyanggupi ultimatum itu. Kuncoro kaget sementara Monik sebenarnya menikahi Kuncoro hanya untuk uang.

Setelah ia memeras uang Kuncoro maka ia akan menikahi Dimas itu rencananya tapi kalau Dimas menikah jadi impiannya pun akan sirna ! Lewat satu insiden Dimas pun kerap bertemu dengan Larasati. Terlebih lagi saat Larasati tanpa sengaja menabrak karangan bunga dan masuk ke dalam rumah Kuncoro yang sedang merayakan ulang tahun Monik. Melihat Larasati, Monik sangat marah dan menghancurkan sepeda Larasati, karena Monik cemburu melihat Dimas membela Larasati. Kemarahan Monik ini beralasan karena sebetulnya Larasati adalah teman kecil Monik.

Dulu Monik pernah akan jatuh ke jurang dan Larasati tidak bisa menolongnya, walaupun sebenarnya Monik jatuh ke jurang karena salah Monik sendiri, namun Monik tetap menyalahkan Larasati dan semenjak itu kemarahan Monik pun menjadi - jadi ke Larasati. Apalagi setelah ia tahu kalau Dimas selalu mendekati Larasati dan ingin menikahinya.

Di sisi lain Ibu Monik, Bu Ida (Sally Marcellina) yang rentenir selalu menteror kakek dan nenek Larasati juga Larasati sendiri karena keluarga Larasati memiliki hutang yang cukup besar. Dimas sendiri tidak tahu perasaan apa yang dimilikinya ke Larasati cinta atau ingin melindungi Larasati. Karena Larasati adalah wanita yang baik, cantik dan sangat tertindas namun tetap tegar menjalani kehidupan. Sementara Larasati merasakan benih - benih cinta ke Dimas. Sementara itu Gunawan ayah Larasati ternyata adalah saudara kandung dari Kuncoro. Namun, mereka berpisah dan tak tahu lagi kabar masing - masing. Jadi Kuncoro sebenarnya menyiksa Larasati sama-sama menyiksa keponakan sendiri. Gunawan sendiri masih berkeyakinan kalau Larasati putrinya masih hidup. Dengan berbekal foto Larasati bayi dan dengan dibantu Bu Siska sepupunya mereka terus mencari Larasati. Namun sayang usaha ini sering digagalkan oleh Leo (Simon Zefanya) anak angkat Siska yang sangat menginginkan harta warisan Gunawan jatuh ke tangannya.

Di sisi lain Larasati mendapatkan teman baru, Wulan (9 tahun) seorang anak jalanan yang lari dari tempat penampungan karena disuruh mencuri. Hubungan Larasati dan Dimas sendiri bukannya tanpa hambatan, selain dari Monik juga akan terhalang oleh Rinto (Bryant). Rinto adalah teman kecil Larasati dan juga anak dari Pak Lurah, orang yang selalu membantu Larasati. Namun akhirnya nanti Rinto akan ditaksir oleh Karin. Namun Rinto tetap mengharapkan cinta Larasati. Selain Rinto juga ada Herman, Herman adalah mandor di perusahaan Kuncoro yang sangat menyukai tubuh Larasati. Nantinya Herman akan diperalat oleh Monik untuk melakukan rencana-rencana jahatnya pada Larasati.

Kemiripan cerita[sunting | sunting sumber]

Sinetron ini memiliki cerita yang hampir sama dengan telenovela Meksiko yang berjudul Marimar yang dibintangi oleh Thalía dan Eduardo Capetillo.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]