Konsep Karnus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Definisi Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

Konsep Karnus adalah suatu metodologi dasar untuk mempelajari dan mengembalikan cara kerja tubuh manusia berdasarkan algoritma Sang Pencipta mulai dari aktivitas tingkat sel sampai aktivitas tubuh manusia serta hubungannya dengan alam semesta.

Overview Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

Konsep Karnus memiliki perspektif baru mengenai cara penyelesaian terhadap berbagai permasalahan kehidupan yang berkaitan dengan sistem tubuh manusia dan interaksinya dengan makhluk hidup lainnya beserta lingkungan, dimana solusi yang diberikan mengacu pada sistem-sistem yang ada pada tubuh manusia sesuai dengan yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta.

Misalnya adalah mengetahui cara kerja organ tubuh seperti lambung, pankreas, jantung, paru dan sebagainya, mengetahui pengaruh penetralan asam lambung terhadap kinerja organ lambung dan munculnya penyakit degeneratif, mengetahui cara mikroorganisme seperti virus atau bakteri tertentu yang masuk ke dalam tubuh manusia dan pengaruhnya terhadap fungsi kesehatan manusia, mengetahui pengaruh dari suatu zat gizi atau zat bioaktif tertentu dari suatu bahan pangan terhadap berbagai reaksi metabolisme di dalam tubuh manusia, dan lain sebagainya.

Gangguan lambung bisa menyebabkan penyakit berbahaya lainnya

Konsep Karnus tidak melakukan tindakan yang bersifat manipulatif (berlawanan dengan algoritma dari Sang Pencipta), tetapi melakukan tindakan yang sesuai dengan skema yang memang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Skema yang diberikan Allah SWT adalah berbagai sistem metabolisme tubuh yang menunjang kesehatan manusia seperti sistem pencernaan, sistem transportasi, sistem pertahanan tubuh, regenerasi sel yang berfungsi menjaga organ tubuh tetap sehat, sistem pernafasan, perpindahan massa dan energi, dan lain-lain.


Misalnya adalah dengan tidak melakukan penetralan asam lambung saat lambung mengalami radang atau luka tetapi solusi yang disarankan adalah dengan cara merekonstruksi bagian lambung yang mengalami radang atau luka tersebut dengan nutrisi yang tepat tanpa mengganggu fungsi dari asam lambung itu sendiri. Tindakan menetralkan asam lambung berarti telah merekayasa dan mengganggu fungsi kerja lambung sebagai bioreactor dalam memecah makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Apabila tindakan tersebut dilakukan dalam jangka panjang maka tubuh akan mengalami kekurangan nutrisi dan terjadi kematian sel secara massal.

Bidang Penerapan Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

Konsep Karnus dapat diterapkan pada berbagai bidang kehidupan seperti bidang kesehatan, kecantikan, industri pertanian dan peternakan, lingkungan hidup dan lain-lain.

  • Bidang kesehatan yaitu untuk pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif dan pertumbuhan sel abnormal
  • Bidang kecantikan misalnya pada kasus pemberian pemutih kulit dan tabir surya pada kosmetik yang berpengaruh terhadap kesehatan wanita
  • Bidang industri pertanian dan peternakan misalnya pengaruh pemberian antibiotik dan growth promotor terhadap hasil pertanian dan peternakan, yang akibatnya juga pada manusia sebagai konsumen produk pertanian dan peternakan tersebut.
  • Bidang lingkungan hidup misalnya pengaruh berbagai polusi (paparan radikal bebas, logam berat dan lain-lain) terhadap kesehatan manusia

Founder Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

Founder Konsep Karnus

Konsep Karnus ditemukan oleh Iwan Benny Purwowidodo, STP pada tahun 2017. Konsep Karnus ini lahir dari pemikiran panjang beliau mengenai fenomena kualitas kesehatan manusia yang secara global semakin turun dan pemikiran sebagian besar masyarakat yang menyatakan bahwa penyakit degeneratif sulit untuk disembuhkan. Iwan Benny Purwowidodo, STP mengawali hipotesa ini dari dua buah hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa:

"Sumber segala penyakit berawal dari pencernaan yang buruk"

dan

"Jika Allah SWT menurunkan penyakit maka juga menurunkan penawarnya (obatnya)"

Menurut Konsep Karnus, yang dimaksud dengan pencernaan yang buruk itu adalah Lambung yang buruk

Sejarah Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

Konsep Karnus lahir dari rasa keingintahuan Iwan Benny Purwowidodo, STP pada semua rangkaian proses pengobatan penyakit degeneratif dan pertumbuhan sel abnormal yang dilakukan oleh para praktisi kesehatan selama ini. Puncak rasa keingintahuan beliau muncul setelah peristiwa yang merenggut nyawa Ibunda tercintanya dari sakit kanker rahim, padahal semua SOP pengobatan yang melibatkan para ahli kesehatan dan alat-alat yang canggih sudah dilaksanakan semua.

Meskipun sudah dilakukan dengan berbagai metode pengobatan yang di anggap canggih dan modern, tapi mengapa hasilnya masih kurang memuaskan?


Berikut adalah tahapan perkembangan Konsep Karnus sejak tahun 2004 sampai 2019:

Tahun 2004

Riset teknologi produksi kolagen tulang sapi skala industri, dengan invensi percepatan reaksi hidrolisis molekul kolagen triple helix dari ukuran 3.000.000 dalton menjadi 1.000 – 3.000 dalton secara langsung dan non enzimatik dalam waktu 4 jam.

Tahun 2006

  • Mengimplementasikan hasil riset proses produksi kolagen tulang sapi skala laboratorium menjadi skala industri, dimana alur proses produksinya berbeda dengan proses produksi kolagen di negara lain. Proses produksi meliputi 7 tahap yaitu degreasing, demineralisation, Partial hydrolysis, molecular purification with ion exchange, evaporation, sterilization, drying & packing.
  • Pabrik kolagen tulang sapi ini menjadi pabrik kolagen pertama di Indonesia dan masih satu-satunya di Asia Tenggara.
  • Riset pembuatan pakan ternak organik berbasis single cell protein menggunakan bahan baku rendah protein yang melimpah di Indonesia (singkong dan limbah inti sawit) untuk unggas dan ruminansia.
  • Riset ekstraksi minyak dan lemak dari lemak nabati (castor oil) dan lemak hewati (lemak sapi dan kambing) sebagai bahan bakar mesin (biodiesel)

Tahun 2007

  • Riset dan penerapan peternakan ayam pedaging tanpa vaksin, antibiotik, dan growth promotor.
  • Riset teknologi trans esterifikasi dari crude palm oil, minyak jelantah, lemak hewani menjadi biodiesel secara cepat tanpa menggunakan sentrifugasi.
  • Aplikasi 100% biodiesel hasil teknologi trans esterifikasi tanpa sentrifugasi pada kendaraan diesel selama satu tahun.
  • Riset penerapan molecular sieving alkohol hasil fermentasi serealia (sorghum) dari kadar 70% menjadi 95% menggunakan modified collagen

Tahun 2011

Riset pengaruh konsumsi kolagen murni terhadap pasien penderita penyakit degeneratif (penyakit osteoporosis, osteoarthritis, diabetes), pasien patah tulang, dan lain-lain.

Tahun 2014

  • Riset formulasi beberapa produk pangan fungsional berbahan baku utama kolagen sapi halal dengan ingredien alami lainnya yang mempunyai manfaat terhadap kesehatan seperti bekatul, tepung pisang, oat, mineral alga, teh hitam, teh hijau, bunga rosella, kopi dan jahe merah.
  • Riset pengaruh konsumsi beberapa produk pangan fungsional berbahan baku utama kolagen sapi halal dan ingredien fungsional lainnya terhadap pasien penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, osteoporosis, osteoarthritis, maag, kista, mioma, endometriosis, dan beberapa jenis kanker.

Tahun 2017

Berdasarkan berbagai riset yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, akhirnya ditemukan suatu kajian ilmiah tentang konsep terbaru dalam penanganan berbagai penyakit degeneratif dan kanker yang dinamakan Konsep Karnus. Konsep Karnus pada saat itu mengkaji beberapa hal yaitu:

  • penanganan penyakit degeneratif dan kanker saat ini
  • menjelaskan peran organ lambung dan akibatnya jika lambung bermasalah
  • menjelaskan penyebab terjadinya penyakit degeneratif dan kanker menurut Konsep Karnus
  • memberikan solusi penanganan penyakit degeneratif dan kanker berdasarkan Konsep Karnus
  • menjelaskan bagaimana mencegah dan menangani penyakit degeneratif dan kanker menurut Konsep Karnus
  • menampilkan data-data kesembuhan pasien yang telah menerapkan Konsep Karnus

Pendaftaran 4 paten tentang Konsep Karnus:

  • Metode penyembuhan penyakit degeneratif
  • Metode penyembuhan penyakit kanker
  • Komposisi Produk AG sereal untuk memperbaiki fungsi lambung dan terapi untuk membantu pengobatan Diabetes
  • Komposisi Produk Alga Tea untuk pembersih darah

Tahun 2018

Riset aplikasi Konsep Karnus terhadap berbagai penyakit degeneratif dan pertumbuhan sel abnormal.

Tahun 2019

  • Diselenggarakan Kuliah Konsep Karnus untuk pertama kalinya dan berlangsung secara rutin di setiap tahunnya.
  • Kajian ilmiah Konsep Karnus semakin berkembang dan dapat memberi solusi segala permasalahan kesehatan.

Fakta Penanganan penyakit Degeneratif Selama ini[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan fakta di masyarakat saat ini bahwa jumlah penderita penyakit degeneratif seperti penyakit gastritis (maag), GERD, hipertensi, asam urat, kolesterol, diabetes, osteophorousis, osteoarthritis, dan penyakit pertumbuhan sel abnormal (kista, mioma, endometriosis, kanker dan lain-lain) semakin banyak, sulit untuk disembuhkan dan dapat menyerang berbagai usia.

Depiction of a person suffering from Gastritis

Konsep Karnus mengartikan penyakit degeneratif adalah penyakit yang disebabkan oleh menurunnya atau tidak berfungsinya organ tubuh tertentu. Selama ini penanganan penyakit degeneratif hanya bersifat simptomatik (menghilangkan gejala) sehingga hampir sepanjang hidup pasien akan terus tergantung pada obat-obatan kimia dan sulit untuk disembuhkan. Ketergantungan konsumsi obat-obatan kimia ini mempunyai banyak efek samping yang akhirnya dapat menimbulkan penyakit lainnya (komplikasi).

Pemikiran Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

Setelah dilakukan pengamatan pada pola pengobatan yang ada selama ini, dengan mencocokkannya pada ilmu-ilmu dasar seperti ilmu kimia dasar, ilmu fisika, ilmu biomolekuler, ilmu kesehatan, penerapan pengolahan minyak & lemak dalam industri dan lain-lain, ternyata ditemukan bahwa pola pengobatan yang ada selama ini banyak bertentangan dengan algoritma yang disematkan oleh Sang Pencipta. Hal yang sama ini sering ditemukan dalam praktek pengobatan penyakit degeneratif seperti [diabetes], hipertensi, gangguan virus, gangguan autoimun, tumor, kanker dan sebagainya yang sebagian besar berhenti pada tindakan simptomatik. Pengamatan dan pemikiran ini dirangkum secara keseluruhan dalam Konsep Karnus.

Pemikiran tentang Konsep Karnus, hipotesa dan pembuktian ilmiahnya telah dilakukan selama beberapa tahun dengan menyandingkan beberapa ilmu di luar ilmu kesehatan seperti hukum rantai makanan, reaksi asam basa, ilmu perpindahan massa elektron, ilmu pembentukan energi dan lain-lain. Dalam hukum rantai makanan dan rantai energi, manusia diciptakan berdampingan dengan makhluk lain seperti tumbuhan, hewan, makhluk bersel tunggal dan lain-lain.

Pemahaman Konsep Karnus membuka mata kita bahwa tumbuhan adalah makhluk yang diberi kemampuan dapat mengubah zat anorganik menjadi energi dan disimpan dalam bentuk senyawa organik yaitu karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Hewan adalah makhluk hidup yang dapat merubah senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan menjadi energi dan sebagian digunakan untuk pertumbuhannya dan sebagian lagi disimpan dalam bentuk lemak. Makhluk bersel tunggal akan membuka mata kita bahwa sel adalah suatu model mini sebuah kehidupan yang juga ada di dalam tubuh manusia. Manusia tersusun dari trilyunan sel yang membentuk jaringan, organ, sistem dan dalam kesatuan tubuh manusia.

Inti Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

Manusia adalah Organisasi dari Triliuanan Sel[sunting | sunting sumber]

[[Manusia adalah organisasi dari sekitar 60-100 triliunan sel]]. Seluruh sel dalam tubuh manusia yang berjumlah triliunan tersebut hidup dan berperan dalam berbagai macam proses dalam tubuh, seperti:

  1. pembentukan organ tubuh,
  2. pertumbuhan dan perkembangan tubuh,
  3. produksi energi untuk tubuh,
  4. proses metabolisme tubuh,
  5. proses reproduksi, dan
  6. penyaluran nutrisi dan senyawa lainnya dalam tubuh.

Semua sel dalam Tubuh Manusia Membutuhkan Makanan[sunting | sunting sumber]

Digestive system diagram en

Dalam menjalankan semua peran tersebut, sel mutlak membutuhkan makanan atau yang disebut dengan [nutrisi sel] untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Apabila seluruh sel dalam tubuh manusia tercukupi nutrisinya, maka manusia akan hidup sehat tanpa ada gangguan kesehatan dan dapat melakukan aktivitasnya dengan baik.

Sel adalah miniatur cerminan kehidupan manusia yang didalamnya terdapat inti sel, DNA, sitoplasma, ribosom, lisosom, mitokondria dan lain-lain. Di dalam sel yang sangat kecil ini dapat dipelajari adanya aktifitas kehidupan yang sangat rumit, sedangkan tubuh kita terdiri dari banyak sel. Hal inilah yang akan membuka mata kita bahwa tubuh manusia adalah ciptaan Allah SWT yang sangat sempurna, oleh karena itu jangan pernah merubah segala sesuatu yang telah disematkanNya. Jika semua sel dapat terpelihara dengan baik maka kesehatan tubuh manusia akan terjaga utuh dan sempurna.

Seluruh sel yang ada dalam tubuh manusia tersebut membutuhkan makanan. Meskipun makanan yang kita konsumsi setiap hari sudah memenuhi kebutuhan gizi harian kita yaitu meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral tetapi diperlukan lambung yang sehat dan asam lambung yang tidak dinetralkan untuk dapat memecah makanan tersebut menjadi nutrisi sel.

Sel hanya membutuhkan Sari Makanan yang sudah dalam bentuk Monomer sederhana[sunting | sunting sumber]

makanan sel

Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa sel itu sebenarnya hanya memerlukan sari makanan yang sudah di rubah ke dalam bentuk yang paling sederhana, yaitu berupa monomer. Sel tidak bisa menyerap makanan yang masih dalam keadaan utuh, baik itu berupa karbohidrat, lemak atau pun protein. Sel hanya dapat menyerap nutrisi makanan yang sudah berubah menjadi glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol dan juga ion vitamin dan mineral.

Peran Organ Lambung Sebagai Bio Reaktor[sunting | sunting sumber]

Untuk mengubah sari makanan ke dalam bentuk yang paling sederhana berupa monomer glukosa, asam amino, asam lemak dan lainnya, maka makanan yang kita makan tersebut harus melalui serangkaian proses di dalam sistem pencernaan, mulai dari mulut, lambung sampai ke dalam usus. Salah satu [hasil kerja lambung] adalah terbentuknya glukosa dan asam amino, dimana glukosa akan di konversi menjadi ATP sedangkan asam amino salah satunya akan dikonversi menjadi katalis metabolisme berupa enzim dan hormon (pengendali proses).

Perlu dipahami bahwa semua proses di dalam tubuh manusia akan berjalan sangat lambat apabila tidak di bantu oleh suatu katalis yang berupa enzim. Contohnya adalah pada reaksi perubahan glukosa menjadi acetyl CoA, jika tidak di katalis oleh enzim-enzim, maka reaksi tersebut bisa berlangsung sampai puluhan jam bahkan mungkin tidak akan berlangsung sama sekali. Apabila terjadi permasalahan di dalam lambung maka dapat menyebabkan proses pemecahan makanan menjadi nutrisi sel menjadi tidak optimal dan tidak efisien.

Apabila terjadi permasalahan di dalam lambung maka tentunya bisa menyebabkan proses produksi nutrisi makanan untuk sel menjadi tidak optimal. Sehingga pasokan nutrisi sel akan terganggu. Sel akan mengalami kekurangan nutrisi sehingga mengakibatkan sel tidak dapat berfungsi secara optimal. Apabila berlangsung lama dan terus menerus maka bisa menimbulkan masalah yang lebih serius lagi, yaitu terjadinya kerusakan pada sel bahkan resiko kematian.

Gray1050-stomach

Selain itu, karena proses penguraian makanan terganggu maka output nutrisinya pun menjadi tidak sempurna. Efisiensi output nutrisi menjadi rendah, bahkan apabila terdapat banyak lemak, maka molekul lemak tidak akan bisa di urai sempurna di dalam darah, karena lemak tidak bisa di pecah secara baik oleh lambung. Selain itu salah satu peran utama lambung adalah mengaktifkan enzim pepsin yang mengubah protein menjadi asam amino. Karena lambung dalam keadaan terganggu maka tubuh akan mengalami kekurangan asam amino. Padahal salah satu fungsi utama dari asam amino adalah sebagai bahan untuk membentuk hormon dan enzim termasuk enzim lipase yang berguna untuk menguraikan lemak (trigliserida) menjadi asam lemak dan trigliserol. Asam lemak dan trigliserol inilah yang nantinya akan dimetabolisme di dalam sel menjadi sumber energi dan untuk keperluan lainnya.

Dampak Lambung Jika Mengalami Gangguan[sunting | sunting sumber]

Karena lambung mengalami gangguan maka secara otomatis akan mengganggu proses penguraian lemak, sehingga lemak akan menumpuk di dalam darah sehingga akan mengganggu sistem peredaran darah. Aliran darah menjadi kurang lancar, bahkan mulai muncul plak yang menempel di dinding saluran peredaran darah sehingga luas penampang saluran peredaran darah akan menyempit. Karena saluran darah menyempit maka transportasi nutrisi yang di bawa oleh darah pun menjadi semakin kurang lancar. Akibatnya sel akan semakin kekurangan nutrisi dan menyebabkan terjadinya gangguan proses metabolisme di dalam tubuh yang selanjutnya akan mempengaruhi pada kinerja fungsionalitas sel, organ bahkan sistem di dalam tubuh.

"Kegagalan proses pencernaan di lambung akan berakibat pada ketidaksempurnaan proses transport nutrisi makanan dan metabolisme pada tingkat sel. Jika hal ini dibiarkan, maka akan terjadi metabolic syndrome yang mengakibatkan berbagai penyakit degeneratif"

Berdasarkan uraian di atas maka dapat kita katakan bahwa, proses pencernaan di dalam lambung merupakan suatu kondisi kritis di dalam sistem pencernaan makanan. Karena di tahap ini dapat menentukan sukses atau tidaknya suatu proses penyediaan nutrisi yang diperlukan oleh sel yang ada di dalam seluruh tubuh.

Menurut Konsep Karnus, Lambung yang bermasalah adalah induk dari berbagai Penyakit Degeneratif dan Sel Abnormal[sunting | sunting sumber]

Pengobatan Gangguan Lambung Saat ini hanya untuk Menghilangkan Gejala saja[sunting | sunting sumber]

Penyakit gangguan lambung seperti [penyakit maag atau gastritis], [GERD (Gastroesophageal reflux disease)], tukak lambung dan lain-lain adalah salah satu jenis penyakit yang banyak dijumpai di kalangan masyarakat, dan penderitanya mulai dari usia sangat muda sampai tua. Selama ini juga masyarakat umum beranggapan bahwa [penyakit gangguan lambung] tersebut adalah penyakit yang berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan penyakit lainnya, sehingga dianggap sebagai penyakit yang umum dan biasa, bahkan sering disepelekan.

Pengobatan yang dilakukan secara medis biasanya fokus pada upaya untuk menghilangkan rasa nyeri dan memberikan rasa nyaman di lambung. Penanganan ini dicapai dengan beberapa cara diantaranya menghindari mengkonsumsi jenis-jenis makanan tertentu, pemberian antibiotik, [obat penetral asam lambung] dan [obat penghambat keluarnya asam lambung].

Obat-obatan gangguan lambung pun sangat banyak dijumpai di toko-toko obat dan toko umum lainnya, sehingga mudah sekali dibeli oleh penderitanya. Tetapi sebetulnya sangat disayangkan, cara penanganan seperti itu ternyata bersifat simptomatik yang hanya menghilangkan gejala nyeri atau perihnya saja dan tidak dapat menyembuhkan secara total karena penyakit tersebut masih bisa sering kambuh dan sangat mengganggu aktivitas penderita. Hal ini tidak mengherankan karena penanganan yang dilakukan tersebut tidak pada permasalahan utama yaitu mengatasi penyebab terjadinya gangguan lambung.

Peran Penting Asam Lambung Yang Tidak Boleh di ganggu[sunting | sunting sumber]

Skema penetralan asam lambung

Perlu diketahui bahwa asam lambung diciptakan untuk mengurai makanan yaitu dalam proses hidrolisis protein, lemak dan karbohidrat dari polimer menjadi monomer asam amino, asam lemak dan glukosa. Monomer asam amino sangat mutlak diperlukan dalam proses produksi hormon dan enzim. Tanpa adanya asam amino dalam bentuk monomer, maka hormon dan enzim tidak bisa terbentuk, padahal hormon dan enzim ini banyak diperlukan dalam setiap proses metabolisme yang terjadi setiap saat terutama dalam hal proliferasi sel atas kontrol DNA. Selain itu tanpa monomer asam lemak dan glukosa maka proses pembentukan energi tidak akan terjadi.

Jadi jika asam lambung ini dinetralkan bahkan dihambat maka semua sistem yang memerlukan hormone dan enzim tidak akan berjalan, dan proses pembentukan energi juga terhambat yang pada akhirnya menyebabkan seseorang mengalami komplikasi penyakit degeneratif, lemas dan bahkan bisa mengalami kematian.

Dampak dari Masalah di Lambung Yang tidak ditangani secara baik[sunting | sunting sumber]

Meskipun makanan yang kita konsumsi setiap hari sudah memenuhi kebutuhan gizi harian kita yaitu meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral tetapi diperlukan lambung yang sehat untuk dapat memecah makanan tersebut menjadi nutrisi sel. Apabila terjadi permasalahan di dalam lambung seperti diatas maka dapat menyebabkan proses pemecahan makanan menjadi nutrisi sel menjadi tidak optimal dan tidak efisien, diantaranya adalah:

  • Karbohidrat tidak seluruhnya dipecah menjadi monomer glukosa, fruktosa, galaktosa dan lain-lain, dan sebagian dibuang melalui feces. Hal ini menyebabkan kurangnya pasokan monomer glukosa, sehingga tubuh kurang energi dan berakibat mengganggu sistem tubuh.
  • Protein tidak terpecah secara sempurna menjadi asam amino, sehingga banyak protein yang terbuang melalui feces. Hal ini menyebabkan kurangnya pasokan asam amino, sehingga regenerasi sel tertunda, produksi berbagai hormon dan enzim dalam tubuh terhambat dan akhirnya sistem tubuh terganggu.
  • Lemak banyak dicerna oleh enzim lipase di usus 12 jari dan peredaran darah, tetapi apabila ketersediaan enzim lipase tidak mencukupi karena bahan baku pembuatannya yaitu asam amino tidak cukup maka metabolisme lemak akan terganggu dan mengakibatkan banyak gangguan pada sistem tubuh.
  • Mineral dan vitamin masih banyak yang terikat dalam matrik pangan sehingga pasokan ion mineral dan vitamin menjadi berkurang, mengakibatkan gangguan metabolisme dan penyakit avitaminosis.

Rekonstruksi Organ lambung[sunting | sunting sumber]

Pada kasus dimana regenerasi sel lambung tidak berjalan tepat waktu, tertunda atau bahkan tidak terjadi, maka akhirnya akan menyebabkan kerusakan organ lambung sehingga fungsi-fungsi jaringan di lambung menjadi menurun, secara otomatis kinerja lambung dalam memecah makanan juga akan menurun, dan produksi nutrisi sel menjadi terhambat.

Hal ini mengakibatkan seluruh sel dalam tubuh akan kekurangan nutrisi sehingga seluruh sel tidak dapat berfungsi secara optimal. Apabila berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu tertentu maka dapat menimbulkan masalah yang lebih serius, yaitu terjadinya kerusakan jaringan dan organ tubuh yang berujung pada sistem tubuh akan mengalami gangguan sehingga timbul banyak penyakit.

Intervensi Zat Asing[sunting | sunting sumber]

Pada permasalahan adanya intervensi zat asing yang mengganggu proses pembelahan sel lambung sehingga timbul sel abnormal pada lambung seperti penyakit tumor dan kanker lambung. Penyakit ini tentunya mengganggu kinerja lambung dan bahkan mengakibatkan gangguan serius pada lambung, dan pada akhirnya mengakibatkan produksi nutrisi sel juga akan terhambat, sehingga pasokan nutrisi sel untuk kehidupan seluruh sel juga berkurang. Disamping itu penyakit tumor dan kanker lambung memerlukan penanganan tersendiri dan tentunya membutuhkan nutrisi sel yang banyak untuk mendukung proses penyembuhan.

Sekresi Asam Lambung Yang Kurang[sunting | sunting sumber]

Pada kasus hipokloridria dimana produksi jumlah asam lambung kurang dari jumlah yang dibutuhkan, maka akan menyebabkan makanan komplek tidak seluruhnya terpecah dengan sempurna oleh asam lambung. Hal ini juga mengakibatkan produksi nutrisi sel akan terhambat dan akhirnya seluruh sel tubuh akan kelaparan. Apabila berlangsung lama akan merusak sistem pencernaan, meningkatkan resiko infeksi dan gangguan kesehatan kronis.

Sekresi Asam Lambung Yang Berlebihan[sunting | sunting sumber]

Pada kasus dimana jumlah asam lambung melebihi jumlah yang dibutuhkan maka penderita biasanya merasakan sakit perut yang amat nyeri, mual dan muntah hebat setiap kali makan, dan tidak nafsu makan sehingga justru karena kurang asupan makanan maka produksi nutrisi sel juga sangat terhambat. Hal ini menyebabkan seluruh sel tubuh juga akan kelaparan, regenerasi sel-sel tubuh tertunda atau bahkan tidak terjadi dan tanpa disadari terjadi penurunan berat badan secara drastis serta akhirnya terjadi gangguan sistem tubuh yang serius.

Selain menyebabkan produksi nutrisi sel yang terhambat dan tidak efisien, kondisi tersebut akan menyebabkan produksi nutrisi menjadi tidak sempurna terutama pada pemecahan komponen lemak. Akibat kurangnya enzim lipase yang diakibatkan kurangnya bahan baku pembuatnya yaitu asam amino, maka akan menyebabkan sebagian lemak langsung dapat terserap dalam usus masih dalam bentuk trigliserida dan masuk dalam peredaran darah. Hal inilah yang menyebabkan kadar trigliserida dalam darah berada di atas ambang batas normal. Aliran darah akhirnya menjadi kurang lancar, dan bahkan mulai muncul plak-plak yang menempel di dinding saluran darah sehingga mempersempit penampang saluran peredaran darah.

Kondisi ini menyebabkan transportasi nutrisi yang dibawa oleh darah pun menjadi kurang lancar, mengakibatkan sel semakin kekurangan nutrisi sehingga akan mengganggu proses metabolisme dalam sel yang akhirnya berpengaruh pada fungsionalitas kinerja sel, organ bahkan sistem di dalam tubuh kita.

Peran Penting Lambung untuk memecah makanan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan uraian di atas maka dapat kita katakan bahwa, proses pemecahan makanan di dalam lambung merupakan suatu kondisi kritis di dalam sistem pencernaan manusia, karena di tahap ini dapat menentukan sukses atau tidaknya suatu proses penyediaan nutrisi yang diperlukan oleh sel yang ada di dalam seluruh tubuh kita.

Dampak Sel Kekurangan Nutrisi Makanan secara terus menerus[sunting | sunting sumber]

Pada saat sel mengalami kekurangan nutrisi secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu maka akan mengakibatkan penurunan fungsionalitas sel dan jaringan yang pada akhirnya akan timbul gangguan menurunnya fungsi organ tertentu sehingga berpotensi munculnya penyakit degeneratif akibat kekurangan nutrisi, diantaranya:

  • sel-sel tulang kekurangan nutrisi, akan timbul gangguan fungsionalitas tulang sehingga timbul penyakit osteoporosis (tulang keropos)
  • sel-sel persendian kekurangan nutrisi, akan timbul penyakit osteoarthritis (radang sendi)
  • sel-sel ginjal kekurangan nutrisi, akan timbul kerusakan ginjal
  • sel-sel pankreas mengalami kekurangan nutrisi sehingga menyebabkan terjadinya gangguan insulin
  • sel-sel lambung kekurangan nutrisi, lambung mudah rusak sehingga timbul gangguan lambung
  • kerusakan atau gangguan lambung pada anak-anak akan menyebabkan resiko stunting
  • sel-sel kulit kekurangan nutrisi, akan timbul penuaan dini (keriput)
  • berbagai penyakit avitaminosis (kekurangan asupan vitamin) seperti beri-beri, pellagra dll

Kunci kesehatan makhluk hidup adalah bagaimana makhluk tersebut bisa menghasilkan energi untuk proses kelangsungan hidupnya. Semua makhluk hidup saling tergantung satu sama lain dalam menghasilkan energi. Allah SWT sudah menetapkan bahwa hanya tumbuhan yang dapat mengubah bahan-bahan anorganik menjadi energi.

Dampak dari Melawan algoritma dari Sang Pencipta[sunting | sunting sumber]

Manusia seharusnya tidak mengkonsumsi senyawa-senyawa sintetik, tetapi karena lalai, mereka tetap memaksakan mengkonsumsi senyawa-senyawa tersebut dan tidak sadar bahwa hal ini melawan hukum alam. Hal ini mengakibatkan munculnya berbagai penyakit seperti kanker, autis, autoimun dan sebagainya. Senyawa sintetik yang sering dikonsumsi manusia antara lain dalam bentuk obat-obatan kimia, perisa sintetik, pewarna makanan sintetik, penggunaan pestisida dan lain-lain. Hal ini merupakan salah satu kesalahan besar manusia yang mengakibatkan manusia menderita berbagai penyakit degeneratif yang sampai sekarang sulit diobati.

Pemahaman ini menjelaskan bahwa letak kegagalan pengobatan berbagai penyakit degeneratif disebabkan karena manusia yang selalu melawan algoritma yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Konsep Karnus dapat memberikan jawaban tentang penyebab penyakit degeneratif dan pertumbuhan sel abnormal, serta memberikan jawaban bagaimana cara pencegahan dan penanganan penyakit-penyakit tersebut. Banyak orang yang sudah menerapkan Konsep Karnus dan berhasil bebas dari ketergantungan insulin, obat dan sekaligus menyembuhkan komplikasi penyakit lainnya serta sebagai pola hidup sehat untuk pencegahan dari berbagai penyakit degeneratif dan sel abnormal.

Langkah Terapan Konsep Karnus[sunting | sunting sumber]

  • Perbaiki (rekonstruksi) lambung dengan mengkonsumsi pati resisten dan kolagen tipe-3 dari tulang sapi.
  • Makan banyak lauk dan bervariasi.
  • Berhenti makan sebelum kenyang.
  • Hindari obat penetral asam lambung atau minuman ber-pH tinggi (alkali).
  • Lindungi DNA dan proses regenerasi sel
  1. Tangkap inisiator penyebab sel abnormal dengan ikatan kompleks
  2. Netralkan radikal bebas dengan antioksidan
  • Aktivitas fisik rutin secukupnya.
  • Istirahat yang cukup, berfikir positif dan selalu bersyukur.