Kudo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PT Kudo Teknologi Indonesia
Jenis situs
Pasar daring
Bahasa Indonesia
Markas DKI Jakarta, Indonesia
CEO Albert Lucius
Sektor Ritel daring
Produk Gadget, sepatu, fashion, elektronik, makanan, otomotif, kamera, buku, video, musik, komputer, laptop, dan lain lain
Karyawan 201-500 (November 2016)
Slogan Now Everyone Can Shop Online
Situs web kudo.co.id
Status Aktif

KUDO (singkatan dari Kios Untuk Dagang Online) adalah sebuah perusahaan teknologi yang menciptakan sebuah platform yang memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia untuk memiliki peluang usaha dengan menjadi penjual produk dari berbagai usahawan ternama.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

KUDO didirikan oleh Albert Lucius dan Agung Nugroho pada bulan Juli 2014. Mereka adalah dua orang lulusan Haas Business of School, UC Berkeley. Albert selaku CEO (Chief Executive Officer) pernah bekerja di Apple sebagai Spesialis Antarmuka selama dua tahun sejak 2010. Sedangkan Agung Nugroho selaku COO (Chief Operating Officer) berpengalaman selama kurang lebih empat tahun di perusahaan The Boston Consulting Group.[butuh rujukan]

Latar belakang berdirinya KUDO adalah karena masih ada rakyat Indonesia yang memiliki keterbatasan akses internet, rekening bank, dan kartu kredit sehingga belum bisa merasakan pengalaman berbelanja daring. Melihat adanya kesenjangan antara perdagangan daring dan luring ini muncul ide untuk mendirikan suatu platform untuk menghubungkan antara usahawan daring dengan para pelanggan luring melalui jaringan agen.[1]

Selama 2 tahun berdiri, KUDO telah berhasil memberdayakan lebih dari 250.000 wirausaha digital dengan menjadi agen KUDO yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia Melalui KUDO, mereka bisa memperoleh  penghasilan tambahan dengan menjual jutaan variasi produk yang telah tersedia di aplikasi KUDO kepada para pelanggan.[butuh rujukan]

Berawal dari hanya 21 karyawan, di tahun 2016 KUDO telah berkembang menjadi sebuah perusahaan teknologi dengan lebih dari 350 karyawan.[butuh rujukan] Pada bulan September 2016, Sukan Makmuri, seorang veteran di Silicon Valley selama lebih dari 20 tahun dan CEO KasKus, bergabung sebagai CTO (Chief Technology Officer) dan melengkapi jajaran C-level KUDO.[butuh rujukan]

KUDO telah menjalin kerjasama dengan beberapa mitra bisnis. Dalam sektor e-commerce, KUDO bekerjasama dengan Bukalapak, Lazada, Elevenia, Berrybenka, Hijabenka, Muslimarket, Sociolla, Lakupon, dan Pesona Nusantara.[butuh rujukan]

KUDO telah menjalin kerjasama dengan Bank BTPN dalam mewujudkan inisiasi rencana strategis bersama. Momentum penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan dalam International Fintech Festival and Conference 2016 pada bulan Agustus 2016 dan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran menterinya.[2]

Melalui strategi yang dijalankan, KUDO berkomitmen untuk terus memberdayakan wirausaha digital Indonesia hingga mencapai lebih dari 1.000.000 agen di seluruh wilayah Indonesia.[butuh rujukan]

Jenis produk[sunting | sunting sumber]

Di aplikasi KUDO tersedia jutaan produk yang bisa diperdagangkan oleh agen KUDO. Bukan hanya produk rumah tangga, elektronik, fashion maupun kosmetik, dan produk online lainnya, KUDO juga menyediakan jasa transaksi pulsa, pembeian voucher game, pembelian asuransi, pembayaran tagihan (PLN, PAM, cicilan motor) dan pemesanan tiket (kereta, pesawat).[1]

Agen Kudo[sunting | sunting sumber]

KUDO merangkul siapa saja masyarakat Indonesia yang bersedia menjadi agen. Mereka cukup mendaftarkan diri melalui aplikasi KUDO di Google Play Store atau melalui website kudo. Setelah akun diverifikasi, agen KUDO diharapkan melakukan pengisian saldo pertama minimum sebesar Rp.10.000,- untuk dapat langsung berjualan.

Agen KUDO akan mendapatkan akses ke jutaan produk dan layanan yang dapat diperdagangkan melalui aplikasi KUDO. Agen akan berkesempatan mendapatkan komisi yang menarik. Semua transaksi tercatat dan dapat dilihat dengan mudah di aplikasi KUDO. Hal ini untuk memudahkan para agen untuk mengembangkan bisnis mereka.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Mochamad Wahyu Hidayat (14 September 2016). "Raih Pendanaan Miliaran Rupiah, Kudo Siap Ekspansi Lebih Luas". liputan6.com. Diakses tanggal 15 November 2016. 
  2. ^ "FOTO: Presiden Jokowi Buka Indonesia Fintech Festival & Conference". SINDOnews. Diakses tanggal 15 November 2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]