Lalat tentara hitam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lalat tentara hitam
Hermetia illucens Edit the value on Wikidata
Hermetia illucens MHNT Fronton.jpg
Hermetia illucens
Rekaman
Edit the value on Wikidata
Taksonomi
KerajaanAnimalia
FilumArthropoda
KelasInsecta
OrdoDiptera
FamiliStratiomyidae
GenusHermetia
SpesiesHermetia illucens Edit the value on Wikidata
Linnaeus, 1758
Tata nama
Sinonim takson
Daftar
  • Musca leucopa Linnaeus, 1767
  • Hermetia rufiventris Fabricius, 1805
  • Hermetia nigrifacies Bigot, 1879
  • Hermetia pellucens Macquart, 1834
  • Hermetia mucens Riley & Howard, 1889
  • Hermetia illuscens Copello, 1926
  • Hermetia illucens var. nigritibia Enderlein, 1914
[1]

Lalat tentara hitam (nama ilmiah: Hermetia illucens) adalah salah satu jenis lalat yang banyak ditemukan di tempat-tempat yang terdapat sampah organik.[2] Larva ini memanfaatkan limbah tersebut sebagai sumber makanannya. Kemampuan larva dalam memakan sampah organik karena dalam ususnya terdapat bakteri selulolitik yang menghasilkan enzim selulase yang berperan dalam hidrolisis selulosa.[3] pemanfaatan sampah organik ini secara tidak langsung membantu mengurangi sampah tersebut sehingga berperan dalam penanganan limbah organik.[3]

Larva[sunting | sunting sumber]

Larva lalat ini diperoleh dari proses biokonversi Palm Kernel Meal. Biokonversi merupakan hasil fermentasi sampah-sampah organik menjadi sumber energi metan yang melibatkan organisme hidup. Proses fermentasi seperti ini dikenal sebagai penguraian secara anaerob. Organisme yang umumnya berperan pada proses biokonversi ini adalah bakteri, jamur serta larva serangga (family: Chaliforidae, Mucidae, Stratiomydae).[4]

Fase hidup lalat tentara hitam rata-rata sekitar 7 hari. Lalat ini hanya minum, dan tidak memakan apa pun. Lalat Black Soldier tidak merupakan vector penyakit seperti lalat sampah yang hinggap di tumpukan sampah. Lalat ini bersih dan bersahabat dengan manusia berdasarkan manfaatnya. Seekor lalat Black Soldier betina mampu menghasilkan 500-900 telur dalam sekali perkawinannya, yang kemudian menetas dan menjadi larva.[5] Larva inilah yang disebut dengan maggot. Dalam sehari seekor maggot mampu mengkonsumsi makanan sebanyak dua kali dari berat beban tubuhnya. Makanan larva adalah sampah sampah organik, dimana sampah organik ini menjadi salah satu permasalahan lingkungan. Dengan adanya maggot yang mengkonsumsi sampah organik, maka didapatlah manfaatnya yakni bisa menekan jumlah sampah organik yang ada di lingkungan kita seperti limbah dapur yakni sisa potongan sayur - sayuran, nasi basi dan sampah organik lainnya. Larva ini memanfaatkan limbah organik sebagai sumber makanannya.

Larva lalat tentara hitam mengandung protein dan asam amino yang lengkap, sehingga dapat digunakan sebagai sumber pakan alternatif yang baik untuk sebagian hewan ternak seperti unggas,ikan, serta sebagian hewan peliharaan seperti iguana, burung berkicau dan hewan peliharaan lainnya. Maggot juga mengandung anti jamur serta anti mikroba sehingga bila diasup oleh ikan akan tahan terhadap penyakit yang disebabkan jamur dan bakteria. Diluar itu, organ penyimpanan maggot yang disebut trophocytes berfungsi sebagai tempat menyimpan kandungan gizi yang ada pada media kultur yang dimakannya.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ ITIS Report
  2. ^ "Lalat Tentara Hitam Kurangi Sampah Organik". Pikiran Rakyat. 2018-03-09. Diakses tanggal 2018-05-24. 
  3. ^ a b Supriyatna, Ateng (2016). "Screening and Isolation of Cellulolytic Bacteria from Gut of Black Soldier Flays Larvae (Hermetia illucens) Feeding with Rice Straw". Biosaintifika. 3. doi:10.15294/biosaintifika.v8i3.6762. 
  4. ^ Fahmi, Melta Rini; Hem, Saurin; Subamia, I. Wayan (2016-11-30). "POTENSI MAGGOT UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN STATUS KESEHATAN IKAN". Jurnal Riset Akuakultur. 4 (2): 221–232. doi:10.15578/jra.4.2.2009.221-232. ISSN 2502-6534. 
  5. ^ "Black Soldier Fly (BSF) & Maggot BSF". MaggotBSF (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-28. Diakses tanggal 2020-10-04. 
  6. ^ Azir, Akhmad (Juni 2017). "PRODUKSI DAN KANDUNGAN NUTRISI MAGGOT (Chrysomya Megacephala) MENGGUNAKAN KOMPOSISI MEDIA KULTUR BERBEDA" (PDF). Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. 12 (1): 34 – 40.  line feed character di |title= pada posisi 62 (bantuan)