Krisokola

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Krisokola
Chrysocolla
Krisokola dan malakit dari Australia
Umum
Kategori Mineral silikat
Rumus kimia Cu2-xAlx(H2-xSi2O5)(OH)4·nH2O (x<1)[1]
Klasifikasi Strunz 09.ED.20
Sel unit a = 5.7 Å, b = 8.9 Å, c = 6.7 Å
Identifikasi
Warna Biru, sian atau biru-hijau, hijau
Perawakan Masif, nodular, bergugus
Sistem kristal Sistem kristal ortorombik
Belahan tidak ada
Pecahan Tidak teratur/tidak merata, sub-konkoidal
Sifat dalam Rapuh hingga lunak
Skala kekerasan Mohs 2.5 - 3.5
Kilap Vitreus hingga kusam
Gores warna putih hingga biru-hijau
Diafaneitas Tembus cahaya hingga buram
Berat jenis 1.9 - 2.4
Sifat optik Biaksial (-)
Indeks bias nα = 1.575 - 1.585 nβ = 1.597 nγ = 1.598 - 1.635
Bias ganda δ = 0.023 - 0.050
Referensi [2][1][3]

Krisokola (bahasa Inggris: Chrysocolla)[4][5] adalah suatu mineral tembaga siklosilikat terhidrasi dengan rumus kimia: Cu2-xAlx(H2-xSi2O5)(OH)4·nH2O (x<1)[1] or (Cu,Al)2H2Si2O5(OH)4·nH2O.[2] Struktur mineral ini masih dipertanyakan, sebab studi spektrografik menunjukkan bahwa mineral krisokola ini kemungkinan merupakan campuran dari tembaga hidroksida spertiniite dan kalsedon. Di Indonesia, wilayah penghasil krisokola yang terkenal adalah di Pulau Bacan, dan dikenal oleh kalangan pecinta batu akik dengan julukan Batu Bacan.

Ciri-ciri[sunting | sunting sumber]

Krisakola berwarna biru-bedak (powder-blue) berupa jalaran stalaktit berongga (vugs) setipis karpet, dalam sebongkah batu padat tirolit yang digali dari Tambang San Simon, Provinsi Iquique, Chili (size: 14.1 x 8.0 x 7.8 cm)

Krisokola memiliki warna sian (biru-hijau) dan merupakan minor bijih tembaga , dengan kekerasan mineral mencapai 2.5 hingga 3.5.

Nama dan penemuan[sunting | sunting sumber]

Nama mineral ini dalam bahasa Inggris "Chrysocolla" dari bahasa Yunani chrysos, "emas", dan kolla, "lem", yaitu merujuk pada nama bahan yang digunakan untuk menyolder emas, yang pertama kali digunakan oleh Theophrastus pada 315 SM.

Pembentukan dan lokasi[sunting | sunting sumber]

Krisokola berjalur putih hingga biru-hijau dari Bisbee, Arizona (size: 12.2 x 5.5 x 5.2 cm)

Mineral ini memiliki asal sekunder dan terbentuk dalam lingkup zona oksidasi bijih tembaga. Mineral ikutannya adalah kuarsa, limonit, azurit, malakit, kuprit, dan mineral sekunder tembaga lainnya.

Umumnya ia ditemukan berbentuk bergugus (botryoidal), gumpalan bulat atau kerak, atau guratan urat. Karena warnanya yang terang, ia terkadang dikelirukan dengan pirus.

Lokasi kemunculan yang terkenal antara lain di Pulau Bacan (Indonesia), Israel, Republik Demokratik Kongo, Chili, Cornwall (Inggris), dan di Arizona, Utah, Idaho, New Mexico, Michigan, dan Pennsylvania (Amerika Serikat).

Penelitian status mineral[sunting | sunting sumber]

Sebuah studi tahun 2006 memberikan bukti bahwa krisokola kemungkinan merupakan percampuran mikroskopik antarak mineral tembaga hidroksida spertiniite, silika amorf, dan air.[6][1]

Referensi[sunting | sunting sumber]