Lompat ke isi

Konflik perbatasan Kamboja–Thailand 2025

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konflik perbatasan Kamboja–Thailand 2025
Bagian dari sengketa perbatasan Kamboja–Thailand

Peta perbatasan Kamboja dan Thailand berwarna merah
TanggalKrisis perbatasan:
  • 28 Mei – 26 Oktober 2025 (4 bulan dan 4 minggu)
  • 10 November – 7 Desember 2025 (3 minggu dan 6 hari)
Konflik perbatasan:
  • 24 Juli – 28 Juli 2025 (4 hari)
  • 8 Desember 2025 – 27 Desember 2025 (2 minggu dan 5 hari)
Lokasiperbatasan Kamboja–Thailand
Status

Gencatan Senjata

  • Konflik meningkat menjadi bentrokan
  • Gencatan senjata (28 Juni 2025)
  • Perjanjian damai ditandatangani (26 Oktober 2025)
  • Thailand melancarkan serangan udara di Kamboja pada 8 Desember 2025
  • Gencatan Senjata (27 Desember 2025)
Pihak terlibat
 Kamboja  Thailand
Tokoh dan pemimpin
Pasukan

 Angkatan Bersenjata Kamboja

 Angkatan Bersenjata Thailand

Korban
Sebelum bentrokan besar
1 tentara tewas[8]
Bentrokan besar
klaim Kamboja:[9]
5 tentara tewas
8 warga sipil tewas
klaim Thailand:
700+ tentara tewas[10]
18 tentara tawanan
Sebelum bentrokan besar
8 tentara terluka[11]
Bentrokan besar
klaim Thailand:[9]
15 tentara tewas
14 warga sipil tewas

Konflik perbatasan Kamboja–Thailand 2025 adalah situasi ketegangan yang terjadi antara Kamboja dan Thailand setelah bentrokan singkat di perbatasan yang berkembang menjadi konflik bersenjata yang dimulai pada 24 Juli.[12][13]

Sengketa ini berakar dari perjanjian Prancis-Siam tahun 1907 antara Kerajaan Siam (kini Thailand) dan Republik Prancis Ketiga, yang saat itu menguasai Indochina Prancis (termasuk wilayah Kamboja saat ini). Setelah Kamboja meraih kemerdekaan, Candi Preah Vihear yang disengketakan diberikan kepada Kamboja oleh Mahkamah Internasional (ICJ) pada tahun 1962, tetapi candi tersebut beserta wilayah perbatasan lain yang dipersengketakan tetap menjadi sumber pertikaian. Sentimen nasionalis di kedua negara telah memperburuk ketegangan. Antara tahun 2008 dan 2011, bentrokan di antara keduanya telah menimbulkan korban jiwa di kedua pihak.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menanggapi insiden tersebut dengan mengajukan permintaan keputusan dari Mahkamah Internasional (ICJ), menyatakan bahwa ia tidak ingin terjadi konflik dengan Thailand.[14] Phumtham Wechayachai, penjabat Perdana Menteri Thailand, mengatakan bahwa kedua belah pihak tidak menginginkan eskalasi konflik dan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan.[15] Pada 13 Februari, tentara Thailand mencegah wisatawan asal Kamboja menyanyikan lagu kebangsaan Kamboja di kuil Prasat Ta Muen Thom yang disengketakan.[16][17] Pada 28 Mei, tentara Kamboja dan Thailand sempat saling tembak, yang mengakibatkan tewasnya seorang prajurit Kamboja. Upaya untuk meredakan ketegangan tidak berhasil, dan ketegangan yang terus berlanjut menyebabkan penutupan pos-pos pemeriksaan perbatasan. Diskusi antara militer Kamboja dan Thailand dilakukan pada 29 Mei.

Pada 23 Juli, seorang tentara Thailand menginjak ranjau darat di distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani, yang mengakibatkan ia kehilangan satu kaki. Keesokan harinya, konflik bersenjata langsung pecah antara kedua negara, dengan Kamboja dan Thailand sama-sama mengklaim telah bertindak untuk membela diri.

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]
Kasus Kuil Preah Vihear yang disidangkan di Mahkamah Internasional pada tahun 1961

Sengketa perbatasan antara Kamboja dan Thailand berakar pada ketidakjelasan garis demarkasi yang berasal dari Perjanjian Prancis-Siam tahun 1904, yang menetapkan beberapa batas wilayah antara Kerajaan Siam (sekarang Thailand) dan Indochina Prancis (sekarang Kamboja, Laos, dan Vietnam). Namun, setelah Kamboja meraih kemerdekaan, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan pada tahun 1962 bahwa Kuil Preah Vihear berada di bawah kedaulatan Kamboja. Meski demikian, wilayah di sekitar kuil tetap disengketakan, yang menyebabkan ketegangan terus berlanjut—terutama pada periode 2008 hingga 2011, ketika bentrokan militer menyebabkan korban di kedua belah pihak. Sentimen nasionalis di kedua negara turut memperburuk konflik.[18]

Pada tahun 2011, ICJ menyerahkan penyelesaian sengketa tersebut kepada ASEAN, namun upaya mediasi gagal setelah Thailand mencabut izin yang sebelumnya diberikan kepada pengamat internasional.[19] Kamboja kembali mengajukan perkara ke ICJ, tetapi Thailand menolak yurisdiksi ICJ dalam menentukan garis batas, dengan alasan bahwa hal tersebut harus diputuskan secara bilateral. Putusan ICJ yang mendukung Kamboja pun tidak berdampak apa pun.[20][21]

Ketegangan di perbatasan kembali meningkat pada awal 2025. Pada 13 Februari, tentara Thailand melarang wisatawan asal Kamboja menyanyikan lagu kebangsaan mereka di Prasat Ta Muen Thom, situs yang disengketakan, yang semakin memperburuk situasi.[16][17]

Pendahuluan

[sunting | sunting sumber]

Pada 28 Mei, tentara Kamboja dan Thailand terlibat dalam baku tembak singkat selama 10 menit, yang mengakibatkan tewasnya satu tentara Kamboja, Letnan Dua Suon Roun.[22] Baku tembak tersebut terjadi di sepanjang perbatasan antara Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di Thailand.[23] Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan.

Juru bicara militer Kamboja, Mao Phalla, mengklaim bahwa tentara Thailand adalah pihak pertama yang melepaskan tembakan ke arah pasukan Kamboja yang berada di dalam parit pertahanan yang telah lama digunakan. Sementara itu, juru bicara militer Thailand, Winthai Suvaree, menyatakan bahwa tentara Thailand sebelumnya telah mencoba meminta pasukan Kamboja agar mundur sebelum akhirnya tentara Kamboja melepaskan tembakan terlebih dahulu.[23][24]

Setelah bentrokan di Segitiga Zamrud, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menanggapi dengan mengumumkan dimulainya proses untuk mengajukan masalah tersebut ke Mahkamah Internasional (ICJ), sambil menegaskan bahwa ia tidak menginginkan konflik dengan Thailand.[14] Di pihak Thailand, Menteri Pertahanan Phumtham Wechayachai menyatakan bahwa kedua belah pihak tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut dan menegaskan bahwa insiden tersebut telah diselesaikan.[15]

Pada 29 Mei, diadakan pertemuan antara Jenderal Phana Khlaeoplotthuk, Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand, dan Jenderal Mao Sophan, Panglima Angkatan Darat Kerajaan Kamboja, untuk mengoordinasikan upaya meredakan ketegangan dan mencegah insiden serupa di masa depan. Pembicaraan bilateral untuk meredakan ketegangan berlangsung pada 5 Juni, tetapi gagal menghasilkan kesepakatan yang konkret. Phumtham mengklaim bahwa Kamboja menolak usulan-usulan dari pihak Thailand, dan pada 7 Juni, Thailand akan memperkuat kehadiran militernya di perbatasan. Terpisah pada hari yang sama, pihak militer Thailand mengklaim bahwa warga sipil Kamboja sering melakukan pelanggaran wilayah ke dalam wilayah Thailand dan bahwa “provokasi-provokasi ini, serta peningkatan kekuatan militer, menunjukkan niat yang jelas untuk menggunakan kekuatan”.[25] Pada 17 Juni, Kamboja mengumumkan bahwa mereka melarang impor buah-buahan dan sinetron dari Thailand.[26]

Konflik bersenjata

[sunting | sunting sumber]

Pada pagi hari tanggal 24 Juli 2025, tentara Thailand melaporkan bahwa pesawat nirawak Kamboja terbang di sekitar area depan Prasat Ta Muen Thom dan terlihat enam tentara Kamboja bersenjata mendekati kawat berduri di depan pangkalan militer Thailand. Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengonfirmasi laporan bahwa pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke arah pasukan Thailand sekitar 200 meter di sebelah timur Candi Ta Muen Thom.[27]

Pada hari yang sama, pihak Kamboja melaporkan bahwa militer Thailand telah melancarkan serangan bersenjata terhadap pasukan Kamboja dan secara paksa menutup akses publik ke Candi Ta Muen Thom.[28] Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, “Pasukan Kamboja bertindak sepenuhnya dalam kerangka pertahanan diri, menanggapi serangan tak beralasan oleh pasukan Thailand yang melanggar integritas teritorial kami”.[29]

Pukul 09.40 pagi, militer Thailand mengklaim bahwa Kamboja menembakkan peluncur roket berpenggerak sendiri BM-21 ke arah Prasat Don Tuan, dekat kawasan pemukiman.[30] Pada pukul 09.50, Thailand menyatakan bahwa pasukan Kamboja mencoba memasuki wilayah Thailand di dekat Candi Ta Kwai, dan mereka membalas dengan tembakan artileri.[6] Pada pukul 10.58 pagi, enam jet tempur F-16 Angkatan Udara Kerajaan Thailand membombardir posisi-posisi Kamboja di Chong An Ma, Provinsi Ubon Ratchathani, dan mengklaim bahwa beberapa pangkalan militer Kamboja telah dihancurkan.[31][6] Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh pun meminta seluruh warga negara Thailand yang berada di Kamboja untuk segera meninggalkan negara tersebut.[32]

Sebuah pom bensin di Provinsi Sisaket terkena serangan roket BM-21 Grad dari Kamboja, mengakibatkan banyak korban sipil, termasuk setidaknya delapan orang tewas, salah satunya adalah anak laki-laki berusia 8 tahun.[33][34][35] Pada pukul 11.54 siang, tentara Kamboja menyerang rumah sakit Phnom Dongrak, menyebabkan beberapa orang terluka dan evakuasi total rumah sakit tersebut.[36]

Pukul 14.41, Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengklaim telah berhasil menghancurkan dua tank milik Kamboja di Khao Sattasom.[37] Pukul 15.00, militer Thailand meluncurkan serangan darat dan udara dengan sandi “Operasi Yuttha Bodin,” sebagai tanggapan atas bentrokan yang terus berlangsung di sepanjang perbatasan. Operasi ini dipimpin oleh Jenderal Pana Klaewblaudtuk.[38][39]

Pada malam harinya, Hun Sen menyatakan bahwa Kamboja "tidak punya pilihan selain melawan balik" terhadap Thailand, dan menambahkan bahwa ia turut serta dalam komando militer melalui tautan video. Ia membantah laporan media Thailand bahwa dirinya bepergian ke luar negeri, dan menyalahkan militer Thailand karena memperburuk situasi, dengan mengklaim bahwa Thailand berencana menutup akses ke Candi Ta Muen Thom.[40][6] Pada malam yang sama, pemerintah provinsi Oddar Meanchey di Kamboja mengumumkan bahwa 5.000 warga telah dievakuasi dari wilayah konflik.[41]

Angkatan Udara Kerajaan Thailand mengutuk tindakan Kamboja yang menyerang warga sipil, dan menyatakan siap mempertahankan rakyat dan kedaulatan dari pelanggaran HAM.[42] Mereka mengklaim telah melakukan sedikitnya dua serangan udara terhadap posisi Kamboja, salah satunya dikonfirmasi melalui rekaman video.[43] Sebuah video menunjukkan pesawat nirawak milik Angkatan Darat Kerajaan Thailand menjatuhkan granat ke beberapa tempat penyimpanan amunisi Kamboja sebelum terbakar dan jatuh.[44]

Di Thailand, sedikitnya satu tentara dan 14 warga sipil dipastikan tewas, sementara 14 tentara dan 32 warga sipil mengalami luka-luka. Di Kamboja, empat warga sipil terluka dan 4.000 orang telah dievakuasi. Satu orang tewas di Provinsi Oddar Meanchey.[45][46]

Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengunggah pernyataan resmi secara daring yang menuduh Kamboja melanggar Konvensi Jenewa dan melakukan kejahatan perang karena “secara sengaja mengebom rumah sakit, pemukiman, dan situs bersejarah milik Thailand”.[47]

Negosiasi

[sunting | sunting sumber]

Pada 2 Juni, Hun Manet mengumumkan bahwa pemerintah Kamboja akan mengajukan gugatan ke ICJ, seraya menyatakan harapannya bahwa Thailand akan bersedia menyetujui penyelesaian sengketa melalui ICJ demi mencegah konfrontasi bersenjata.[25] Namun, Thailand tidak mengakui yurisdiksi ICJ. Phumtham, sebagai gantinya, menyatakan bahwa segala persoalan sebaiknya diselesaikan melalui negosiasi bilateral.[48]

Pada 24 Juli, setelah konflik bersenjata pecah, Hun Manet mengumumkan bahwa ia telah mengirim surat kepada Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, meminta pertemuan darurat guna menghentikan "agresi Thailand terhadap kedaulatan Kamboja".[49]

Pada 25 Juli, Kementerian Luar Negeri Thailand mengeluarkan pernyataan bahwa tindakan Kamboja merupakan pelanggaran hukum internasional dan telah berulang sejak insiden ketika tentara Thailand menginjak ranjau darat pada 16 dan 23 Juli. Pemerintah Thailand mendesak Kamboja untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut dan segera menghentikan serangan terhadap sasaran militer maupun sipil, serta menghentikan pelanggaran atas kedaulatan Thailand. Tindakan Kamboja dinilai melanggar beberapa Konvensi Jenewa dan merupakan perbuatan tidak manusiawi terhadap warga sipil yang tak bersalah.[50][51]

Reaksi internasional

[sunting | sunting sumber]
  •  Australia Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan bahwa pemerintah Australia "sangat prihatin" terhadap laporan pertempuran di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, termasuk pengeboman di kawasan permukiman. "Kami menginginkan deeskalasi dan perlindungan terhadap warga sipil".[52]
  •  Tiongkok Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyatakan keprihatinannya atas perkembangan situasi dan berharap kedua pihak dapat menyelesaikan permasalahan secara tepat melalui dialog dan konsultasi.[53]
  •  Prancis Pemerintah Prancis menyatakan keprihatinan mendalam atas bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja serta menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang tewas dalam konflik tersebut. Prancis juga mendesak kedua negara untuk segera menghentikan pertempuran dan menyelesaikan perbedaan mereka secara damai sesuai dengan hukum internasional.[54]
  •  India Kedutaan Besar India di Bangkok mengeluarkan imbauan perjalanan, menganjurkan warganya untuk mendapatkan informasi dan menghindari tempat-tempat tertentu di dekat perbatasan Thailand-Kamboja.[55]
  •  Indonesia Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok dan Phnom Penh mengimbau warga negara Indonesia untuk berhati-hati dan waspada di daerah konflik.[56] Kementerian Luar Negeri menyerukan agar kedua negara menyelesaikan permasalahan mereka secara damai sesuai dengan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama serta Piagam ASEAN.[57]
  •  Jepang Menteri Luar Negeri Takeshi Iwaya mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mendorong Kamboja dan Thailand untuk menurunkan ketegangan, dan menekankan bahwa hubungan yang baik antara kedua negara sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.[53]
  •  Laos Kementerian Luar Negeri menyatakan kekhawatiran serius terhadap situasi di perbatasan Kamboja-Thailand. Laos mendesak kedua pihak untuk berhati-hati dan mencari solusi damai atas konflik yang terjadi.[58]
  •  Malaysia Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan keprihatinannya atas situasi yang berkembang dan menyampaikan kesediaannya untuk berbicara dengan kedua belah pihak guna mencari jalan menuju deskalasi dan negosiasi damai.[53]
  •  Selandia Baru Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan menyatakan keprihatinan atas bentrokan yang terjadi melalui pembaruan imbauan perjalanan. Selandia Baru juga mendorong moderasi, diplomasi, dan komunikasi, serta menyatakan dukungannya terhadap upaya ASEAN untuk meredakan situasi.[59]
  •  Filipina Departemen Luar Negeri menekankan “pentingnya menjaga jalur komunikasi yang terbuka dan memastikan de-eskalasi situasi”. Diharapkan kedua negara dapat menangani permasalahan ini sesuai dengan hukum internasional dan prinsip penyelesaian sengketa secara damai.[60]
  •  Rusia Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menyatakan bahwa Rusia prihatin atas eskalasi konflik dan mendesak kedua pihak untuk menunjukkan sikap menahan diri.[61]
  •  Singapura Kementerian Luar Negeri menyampaikan keprihatinan serius atas bentrokan yang terjadi, mendesak kedua negara untuk bersikap hati-hati, menghentikan permusuhan, meredakan ketegangan melalui jalur diplomatik, dan melindungi keselamatan seluruh warga sipil.[62]
  •  Korea Selatan Kementerian Luar Negeri menyerukan penyelesaian damai atas sengketa perbatasan antara kedua negara. Seorang juru bicara mengatakan, “Pemerintah menyampaikan keprihatinan mendalam dan belasungkawa kepada korban jiwa serta keluarga mereka akibat insiden ini”.[63]
  •  Britania Raya Menteri Muda Urusan Indo-Pasifik Catherine West menyatakan keprihatinannya atas korban sipil dan mendesak kedua pihak untuk menahan diri serta mencari dialog damai.[64]
  •  Amerika Serikat Kedutaan Besar AS di Bangkok dan Phnom Penh mengimbau warga negara AS yang tinggal atau bepergian di dekat perbatasan Thailand-Kamboja agar mengikuti arahan dari aparat keamanan setempat.[65][66] Kemudian, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Thomas Pigott, menyatakan bahwa AS menuntut penghentian permusuhan dan mendesak agar sengketa diselesaikan secara damai.[67]
  •  Vietnam Kementerian Luar Negeri menyerukan kedua negara untuk menahan diri semaksimal mungkin, menghindari penggunaan kekerasan dan eskalasi lebih lanjut, serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai sesuai dengan hukum internasional dan solidaritas kawasan.[68]
  •  Uni Eropa Juru bicara urusan luar negeri Anouar El Anouni menyampaikan keprihatinan atas nama blok tersebut dan menyerukan de-eskalasi dari kedua belah pihak serta penyelesaian konflik melalui dialog damai.[69]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Thai Army Launches 'Yuttha Bodin' Offensive Across Border Amidst Escalating Cambodian Clashes". nationthailand (dalam bahasa American English). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  2. "กองทัพเปิดปฏิบัติการ "ยุทธบดินทร์" สั่งสอนกัมพูชา ลั่นบดขยี้ผู้รุกรานอย่างถึงที่สุด". www.thairath.co.th (dalam bahasa Thai). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  3. "อยากปะทะ? ทหารกัมพูชาถือปืนกล-จรวด RPG ลาดตระเวนพร้อมรบ ชายแดนศรีสะเกษ".
  4. "Twitter". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Jul 2025.
  5. "ด่วน! ทอ.ส่ง 'F-16' 6 ลำ ทิ้งระเบิดพื้นที่ช่องอานม้าของกัมพูชา". แนวหน้า.
  6. 1 2 3 4 Laura Sharman; Helen Regan; Kocha Olarn; Lex Harvey; Antoinette Radford (2025-07-24). "Thailand launches airstrikes on Cambodian military targets as deadly border dispute escalates". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-24.
  7. "ทร.ยิงโดรนไม่ทราบฝ่ายตก 4 ลำ คุมเข้มชายแดนจันทบุรี-ตราด". 26 June 2025.
  8. Seorang tentara Kamboja tewas pada 28 Mei 2025.
  9. 1 2 บีบีซี. ประมวลความสูญเสียไทย-กัมพูชา หลังครบรอบ 1 สัปดาห์เหตุปะทะชายแดน 31 กรกฎาคม 2025
  10. "Nach Angaben der thailändischen Armee sind bei andauernden Grenzgefechten" (dalam bahasa Jerman). Wochenblick. 6 August 2025. Diakses tanggal 6 August 2025.
  11. Tiga tentara Thailand terluka akibat ranjau darat pada 16 Juli dan lima lainnya pada 23 Juli 2025.
  12. "Konflik Thailand-Kamboja: Kronologi, Latar Belakang dan Solusi". Tempo.co.
  13. "ThaiPBS". X.
  14. 1 2 "Cambodia PM urges calm after border clash with Thailand leaves soldier dead". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). 29 May 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 June 2025. Diakses tanggal 2025-06-03.
  15. 1 2 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama AP News-2025
  16. 1 2 Hong, Raksmey (19 February 2025). "PM warns of 'nationalist rhetoric' fuelling Thai border tensions". The Phnom Penh Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 February 2025. Diakses tanggal 2025-02-22.
  17. 1 2 Bangprapa, Mongkol (2025-02-18). "Thai PM downplays Cambodian anthem fuss". Bangkok Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 March 2025. Diakses tanggal 2025-02-22.
  18. "U.S. Ally and China's Strategic Partner Exchange Fire in Southeast Asia: Cambodia-Thailand Border Skirmish Raises Fears of Renewed Regional Instability". The Asia Live (dalam bahasa Inggris). 2025-06-02. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 June 2025. Diakses tanggal 2025-06-03.
  19. Hiebert, Murray; Killian, Amy (23 April 2013). "Thailand, Cambodia Spar at UN Court over Preah Vihear Temple" (dalam bahasa Inggris).
  20. Wheeler, Matthew (1 July 2025). "Border Dispute with Cambodia Sparks Political Disarray in Thailand". International Crisis Group (dalam bahasa Inggris).
  21. "What's behind the clash between Thailand and Cambodia that left at least 11 dead". AP News (dalam bahasa Inggris). 24 July 2025.
  22. Hope, Zach (2025-07-06). "How a gunshot at dawn broke a mother's heart, and left a prime minister fighting for her job". The Age (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 July 2025. Diakses tanggal 2025-07-18.
  23. 1 2 "Cambodia says soldier killed in brief border skirmish with Thai troops". Reuters (dalam bahasa Inggris). 2025-05-28. Diakses tanggal 2025-06-07.
  24. Burke, Kieran (2025-05-28). "Cambodian soldier killed in clash with Thai army". Deutsche Welle (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-07.
  25. 1 2 "Thailand and Cambodia reinforce troops along disputed border: Thai minister". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 June 2025. Diakses tanggal 2025-06-07.
  26. Ratcliffe, Rebecca (19 June 2025). "Cambodia bans fruit imports and soap operas from Thailand as border dispute sours". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Jul 2025. Diakses tanggal 19 June 2025.
  27. "กองทัพบก Royal Thai Army". X.
  28. "Fire fight breaks out Oddar Meanchey province". Khmer Times (dalam bahasa Inggris). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  29. "Thailand Strikes First: Cambodia Defends Its Sovereignty". The Phnom Penh Post (dalam bahasa Inggris). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  30. "ทหารไทยเจ็บ 2! กองทัพภาคที่ 2 เผย กัมพูชายิงจรวด BM-21 ตกใส่ ปราสาทโดนตวล ใกล้ชุมชน". matichon (dalam bahasa Thai). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  31. "ด่วน! ทอ.ส่ง 'F-16' 6 ลำ ทิ้งระเบิดพื้นที่ช่องอานม้าของกัมพูชา". แนวหน้า.
  32. "🔴ด่วน! สถานเอกอัครราชทูตไทย ณ กรุงพนมเปญ ขอแนะนำให้คนไทยที่พำนักหรือพำนักชั่วคราวในประเทศกัมพูชาและไม่มีความจำเป็นเดินทางออกจากประเทศโดยเร็วที่สุด 🛫ผมแปะเที่ยวบินวันนี้จากพนมเปญให้ครับ ZA674 - 12.25น. ZA675 - 17.55น. VZ723 - 19.10น. PG936 - 19.25น. TG585 - 21.15น" [🔴Urgent! The Royal Thai Embassy in Phnom Penh would like to recommend that Thais residing or temporarily residing in Cambodia and who do not need to leave the country as soon as possible. 🛫I have listed today's flights from Phnom Penh: ZA674 - 12.25pm ZA675 - 5.55pm VZ723 - 7.10pm PG936 - 7.25pm TG585 - 9.15pm]. X.
  33. "Thailand-Cambodia border clash live: Thai army says airstrikes launched against Cambodian targets". The Guardian.
  34. "BREAKING: At least 8 people killed after Cambodia launches BM-21 rocket on gas station in Sisaket province, Thailand. - police". Royal Thai Police. July 24, 2025. Diakses tanggal 24 July 2025.
  35. "The Thai Enquirer". X.
  36. "24 ก.ค. 68 เวลา 11.54 น. ทหารกัมพูชา โจมตีโรงพยาบาลพนมดงรัก มีผู้ได้รับบาดเจ็บ. เจ้าหน้าที่ของโรงพยาบาลได้นำผู้ป่วยในออกจาก รพ. ครบแล้ว ซึ่งเป็นการย้ายผู้ป่วยตามกระบวนการอพยพ ขณะนี้ผู้ป่วยอยู่ในพื้นที่เขตสีเขียวซึ่งเป็นพื้นที่ปลอดภัยแล้ว" [Jul 24, 2015, 11.54 AM Cambodian soldiers attacked the Phnom Dongrak Hospital, injuring some. Hospital staff have all discharged all inpatients from the hospital as per the evacuation process. The patients are now in the green zone, which is a safe area.]. PBS News. 24 July 2025. Diakses tanggal 24 July 2025.
  37. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Thairath Online-2025
  38. "Thai Army Launches 'Yuttha Bodin' Offensive Across Border Amidst Escalating Cambodian Clashes". nationthailand (dalam bahasa American English). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  39. "กองทัพเปิดปฏิบัติการ "ยุทธบดินทร์" สั่งสอนกัมพูชา ลั่นบดขยี้ผู้รุกรานอย่างถึงที่สุด". www.thairath.co.th (dalam bahasa Thai). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  40. "ฮุนเซน ยืนยันไม่ได้หนีไปไหน กำลังบัญชาการเพื่อต่อสู้กับไทย". Thai Rath (dalam bahasa Thai). 2025-07-24. Diakses tanggal 2025-07-24.
  41. Chheng, Niem (24 July 2025). "Nearly 5,000 evacuated to safety in Oddar Meanchey province". Phnom Penh Post. Diakses tanggal 24 July 2025.
  42. "Siamrath". X.
  43. "ละลาย! F-16 ทิ้งบอมบ์รอบ 2 ไม่พลาดเป้า 4 เครื่องกลับฐานบินปลอดภัย". แนวหน้า.
  44. "Khao Sod". Facebook.
  45. "Death toll in Thai-Cambodia clashes rises to 16 as 120,000 flee border area". Al Jazeera (dalam bahasa American English). 2025-07-25. Diakses tanggal 2025-07-25.
  46. "Thailand launches airstrikes on Cambodia as border clashes leave at least 14 dead". AP News (dalam bahasa American English). 2025-07-25. Diakses tanggal 2025-07-25.
  47. "กองทัพเรือ ROYAL THAI NAVY". X.
  48. Thepgumpanat, Panarat; Ghoshal, Devjyot (2025-06-07). "Thailand, Cambodia reinforcing troops on disputed border after May skirmish, says Thai minister". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 June 2025. Diakses tanggal 2025-06-07.
  49. "Hun Manet". facebook.
  50. ""มาระตี" เผย UN นัดบ่าย 3 โมง ถกปม ชายแดนไทย-กัมพูชา "มีหลักฐานชัด ไทยไม่ได้เริ่มก่อน"". เนชั่นทีวี (dalam bahasa Thai). 2025-07-25. Diakses tanggal 2025-07-25.
  51. Bunyuen, Chuleeporn (2025-07-25). "ไทย-กัมพูชา: UNSC นัดประชุมปิด! ถกปมปะทะชายแดนไทย-กัมพูชา เชิญคู่กรณีให้ข้อมูล : อินโฟเควสท์". สำนักข่าวอินโฟเควสท์ (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-25.
  52. Khalil, Shireen (25 July 2025). "Australian tourists issued warning amid Thailand-Cambodia conflict". news.com.au. Diakses tanggal 25 July 2025.
  53. 1 2 3 "Asian leaders call for calm over deadly Cambodia-Thailand border clashes". The Straits Times. 24 July 2025. Diakses tanggal 24 July 2025.
  54. "Cambodge/Thaïlande - Affrontements à la frontière (24 juillet 2025)". Ministère de l'Europe et des Affaires étrangères (dalam bahasa Prancis). 24 July 2025. Diakses tanggal 24 July 2025.
  55. "Thailand-Cambodia border clash: Indian EMbassy issues advisory; shares list of places 'not recommended for traveling'". The Times of India. 25 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  56. Planasari, SIta (25 July 2025). "Indonesian Embassies Issue Travel Advisory for Cambodia-Thailand Border Conflict". Tempo.co English. Diakses tanggal 25 July 2025.
  57. "Indonesia Yakin Thailand-Kamboja Selesaikan Perbedaan dengan Damai". VOI.ID. 25 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  58. "Statement of MOFA's spokesperson on the ongoing situation at the Cambodia-Thailand border area". Lao News Agency. 24 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  59. "Ministry of Foreign Affairs and trade concerned about Thailand-Cambodia conflict". Radio New Zealand. 25 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  60. "PH calls for calm amid deadly Thai-Cambodia border clash". Philippine News Agency. 24 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  61. "Russia expresses concern over escalation of conflict on Thailand-Cambodia border". TASS. 25 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  62. "MFA Spokesperson's Comments in response to media queries on the Cambodia-Thailand Border Clashes, 24 July 2025". Ministry of Foreign Affairs (Singapore). 24 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  63. "Korea urges Thailand, Cambodia to resolve border conflict peacefully through dialogue". ChosunBiz. 25 July 2025. Diakses tanggal 25 July 2025.
  64. @CatherineWest1 (July 24, 2025). "Distressing news of civilian casualties following clashes on the Thai-Cambodia border" (Tweet) via X. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  65. "Fighting on the Thailand – Cambodia Border". U.S. Embassy & Consulate in Thailand. 24 July 2024. Diakses tanggal 24 July 2025.
  66. "Fighting on the Cambodia – Thailand Border". U.S. Embassy & Consulate in Cambodia. Diakses tanggal 24 July 2025.
  67. "US urges immediate end to armed conflict between Cambodia and Thailand". Khmer Times. 25 July 2024. Diakses tanggal 25 July 2025.
  68. Huong Giang. "Viet Nam voices concern over Cambodia-Thailand border tensions". Vietnam Government Portal. Government of Vietnam.
  69. @AnouarEUspox (July 24, 2025). "#Cambodia/#Thailand: The EU is deeply concerned by rising tensions at the border with reports of civilian casualties" (Tweet) via X.