Lompat ke isi

Kopiah Mas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kopiah Mas merupakan penutup kepala yang dipakai oleh mempelai pria dalam adat Lampung. Kopiah Mas muncul sebagai bagian penting dalam busana adat masyarakat Lampung, khususnya dalam tradisi Pepadun. Adanya atribut ini memiliki makna yang setara dengan siger, yaitu menjadi hiasan kepala bagi mempelai wanita. Kedua atribut ini mencerminkan kehormatan serta identitas budaya masyarakat Lampung. Sebagai bagian dari busana pengantin, Kopiah Mas menjadi penanda kedudukan seorang laki-laki dalam upacara pernikahan. Pemakaiannya melengkapi pakaian adat lainnya, sehingga mempelai pria tampak gagah dan berwibawa.

Bahan dari Kopiah Mas

[sunting | sunting sumber]

Kopiah Mas terbuat dari logam kuningan, bentuknya bulat menjulang ke atas dengan ujung-ujung runcing, sehingga tampak anggun sekaligus tegas ketika dikenakan. Ada hiasan tambahan di bagian depan berupa ornamen memanjang ke atas sebagai puncak dekoratif. Dalam pembuatannya, Kopiah Mas dibuat dan didesain dengan motif-motif seperti bunga, sulur daun, pucuk rebung, biji-bijian, dan bahkan permata di bagian depan. Desain ini mencerminkan nilai estetika dan simbolik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat adat.

Kegunaan Kopiah Mas

[sunting | sunting sumber]

Penggunaan Kopiah Mas tidak terbatas pada pernikahan saja. Dalam kehidupan adat, aksesoris ini juga biasa dikenakan oleh para pemuda dalam berbagai ritual seperti saat menampilkan tarian tradisional di balai adat. Hal ini membuat Kopiah Mas tetap relevan dalam kegiatan budaya yang bersifat komunal. Keberadaannya mengingatkan generasi muda akan pentingnya melestarikan warisan budaya yang kaya arti dan nilai luhur.

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Suyatno dan Rinezia, P.L. (2021). Analisis Makna Simbolik Pada Pakaian Pengantin Adat Lampung Pepadun. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya. 3(3): 274-281.