Kue ulang tahun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Infotaula de menjarKue ulang tahun
Italy - birthday cake with candles 5.jpg
Rincian
JenisKue tart Edit the value on Wikidata

Kue ulang tahun adalah sebuah kue yang disajikan kepada seseorang di hari ulang tahunnya. Kue ulang tahun biasanya dihiasi dengan nama seseorang dan membawa pesan selamat. Lilin yang ditempatkan pada kue biasanya sama dengan jumlah umur seseorang setiap tahunnya. Ada juga tradisi untuk meletakkan satu lilin ekstra untuk membawa keberuntungan. Kue ulang tahun bentuknya bermacam-macam dan rasa yang paling populer adalah cokelat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dimulai saat zaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Pada masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak.

Pada abad ke-17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang, lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi pada masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat.

Melansir Whats Cooking America, beberapa sejarawan berpendapat bahwa kebiasaan membuat kue ulang tahun berawal dari kebiasaan orang Yunani kuno membuat kue madu dan roti. Pendapat lain mengatakan bahwa tradisi kue ulang tahun dimulai di Jerman, pada abad pertengahan. Pada saat itu kue ulang tahun terbuat dari adonan roti manis kemudian dibentuk menyerupai anak kecil untuk peringatan hari raya kaum Nasrani.

Kue ulang tahun kemudian muncul kembali di Jerman sebagai kinderfest atau perayaan ulang tahun anak kecil. Di Inggris, kue ulang tahun dipanggang dengan benda simbolis di dalamnya. Pada abad pertengahan, benda seperti koin dan bidal dicampur ke dalam adonan. Pada saat itu mereka percaya bahwa orang yang mendapatkan koin itu akan menjadi beruntung.