Kabupaten Kutai Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kutai Barat)
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Kutai Barat
Lambang Kabupaten Kutai Barat
Lambang Kabupaten Kutai Barat
Semboyan: Tanaa Purai Ngeriman
artinya : Tanah Subur Makmur Melimpah Ruah


Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Barat.svg
Peta lokasi Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur
Koordinat:
Provinsi Kalimantan Timur
Hari jadi 5 November[1]
Dasar hukum UU No. 47 Tahun 1999
Tanggal peresmian 4 Oktober 1999
Ibu kota Sendawar
Pemerintahan
 - Bupati FX Yapan, SH
 - APBD Rp. 2,064 triliun
 - DAU Rp. 599.731.060.000.-(2013)[2]
Luas 31.628,70 km2
Populasi
 - Total 145.838 jiwa (2015)
 - Kepadatan 4,61 jiwa/km²
Demografi
 - Agama Kristen 60.82%
(Kristen Protestan 35.60%
Katolik 25.22%)
Islam 38.94%
Kaharingan 0.17%%
Hindu 0.04%
Buddha 0.03%[3]
 - Kode area telepon 0545
Pembagian administratif
 - Kecamatan 21
 - Kelurahan 238
Simbol khas daerah
 - Flora resmi Anggrek hitam
 - Fauna resmi Macan dahan kalimantan
Situs web www.kubarkab.go.id

Kabupaten Kutai Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia yang merupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Kutai yang telah ditetapkan berdasarkan UU. Nomor 47 Tahun 1999. Secara Geografis Kabupaten Kutai Barat terletak antara 113'048'49" sampai dengan 116'032'43" BT serta di antara 103'1'05" LU dan 100'9'33" LS. Kutai Barat memiliki luas sekitar 35.696,59 Km2 dan berpenduduk sebanyak 179.404 jiwa.

Kabupaten Kutai Barat berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu di sebelah utara, Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah timur, Kabupaten Penajam Paser Utara di sebelah selatan dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Kabupaten Kutai Barat terbagi menjadi 21 kecamatan dan 238 kampung.[4]

Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2013, Kabupaten Kutai Barat dimekarkan lagi melahirkan kabupaten baru yaitu Kabupaten Mahakam Ulu. Setelah pemekaran tinggal 15 kecamatan yang bertahan bergabung dalam Kabupaten Kutai Barat, terkecuali Kecamatan Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Long Hubung dan Laham menjadi bagian Kabupaten Mahakam Ulu[5].

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kutai Barat merupakan kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Kutai yang dibentuk berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999.[6] Secara geografis Kutai Barat terletak di antara 113045’05”-116031’19” BT dan 1031’35”-1010’16” LS.

Batas-batasnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Mahakam Ulu
Selatan Kabupaten Paser
Barat Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah
Timur Kabupaten Kutai Kartanegara

Letak Desa-desa pada umumnya berada di Daerah tepian sungai (119 desa), di daerah dataran (86 desa) dan di lereng/punggung bukit (18 desa). Mayoritas Penduduk Kabupaten Kutai Barat adalah Masyarakat Adat yang terdiri dari bermacam suku Dayak, bahasa, adat-istiadat serta kultur dan budayanya. Konsepsi kepemilikan wilayah-wilayah Adat (kawasan kelola) dipahami mereka secara utuh dalam satu kesatuan berdasarkan faktor genealogis dan teritorial yang ada, berdasarkan asal usul (sejarah) yang sudah ada secara turun-temurun jauh sebelum Republik Indonesia ada.

Pembagian adinistratif[sunting | sunting sumber]

Masjid Islamic Center Kutai Barat

Kabupaten Kutai Barat dibagi menjadi beberapa kecamatan dan setiap kecamatan dibagi menjadi beberapa kampung (setingkat desa/kelurahan). Terdapat 21 kecamatan yang ada di Kutai Barat, yaitu:

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2010 sebanyak 25 orang. Di mana 9 Anggota DPRD merupakan wakil dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), 5 orang berasal dari Fraksi Golongan Karya (GOLKAR), 5 Orang berasal dari Fraksi Demokrat, 6 orang lainnya tergabung dalam Fraksi Gabungan Amanat Hati Bangsa Sejahtera yang berasal dari Partai Pelopor, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Amanat Nasional, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia dan Partai Gerakan Indonesia Raya[7].

Iklim[sunting | sunting sumber]

Karakteristik iklim Kabupaten Kutai barat termasuk dalam kategori iklim tropika humida, dengan rata-rata curah hujan tertinggi terdapat pada bulan April dan terendah di bulan Agustus serta tidak menunjukkan adanya bulan kering atau sepanjang bulan dalam satu tahun selalu terdapat sekurang-kurangnya tujuh hari hujan. Namun dalam tahun-tahun terakhir ini, keadaan iklim di Kabupaten Kutai Barat terkadang tidak menentu. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan dalam kenyataannya tidak hujan, atau sebaliknya pada bulan-bulan yang seharusnya kemarau bahkan terjadi hujan dengan dengan musim yang lebih panjang.

Temperatur minimum umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai dengan Januari sedangkan temperatur maksimum terjadi antara bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Daerah beriklim seperti ini tidak mempunyai perbedaan yang jelas antara musim hujan dan musim kemarau. Pada musim angin barat hujan turun sekitar sekitar bulan Agustus sampai bulan Maret, sedangkan pada musim timur hujan relatif kurang, hal ini terjadi pada sekitar bulan April sampai bulan September.[7]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Ulu Mahakam

Suku bangsa di Kutai Barat antara lain:[8][9]

No. Suku Bangsa Prosentase
1 Suku Dayak Tunjung 24,2 %
2 Suku Dayak Benuaq 19,9 %
3 Suku Kutai 15,5 %
4 Suku Jawa 10,7 %
5 Suku Dayak Bahau 9,3 %
6 Suku Banjar 4,5 %
7 Suku Bugis 3,2 %
8 Suku Dayak Kenyah 2,4 %
9 Suku Dayak Bentian 2,3 %
10 Suku Dayak Bakumpai 1,7 %
11 Suku Dayak Penihing/Aoheng 1,7 %
12 Suku Dayak Kayan 1,4 %
13 Suku Dayak Seputan 0,6 %
14 Suku Dayak Bukat 0,2 %
15 Suku Dayak Luangan 0,2 %
16 Suku Batak 0,2 %

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Objek wisata yang terdapat di Kutai Barat di antaranya adalah sebagai berikut:

Lamin Tolan dan Danau Tolan[sunting | sunting sumber]

Lamin Tolan satu-satunya Lamin di Kabuaten Kutai Barat yang benar-benar dapat disebut asli dan unik. Selain dapat dikatakan berumur paling tua (± 200 tahun), lamin ini secara konstruksi dibangun secara tradisional karena semua bahan-bahannya dibuat tidak menggunakan alat modern, semuanya dibuat secara manual. Demikian pula spesifikasinya, misalnya lantai menggunakan rotan, dindingnya dibuat dari kulit kayu, bahan pengikat tidak menggunakan paku, melainkan rotan, baik di bagian atap maupun bagian lainnya. Jadi benar-benar unik.

Lamin ini merupakan lamin Suku Dayak Benuaq, Lamin ini terletak di Kampung Lambing, Muara Lawa, Kutai Barat. Dari Sendawar ibukota Kabupaten Kutai Barat berjarak ± 45 KM. Di sekitar lamin terdapat kompleks pekuburan khas Suku Dayak Benuaq, pengunjung bisa melihat Lungun, Templaaq, Kererekng dan Selokng. Selanjutnya bisa pula menyaksikan panorama Danau Tolan.[butuh rujukan]

Danau Jempang dan danau-danau lainnya[sunting | sunting sumber]

Danau Jempang terletak di Kecamatan Jempang dengan luas kurang lebih 150 km² (15.000 ha). Danau yang ada di Kojo (100 ha), Danau Berambai (30 ha), Danau Malinau (25 ha), dan Danau Loa Maong (100 ha). Semua danau-danau ini merupakan penghasil ikan air tawar yang memasok sebagian besar ikan air tawar di Kalimantan Timur.

Kersik Luway[sunting | sunting sumber]

Letaknya di Kecamatan Sekolaq Darat, lebih kurang 15 Km dari Desa Melak. Luas area taman ini 50 km². Tiga jenis anggrek yang terdapat di tempat ini antara lain: Anggrek Hitam (Coelogyne Pandurata), Erya Vania, Erya Florida, (Coelogyne Rocus Soini) dan (Bulpophylum Mututina) serta beberapa jenis kantung semar.

Fasilitas di lokasi terdapat ruang informasi, fasilitas kebutuhan bagi wisatawan tersedia di Melak. Untuk berkunjung ke tempat ini dapat dicapai dengan kapal sungai dari Samarinda-Melak, dilanjutkan dengan kendaraan roda empat atau roda dua.

Kampung adat Dayak[sunting | sunting sumber]

Mencimai, Benung, Engkuni Pasek dan Pepas Eheng adalah desa-desa yang didiami oleh Suku Dayak Benuaq, terdapat lamin yang jaraknya 7 km dari Terminal Kampung Tongkok dan sebagai pusat seni Suku Benuaq. Di desa Mencimai terdapat Museum Mencimai yang berisikan data dan informasi kehidupan suku Dayak Benuaq dalam berladang, berburu dan kehidupan kemasyarakatan lainnya, lengkap dengan foto dan penjelasannya. Museum ini dibangun atas bantuan biaya seorang wisatawan Jepang. Lamin yang dihuni oleh masyarakat di desa-desa ini adalah Lamin Mencimai, Lamin Benung, Lamin Engkuni dan Lamin Eheng.

Air Terjun Jantur Gemuruh[sunting | sunting sumber]

Objek wisata air terjun Jantur Gemuruh terletak di desa Mapan. Keistimewaan Air Terjun Jantur Gemuruh ini terdapat candi peninggalan Hindu yang dikenal dengan batu Begulur. Terdapat juga lorong-lorong yang dibuat di bawah tanah dengan lapisan batu yang panjangnya 50 meter. Lokasi ini cocok untuk dijadikan lokasi penelitian pihak kepurbakalaan.

Desa Tering[sunting | sunting sumber]

Terletak di tepi Sungai Mahakam Kecamatan Long Iram. Di desa Tering bermukim masyarakat Suku Bahau yang ramah menerima tamu dengan kesenian Hudoq. Fasilitas yang tersedia antara lain Lamin adat dan Warung Art Shop. Upacara yang terkenal adalah Lamelah Tenan, Laliq Iqbal dan Hudoq Apah.

Untuk mengunjungi tempat ini dapat dicapai dengan kapal sungai dari Samarinda ke Datah Bilang selama 2 hari.

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Kutai Barat:
Berikut ini adalah daftar nama-nama yang pernah memimpin Kabupaten Kutai Barat sejak tahun 1999:

No. Foto Nama Periode Keterangan
1. Ir. Rama Alexander Asia 1999–2001
2001–2006
Penjabat bupati
Bupati definitif
2. Ismael Thomas, SH, M.Si 2006–2011
2011–2016
Bupati pertama hasil Pilkada Kubar 2006
Periode kedua
3. FX Yapan, SH 2016–sekarang Bupati definitif hasil Pilkada Kubar 2015

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pemkab Kutai Barat - Sejarah
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ "Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka 2016"
  4. ^ Profil Kabupaten Kutai Barat
  5. ^ Mendagri Resmikan Kabupaten Mahakam Ulu dan Kaltara
  6. ^ (Inggris) Decentralisation of policies affecting forests and estate crops in Kutai Barat District, East Kalimantan. CIFOR. 2001. p. 1. ISBN 979876482X. ISBN 978-979-8764-82-0
  7. ^ a b c BPS Kab. Kubar, (2011), KUTAI BARAT DALAM ANGKA 2011, BPS Kab. Kubar, ISSN : 1907 - 2112.
  8. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000)
  9. ^ (Inggris) Haug, Michaela (2009). Poverty and Decentralisation in East Kalimantan. Centaurus Verlag & Media KG. ISBN 382550770X. ISBN 978-3-8255-0770-1}}

Pranala luar[sunting | sunting sumber]