Koridor L-1 Trans Jogja
| Koridor L-1 Trans Jogja Terminal Jombor–Malioboro PP | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| L-1 | |||||
Bus MD8-E LE City Bus Karoseri New Armada | |||||
| Informasi umum | |||||
| Jenis layanan | Bus Raya Terpadu | ||||
| Daerah operasi | Kartamantul | ||||
| Pendahulu | EV-1 (Bandara Adisutjipto - Malioboro) EV-2 (Stadion Kridosono - Malioboro) EV-3 (Terminal Jombor - Malioboro) | ||||
| Operator saat ini | PT Anindya Mitra Internasional | ||||
| Lintas pelayanan | |||||
| Stasiun awal | Terminal Jombor | ||||
| Stasiun akhir | Halte Malioboro 3 | ||||
| Frekuensi perjalanan | – | ||||
| |||||
Koridor L-1 Trans Jogja adalah koridor Trans Jogja yang beroperasi sebagai angkutan berbasis bus listrik dengan jurusan Terminal Jombor sampai Malioboro. Armada yang digunakan pada koridor L-1 adalah dua buah bus bertipe MD8-E LE City Bus yang diproduksi oleh karoseri New Armada. Bus tersebut memiliki ciri khas corak berwarna ungu, dengan gambar Tugu Yogyakarta yang melambangkan Sumbu Filosofi, serta daun dan petir yang melambangkan energi terbarukan. Depo armada L-1 berada di Park and Ride Adisutjipto dan dioperatori oleh PT Anindya Mitra Internasional.
Koridor ini menjadi satu-satunya koridor yang berbasis bus listrik di Yogyakarta karena program menuju Kawasan Rendah Emisi baru dilaksanakan pada akhir 2024, dan diuji coba melayani umum pada Januari 2025. Uji coba berakhir pada 1 Januari 2026.
Latar belakang
[sunting | sunting sumber]Dinas Perhubungan DIY mengoperasikan bus listrik sebagai bagian dari upaya untuk memperkenalkan transportasi ramah lingkungan kepada masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan Trans Jogja agar lebih nyaman dan berkelanjutan.[1]
Pengoperasian bus listrik Trans Jogja juga merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas udara di Kota Yogyakarta, khususnya kawasan Sumbu Filosofi yang merupakan salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO. Selain itu, diharapkan dengan adanya bus listrik ini, dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil.
Keberlanjutan program ini akan terus dipantau dan dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung transportasi hijau di Yogyakarta.[1]
Pada tahun 2026, bus listrik ini direncanakan akan diserahkan kepada Anindya Mitra Internasional selaku operator Trans Jogja, melalui mekanisme penyertaan modal, guna memperkuat dan melengkapi layanan Trans Jogja.[1]
Uji coba hingga peresmian
[sunting | sunting sumber]
Proses pengadaan dua unit bus listrik untuk operasional Koridor EV-1 Trans Jogja diselesaikan pada 19 November 2024. Pengadaan tersebut dilakukan melalui e-Katalog. Pendanaan untuk pengadaan dan operasional uji coba bus listrik tersebut bersumber dari Dana Keistimewaan, sebuah dana transfer ke daerah (TKD) yang dialokasikan khusus bagi Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Pemerintah Pusat Republik Indonesia.
PT Mobil Anak Bangsa terpilih sebagai penyedia armada bus. Sedangkan PT Quinad Bahana Indonesia terpilih sebagai kontraktor pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL). SPKL yang dibangun di kawasan parkir dan angkutan Bandar Udara Adisutjipto, tersebut selesai dibangun pada 20 November 2024. Sebagai persiapan uji coba operasional, bimbingan teknis bagi kru bus dan pihak terkait dilaksanakan pada 18–19 November 2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pihak, diantaranya kru dan teknisi Trans Jogja, DAMRI, serta Anindya Mitra Internasional.[1]
Uji coba pertama bus listrik dilakukan di kawasan parkir dan angkutan Bandara Adisutjipto pada 20 November 2024. Kemudian, bus mulai diuji coba di jalan raya selama satu bulan untuk menguji kesiapan dan mengukur kapasitas operasionalnya. Setelah itu, rute dan waktu operasional bus listrik akan ditentukan berdasarkan hasil uji terhadap kapasitas dan daya tahan baterai tersebut.[1]
EV1
[sunting | sunting sumber]
Pada 20 Januari 2025, bus listrik memasuki tahap uji coba operasional berpenumpang. Pada tahap ini, bus listrik melayani rute yang sama dengan Trans Jogja Koridor 1A, tetapi hanya sampai Halte Bandara Adisutjipto. Rute tersebut melintasi titik-titik strategis yang ramai wisatawan, antara lain Bandara Adisutjipto, Plaza Ambarukmo, Malioboro, Stadion Kridosono, dan kembali lagi ke Bandara Adisutjipto.[2]
EV2
[sunting | sunting sumber]
Pada 1 Mei 2025, jalur EV-1 diubah menjadi jalur EV-2 karena mengalami perubahan rute. Titik keberangkatan yang semula berada di Bandara Adisutjipto kini dialihkan ke Stadion Kridosono. Pengisian daya baterai masih berada di SPKLU Bandara Adisutjipto, saat baterai mulai rendah, armada bus akan kembali ke SPKLU Bandara Adisutjipto untuk mengisi daya. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan menghindari tumpang tindih dengan jalur 1A.[3]Jarak tempuh bus dipotong setengah setelah perubahan rute, karena hanya melayani Kota Yogyakarta, khususnya kawasan Sumbu Filosofi.[4] Perubahan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY karena mereka ingin fokus melayani wisatawan yang ingin mencoba menaik bus listrik, bukan masyarakat lokal. Maka dari itu, perubahan rute yang awalnya melayani Bandara Adisutjipto – Malioboro, berubah menjadi Stadion Kridosono – Malioboro.[5]Jangkauan rute baru ini mencakup Stadion Kridosono, Malioboro, Ngabean, Stasiun Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, dan Mangkubumi. Jadwal operasional juga mengalami perubahan, dari semula pukul 08.00–14.30 menjadi 12.30–20.30, dengan penambahan durasi selama 1 jam 30 menit.[6] Opsi pembayaran juga diperluas. Jika sebelumnya hanya menerima pembayaran melalui uang elektronik (e-money), kini pengguna dapat membayar menggunakan Kartu Langganan Trans Jogja, yang mencakup Kartu Trans Jogja, Kartu Pelajar, Kartu Lansia, dan Kartu Penyandang Disabilitas, serta Kartu Multi Trip (KMT).[6]
Pada 7 Juni sampai 9 Juni 2025, jalur EV-2 kembali menjadi EV-1 mengikuti libur panjang Idul Adha. Jalur ini melayani dari Bandara Adisutjipto sampai Malioboro, cukup identik dengan rute EV-1 yang lama, tetapi bedanya tidak melewati Jalan Mangkubumi tetapi dialihkan untuk melewati Jalan Suroto menuju Stadion Kridosono. Jam operasional juga berubah menjadi pukul 05.30–11.30.[7] Keesokan harinya, jalur EV-2 kembali menjadi EV-1. Jam operasional berubah semula. Lalu terjadi perubahan rute yang semula dari Halte KHA Dahlan menuju Halte Ngabean, diubah menjadi lurus ke Halte Pasar Serangan.[8]
EV3
[sunting | sunting sumber]Pada 1 September, jalur EV-2 berganti menjadi EV-3 dengan perubahan jam operasional. Rute yang semula dari Stadion Kridosono ke selatan melalui Ngabean kini dialihkan, dimulai dari Terminal Jombor ke selatan hingga Malioboro. Waktu operasional juga berubah menjadi pukul 08.00 - 16.00 WIB.[9] Mulai 1 November hingga akhir masa uji coba, waktu operasional dibagi menjadi dua sesi, yakni operasi pagi dari pukul 05.30 sampai 13.00 dan operasi malam dari pukul 15.35 sampai 20.30.[10]
Peresmian dan intergrasi ke Trans Jogja
[sunting | sunting sumber]Tepat dengan 1 Januari 2026, koridor EV resmi terintergrasi ke layanann Trans Jogja dan nama koridor diubah menjadi L-1.
Reaksi
[sunting | sunting sumber]
Sejak uji coba dimulai, jumlah penumpang terus meningkat, mencapai sekitar 3.182 orang hingga 23 Februari, dengan rata-rata penumpang harian sebanyak 100 orang.[11]
Periodisasi nama koridor
[sunting | sunting sumber]Masa uji coba
[sunting | sunting sumber]- EV1: 20 Januari 2025–30 April 2025
Melayani dari Bandara Adisutjpto sampai Malioboro
- EV2: 1 Mei 2025–6 Juni 2025
Melayani dari Stadion Kridosono sampai Malioboro
- EV1: 7 Juni 2025 –9 Juni 2025
Perubahan ini dilakukan untuk mengikuti libur panjang Idul Adha. Melayani dari Bandara Adisutjpto sampai Malioboro[7]
- EV2: 10 Juni 2025–31 Agustus 2025
Melayani dari Stadion Kridosono sampai Malioboro
- EV3: 1 September 2025–31 Desember 2025
Melayani dari Terminal Jombor sampai Malioboro[9]
Layanan resmi
[sunting | sunting sumber]- L-1: 1 Januari 2026–sekarang
Melayani dari Terminal Jombor sampai Malioboro
Layanan
[sunting | sunting sumber]Koridor L-1 Trans Jogja beroperasi operasi dari jam 05.30 hingga 20.30.
Halte yang disinggahi
[sunting | sunting sumber]Jalur L-1 melewati 31 pemberhentian bus, dengan 8 di antaranya merupakan pemberhentian transit, tempat pengguna dapat berpindah dari jalur L-1 ke jalur lainnya.[9]
| Nomor | Nama halte | Jenis Halte | Transit Trans Jogja | Transit Kereta Api | Objek |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Terminal Jombor | Halte Transit | 2A 2B 5A 5B 8 9 | - | Terminal Jombor |
| 2 | Indogrosir | Halte Portabel | - | - | - |
| 3 | Jogja City Mall | Halte Portabel | - | - | - |
| 4 | Atakrib | Halte Portabel | - | - | - |
| 5 | TVRI | Halte Portabel | - | - | - |
| 6 | Karangwaru | Halte Portabel | - | - | - |
| 7 | Hotel Utara | Halte Portabel | - | - | - |
| 8 | Pasar Kranggan Selatan | Halte Portabel | - | - | Pasar Kranggan dan Tugu Yogyakarta |
| 9 | Mangkubumi 1 | Halte Transit | 1A 2A 8 | - | Tugu Yogyakarta |
| 10 | Mangkubumi 2 | Halte Portabel | - | - | - |
| 11 | Eks Menara Kopi (Abu Bakar Ali) | Halte Portabel | - | - | Taman Parkir Abu Bakar Ali dan Kolese Santo Ignatius |
| 12 | Kridosono | Halte Transit | 1A 2A 2B 3A 4A 4B 5A 5B 8 10 11 13 | Stasiun Lempuyangan (YJS) | Stadion Kridosono |
| 13 | Eks Menara Kopi (Gereja Kotabaru) | Halte Portabel | - | - | Taman Parkir Abu Bakar Ali dan Kolese Santo Ignatius |
| 14 | Malioboro 1 | Halte Transit | 1A 2A 3A 6 8 10 13 15 | Stasiun Yogyakarta | Grand Inna Malioboro |
| 15 | Malioboro 2 | Halte Transit | 1A 2A 3A 6 8 10 13 15 | - | Malioboro |
| 16 | Malioboro 3 | Halte Transit | 1A 2A 3A 6 8 10 13 15 | - | Gedung Agung, Museum Benteng Vredeburg, Titik Nol, dan Pasar Beringharjo |
| 17 | Bhayangkara | Halte Portabel | - | - | - |
| 18 | Pasar Pathuk | Halte Portabel | - | - | - |
| 19 | Sosrowijayan | Halte Portabel | - | ||
| 20 | Stasiun Yogyakarta | Halte Portabel | - | Stasiun Yogyakarta | Stasiun Yogyakarta (pintu selatan) |
| 21 | Jlagran | Halte Portabel | - | - | - |
| 22 | Badran | Halte Portabel | - | - | - |
| 23 | SMPN 14 | Halte Transit | 2B 3B 8 9 11 | - | Samsat Kota Yogyakarta dan SMP Negeri 12 Yogyakarta |
| 24 | Hotel Utara | Halte Portabel | - | - | |
| 25 | Kricak | Halte Portabel | - | - | - |
| 26 | Karangwaru | Halte Portabel | - | - | - |
| 27 | TVRI | Halte Portabel | - | - | - |
| 28 | Daytrans | Halte Portabel | - | - | - |
| 29 | Jogja City Mall | Halte Portabel | - | - | - |
| 30 | MMTC Yogyakarta | Halte Portabel | - | - | - |
| 31 | Terminal Jombor | Halte Transit | 2A 2B 5A 5B 8 9 | - | Terminal Jombor |
Deskripsi Armada
[sunting | sunting sumber]| No. lambung | Jumlah armada | Sasis | Karoseri | Warna | Koridor | Tahun beroperasi | Foto | Depo |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| EV-01
EV-02 |
2 | MD8-E LE City Bus | New Armada | Ungu | L-1 | 2025–sekarang | Park and Ride Bandara Adisujipto, dikelola oleh PT Anindya Mitra Internasional. |
Armada dilengkapi dengan AC, soket pengisi daya, kotak P3K, serta 18 tempat duduk dan ruang untuk 10 penumpang berdiri.
Tarif
[sunting | sunting sumber]Transaksi dapat dilakukan menggunakan kartu langganan Trans Jogja (Trans Jogja Regular Card, Trans Jogja Student Card, Trans Jogja Disabled Card, dan Trans Jogja Senior Card), Kartu Multi Trip (KMT), serta Kartu Uang Elektronik (KUE) seperti Mandiri e-money, BNI TapCash, BRIZZI, dan BCA Flazz. Saat ini, bus listrik Trans Jogja belum mendukung metode pembayaran tunai maupun dompet elektronik seperti GoPay, Astrapay, LinkAja, dan QRIS.[3]
Galeri
[sunting | sunting sumber]
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik yang berada di kawasan parkir dan angkutan Bandara Adisutjipto.- Interior kursi depan bis listrik
- interior kursi belakang bis listrik
- Bus Listrik Trans Jogja Koridor EV-2
- Pramudi bus listrik
- Pramugara Bus Listrik
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 Hanif Suryo, 22 November 2024. "DIY Memulai Uji Coba Bus Listrik, Dorong Transformasi Transportasi Ramah Lingkungan". Tribun News Jogja. Diakses tanggal 28 April 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ Wisang Seto Pangaribowo, Sari Hardiyanto (20 Januari 2025). "Uji Coba Bus Listrik Trans Jogja 2025, Rute, dan Kapasitasnya..." Kompas Yogyakarta. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
- 1 2 Selma Aulia, Aditya Maulana (01 Mei 2025). "Mulai 1 Mei 2025, Rute dan Jadwal Bus Listrik Trans Jogja Berubah". Otomatif Kompas. Diakses tanggal 01 Mei 2025.
- ↑ Selma Aulia, Aditya Maulana (01 Mei 2025). "Mulai 1 Mei 2025, Rute dan Jadwal Bus Listrik Trans Jogja Berubah". Otomatif Kompas. Diakses tanggal 01 Mei 2025.
- ↑ "Per 1 Mei 2025, Bus Listrik Yogyakarta Fokus Layani Wisatawan". Medcom Otomatif. 24 April 2025. Diakses tanggal 24 Mei 2025.
- 1 2 Selma Aulia, Anzwar Ferdian (27 April 2025). "Perubahan Rute dan Jadwal, Ini Info Terbaru Bus Listrik Trans Jogja". Kompas Otomatif. Diakses tanggal 24 Mei 2025.
- 1 2 Dinas Perhubungan DIY (5 Juni 2025). "Libur Idul Adha 1446 H di Jogja Makin Nyaman✨". Twitter. Diakses tanggal 06 Juni 2025.
- ↑ Transport for Yogyakarta (03 Juli 2025). "Mulai 7 Juli 2025 terdapat perubahan arah rute uji coba operasional Bus Listrik jalur EV2. Yuk disimak perubahan arah rutenya!". Twitter. Diakses tanggal 07 Juli 2025.
- 1 2 3 (1) Transport for Yogyakarta (@TfYogyakarta) / X
- ↑ (7) Transport for Yogyakarta on X: "Perubahan Jam & Pola Operasional Bus Listrik Jalur EV3! Mulai 1 November 2025 bus listrik beroperasi pagi-malam dan semua perjalanan berakhir di Terminal Jombor. Tarif masih Rp.0,- cukup tap kartu elektronik/kartu langganan Trans Jogja. Ayo naik transportasi umum! https://t.co/qJNhK6jD0l" / X
- ↑ R.Hanif Suryo Nugroho, Muhammad Fatoni (24 Febuari 2025). "Antusiasme Tinggi, Penumpang Bus Listrik Trans Jogja Capai 3.182 Orang dalam Sebulan". Tribun News Jogja. Diakses tanggal 31 Mei 2025.

