Kontaminasi Kapitalis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kontaminasi Kapitalis
Kontaminasi Kapitalis (foto dokumen oleh Disasterhead).png
Kontaminasi Kapitalis dalam salah satu aksinya di panggung bawah tanah, Bandung.
Latar belakang
AsalBandung, Indonesia
GenreHardcore, Punk, Digital hardcore
Tahun aktifAkhir 1990'an–2000'an
Artis terkaitRuntah, Apokalips.
Mantan anggotaPamudji Slamet alias Pam alias An honest liar alias Pam Runtah
Dadan Ruskandar alias Dadan Ketu
Adalah Pam alias Pamudji Slamet, vokalis punk kelompok musik bernama Runtah yang menjadikan Kontaminasi Kapitalis sebagai salah satu kelompok musik di ranah bawah tanah Bandung ini. Pam, sempat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung sebelum akhirnya memilih jalannya kemandiriannya sendiri (foto dokumen oleh Untukmu Generasiku) [note 1]

Kontaminasi Kapitalis adalah kelompok musik anarko-punk anti-kapitalisme asal Bandung, Tatar Pasundan, yang digawangi oleh Pamudji Slamet serta Dadan Ruskandar yang pernah eksis pada akhir 90-an dan dekade millenium baru di 2000-an.[2][3][4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kini, Dadan Ruskandar, merupakan salah satu tulang-punggung di balik keberhasilan kelompok Burgerkill serta sukses dengan wirausaha label rekaman, distro, dan usaha intensifikasi dagangnya di ranah musik komunitas atas nama bendera Riotic yang dirintisnya jauh hari sebelum bersama Kontaminasi Kapitalis

Kelompok ini terbentuk karena kejenuhan para personil Kontaminasi Kapitalis mengenai aktivitas dan ritual subkultur di Bandung yang mereka anggap sekadar bermain musik tanpa misi yang jelas, berteriak di panggung tanpa aksi yang berjarak dengan realitas pesan yang mereka wacanakan. Mereka memilih penamaan kelompok ini dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, untuk lebih dapat dimengerti, dan tawaran penyadaran tentang hegemoni kapitalisme, selain nama bahasa yang mereka anggap keren.

Pam, mengutarakan ikhtiar dakwahnya melalui Kontaminasi Kapitalis sebagai, "Intinya saya ingin punya band yang personilnya ngerti apa tujuan bikin band punk, tidak cuman ngejar manggung saja atau cuman pengen cepat terkenal. Katanya kan punk benci sama rockstar, tetapi kalau seperti tadi gitu, apa bedanya dengan rockstar?! Cuma skalanya yang lebih kecil saja. Kalau nama Kontaminasi Kapitalis itu ya untuk mengingatkan bahwa semua hidup kita saat ini sudah tercemari oleh ide-ide kapitalis. Tapi ya kita memang tidak bisa menghilangkan sistem itu begitu saja, yang kita bisa hanya meminimalkan ketergantungan kita pada sistem tersebut. Soalnya ya kita kan masih hidup dalam sistem tersebut seperti contohnya kita masih menggunakan uang. Tapi ingat juga, bahwa uang bukan tujuan akhir, melainkan salah satu alat pencapai tujuan." [3] Tambah, Dadan Ruskandar, "Awal dari semuanya adalah ketidakpuasan dengan yang terjadi disekitar saya." [3]

Kontaminasi Kapitalis banyak mengulas dan berbicara mengenai konsep anarkisme dan memandang perlunya peran aksi warga negara biasa untuk menyadarkan rakyat Indonesia tentang munculnya fasisme, diskriminasi rasial dan ancaman kapitalis birokrat yang akan menghancurkan bangsa. Mereka memandang bahwa, "Penindasan, kehancuran umat manusia yang nggak akan pernah hilang selama kapitalisme berkuasa. Kalau dibilang bahwa ini semua untuk mencapai mimpi, ya bisa dibilang begitu. Kita semua kan harus berusaha meraih mimpi kita, seabsurd apapun kedengarannya."[3] Menurut Pam, "Benar semua apa yang anda sebutkan tadi, dan ditambahkan bentuk penindasan yang lainnya. Mengenai mimpi itu, ya itu memang mimpi kami juga karena kami ingin menyadarkan bangsa ini tentang semua itu. Dadan menambahkan, "Di negara sialan ini, segalanya lepas kontrol, segi apapun juga, negara, pemerintah, TNI, masyarakat dan bahkan juga diri kita sendiri juga terlepas dari kontrol kehidupan. Apakah kita semua seakan-akan bermimpi bahwa dengan banyak materi kita akan bahagia? Kalau saya, saya bermimpi menyadarkan massa, tetapi bukan seluruh rakyat Indonesia, ya setidaknya orang-orang yang dekat dengan saya."

Kontaminasi Kapitalis dengan misi idealnya dilandasi kecintaan pada segela bentuk kehidupan dimana sebagian ada yang menganggap idealisme ini adalah penderitaan dan menegasikan bentuk kebahagiaan materialisme dunia. Atas ini jawaban mereka adalah bahwa mereka tidak merasa sengsara karena revolusi adalah seni dan seni adalah bersenang-senang. Pam, menjabarkan bahwa pernyataan tersebut merupakan kenyataan orang di sekitar, "Mencintai kehidupan di alam ini malah disebut sebagai penderitaan. Kalau orang-orang di dunia ini sudah bisa saling mencintai antara manusia dengan manusia, manusia dengan hewan dan manusia dengan lingkungan alamnya, justru tidak akan ada lagi apa yang namanya penderitaan." [3]

Pemikiran Kontaminasi Kapitalis yang dilandasi salah satunya oleh anarkisme dengan konsep diskursus seperti Tolstoy, Bakunin, Gandhi, dan wacana besar lainnya yang berbeda dengan kondisi sosial dan kultur di indonesia menurut mereka memang terdapat perbedaan seperti halnya pendekatan yang dilakukan pada masyarakat, langkah-langkah yang ditempuh. Menurut Pam, "Saya menggabungkan berbagai ide yang saya anggap cocok. Seperti contohnya ide-idenya Lenin yang jelas-jelas bukan Anarkis. Saya juga tidak mengharamkan sama sekali penggunaan kekerasan. Nggak seperti kata Gandhi, tetapi dengan satu syarat yaitu asalkan hal itu dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan. Oh ya, saya pikir jarang sekali terjadi paham anarkis digabungkan dengan paham leftist-nya Lenin. Karena saya punya pandangan sendiri tentang anarkis setelah disesuaikan dengan kondisi alam, geografi, pemerintahan dan keadaan masyarakat disini. Saya juga belajar dari semua yang ada, tidak hanya dari sisi Anarkis itu sendiri." Sedangkan menurut Dadan, "Saya kira bentuk-bentuk Anarkisme di tiap negara akan berbeda-beda aplikasinya. Akan hadir ide-ide baru, bukankah Anarkisme mengajarkan kepada kita untuk membebaskan diri dari pikiran-pikiran tertutup?!" [3]

Ivan Firmansyah (lahir di Bandung, 19 April 1978 – meninggal di Bandung, 27 Juli 2006 pada umur 28 tahun) alias Ivan Scumbag merupakan vokalis utama dari Burgerkill dimulai era karya rintisan hingga album Beyond coma and despair yang dirilis Revolt! Records. Album perdana mereka Dua Sisi awal kali dirilis oleh label rekaman kecil milik Dadan, Riotic Records, sebelum akhirnya dirilis ulang oleh perusahaan multinasional Sony Music Indonesia. Kini Burgerkill berkembang pesat, dari helaran skala bawah tanah mereka menerobos panggung internasional seperti Wacken dan Bloodstock Festival, Dadan merupakan salah satu manajer yang bertanggungjawab terhadap keberhasilan Burgerkill tersebut, termasuk menyabet penghargaan Metal As Fuck dari media massa Inggris bernama Metal Hammer menyingkirkan garda punk feminis Pussy Riot dan mantan bassis Metallica, Jason Newsted. Peran Dadan setara dengan Rudolf Dethu membawa Superman Is Dead dari Tanah Bali ke pentas komunitas lokal dan global [5][6][7]

Kelompok Kontaminasi Kapitalis menawarkan kiat konsep penyadaran menyangkut gerakan luas yang berkesinambungan menuju kehidupan yang lebih baik dan memandang bahwasanya, "Melihat kondisi masyarakat disini yang sudah tercemari otaknya oleh propaganda pemerintah, perlu penyadaran dulu dan kalau mereka sudah sadar, tidak akan sulit untuk ke arah yang lebih maju lagi atau apa yang oleh anda sebut sebagai gerakan luas yang berkesinambungan." [3] Dadan sendiri menyatakan masih dalam tahap belajar dan belum menyanggupi gerakan yang lebih luas sebagai pengejawantahan ide kelompok mereka. Tetapi menurut mereka pemberian pendidikan massa dengan secara langsung bergabung dengan kaum-kaum yang langsung tertindas, seperti contohnya kaum buruh. Berdemonstrasi bila memang saat itu dirasa perlu. Turun langsung ke basis-basis massa yang dianggap perlu.

Menyikapi misinformasi mengenai anarkisme dengan konotasi negatif melalui diseminasi media massa mereka menyatakan, "Ya jelas aja media massa bilang begitu. Lihat saja, apa sih kepentingan media massa itu sebenarnya? Apalagi media massa resmi milik pemerintah. Lihat juga siapa sih sebenarnya yang ada dibalik semua media massa tersebut? Makanya ya jelas aja Anarkisme didiskreditkan. Tapi kita nggak nangkis pemberitaan seperti itu secara langsung, tetapi memberikan sedikit demi sedikit pengertian kepada masyarakat mengenai apa Anarkisme itu sebenarnya. Untuk itu memang untuk kalangan tertentu saja dulu, selebihnya kami melakukannya secara perlahan dan berkala karena kami melihat kondisi masyarakat disini yang belum bisa menerima semua itu secara terbuka. Proses sebuah revolusi membutuhkan waktu yang tidak pasti lamanya." [3]

Menurut mereka anarkisme tidak menentang agama atau sistem ke Tuhan-an. Anarkis menentang agama saat agama hanya dijadikan sebagai alasan, sebagai kedok pengilusi massa untuk melindungi kepentingan penguasa, bukan lagi dijadikan pegangan hidup yang baik. Seperti contohnya saat ini, agama dijadikan alat pemecah antar umat manusia. "Contoh perang Ambon, yang sebenarnya merupakan kerusuhan antara rakyat lawan penguasa militer lalu oleh beberapa kapitalis berkedok agama, dibilang bahwa kerusuhan Ambon adalah perang agama. Jadi rakyat lalu perang sendiri dengan rakyat lagi, sementara militer sih damai-damai aja jadinya. Tergantung pandangan dan pikiran orang yang mengembangkan konsep tersebut, karena mau percaya kepada Tuhan atau tidak itu tidak masalah selama kita masih bisa saling menghargai dan tidak mengganggu keyakinan orang lain." [3]

Menurut Dadan banyak sekali benturan-benturan kultural dan religi terutama di negara yang agamanya kuat seperti negara-negara Asia. Tapi toh terutama Bandung. Termasuk menurutnya, ia sedang mencoba menggabungkan kedua konsep itu yang ternyata banyak persamaannya. Sekalipun ada perbedaan, itu bukanlah berarti suatu perpecahan.

"Anarkisme itu konsepnya sudah ditawarkan, dirancang sedemikian rupa, dan ini juga adalah analisis untuk menentang dan menghancurkan sistem kapitalisme. Kalau kamu belajar lebih jauh soal itu, kamu akan lihat sendiri. Tapi ya itu, seandainya ada kesalahan pun, sekarang kan belum terbukti. Yang jelas terbukti salahkan sistem kapitalisme. Jadi ya, serang aja dulu sistem kapitalismenya, baru nanti kita bisa lihat apa ada kesalahan dalam sistem anarkis. Kalau belum pernah berhasil secara mutlak, ya gimana kita bisa tahu kalau ada kesalahan. Ya kan?! [3]

Kontaminasi Kapitalis tidak gentar dilabeli pemberontak atau subversif oleh pihak berwenang, "Apapun tindakan kita pasti ada risikonya kan?! Tinggal kita tentukan apa yang akan kita lakukan untuk mengisi hidup kita, mau gini-gini terus atau mau berusaha mengubah keadaan?!" [3] Menurut mereka orang yang cuma jalan-jalan saja bisa mati karena jatuh kesandung. Semua tindakan pasti ada risikonya. Untuk masalah tertangkap atau tidak lalu mati, itu urusan nanti karena mereka sendiri juga sudah mempertimbangkan risikonya sebelum turun ke dalam semua ini. "Yang penting kan kita memperjuangkan sesuatu yang kita percayai, berguna, baik untuk kita sendiri maupun orang lain. Apakah ada yang siap masuk penjara? Kita nggak pernah tahu." [3]

Cita-cita Kontaminasi Kapitalis sederhana dan mulia, "Kehidupan seperti di surga yang banyak diceritakan di kitab-kitab suci. Kebebasan tanpa penindasan. Yang damai tidak ada kekerasan." [3]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

  • Kontaminasi Kapitalis - 01 - Cabut Dwifungsi ABRI - demo
  • Kontaminasi Kapitalis - 02 - Hak Perempuan - demo
  • Kontaminasi Kapitalis - 03 - Join In Channel - demo

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Untukmu Generasiku - Rekam Gambar Punk di Indonesia adalah proyek buku yang digagas sebagai sebuah retrospeksi, pengarsipan dan pendokumentasian atas subkultur punk yang berkembang di Indonesia. Buku ini dibagi menjadi 2 bagian: Dokumentasi Foto dan Dokumentasi Gambar. Pada bagian pertama akan ditampilkan rekam fotografi dari berbagai macam segi meliputi foto diri maupun berkelompok, foto gigs (suasana venue, stage, penonton), aktivitas, tato, peristiwa, foto berita yang termuat di media massa dan lain sebagainya. Koleksi gambar pada bagian kedua memuat gambar-gambar non-fotografi seperti poster, flyer, logo, sampul album rekaman, tiket, ilustrasi, desain merchandise dan gambar sejenis lainnya. Proyek buku ini diprakarsai oleh Wok The Rock (Realino Records, Yes No Wave Music), selaku editor bekerjasama dengan Else Press, sebuah penerbit buku mandiri dari Bandung. Proses pengumpulan data dilakukan secara online dan offline dan bersifat terbuka melalui bank data yang dikoordinasi di masing-masing kota. Pengumpulan data bisa dikirimkan langsung ke posko bank data, pos, e-mail dan blog. Dikarenakan jumlah halaman yang terbatas (208 halaman), maka dari data yang terkumpul akan disaring. Untuk itu pada tiap bagian dibagi lagi secara periodik. Periode awal pada bagian pertama adalah kurun waktu 80-an/90-an hingga tahun 2000, kemudian 2001 hingga 2010. Spesifikasi desain dan cetak buku ini merujuk pada majalah Maximumrocknroll yaitu warna hitam-putih dengan kertas koran (bulky) dan berukuran 21 x 29,7 cm. Hasil penjualan buku ini nantinya digunakan untuk membuat sebuah lembaga pengarsipan yang rencananya saat ini dinamai PAPI (Pusat Arsip Punk Indonesia). Lembaga ini bersifat kolektif dan non-profit. Proyek ini nantinya tidak hanya mengarsipkan secara visual namun juga akan mengumpulkan data teks (esai, review, kritik, lirik lagu, slogan, dll)[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Wok The Rock (Realino Records, Yes No Wave Music), selaku editor bekerjasama dengan Else Press, Bandung (November 24, 2010). "Untukmu generasiku - Proyek buku arsip Punk Indonesia". PAPI (Pusat Arsip Punk Indonesia). Diakses tanggal 1 September 2015. 
  2. ^ Kontributor Last.FM. "Profil Kontaminasi Kapitalis". Last.FM. Diakses tanggal 1 September 2015. 
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n "Wawancara Kontaminasi Kapitalis". Kemerdekaan Zine. 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Sep 2015 08:31:43 UTC. Diakses tanggal 1 September 2015. 
  4. ^ Ahmad Yunus. "Komunitas Punk Bandung - Dari gaya hidup, musik, hingga pergulatan politik". Majalah Pantau (2002, diarsipkan Reporter Sans Frontier 9 Oktober 2006). Diakses tanggal 2 September 2015. 
  5. ^ Dom Lawson (22 April 2015). "Why playing Burgerkill is big deal for Bloodstock Festival". Teamrock.com. Diakses tanggal 22 September 2015. 
  6. ^ wookubus (Juni 17, 2013 - 3:42PM). "Winners Announced For Metal Hammer's 2013 'Golden Gods Awards'". theprp.com. Diakses tanggal 22 September 2015. 
  7. ^ "Burgerkill Menang Metal Hammer Award di London, Inggris". Rolling Stone Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Juni 2013.