Kue talam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kue talam
Kue Talam 3.jpg
Kue talam rasa gula kelapa versi Minang dengan warna putih kecokelatan, dipotong persegi panjang
Nama lainTalam, kuih talam
JenisKue lapis kelapa manis kukus
SajianMakanan ringan
Tempat asalIndonesia
DaerahNasional
Suhu penyajianSuhu ruangan
Bahan utamaTepung beras, santan, gula

Kue talam adalah salah satu jenis camilan tradisional yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Kue talam memiliki rasa manis dan gurih. Rasa gurih kue talam berasal dari santan yang menjadi salah satu bahan utamanya. Pada bulan puasa, kue talam menjadi salah satu menu berbuka puasa.

Kue tradisional ini termasuk dalam kategori kue basah, sehingga tidak akan bertahan lama saat dihidangkan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Meski saat ini kue talam telah menyebar ke seluruh Indonesia, tetapi kue talam merupakan kue tradisional khas Betawi dan diperkirakan sudah berumur lebih dari 500 tahun. Kue ini mendapat pengaruh dari kuliner Tionghoa dan Belanda yang mendiami kawasan Batavia (kini disebut Jakarta). Hal ini dikarenakan kue talam memiliki kata 'kue' di depannya yang berasal dari kata serapan bahasa Hokkien 'koe' yang berarti kue tradisional peranakan Tionghoa.

Sementara itu, kata talam didapatkan karena pada zaman dahulu kue ini diletakkan di loyang bulat tak berkaki yang dikenal dengan nama talam. Teksturnya yang lentur dan lengket memiliki filosofi mengenai hubungan antar manusia yang penuh kekentalan dan kekerabatan. Rasanya yang manis dan legit juga menggambarkan perpaduan dari kisah hidup manusia.

Saat zaman kolonial, kue talam hanya disajikan kepada kalangan Bangsawan sebagai hidangan pembuka. Hal ini dikarenakan kue talam merupakan perwujudan kepada tamu mengenai hormatnya sang tuan rumah kepada tamu yang ia anggap kerabat.[1]

Bahan dan cara pengolahan[sunting | sunting sumber]

Bahan dasar untuk membuat kue talam adalah tepung dari berbagai macam jenis. Tepung termasuk dalam kategori karbohidrat sederhana yang memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi.[2]

Kue talam dibuat berlapis sebanyak 5 lapisan. Bahan baku kue ini adalah tepung beras, tepung tapioka, tepung maizena, gula merah, santan, garam, dan daun pandan (sebagai aroma). Tepung beras, tapioka, dan gula merah dibuat menjadi adonan dan direbus. Selanjutnya adonan tersebut dibagi dan disusun sehingga membentuk empat lapisan. Kemudian, tepung maizena dan santan direbus dan dituangkan pada lapisan paling atas (menjadi lapisan kelima). Sebagai pelengkap tiap adonan, diberikan garam dan daun pandan.

Variasi rasa[sunting | sunting sumber]

Kue talam memiliki berbagai variasi rasa mengikuti bahan yang ingin digunakan. Salah satu varian kue talam yang pernah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 dalam Kategori Makanan Tradisional Terpopuler di Nusantara adalah kue talam varian durian.[3]. Variasi jenis kue talam seperti kue talam ubi, kue talam pandan, kue talam lapis ketan, kue talam tape, kue talam pisang, kue talam durian, kue talam kentang, dan kue talam bulan (khas Betawi).

Kue Talam Ubi

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Wongso, Effendy (2020). "Sarat Nilai Filosofi, Kue Tradisional Ini Diklaim Sudah Berusia 500 Tahun". Diakses tanggal 2022-02-10. 
  2. ^ Pramudito (2019). "Substitusi Ubi Dengan Labu Kuning Pada Pembuatan Kue Talam Ubi". Jurnal Pariwisata. 6: 93. 
  3. ^ suarapekanbaru.com, Redaksi. "Kue Talam Durian Masuk Nominasi Makanan Tradisional API 2019". suarapekanbaru.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-27. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]