Lompat ke isi

Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Komando Daerah Militer XX/
Tuanku Imam Bonjol
Lambang Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
DibentukApril 17, 1958; 67 tahun lalu (1958-04-17)[1]
NegaraIndonesia Indonesia
Tipe unitKomando Daerah Militer
Bagian dariTNI Angkatan Darat
MarkasPadang, Sumatera Barat
MotoWira Sakti
Baret HIJAU 
HimneMars Tuanku Imam Bonjol
Tokoh
Panglima Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada
Kepala Staf Brigadir Jenderal TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo
Inspektur Brigadir Jenderal TNI Heri Susanto
Kepala Kelompok Staf Ahli Brigadir Jenderal TNI Benny Febrianto

Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol (disingkat Kodam XX/TIB) merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Sumatera Barat dan Jambi.[2][3]

Gerakan Dewan Banteng meledak pada tanggal 15 Februari 1958 dengan diumumkan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) sebagai wujud protes atau koreksi sumatra tengah terhadap pemerintahan pusat yang sebelumnya sudah diberikan ultimatum oleh Dewan Banteng.

Pada Peristiwa ini tentara PRRI mengalami kekalahan dalam waktu yang singkat tentara pusat maupun menduduki pos-pos penting PRRI hanya dalam waktu beberapa hari, akhirnya para tentara PRRI menyerah dan menyatakan kembali ke pangkuan NKRI, dalam operasi pengamanan di wilayah Sumatera Barat dan Riau.

Sandi operasi pemulihan keamanan untuk daerah Sumatera Barat yakni Operasi 17 Agustus, menjadi cikal bakal terbentuknya Komando Daerah Militer Sumatera Tengah (KDMST) yang terbentuk pada tanggal 17 April 1958 yang bermarkas di Padang. Kemudian tahun 1961 berubah nama menjadi Kodam III/17 Agustus. Saat ini Kodam III/17 Agustus memiliki 3 (tiga) unsur satuan teritorial setingkat Korem dan 5 (lima) unsur satuan tempur dan bantuan tempur.[4]

Berdasarkan Perintah Operasi Kasad No: 011/1984 tanggal 22 september 1984 tentang Reorganisasi TNI-AD yang kemudian disempurnakan dengan Surat Telegram KASAD No: STR/430/1984 tanggal 21 Oktober 1984 dan STR/603/1984 tanggal 28 Desember 1984, jumlah Kodam yang ada 16 Kodam dikurangi menjadi 10 Kodam. Kodam I/Iskandar Muda, Kodam II/Bukit Barisan dan Kodam III/17 Agustus digabungkan menjadi Kodam I/Bukit Barisan yang berkedudukan di Medan, Sumatera Utara.

Pembentukan kembali

[sunting | sunting sumber]

Pembentukan kodam baru di tahun 2025 diatur dalam Perpres Nomor 84 Tahun 2025 tentang Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Agustus 2025 dan diresmikan pada 10 Agustus 2025 bersamaan dengan upacara gelar pasukan di Batujajar, Bandung. Peraturan ini merevisi Perpres Nomor 66 Tahun 2019 dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi TNI guna memperkuat pertahanan negara.

Pada tanggal 10 Agustus 2025, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembentukan 6 Kodam baru termasuk Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, bersamaan dengan Kopassus, Korps Marinir, dan Kopasgat, sebelumnya dijabat seorang komandan berpangkat bintang dua kemudian dinaikkan pangkatnya menjadi Panglima berpangkat bintang tiga. Walaupun peresmian Kodam pada tanggal itu, tetapi untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kodam XX/TIB adalah pada tanggal lahirnya Kodam Sumatera Tengah (KDMST) yaitu 17 April 1958.

Teritorial

[sunting | sunting sumber]

Satuan Tempur dan Bantuan Tempur

[sunting | sunting sumber]

Satuan Pendidikan

[sunting | sunting sumber]
  • Resimen Induk Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
  • Sekolah Calon Tamtama
  • Sekolah Calon Bintara
  • Depo Pendidikan Kejuruan
  • Depo Pendidikan Latihan Tempur
  • Depo Pendidikan Bela Negara

Saat ini, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dipimpin oleh seorang Panglima Kodam (Pangdam) yang berpangkat Mayor Jenderal. Saat ini jabatan Pangdam diduduki oleh Mayjen TNI Arief Gajah Mada.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Stj Soenarman (1970). Sedjarah Kodam 03/17 Agustus. Komando Daerah Militer 03/17 Agustus. hlm. 470. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Saafroedin Bahar. ETNIK, ELITE DAN INTEGRASI NASIONAL: MINANGKABAU 1945-1984 REPUBLIK INDONESIA 1985-2015. Gre Publishing.
  3. Syamdani (2009). PRRI, pemberontakan atau bukan?. Media Pressindo. ISBN 978-979-788-032-3.
  4. "Kisah Operasi 17 Agustus mendarat di Kota Padang, Lumpuhkan PRRI" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-12-02.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]