Kue ulang tahun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kue ulang tahun
Birthday Cake (5261899929).jpg
JenisKue
Tempat asalBeberapa negara di Eropa, terutama Britania Raya

Kue ulang tahun (bahasa Inggris: birthday cake) adalah kue yang dimakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun. Kue ulang tahun sering berupa kue lapis dengan hiasan yang disajikan dengan lilin kecil menyala di atasnya yang mewakili usia orang yang berulang tahun. Kue-kue dalam perayaan ulang tahun bervariasi, termasuk cupcake, cake pop, kue kering, dan tar. Kue tersebut sering dihias dengan ucapan "selamat ulang tahun" dengan nama orang yang berulang tahun.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dimulai saat zaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Pada masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak.

Pada abad ke-17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang, lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi pada masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat.

Melansir Whats Cooking America, beberapa sejarawan berpendapat bahwa kebiasaan membuat kue ulang tahun berawal dari kebiasaan orang Yunani kuno membuat kue madu dan roti. Pendapat lain mengatakan bahwa tradisi kue ulang tahun dimulai di Jerman, pada abad pertengahan. Pada saat itu kue ulang tahun terbuat dari adonan roti manis kemudian dibentuk menyerupai anak kecil untuk peringatan hari raya kaum Nasrani.

Kue ulang tahun kemudian muncul kembali di Jerman sebagai kinderfest atau perayaan ulang tahun anak kecil. Di Inggris, kue ulang tahun dipanggang dengan benda simbolis di dalamnya. Pada abad pertengahan, benda seperti koin dan bidal dicampur ke dalam adonan. Pada saat itu mereka percaya bahwa orang yang mendapatkan koin itu akan menjadi beruntung.