Kota Terpadu Mandiri Lamunti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lamunti[1]

GAMBARAN UMUM KAWASAN KTM LAMUNTI[sunting | sunting sumber]

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

KTM Lamunti terdiri dari 22 UPT dan 8 desa setempat secara administrasi terletak di 3 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Mentangai, Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, yang berjarak 64 km dari ibu kota Kabupaten Kapuas di Kuala Kapuas dengan luas secara keseluruhan adalah 45.457 hektare dan jumlah penduduk 34.876 jiwa atau 8.193 KK. Secara geografis KTM Lamunti berada pada posisi 02° 31’ 31,3” – 02° 56’ 13” LS dan 114° 27’ 57,6” – 115° 28’ 44” BT dengan batas-batas administratif sebagai berikut:

  • Sebelah Timur: Desa Dadahup.
  • Sebelah Barat: Sungai Kapuas.
  • Sebelah Utara: Desa Kalumpang (Hutan Lindung).
  • Sebelah Selatan: Desa Penda Ketapi (saluran primer Sungai Kapuas dan Sungai Kapuas Murung)

Pola sebaran spasial potensi sumberdaya untuk pengembangan aktivitas sektor pertanian relatif tersebar di kawasan KTM Lamunti antara lain yang meliputi:

  • Kawasan Lamunti terdiri dari 15 UPT
  • Kawasan Dadahup terdiri dari 7 UPT
  • Kawasan Desa Setempat terdiri dari 8 desa

Aksesibilitas[sunting | sunting sumber]

Pencapaian ke lokasi KTM Lamunti ditempuh melalui 2 alternatif akses yaitu:

  • Jarak Pusat KTM (Lamunti A.1) ke Kuala Kapuas sebagai pusat kegiatan ekonomi Kabupaten Kapuas ± 60 km berupa jalan aspal dan perkerasan.
  • Jarak dari Kuala Kapuas ke Banjarmasin ± 60 km berupa jalan aspal hotmix (akses dari selatan).
  • Jarak Kuala Kapuas ke Palangkaraya ± 250 km berupa jalan Aspal (akses dari utara)

Kondisi Fisik[sunting | sunting sumber]

Iklim dan Curah Hujan[sunting | sunting sumber]

KTM Lamunti merupakan daerah yang mempunyai iklim tropis lembap dengan temperatur antara 21 °C – 23 °C dan maksimal 36º Celcius. Curah hujan tahunan berkisar antara 1.371 mm – 2.347 mm, dengan hari hujan berkisar 93 – 153 hari.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kawasan KTM Lamunti mempunyai daerah atau wilayah perairan yang meliputi danau dan rawa serta beberapa sungai besar serta anjir/kanal, yaitu:

  1. Sungai Kapuas Murung dengan panjang 66,375 km
  2. Sungai Kapuas dengan panjang 600 km
  3. Daerah pesisir pantai sepanjang 189,85 km
  4. Anjir/kanal Serapat sepanjang 28 km yang menghubungkan Kuala Kapuas menuju Banjarmasin, wilayah Kalimantan Tengah sepanjang 14 km dan wilayah Kalimantan Selatan sepanjang 14 km.
  5. Anjir/kanal Kalampan sepanjang 14,5 km yang menghubungkan Kota Mandomai Kecamatan Kapuas Barat dengan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya.
  6. Anjir/kanal Basarang sepanjang 24 km yang menghubungkan Kuala Kapuas dengan wilayah Pulang Pisau.
  7. Anjir/kanal Tamban sepanjang 25 km yang menghubungkan Kuala Kapuas menuju Banjarmasin, wilayah Kalimantan Tengah sepanjang 13 km dan wilayah Kalimantan Selatan sepanjang 12 km.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi di KTM Lamunti didominasi oleh lahan dengan kemiringan (0 – 3%). Sebagian besar wilayah Kawasan KTM Lamunti merupakan daerah dataran rendah, yaitu berada pada ketinggian 25 – 125 m dpl. Kondisi Tanah Karakteristik tanah di kawasan Lamunti menurut sistem klasifikasi tanah Soil Taxonomy (Soil Survey Staff, 1998) diklasifikasi menjadi 2 (dua) ordo, yaitu: Histosol dan Inceptisols yang menurunkan 4 Grup dan 5 Subgrup tanah.

Kondisi Fisiografi[sunting | sunting sumber]

Secara fisiografis KTM Lamunti merupakan daerah grup dataran yang dibedakan menjadi 3 (tiga) satuan lahan yang terdiri dari: MDW, KHY dan GBT. Satuan lahan MDW memiliki luasan terbesar yaitu 18.757 hektare atau 41% dari total luasan lahan yang terdapat kawasan KTM Lamunti.

Penggunaan Lahan[sunting | sunting sumber]

Jenis penggunaan lahan di KTM Lamunti terdiri dari lahan yang sudah diusahakan mencapai 65,24 % dan yang belum diusahakan sebanyak 31,68 % dan tanah lainnya sebesar 3,08 %. Jenis lahan yang sudah diusahakan meliputi permukiman dan sawah irigasi.

Kondisi Sosial Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kondisi Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk di kawasan KTM sebanyak 34.876 jiwa atau 8.193 KK. Penduduk banyak yang bertempat tinggal berada di Mantangai Hilir sebanyak 3.825 jiwa atau 943 KK dan yang terendah adalah di UPT F-2 sebesar 343 jiwa atau 99 KK.

Kondisi Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Sarana pendukung perekonomian di kawasan KTM Lamunti adalah sektor pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan dan pertanian non tanaman pangan. Produksi pertanian tanaman pangan yang utama adalah jagung, produksi hortikultura yaitu bawang daun. Tanaman perkebunan yang utama adalah karet sedangkan untuk usaha peternakan adalah kambing.

Kondisi Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Peribadatan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas peribadatan yang terdapat di Kawasan KTM Lamunti antara lain langgar/masjid yang berada di kawasan KTM Lamunti sebanyak 15 unit, di kawasan Dadahup 7 unit dan yang sebar di kawasan desa setempat sebanyak 8 unit.

Fasilitas Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Kesehatan masyarakat meliputi 1 poliklinik, 3 Puskesmas, 25 Puskesmas Pembantu dan 7 poliklinik desa.

Fasilitas Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas pendidikan yang terdapat di KTM Lamunti tersebar disetiap kawasan dimana untuk fasilitas TK berjumlah 8 unit, Sekolah Dasar 30 unit, Sekolah Menengah Pertama berjumlah 2 unit dan Sekolah Menengah Umum 1 unit.

Fasilitas Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Fasilitas penunjang perekonomian yang terdapat di kawasan KTM Lamunti ini masih sangat minim sekali. Dengan demikian kegiatan penunjang perekonomian yang ada masih sederhana yang meliputi rumah makan sebanyak 30 unit, toko 30 unit serta Koperasi, KUD dan Non KUD sebanyak 31 unit.

RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN KTM LAMUNTI[sunting | sunting sumber]

Rencana Pengembangan Ruang[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan konsep struktur ruang, hierarkhi pusat pelayanan kegiatan fungsional di Kawasan Kota Terpadu Mandiri Lamunti, sebagai berikut:

  • Eks Lahan Nusagro yang berfungsi sebagai Pusat Pengembangan Ekonomi atau Pusat KTM.
  • UPT Lamunti B-3 (Desa Sri Widadi) di Kawasan Lamunti merupakan Pusat SKP 1.
  • UPT Lamunti C-3 (Desa Sari Makmur) di Kawasan Lamunti berfungsi sebagai Pusat SKP 2.
  • UPT Dadahup G-1 (Desa Menteng Raya) di Kawasan Dadahup berfungsi sebagai Pusat SKP 3.
  • Semua desa/kelurahan di luar akan berfungsi sebagai buriloka (hinterland) yang akan mendukung keberlangsungan pengembangan Kawasan KTM Lamunti.

Pengembangan permukiman di Kawasan KTM Lamunti diarahkan di sekitar SKP dan KTM/PPE. Kebutuhan untuk kawasan permukiman adalah 3.740.281 m2 atau sekitar 374 hektare yang akan didistribusikan di Pusat KTM dan sub-sub pusat di 3 SKP tersebut di atas.

Rencana Pengembangan Prasarana Pabrik Pengolahan[sunting | sunting sumber]

Kebutuhan pabrik pengolahan jagung pada tahun 2012 adalah 3 buah. Demikian halnya dengan peningkatan produksi karet perlu didukung pabrik pengolahan. Dengan melihat perkiraan produksi maka kebutuhan pabrik pengolahan karet pada tahun 2013 adalah 2 buah.

Rencana Pengembangan Prasarana Transportasi dan Gudang[sunting | sunting sumber]

  • Peningkatan jalan poros yang menghubungkan Kawasan KTM Lamunti dengan Ibu kota Kabupaten dan Propinsi.
  • Pembangunan dan Peningkatan jalan poros kecamatan/desa serta jalan usahatani. Pembangunan/peningkatan prasarana ini diupayakan agar distribusi keluar dan masuknya sarana produksi dan hasil produksi dari kawasan ini menjadi lancar.
  • Pembangunan Terminal angkutan barang dan bukan barang, dibangun di Pusat Pertumbuhan Ekonomi (PPE) dan Pusat-pusat SKP.
  • Gudang penyimpanan sarana produksi dan gudang penyimpanan hasil produksi, dibangun disetiap pusat SKP (SKP 1, 2 dan 3).
  • SPBU dibangun di Pusat Pertumbuhan Ekonomi(PPE) atau jika diperlukan disetiap kecamatan, untuk penyediaan BBM.

Rencana Pengembangan Prasarana dan Sarana Ekonomi[sunting | sunting sumber]

  • Untuk memberikan posisi tawar yang lebih baik bagi petani (bargaining position or bargaining power) diperlukan Terminal Agribisnis untuk memasarkan produksi pertanian dan turunannya dari Kawasan KTM Lamunti.
  • Pusat pelayanan dan pengadaan sarana produksi dan alsintan bagi Kawasan KTM Lamunti yang didukung oleh beberapa agen besar dan distributor sarana produksi pertanian atau peternakan.
  • Pusat pelayanan jasa keuangan dan perdagangan pertanian dan non pertanian yang didukung pasar sentral dan Bank Perkreditan,
  • Pabrik pengolahan produksi pertanian dan turunannya menjadi barang jadi dan setengah jadi yang bahan bakunya berasal dari Kawasan KTM Lamunti.

Rencana Pengembangan Pusat-pusat SKP[sunting | sunting sumber]

  • Sub-Terminal Agribisnis untuk menampung produksi pertanian dan turunannya dari masing-masing wilayah SKP.
  • Sub-pusat pelayanan dan pengadaan sarana produksi/alsintan bagi Kawasan KTM Lamunti dibagian selatan yang didukung toko sarana produksi pertanian atau peternakan.
  • Sub-pusat pelayanan jasa keuangan dan perdagangan pertanian dan non pertanian yang didukung pasar lokal dan Bank Unit Desa.

Rencana Pengembangan Prasarana Sanitasi Lingkungan[sunting | sunting sumber]

  • Pengalokasian areal lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
  • Pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) disetiap Sub-PPE (Pusat SKP)
  • Pembangunan instalasi pengolahan sampah organik dan non-organik
  • Penyuluhan sanitasi lingkungan.

Rencana Pengembangan Teknologi Budidaya Pertanian dan Pascapanen[sunting | sunting sumber]

Tanaman pangan (padi, jagung, kedelai dan kacang tanah):

  1. Perlu memperhatikan kadar air, sehingga kualitas yang dihasilkan sangat baik.
  2. Dilakukan upaya pengemasan dalam bentuk yang menarik dan mudah dibawa untuk konsumsi rumah tangga (kemasan 5 – 10 kg).

Tanaman Bawang Daun:

  1. Dilakukan penyuluhan cara-cara budidaya bawang daun agar produksi, ukuran (grade), agar mampu memberikan nilai tambah
  2. Untuk memperkuat posisi tawar penjualan dilakukan melalui lembaga tani, tidak dilakukan masing-masing petani dengan menerapkan sistem tebasan.

Rencana Pengembangan Agroindustri/Pascapanen[sunting | sunting sumber]

Pengembangan comoditas unggulan (karet, jagung dan ternak), perlu didukung oleh pabrikasi karet dan pakan ternak, Komoditas palawija memerlukan dukungan industri pengolahan menjadi produk olahan sehingga menarik untuk dipasarkan dengan orientasi eksport.

Rencana Pengembangan Prasarana dan Sarana Usaha[sunting | sunting sumber]

Sarana dan prasarana usaha yang perlu dikembangkan antara lain: pembangunan terminal agribisnis, pabrik dan emplasemen pengolahan kacang kedelai, prasarana pengolahan air bersih, dan seterusnya.

Rencana Kemitraan Usaha[sunting | sunting sumber]

Rencana kemitraan adalah tri partit yang terdiri dari petani yang diwadahi oleh koperasi sebagai lembaga ekonomi berbadan hukum, investor yaitu pengusaha yang memiliki modal, teknologi dan pasar, serta lembaga keuangan (perbankan) yang memiliki fasilitas kredit untuk pengembangan agribisnis, juga pemerintah sebagai pembina kerjasama kemitraan tersebut.

Rencana Pengembangan Kelembagaan Pengkajian dan Alih Teknologi[sunting | sunting sumber]

  • Balai Benih Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura
  • Balai Pelatihan dan Keterampilan
  • Lembaga Penelitian Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan.

Rencana Pengembangan Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Pengembangan dan Pemberdayaan Usaha Ekonomi[sunting | sunting sumber]

  • Pembinaan serta bantuan bagi kelompok tani

�* Melakukan pembinaan keterampilan bagi keluarga petani dalam menangani pascapanen produksi jagung, karet, bawang daun serta penanganan dan pengembangan usaha ternak kambing Lamunti.

  • Penyuluhan dan pelatihan manajemen pengelolaan Jagung, Karet, Bawang daun serta ternak Kambing.
  • Pembentukan Koperasi
  • Penguatan kelembagaan yang ada seperti KUBA, Lembaga Keuangan Mikro Kecil
  • Pembentukan Kelompok tani usaha Jagung, Karet, Bawang daun serta Ternak Kambing per sub Pusat
  • Membuka akses dan pengembangan kredit usaha menengah melalui penumbuhan lembaga keuangan dan koperasi.
  • Untuk menunjang tingkat perekonomian masyarakat perlu dilakukan upaya penyuluhan mengenai pentingnya memelihara saluran dan pintu-pintu air agar terjaga keutuhannya.
  • Membuka Akses dan pengembangan kredit usaha kecil menengah, melalui penumbuhan lembaga keuangan dan koperasi dengan stakeholder terkait.
  • Meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi pasar, pengetahuan dan tehnologi melalui pengembangan sistem informasi oleh semua pihak.

Pengembangan Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

  • Pembinaan dan Penyuluhan serta peningkatan pendidikan bagi keluarga dengan tingkat pendidikan rendah.
  • Membentuk kelompok Belajar Paket A, B dan C
  • Melakukan penyuluhan dan pembinaan keluarga berencana menuju keluarga yang harmonis dan sejahtera
  • Pelayanan kesehatan dengan menyiapkan sarana dan prasarananya seperti: pembangunan Puskesmas, Balai Pengobatan, pengadaan tenaga medis dan obat-obatan.
  • Pembinaan generasi muda dan penyuluhan bagi wanita untuk menunjang pembangunan di KTM Lamunti, melalui pembentukan Karang Taruna, penyuluhan keterampilan bagi wanita serta pengadaan sarana dan prasarana pendukung seperti keterampilan menjahit serta pengadaan mesin jahit.
  • Pendampingan dan advokasi untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan melalui pendidikan, pelatihan serta penyuluhan.

Pengembangan Mental Spiritual[sunting | sunting sumber]

  • Melakukan bimbingan dan pembinaan mental spiritual dengan dukungan sarana dan prasarana seperti: pembangunan masjid atau mushola, bantuan bimbingan dengan ulama, pengadaan buku agama, sound sistem pendukung sarana serta pengadaan alat penunjang peribadatan seperti sajadah, mukena dan sarung.
  • Mengadakan pembinaan seperti mengadakan pesantren kilat.

Pengembangan Kelembagaan Masyarakat Desa[sunting | sunting sumber]

  • Pembentukan kelompok-kelompok usaha per Satuan Kawasan Permukiman.
  • Pembentukan koperasi untuk menunjang kegiatan masyarakat.

Pembinaan dalam upaya memberi rasa keamanan masyarakat[sunting | sunting sumber]

  • Melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat dalam upaya menekan tingkat kriminalitas melalui pembinaan oleh Babinkamtibmas dan Babinsa.
  • Membantu masyarakat dalam upaya memberi rasa aman bagi lingkungan dengan pengadaan sarana dan prasarana keamanan seperti membangun pos-pos kamling dan dilengkapi oleh kentungan dan senter.
  • Menjaga ikatan kekeluargaan antar etnis budaya yang.
  • Memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan mitra kerja yang telah menanamkan asetnya di wilayah KTM Lamunti.
  • Membuat penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lahan gambut yang mudah terbakar.

Institusi Pengelola[sunting | sunting sumber]

KTM Lamunti merupakan kawasan transmigrasi usulan Bupati Kabupaten Kapuas yang dikembangkan menjadi KTM. Hal ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah. Program pembangunan KTM Lamunti meliputi beberapa pengembangan sektor, yaitu: pemukiman, transportasi, perekonomian (perdagangan dan jasa), pendidikan, kesehatan, peribadatan, pelayanan umum (perkantoran), kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan usaha di KTM Lamunti difokuskan pada beberapa komoditas unggulan yaitu komoditas unggulan karet, jagung, bawang daun dan ternak kambing. Pengembangan komoditas unggulan di kawasan ini perlu didukung oleh investasi fabrikasi pengolahan karet dan pabrik pakan ternak.

Dalam mengelola KTM, Bupati Kabupaten Kapuas mengeluarkan ketentuan hukum tentang Pembentukan Tim Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Kabupaten Kapuas, sekaligus bertindak sebagai Pembina yang dibantu oleh perangkat daerah, yang terdiri atas Wakil Bupati, Sekretariat Daerah, Dinas daerah, dan lembaga teknis daerah yang terkait dengan pengembangan kawasan KTM Lamunti. Letak kawasan KTM yang berada di daerah gambut maka pengelolaan kawasan harus sinkron dengan kebijakan dari pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden No.2 Tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Provinsi Kalimantan Tengah.

Catatan[sunting | sunting sumber]

2°21′13″S 114°15′38″E / 2.353580°S 114.260659°E / -2.353580; 114.260659