Kucing liar Eropa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Kucing liar Eropa

Kucing liar Eropa dengan nama ilmiah (Felis silvestris) ini merupakan spesies kucing liar kecil yang berasal dari benua Eropa, Skotlandia, Turki, dan Kaukasus. Kucing liar ini tinggal di hutan mulai dari Semenanjung Iberia, Italia, Eropa Tengah dan Eropa Timur sampai Kaukasus. Kucing liar Eropa telah punah di negara Inggris dan Wales. Menurut sumber yang didapat, di negara Prancis dan Italia, kucing liar Eropa ini sebagian besar aktif pada malam hari, akan tetapi terkadang juga bisa aktif pada siang hari disaat kondisi sedang sepi dan tidak terganggu oleh aktivitas manusia.

Taksonomi[sunting | sunting sumber]

Kucing liar Eropa di kebun binatang di Děčín, Republik Ceko

Felis (catus) silvestris adalah nama ilmiah dari kucing liar Eropa yang diusulkan pada tahun 1778 oleh Johann von Schreber disaat ketika dia sedang mendeskripsikan kucing liar berdasarkan data-data yang didapatnya dari awal abad ke-18 dan sebelumnya.[1] Pada abad ke-19 dan ke-20, beberapa spesimen tipe kucing liar dideskripsikan dan diusulkan sebagai subspesies, termasuk juga:

  • Felis silvestris caucasica yang diusulkan oleh Konstantin Satunin pada tahun 1905 adalah kulit dari kucing betina yang dikumpulkan di area dekat Borjomi di negara Georgia.[2]
  • Felis grampia yang diusulkan oleh Gerrit Smith Miller pada tahun 1907 adalah kulit dan tengkorak kucing liar jantan yang didapat dari Invermoriston di negara Skotlandia.[3] Miller merevisi klasifikasinya pada tahun 1912, dan mengusulkan Felis silvestris grampia setelah meninjau lebih banyak kulit kucing liar yang didapat dari negara Skotlandia.[4]
  • Felis tartessia yang juga dikemukakan oleh Miller pada tahun 1907 adalah kulit dan tengkorak kucing liar jantan yang didapat dari Jerez de la Frontera di negara Spanyol bagian selatan.[3] Kucing liar di area utara Sungai Douro dan Ebro dikatakan lebih kecil jika dibandingkan dengan kucing liar yang berada di wilayah lainnya.[5] Kucing liar "Tartessian" yang disengketakan memiliki ukuran dan proporsi yang sama dengan bentuk yang ditemukan di daratan Eropa selama Zaman Es Pleistosen.

Pada 2017, dua subspesies diakui sebagai taksa yang valid:[6]

  • F. s. silvestris di benua Eropa, Skotlandia, dan Sisilia
  • F. s. caucasica di Turki dan Kaukasus.

Spesimen zoologi kucing yang berasal dari pulau Mediterania tidak dianggap asli tetapi juga ikut diperkenalkan, termasuk diantaranya adalah:[7][8][9]

  • Felis lybica var sarda yang diusulkan pada tahun 1885 oleh Fernand Lataste adalah kulit dan tengkorak kucing jantan dari Sarrabus di Sardinia.[10]
  • Felis reyi diusulkan pada tahun 1929 oleh Louis Lavauden yang menggambarkan kulit dan tengkorak spesimen dari Biguglia.[11]
  • F. s. cretensis diusulkan pada tahun 1953 oleh Theodor Haltenorth yang menggambarkan dua kulit kucing yang dibeli di sebuah bazaar di Chania.[12]

Evolusi[sunting | sunting sumber]

Analisis filogenetik DNA inti pada sampel jaringan yang ditemukan dari hasil semua spesies Felidae mengemukakan bahwa radiasi evolusi yang ditimbulkan Felidae dimulai di Asia pada Miosen sekitar 14,45 sampai 8,38 juta tahun yang lalu.[13][14] Dari hasil analisis DNA mitokondria dari semua spesies Felidae yang ada, menunjukkan adanya radiasi sekitar 16,76 hingga 6,46 juta tahun yang lalu.[15]

Kucing liar Eropa adalah bagian dari garis keturunan evolusi yang diperkirakan telah menyimpang secara genetik dari nenek moyang spesies Felis sekitar 1,62 sampai 0,59 juta tahun yang lalu, berdasarkan hasil riset dari DNA inti mereka.[14][16] Hasil analisa DNA mitokondria mereka menunjukkan bahwa perbedaan genetik dari Felis sekitar 4,14 hingga 0,02 juta tahun lalu. Kedua model sepakat bahwa kucing hutan (F. chaus) adalah spesies Felis pertama yang menyimpang, diikuti oleh kucing berkaki hitam (F. nigripes), kucing pasir (F. margarita), kucing liar Afrika (F. lybica) dan kemudian diikuti oleh kucing liar Eropa.[14][15]

Sisa-sisa fosil kucing liar kecil yang ditemukan di benua Eropa yang menunjukkan bahwa kucing liar Eropa kemungkinan adalah keturunan hasil persilangan dari Felis lunensis di Villafranchian lebih dari 1 juta tahun yang lalu, sebuah transisi yang diselesaikan oleh interglasial Holstein sekitar 340.000 sampai 325.000 tahun yang lalu.[17]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Tengkorak kucing liar Eropa

Bulu kucing liar Eropa memiliki warna yang bervariasi dari kecoklatan hingga abu-abu dengan kontur warna pada bagian rambut yang lebih pucat. Kucing ini memiliki lima garis di dahi, yang terpecah menjadi bintik-bintik kecil. Garis gelap di belakang bahunya mengembang dan menjadi garis tulang belakang sampai ke bagian pangkal ekornya. Pada bagian sisi-sisinya, terdapati garis-garis gelap yang tidak beraturan yang putus di area kaki belakang, sehingga membentuk sebuah pola bercak. Ekornya lebat dengan mempunyai 2 sampai 3 cincin hitam yang melintang dan bulat di ujungnya yang berwarna hitam.[18] Pada bagian atas kepala dan dahi memiliki empat pita gelap yang berkembang dengan baik yang sudah terbagi menjadi bintik-bintik kecil. Dua garis pendek kecil biasanya ada di daerah bahu, di depan pita punggung. Beberapa kucing ini memiliki titik-titik lembut pada area tenggorokan, di antara kaki depan, atau juga bisa dibilang di daerah inguinal. Permukaan punggung leher dan kepala memiliki warna yang sama dengan batang, tetapi berwarna abu-abu terang di sekitar mata, bibir, pipi, dan dagu. Bayangan yang sedikit mencolok terlihat di sisi bawah lengannya. Pita punggung hitam kecil dimulai di bahu, dan membentang di sepanjang punggung hingga pangkal ekornya. Pada beberapa kucing, bulu musim panas berwarna pucat. Pola di kepala dan leher berkembang dengan baik seperti pada ekor, meskipun pola di sisi tubuh hampir tidak terlihat. Rambut pelindung berukuran 7 cm, mulai dari ujung rambut 5,5–6 cm ,dan bulu bawah 110–140 mm. Pengukuran yang sesuai di musim panas adalah 5–6,7 cm, 4,5–6 cm, dan 5,3 cm.[19]

Kucing liar Eropa Jantan besar di Spanyol panjangnya bisa mencapai 65 cm, dengan panjang ekor 34,5 cm, dan berat hingga 7,5 kg. Mereka juga memiliki pola belang yang tidak terlalu menyebar, pada area giginya berbentuk proporsional lebih besar, dan lebih sering memakan kelinci dibandingkan dengan kucing liar yang berada di area utara sungai Douro dan Ebro, yang lebih bergantung pada hewan pengerat kecil.[20]

Kucing liar Eropa rata-rata lebih besar dan lebih gemuk daripada kucing domestik, memiliki bulu yang lebih panjang dan ekor lebat yang tidak meruncing. Ia memiliki bulu bergaris dan pita punggung gelap. Untuk pejantan rata-rata memiliki berat mencapai 5 kg sampai 8 kg, sedangkan untuk betina hanya mencapai 3,5 kg. Beratnya berfluktuasi secara musiman hingga 2,5 kg.[21] Males average a weight of 5 kg (11 pon) up to 8 kg (18 pon), and females 35 kg (77 pon). Their weight fluctuates seasonally up to 25 kg (55 pon).[22]

Kucing liar Eropa memiliki baris gigi pipi yang lebih pendek dengan gigi yang lebih kecil, tetapi moncongnya lebih lebar dibandingkan dengan kucing liar Afrika. Karena kucing liar Eropa dan kucing domestik kawin silang secara oportunistik, sulit untuk membedakan kucing liar dan hibrida bergaris dengan benar jika dihilat hanya berdasarkan karakteristik dari morfologisnya saja.[23]

Distribusi dan Habitat[sunting | sunting sumber]

Kucing liar Eropa di taman permainan Jerman

Kucing liar Eropa hidup ditempat yang memiliki daun besar/lebar seperti hutan. Kucing ini menghindari area pemukiman dan area yang sudah diolah oleh manusia secara intensif..[24] Populasi dari kucing ini tinggal di Skotlandia bagian utara dan timur.[25] Itu telah punah di Inggris dan Wales.

Ada 2 populasi yang terputus di Prancis. Yang berada di Ardennes bagian timur laut negara itu meluas ke Luksemburg, Jerman dan Belgia. Yang lainnya di Prancis selatan mungkin terhubung melalui Pyrenees ke populasi di Spanyol dan Portugal.[26]

Di negara Belanda, kucing liar Eropa dicatat pada tahun 1999 di dekat Nijmegen dan pada tahun 2004 di Brabant Utara; kucing ini mungkin telah menyebar dari Jerman.[27] Di Jerman, Rhine adalah penghalang utama antara populasi kucing ini yang terdapat di area pegunungan Eifel dan Hunsrück dibagian barat sungai dan populasi di timur sungai, di mana jalan raya enam jalur menghambat penyebaran kucing ini.[28]

Di Swiss, kucing liar Eropa mempunyai populasi di area Pegunungan Jura.[29] Tiga populasi yang terfragmentasi di Italia terdiri dari satu di bagian tengah dan selatan negara itu, satu di Pegunungan Alpen timur yang mungkin terkait dengan populasi di Slovenia dan Kroasia. Populasi Sisilia adalah satu-satunya populasi pulau Mediterania yang belum diperkenalkan.[30]

Populasi di Pegunungan Carpathian Polandia meluas ke bagian utara Slovakia dan bagian barat Ukraina.[31][32]

Perilaku dan Ekologi[sunting | sunting sumber]

Di Prancis dan Italia, kucing liar Eropa aktif terutama pada malam hari; di situasi yang tidak terganggu, ia juga aktif pada siang hari.[33][34]

Di Sisilia, seekor kucing diambil foto pada tahun 2009 dan diambil foto lagi pada tahun 2018 di lokasi yang sama. Itu mungkin setidaknya selama 10 tahun pada saat diambil fotonya kembali menyatakan bahwa kucing ini mampu beradaptasi ditempat yang sama.[35]

Berburu dan Diet[sunting | sunting sumber]

Pada belahan benua Eropa bagian Barat, kucing liar memakan hamster, tikus coklat, tikus dormice, tikus air, dan tikus kayu. Dilihat dari waktu ke waktu, kucing liar Eropa ini juga memangsa karnivora kecil seperti martens, singgung Eropa, cerpelai, dan musang kecil (Mustela nivalis), serta rusa merah (Cervus elaphus), rusa roe (Capreolus capreolus), dan chamois (Rupicapra). Di Carpathians, makanan utama kucing ini adalah tikus berleher kuning (Apodemus flavicollis), vole punggung merah utara (Myodes rutilus), vole pinus Tatra (Microtus tatricus), dan kadang-kadang juga memakan kelinci Eropa (Lepus europaeus). Di Transcarpathia, makanan kucing liar terdiri dari tikus seperti tikus, galliformes, dan tupai. Di area rawa Dnestr, sebagian besar kucing ini memangsa Microtus, tikus air, dan burung, sedangkan kucing liar yang tinggal di rawa Prut terutama lebih memilih untuk memburu tikus air, tikus coklat, dan muskrat (Ondatra zibethicus). Jenis burung yang diburu oleh kucing liar Prut termasuk burung warbler, bebek ferruginous, Eurasian coot, spotted crake, dan gadwall. Di area Moldavia, makanan musim dingin kucing liar ini lebih memilih untuk berburu dan memakan hewan pengerat, kucing liar ini memangsa burung, ikan, dan udang karang pada saat musim panas. Tikus coklat dan tikus air, serta muskrat dan unggas air merupakan sumber makanan utama kucing liar di area delta Sungai Kuban. Kucing liar Eropa di Kaukasus utara memakan tikus dan dormice, serta burung, chamois muda, dan rusa roe pada kesempatan langka. Kucing liar Eropa di pantai Laut Hitam diperkirakan memakan burung kecil, tikus, dan kelinci. Pada suatu kesempatan, ditemukan bulu seekor burung elang ekor putih dan tengkorak anaknya di sebuah sarang. Di Transcaucasia, makanan kucing liar ini terdiri dari gerbil, voles, burung, dan reptil di musim panas, sedangkan pada musim dingin tiba, kucing liar ini memangsa tikus dan kelinci.[19]

Kucing liar Skotlandia terutama memangsa kelinci Eropa (Oryctolagus cuniculus), tikus lapangan (Microtus agrestis), tikus bank (Myodes glareolus), tikus kayu (Apodemus sylvaticus), dan burung.[36]

Ancaman[sunting | sunting sumber]

Di sebagian besar negara-negara Eropa, kucing liar Eropa menjadi sangat langka keberadaannya. Meskipun dilindungi secara hukum, mereka masih ditembak oleh orang-orang yang salah mengira kalau mereka bukanlah kucing liar yang dilindungi. Pada dataran tinggi Skotlandia, di mana sekitar 400 ekor diperkirakan masih berada di alam liar pada tahun 2004, kawin silang dengan kucing liar merupakan ancaman signifikan terhadap kekhasan populasi kucing liar itu sendiri.[37] Populasi kucing liar ini di negara Portugal dan Spanyol juga terancam oleh kawin silang dengan kucing domestik sehingga bisa menyebabkan kehilangan generasi jenis kucing ini pada habitatnya.[38][39] The extent of hybridization is low in Germany, Italy and Luxembourg.[40][41] Tingkat hibridisasi rendah di negara-negara seperti Jerman, Italia, dan Luksemburg. Pada tahun 1990-an, populasi paling timur di Ukraina, Moldova, dan Kaukasus terancam punah yang disebabkan adanya perusakan hutan berdaun lebar, yang mengakibatkan berkurangnya jangkauan mereka. Hanya sejumlah kecil kucing ini yang berada di area kawasan hutan lindung.[42]

konservasi[sunting | sunting sumber]

Tampilan dekat kucing liar Eropa, Jerman

Kucing liar Eropa dilindungi di sebagian besar negara Eropa. Data ini sudah tercantum dalam CITES Appendix II, Appendix II dari Berne Convention on the Conservation of European Wildlife and Natural Habitats dan in the European Union's Habitats and Species Directive.

Negara Jerman[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2004, Friends of the Earth Jerman memprakarsai proyek "Jaring Pengaman untuk Kucing Liar Eropa". Proyek ini diadakan bertujuan untuk menautkan kembali hutan Jerman dengan menanam semak dan pohon berdaun lebar di area tersebut agar dapat dihuni dan cocok untuk kucing liar Eropa, dan yang lebih besar dari 500 km2 (190 sq mi). Mereka mengembangkan "Peta Rute Kucing Liar", sebuah peta yang menggambarkan jaringan koridor sepanjang 20.000 km (12.000 mil).[43] Sebuah Rencana Aksi untuk memberikan perlindungan kepada Kucing liar Eropa di Jerman ini dikembangkan pada tahun 2009, yang bertujuan untuk menggandakan area yang dihuni oleh kucing liar Eropa dan menghubungkan populasi di Jerman dan dengan negara-negara tetangga hingga tahun 2019.[44]

Negara Skotlandia[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2013, Kelompok Aksi Konservasi Kucing Liar Skotlandia mengembangkan Rencana Aksi Konservasi Kucing Liar Skotlandia. Dengan rencana ini, kelompok tersebut menetapkan prioritas aksi nasional dan dapat bertanggung jawab yang sudah ditetapkan serta menjadi prioritas pendanaan untuk upaya konservasi antara 2013 dan 2019. Implementasinya dikoordinasikan oleh Warisan Alam Skotlandia.[45] Akan tetapi, populasinya dianggap sudah tidak layak lagi.[46]

Di penangkaran[sunting | sunting sumber]

Kucing liar Eropa memiliki reputasi sebagai hewan peliharaan yang tidak mungkin dibesarkan secara efektif. Frances Pitt naturalis menulis "ada saat ketika saya tidak percaya ini ... optimisme saya runtuh" dengan mencoba untuk memelihara seekor kucing liar Eropa yang dia beri nama Beelzebina.[47]

Di negara Inggris, para konservasionis berkeinginan untuk melakukan program penangkaran yang diadakan pada tahun 2019 dengan tujuan untuk memperkenalkan kembali kucing liar ini ke alamnya pada tahun 2022.[48]

Baca Juga[sunting | sunting sumber]

Kucing gunung cina
Genetik bulu kucing
Indera kucing

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Schreber, J.C.D. (1778). "Die wilde Kaze" [The wild Cat]. Die Säugthiere in Abbildungen nach der Natur mit Beschreibungen (Dritter Theil) [Mammals illustrated from nature with descriptions]. Erlangen: Expedition des Schreber'schen Säugthier - und des Esper'schen Schmetterlingswerkes. hlm. 397–402. 
  2. ^ Satunin, K. A. (1905). "Die Säugetiere des Talyschgebietes und der Mughansteppe" [The Mammals of the Talysh area and the Mughan steppe]. Mitteilungen des Kaukasischen Museums (2): 87–402. 
  3. ^ a b Miller, G. S. (1907). "Some new European Insectivora and Carnivora". Annals and Magazine of Natural History. Seventh Series. 20 (119): 389–401. doi:10.1080/00222930709487354. 
  4. ^ Miller, G. S. (1912). "Felis silvestris grampia Miller". Catalogue of the Mammals of Western Europe in the collection of the British Museum. London: British Museum (Natural History). hlm. 464–465. 
  5. ^ Purroy, F. J.; Varela, J. M. (2003). Guía de los Mamíferos de España. Península, Baleares y Canarias. Barcelona: Lynx Edicions. 
  6. ^ Kitchener, A. C.; Breitenmoser-Würsten, C.; Eizirik, E.; Gentry, A.; Werdelin, L.; Wilting, A.; Yamaguchi, N.; Abramov, A. V.; Christiansen, P.; Driscoll, C.; Duckworth, J. W.; Johnson, W.; Luo, S.-J.; Meijaard, E.; O’Donoghue, P.; Sanderson, J.; Seymour, K.; Bruford, M.; Groves, C.; Hoffmann, M.; Nowell, K.; Timmons, Z.; Tobe, S. (2017). "A revised taxonomy of the Felidae: The final report of the Cat Classification Task Force of the IUCN Cat Specialist Group" (PDF). Cat News (Special Issue 11): 17−20. 
  7. ^ Groves, C.P. (1989). "Feral mammals of the Mediterranean islands: documents of early domestication". Dalam Clutton-Brock, J. The Walking Larder: Patterns of Domestication, Pastoralism, and Predation (edisi ke-2015). London and New York: Routledge. hlm. 46–58. ISBN 9781317598381. 
  8. ^ Gippoliti, S.; Amori, G. (2006). "Ancient introductions of mammals in the Mediterranean Basin and their implications for conservation". Mammal Review. 36 (1): 37–48. doi:10.1111/j.1365-2907.2006.00081.x. 
  9. ^ Driscoll, C. A.; Menotti-Raymond, M.; Roca, A. L.; Hupe, K.; Johnson, W. E.; Geffen, E.; Harley, E. H.; Delibes, M.; Pontier, D.; Kitchener, A. C.; Yamaguchi, N.; O’Brien, S. J.; Macdonald, D. W. (2007). "The Near Eastern Origin of Cat Domestication" (PDF). Science. 317 (5837): 519–523. Bibcode:2007Sci...317..519D. doi:10.1126/science.1139518. PMC 5612713alt=Dapat diakses gratis. PMID 17600185. 
  10. ^ Lataste, F. (1885). "Étude de la Faune de Vertébrés de Barbarie (Algérie, Tunisie et Maroc)" [Studies on the vertebrate Fauna of the Barbary Coast (Algeria, Tunisia, Morocco)]. Actes de la Société Linnéenne de Bordeaux. Quatrième Série. 39: 129–296. 
  11. ^ Lavauden, L. (1929). "Sur le Chat sauvage de la Corse" [On the Wildcat of Corsica]. Comptes Rendus Hebdomadaires des Séances de l'Académie des Sciences. 189 (7): 1023–1024. 
  12. ^ Haltenorth, T. (1953). "Felis silvestris cretensis nom. nov.". Die Wildkatzen der Alten Welt: Eine Übersicht über die Gattung Felis [The wildcats of the Old World: An overview of the genus Felis]. Leipzig: Geest und Portig. hlm. 29−31. 
  13. ^ Johnson, W. E.; O'Brien, S. J. (1997). "Phylogenetic Reconstruction of the Felidae Using 16S rRNA and NADH-5 Mitochondrial Genes". Journal of Molecular Evolution. 44 (S1): S98–S116. Bibcode:1997JMolE..44S..98J. doi:10.1007/PL00000060. PMID 9071018. 
  14. ^ a b c Johnson, W. E.; Eizirik, E.; Pecon-Slattery, J.; Murphy, W. J.; Antunes, A.; Teeling, E.; O'Brien, S. J. (2006). "The Late Miocene Radiation of Modern Felidae: A Genetic Assessment". Science. 311 (5757): 73–77. Bibcode:2006Sci...311...73J. doi:10.1126/science.1122277. PMID 16400146. 
  15. ^ a b Li, G.; Davis, B. W.; Eizirik, E.; Murphy, W. J. (2016). "Phylogenomic evidence for ancient hybridization in the genomes of living cats (Felidae)". Genome Research. 26 (1): 1–11. doi:10.1101/gr.186668.114. PMC 4691742alt=Dapat diakses gratis. PMID 26518481. 
  16. ^ Werdelin, L.; Yamaguchi, N.; Johnson, W. E.; O'Brien, S. J. (2010). "Phylogeny and evolution of cats (Felidae)". Dalam Macdonald, D. W.; Loveridge, A. J. Biology and Conservation of Wild Felids. Oxford: Oxford University Press. hlm. 59–82. ISBN 978-0-19-923445-5. 
  17. ^ Kurtén, B. (1965). "On the evolution of the European Wild Cat, Felis silvestris Schreber" (PDF). Acta Zoologica Fennica. 111: 3–34. 
  18. ^ Pocock, R.I. (1951). "Felis silvestris, Schreber". Catalogue of the Genus Felis. London, UK: Trustees of the British Museum. hlm. 29−50. 
  19. ^ a b Heptner, V.G.; Sludskii, A.A. (1992) [1972]. "Wildcat Schreber, 1777". Mlekopitajuščie Sovetskogo Soiuza. Moskva: Vysšaia Škola [Mammals of the Soviet Union] (dalam bahasa Inggris). Volume II, Part 2. Washington, DC: Smithsonian Institution and the National Science Foundation. hlm. 398–498. Diakses tanggal 9 September 2020. 
  20. ^ Garcia-Perea, R. (2006). "Felis silvestris Schreber, 1777" (PDF). Atlas y Libro Rojo de los Mamíferos Terrestres de España. Ministerio de Agricultura, Alimentación y Medio Ambiente. Madrid, ES: Gobierno de Espagna. hlm. 333–338. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 13 April 2012. 
  21. ^ Condé, B.; Schauenberg, P. (1963). "Le chat sauvage – dernier félin de France" [The wildcat – last feline of France]. Éditions Font-Vive (dalam bahasa Prancis) (8): 1–8. 
  22. ^ Condé, B.; Schauenberg, P. (1971). "Le poids du chat forestier d ́Europe (Felis silvestris Schreber, 1777)" [Weight of the European forest wildcat]. Revue Suisse de Zoologie (dalam bahasa Prancis). 78: 295–315. 
  23. ^ Yamaguchi, N.; Kitchener, A.; Driscoll, C.; Nussberger, B. (2004). "Craniological differentiation between European wildcats (Felis silvestris silvestris), African wildcats (F. lybica) and Asian wildcats (F. ornata): Implications for their evolution and conservation" (PDF). Biological Journal of the Linnean Society. 83: 47–63. doi:10.1111/j.1095-8312.2004.00372.x. Diakses tanggal 9 September 2020. 
  24. ^ Nowell, K.; Jackson, P. (1996). "European wildcat, Felis silvestris, silvestris group Schreber, 1775". Wild Cats: Status Survey and Conservation Action Plan. Gland: IUCN/SSC Cat Specialist Group. hlm. 110−113. 
  25. ^ Davis, A. R.; Gray, D. (2010). The distribution of Scottish wildcats (Felis silvestris) in Scotland (2006-2008). Perth, Scotland: Scottish Natural Heritage. 
  26. ^ Say, L.; Devillard, S.; Leger, F.; Pontier, D.; Ruette, S. (2012). "Distribution and spatial genetic structure of European wildcat in France". Animal Conservation. 15 (15): 18–27. doi:10.1111/j.1469-1795.2011.00478.x. 
  27. ^ Canters, K.; Thissen, J. B. M.; Diepenbeek, M. A. J.; Jansman, H. A. H.; Goutbeek, K. (2005). "The wildcat (Felis silvestris) finally recorded in the Netherlands". Lutra. 48 (2): 67−90. 
  28. ^ Hartmann, S. A.; Steyer, K.; Kraus, R. H. S.; Segelbacher, G.; Nowak, C. (2013). "Potential barriers to gene flow in the endangered European wildcat (Felis silvestris)" (PDF). Conservation Genetics. 14 (2): 413–426. doi:10.1007/s10592-013-0468-9. 
  29. ^ Weber, D.; Roth, T.; Huwyler, S. (2010). Die aktuelle Verbreitung der Wildkatze (Felis silvestris silvestris Schreber, 1777) in der Schweiz. Ergebnisse der systematischen Erhebungen in den Jurakantonen in den Wintern 2008/09 und 2009/10. Bern: Hintermann & Weber AG, Bundesamt für Umwelt. 
  30. ^ Mattucci, F.; Oliveira, R.; Bizzarri, L.; Vercillo, F.; Anile, S.; Ragni, B.; Lapini, L.; Sforzi, A.; Alves, P. C.; Lyons, L. A.; Randi, E. (2013). "Genetic structure of wildcat (Felis silvestris) populations in Italy". Ecology and Evolution. 3 (8): 2443–2458. doi:10.1002/ece3.569alt=Dapat diakses gratis. 
  31. ^ Okarma, H.; Olszańska, A. (2002). "The occurrence of wildcat in the Polish Carpathian Mountains". Acta Theriologica. 47 (4): 499–504. doi:10.1007/BF03192474. 
  32. ^ Zagorodniuk, I.; Gavrilyuk, M.; Drebet, M.; Skilsky, I.; Andrusenko, A.; Pirkhal, A. (2014). "Wildcat (Felis silvestris Schreber, 1777) in Ukraine: modern state of the populations and eastwards expansion of the species". Біологічні студії. 8 (3−4): 233–254. 
  33. ^ Stahl, P. (1986). Le chat forestier d'Europe (Felis silvestris Schreber, 1777): Exploitation des resources et organisation spatiale [The European forest wildcat (Felis silvestris Schreber, 1777): Resource exploitation and spatial organization]. Nancy: University of Nancy. 
  34. ^ Genovesi, P.; Boitani, L. (1993). "Spacing patterns and activity rhythms of a wildcat (Felis silvestris) in Italy". Seminar on the biology and conservation of the wildcat (Felis silvestris), Nancy, France, 23–25 September 1992. Environmental encounters No. 16. Strasbourg: Council of Europe. hlm. 98–101. 
  35. ^ Anile, S.; Devillard, S.; Nielsen, C.K.; Valvo, M.L. (2020). "Record of a 10-year old European Wildcat Felis silvestris silvestris Schreber, 1777 (Mammalia: Carnivora: Felidae) from Mt. Etna, Sicily, Italy". Journal of Threatened Taxa. 12 (2): 15272–15275. doi:10.11609/jott.5484.12.2.15272-15275alt=Dapat diakses gratis. 
  36. ^ Hobson, K. J. (2012). An investigation into prey selection in the Scottish wildcat (Felis silvestris silvestris) (Doctoral dissertation). London: Department of Life Sciences, Imperial College London. 
  37. ^ Macdonald, D. W.; Daniels, M. J.; Driscoll, C. A.; Kitchener, A. C.; Yamaguchi, N. (2004). The Scottish Wildcat: analyses for conservation and an action plan. Oxford, UK: The Wildlife Conservation Research Unit. 
  38. ^ Cabral, M. J.; Almeida, J.; Almeida, P. R.; Dellinger, T.; Ferrand de Almeida, N.; Oliveira, M. E.; Palmeirim, J. M.; Queiroz, A. I.; Rogado, L.; Santos-Reis, M. (2005). Livro Vermelho dos Vertebrados de Portugal. Lisboa: Instituto da Conservação da Natureza. 
  39. ^ Palomo, L. J.; Gisbert, J. (2002). Atlas de los mamíferos terrestres de España. Madrid, Spain: Dirección General de Conservación de la Naturaleza SECEM-SECEMU. 
  40. ^ Steyer, K.; Tiesmeyer, A.; Muñoz-Fuentes, V.; Nowak, C. (2018). "Low rates of hybridization between European wildcats and domestic cats in a human-dominated landscape". Ecology and Evolution. 8 (4): 2290–2304. doi:10.1002/ece3.3650alt=Dapat diakses gratis. PMC 5817136alt=Dapat diakses gratis. PMID 29468044. 
  41. ^ Oliveira, R.; Godinho, R.; Randi, E.; Alves, P.C. (2008). "Hybridization versus conservation: are domestic cats threatening the genetic integrity of wildcats (Felis silvestris silvestris) in Iberian Peninsula?". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological Sciences. 363 (1505): 2953–2961. doi:10.1098/rstb.2008.0052. PMC 2606743alt=Dapat diakses gratis. PMID 18522917. 
  42. ^ Belousova, A.V. (1993). "Small Felidae of Eastern Europe, Central Asia, and the Far East: survey of the state of populations". Lutreola. 2: 16–21. 
  43. ^ Vogel, B.; Mölich, T.; Klar, N. (2009). "Der Wildkatzenwegeplan – Ein strategisches Instrument des Naturschutzes" [The Wildcat Infrastructure Plan – a strategic instrument of nature conservation] (PDF). Naturschutz und Landschaftsplanung. 41 (11): 333–340. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-01-29. Diakses tanggal 2020-11-30. 
  44. ^ Birlenbach, K.; Klar, N. (2009). "Aktionsplan zum Schutz der Europäischen Wildkatze in Deutschland". Naturschutz und Landschaftsplanung. 41 (11): 325−332. 
  45. ^ Scottish Wildcat Conservation Action Group (2013). Scottish Wildcat Conservation Action Plan. www.nature.scot. Edinburgh: Scottish Natural Heritage. Diakses tanggal 2018-11-25. 
  46. ^ Breitenmoser, U.; Lanz, T.; Breitenmoser-Würsten, C. (2019). "Conservation of the wildcat (Felis silvestris) in Scotland: Review of the conservation status and assessment of conservation activities" (PDF). Diakses tanggal 31 May 2019. 
  47. ^ Bradshaw, J. (2013). "The Cat at the Threshold". Cat Sense: The Feline Enigma Revealed. Penguin Books Limited. hlm. 36–37. ISBN 978-0-241-96046-2. 
  48. ^ Weston, P. (2019). "Return of England's wildcats: animals to be reintroduced after being declared extinct in 19th century". The Independent. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]