Kurash

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kurash
Көрәш.JPG
Bantingan Kurash
Induk organisasi IKA
Nama lain Kurash
Pertama dimainkan Abad ke 15 SM
Data lengkap
Olahraga kontak fisik Ya
Jumlah pemain individual
Kategori Olahraga beladiri
Peralatan Baju Kurash (Yakhtak)
Dipertandingkan di Olimpiade 1984 (eksibisi)


Kurash adalah jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus. Olahraga Kurash berasal di wilayah Tatarstan Asia Tengah atau yang sekarang dikenal dengan wilayah Uzbekistan.

Gerakan dasar olahraga Kurash ini menyerupai olahraga beladiri Gulat dan olahraga beladiri Judo, hanya saja dalam Kurash kondisi bantingan berada dalam posisi berdiri pada kaitan atas, tidak diperkenankan menggunakan kaitan pada kaki

Sejarah Kurash[sunting | sunting sumber]

Secara historis olahraga beladiri Kurash, menurut penelitian ilmiah terbaru usia Kurash setidaknya telah ada sejak 3.500 tahun. Kurash adalah salah satu seni bela diri secara telatih tertua di dunia, hal ini juga diceritakan oleh penjelajah Marco Polo saat melintasi jalur sutra dalam catatan perjalanannya.

Kurash adalah kata Uzbek yang memiliki arti mencapai tujuan dengan hanya atau cara yang adil. Kurash sebelumnya hanya digunakan sebagai seni bela diri dan hiburan fisik publik selama libur besar, berbagai pesta termasuk sering menjadi hiburan pada pesta pernikahan. Kurash disebutkan dalam banyak sumber-sumber sejarah tradisional seperti filusuf Yunani Herodotus memuat pada bukunya yang terkenal “Histories” bahwa gerak beladiri Kurash sangat elegan, bahkan Avicenna (Ibnu Sina) menuliskan pada karyanya bahwa berlatih Kurash adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan roh.

Kurash Modern[sunting | sunting sumber]

Warisan ribuan tahun ini selalu diestafetkan dari generasi ke generasi di Asia Tengah tanpa terdokumentasi dengan baik. Banyak gerakan dan aktifitas beladiri Kurash diadopsi dan dijadikan bagian dari pengembangan olahraga lainnya seperti Rusia mengambil teknik lemparan untuk olahraga beladiri Sambo.

Setelah sempat menjadi cabang eksibisi pada Olimpiade XXIII/1984 Los Angeles cabang olahraga beladiri Kurash masih belum memiliki aturan baku penilaian, hingga tahun 1990 Komil Yusupov seorang pahlawan kemerdekaan Uzbekistan yang juga master Kurash dan menjadi guru besar dalam Judo dan Sambo membuat penelitian tentang Kurash dan menuangkannya dalam menciptakan teknik-teknik Kurash yang universal dan terukur dengan berpedoman pada keberanian, humanisme dan universalitas melalui persyaratan ketat dari olahraga modern. Yusupov memperkenalkan Kurash modern dengan membuat kategori berat, gerakan dan terminologi berdasarkan 13 kata Uzbek, mengatur durasi tetap pertarungan, seragam untuk pemain dan wasit, dan semua hal-hal lain yang tanpanya mewujudkan Kurash dapat diterima oleh semua bangsa.

Aturan Kurash melarang setiap tindakan di lantai. Action diperbolehkan hanya dalam posisi berdiri - tidak ada permainan bawah, dan hanya melempar dan menyapu kaki yang dapat digunakan oleh pemain. Setiap teknik menggunakan kuncian lengan, menekan miring dan menendang, serta menarik bagian bawah sabuk dilarang keras. Semua itu membuat Kurash olahraga sederhana, ramah, menarik, dinamis dan aman untuk berlatih serta menjadikan Kurash olahraga beladiri yang memiliki parameter penilaian yang fair.

Pembentukan International Kurash Association[sunting | sunting sumber]

Kemerdekaan Uzbekistan dari Uni Sovyet tahun 1991, merupakan momentum  awal menduniakan olahraga Kurash. Presiden pertama Uzbekistan Yang Mulia Islam Karimov baik secara pribadi maupun institusi kenegaraan sangat mendukung upaya internasionalisasi Kurash.

Setelah berbagai macam uji coba dan penetapan standar keolahragaan dilaksanakan maka pada tahun 1998 berdirilah Internasional Kurash Association (IKA) berkedudukan di Tashkent Uzbekistan dan setelahnya sering dianggap sebagai Kurash modern. Dilanjutkan dengan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia pertama tahun 1999 yang langsung dihadiri oleh 48 negara.

Hingga saat ini, anggota IKA telah mencapai 117 negara yang berasal dari 6 konfederasi benua. Pada tanggal 24 Januari 2003 merupakan hari bersejarah bagi Kurash karena menjadi hari pengakuan resmi oleh Olympic Council of Asia (OCA) yang menjadikan peluang tampil di ajang multi event terbuka. Dilanjutkan pada tahun 2005 mendapat pengakuan dari International Olympic Committe (IOC) dan pada tahun 2010 ditetapkan masuk kedalam badan dunia anti doping.

Perjalanan Kurash di ajang multi event sebenarnya telah dimulai sejak olimpiade Los Angeles 1984, dimana Kurash tradisional dipertandingkan pada partai eksibisi. Sedangkan untuk Kurash modern dimulai pada Asian Games XV/2006 Doha, dan pada Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang yang akan datang Kurash menjadi salah satu cabang pertandingan resmi

Pembentukan Pengurus Besar Kurash Indonesia[sunting | sunting sumber]

Dengan dipertandingkannya olahraga Kurash pada Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang yang akan datang, maka agar Indonesia selaku tuan rumah memiliki kesiapan sebagai penyelenggara maupun prestasi perlu dibentuk kepengurusan induk olahraga Kurash. International Kurash Association (IKA) sendiri sejak tahun 2011 telah melakukan sosialisasi ke Indonesia namun tidak ada perkembangan yang berarti untuk menginisiasi pembentukan induk cabang olahraga.

Awal tahun 2016, Krisna Bayu judoka nasional yang telah memiliki berbagai prestasi tingkat dunia akhirnya memulai langkah mendirikan dan mengembangkan induk cabang olah raga Kurash dengan nama Kurash Indonesia. Berdasarkan musyawarah pembentukan, pada tanggal 15 Juni 2016 disepakati aturan regulasi dalam bentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kurash Indonesia serta melanjutkan pembuatan badan hukumnya.

Untuk kali pertama, Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) dipimpin oleh Dr. Samsudin, M.Pd. seorang birokrat yang memiliki wawasan dan rencana yang kuat untuk mengembangkan Kurash di Indonesia dan menjadikannya bagian dari sukses Indonesia dalam penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang dengan di dampingi oleh Krisna Bayu selaku Sekretaris Jenderal PBKI.

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]