Lampion

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Lampion

Lampion adalah sejenis lampu yang biasanya terbuat dari kertas dengan lilin di dalamnya. Lampion yang lebih rumit dapat terbuat dari rangka bambu dibalut dengan kertas tebal atau sutera bewarna (biasanya merah). Lampion biasanya tidak dapat bertahan lama, dan mudah rusak.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lampion atau Deng Long (燈籠) pada awalnya dipakai saat ronda malam untuk mencari buronan kejahatan.

Macam-Macam Lampion[sunting | sunting sumber]

Ting lampion khas Surakarta
Damar Kurung lampion khas Gresik
Impes lampion khas Jepara
Teng-Teng lampion khas Semarang

Indonesia memiliki beberapa lampion khas daerah tersebut, yaitu:

  • Ting

adalah lampion khas dari Kota Solo. Upaya agar Ting tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kota Surakarta mengadakan Festival Ting Selikuran setiap tahun.

  • Damar Kurung

adalah lampion khas dari Kabupaten Gresik. Damar Kurung merupakan tradisi warga muslim Gresik untuk menyambut Lailatul Qadar pada bulan ramadhan dalam kalender Hijriyah, yang menggantungkan lentera damar kurung di depan rumah. Menurut Penelitian Jaseters, damar kurung sangat berbeda dengan lampion yang selalu diidentikan lampion warga Tionghoa oleh masyarakat dan berbagai seniman, Damar kurung justru lebih memiliki kekerabatan ke lentera Jepang yang biasa disebut Andon. Upaya agar Damar Kurung tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kabupaten Gresik mengadakan Festival Damar Kurung setiap tahun.

  • Impes

adalah lampion khas dari Kabupaten Jepara. Impes merupakan tradisi warga muslim Kalinyamatan (Jepara) untuk menyambut Nisfu Sya'ban pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya'ban) dari kalender Hijriyah, yang menggantungkan lentera Impes di depan rumah. Sedangkan pemuda-pemudi Kalinyamatan melakukan Baratan yaitu membawa impes dan berkeliling kampung. Upaya agar Impes tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kabupaten Jepara[1] mengadakan Pesta Baratan yang dikemas dengan arak-arakan bertema Kerajaan Kalinyamat setiap tahun, yang para pesertanya membawa Impes.

  • Teng-Teng

adalah lampion khas Kota Semarang. Teng-Teng atau Teng-Tengan umumnya warga menggunakannya untuk pergi ke Masjid, Kemudian saat bulan[2] Ramadhan tiba akan semakin banyak yang menggunakannya untuk pergi Tarawih. Dahulu namanya Dian Kurung. Dian itu lampu dan Kurung itu kurungan, Jadi lampu yang dikurung. Pada bagian tengah Teng-Teng terdapat rangka berputar yang di tempeli kertas berbentuk mobil, helikopter, ikan, dan lainnya. Sehingga saat lilin di dalam Teng-tengan dinyalakan, bayangan kertas akan bergerak mengelilingi sisi Teng-Teng itu berputar sendiri.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]