SMA Kolese Gonzaga Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kolese Gonzaga)
Lompat ke: navigasi, cari
Kolese Gonzaga
LogoGonzbaru.jpg
Informasi
Didirikan 1987
Jenis Swasta, Katolik, Yesuit
Rektor Rm. Adrianus Andy Gunardi, Pr., M.A.
Kepala Sekolah Pater L. E. B. Winandoko, SJ., M.Ed.
Moderator Pater Antonius Vico Christiawan, SJ., M.Th.
Jumlah siswa 700+
Alamat
Lokasi Jalan Pejaten Barat 10A, Pejaten-Pasar Minggu, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Situs web www.kolesegonzaga.com
Lain-lain
Lulusan

Rudi Soedjarwo, Pandji Pragiwaksono, Yoga Adhitrisna, Arresto Ario, Denis Adhiswara,

Ignatius Tri Handoyo
Moto
Moto Ad Maiorem Dei Gloriam

Kolese Gonzaga adalah sekolah untuk siswa SMA yang terletak di Jalan Pejaten Barat nomor 10 A, Jakarta Selatan. Kolese ini berdiri pada tahun 1987, dengan nama Kolese Kanisius Unit Selatan. Pada tahun 1988 baru memakai nama Kolese Gonzaga. Nama Gonzaga diambil dari nama santo pelindung sekolah, Santo Aloysius Gonzaga (15681591). Kolese Gonzaga pun akrab disebut dengan panggilan Gonz atau GC (Gonzaga College).

Kompleks sekolah Kolese Gonzaga ini juga menyatu dengan kompleks Seminari Menengah Wacana Bhakti. Kompleks pendidikan Kolese Gonzaga ini berdiri di atas tanah seluas 2,8 hektare.

Awalnya merupakan sekolah homogen, khusus untuk laki-laki. Sejak 1990 mulai menerima siswa perempuan. Ikatan alumni Kolese Gonzaga, dikenal dengan nama Ikagona (Ikatan Alumni Kolese Gonzaga). Rektor pertama sekaligus kepala sekolah Kolese Gonzaga adalah Pater Joseph Ignatius Gerardus Maria Drost (1925-2005).

Kolese Gonzaga–Seminari Wacana Bhakti boleh dikelompokkan sebagai lembaga pendidikan yang unik. Sebagai lembaga pendidikan umum (SMA), pelaksanaannya disatukan dengan pendidikan khusus untuk para calon pastor. Keunikan lain: pendidikan calon pastor disatukan pada pendidikan umum yang diikuti siswa-siswi. Wacana Bhakti merupakan satu-satunya seminari yang mendidik para seminaris bersama para siswi. Siswi di Kolese Gonzaga sendiri berjumlah sekitar 35 persen. Pada umumnya, dan di mana pun juga, pendidikan di seminari hanya diikuti oleh lelaki dan tidak pernah dicampur dengan perempuan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kompleks Kolese Gonzaga, tahun 1987
Selasar kelas
Sport Hall SMA Kolese Gonzaga

Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti adalah dua lembaga yang terbedakan, tetapi bertalian satu sama lain. Keduanya merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan di dalam satu yayasan, yakni Yayasan Wacana Bhakti. Seminari Wacana Bhakti menampung dan mendidik para calon imam di tingkat menengah. Karena itu, di kelas 1, 2, dan 3, mereka mengikuti pendidikan di Kolese Gonzaga.

Pada awalnya, direncanakan sebuah seminari menengah di Keuskupan Agung Jakarta, namun kemudian dipikirkan bahwa mendirikan seminari akan menjadi terlalu mahal biaya operasionalnya. Sebuah kolese akhirnya didirikan bersamaan dan berdampingan dengan seminari di atas tanah seluas 2,8 hektare di wilayah Pejaten Barat ini. Semula tanah ini adalah tanah milik atas nama Alm. Mgr. A. Djajaseputra, SJ., Uskup Agung Jakarta. Atas prakarsa Mgr. Leo Soekoto, SJ., pengganti Mgr. A. Djajaseputra, SJ., dibentuklah sebuah panitia kecil untuk pembangunan kompleks seminari dan sekolah. Pengajuan izin untuk mendirikan bangunan sudah dimulai sejak tahun 1978, namun baru lima tahun kemudian izin keluar. Maka sejak saat itu panitia kecil yang telah ditunjuk terus bekerja keras, menghimpun dana, dan mengadakan studi-studi untuk merencanakan pembangunannya. Tidak lebih dari 2 tahun (1986-1987), seluruh kompleks seminari yang dirancang oleh Ir. Wanda Basuki ini selesai dikerjakan.
Tanggal 3 November 1988 merupakan hari bersejarah bagi Kolese Gonzaga. Pada hari itu sekolah bernama Kolese Kanisius Unit Selatan diresmikan oleh Mgr. Leo Soekoto, SJ. bersama dengan Bapak Mochtar Zakaria, Walikota Jakarta Selatan. Berkat kerja keras Pater Joseph Ignatius Gerardus Maria Drost SJ, kepala sekolah sekaligus rektor pertama bersama seluruh staf pengajar dan karyawan, pada tahun ajaran ke-4, tepatnya tanggal 9 Januari 1991, Kolese Gonzaga mendapatkan status disamakan dari pemerintah.

Semenjak itu, upaya-upaya pengembangan pendidikan di Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti ini terus ditingkatkan. Mulai tahun ajaran 1990/1991, untuk memberikan nuansa pergaulan para remaja yang wajar baik bagi para seminaris maupun para siswa Gonzaga pada umumnya, mulailah Kolese Gonzaga menerima siswa putri.

Di bawah kepemimpinan Pater R. Murtisunu Wisnumurti, SJ. (1991-1993) dan Br. Paulus Budihardjo, SJ. (1993-2000), berbagai pengembangan dan penataan fisik dilaksanakan. Anak-anak mendapatkan sarana untuk latihan mendaki gunung yang sangat baik dengan didirikannya wall-climbing. Ruang-ruang laboratorium yang dirasa kurang memadai diadakan dengan menggeser kantin, sehingga tersedia ruang praktikum Fisika, Kimia, dan Biologi.
Hingga kini, di bawah kepemimpinan Pater Johanes Heru Hendarto, SJ. sejak tahun 2000 sampai 2009, fasilitas-fasilitas yang ada semakin baik. Laboratorium komputer telah menyediakan 40 unit komputer disertai koneksi internet, pemasangan fasilitas audio-visual di laboratorium fisika, hall basket yang telah diperluas dan diperbaharui, penyediaan area parkir sepeda motor, dan penataan kantin yang lebih baik.

Lambang Kolese Gonzaga[sunting | sunting sumber]

  • Perisai Perak, dengan salib warna merah yang terpasang secara paten berdampingan dengan empat burung berwarna hitam yang sedang terbang rendah, semuanya sama di empat bidang; pada bagian tengah terdapat perisai kecil empat persegi yang merupakan lambang keluarga Gonzaga.
  • Perisai kecil: terbagi empat persegi. Pada bagian pertama dan ketiga berwarna merah dengan gambar singa yang memiliki ekor ganda berwarna emas, bersenjata, siap menerkam, bermahkota dan berkalungkan emas; pada bagian kedua dan ketiga adalah perisai bergaris berwarna emas dan hitam.

Arti lambang[sunting | sunting sumber]

  • Burung merupakan figur simbolis yang ada dalam lambang Kekaisaran Romawi, yang berarti kemuliaan dan kemenangan, kekuatan dan kekuasaan. Dengan terbang rendah melambangkan kerendahan hati, kesediaan untuk turun ke bawah, membumi, memberi perhatian pada kehidupan nyata dalam masyarakat.
  • Salib merupakan lambang Kristiani, yang berarti keselamatan dari Allah pada manusia terjadi melalui Yesus Kristus yang wafat di salib dan bangkit dengan jaya. Salib merupakan lambang kemenangan dan iman.
  • Singa bersenjata melambangkan kekuatan, kejujuran (prudenza), dan kemurahan hati. Singa perak dalam bidang berwarna merah melambangkan keningratan (nobility) yang bertumbuh dari perilaku dan jiwa yang berkeutamaan.
  • Perak melambangkan cahaya dan udara, bulan di antara bintang, berlian di antara permata. Ini merupakan lambang kesepahaman hati (concordia), kemurnian, keagungan, kemurahan hati, dan kerendahan hati.
  • Merah merupakan warna api. Ia melambangkan cinta, nilai, keberanian, kemurahan hati, keagungan, keluhuran dan kuasa.
  • Warna Emas, memiliki banyak arti keutamaan, seperti iman, keadilan, cinta kasih, belas kasih (clemenza), keluhuran (nobilità ), keteguhan, keramahan, kekuatan, kebesaran jiwa. Lambang keabadian.
  • Hitam melambangkan besi dan intan/berlian, menyimbolkan kekuatan, kemenangan, keteguhan, dan kejujuran. Bisa juga berarti kesabaran, kerendahan hati dan kesediaan untuk menanggung segala penderitaan dan sakit.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Fasilitas pengajaran di Kolese Gonzaga antara lain papan tulis dilengkapi white screen, laboratorium (komputer, biologi, kimia, fisika, bahasa, dan audio-visual), dan perpustakaan. Fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola, lapangan basket (indoor dan outdoor), dinding panjat, lapangan bola voli dan jogging track. Mengingat Gonzaga adalah sekolah Katolik, terdapat sebuah kapel milik Seminari Wacana Bhakti. Tempat parkir mobil dan motor terletak dekat kantin. Kini, para siswa memiliki kartu sekolah yang digunakan untuk presensi dan membaca di perpustakaan.

Acara Kolese Gonzaga[1][sunting | sunting sumber]

Patung St. Aloysius Gonzaga, "Men for Others!"

1. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)[sunting | sunting sumber]

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan sebuah kegiatan bagi para siswa baru untuk mengenal berbagai macam dimensi tentang lingkungan sekolah yang baru. Mereka bukan hanya mengenal sarana dan prasarana fisik, namun terutama mengenal semangat dasar berupa visi dan misi sekolah yang akan membantu proses pembentukan diri mereka sebagai pribadi yang utuh dan dewasa. Melalui MPLS siswa baru diharapkan dapat mengenal lebih jauh tentang SMA Kolese Gonzaga, terutama mengenai penanaman nilai-nilai kejujuran, komunikasi dan kesederhanaan yang dipilih sebagai tema utama pembentukan karakter.

2. Ignatius Day[sunting | sunting sumber]

Untuk menghormati pendiri Serikat Yesus (Santo Ignasius Loyola) sekaligus memperingati hari ulang tahun pelindung sekolah (Santo Aloysius Gonzaga) yang jatuh pada tanggal 21 Juni (saat libur sekolah) komunitas Gonzaga merayakan pesta pelindung sekolah dengan mengadakan perayaan Ekaristi untuk mengawali tahun ajaran baru. Acara ini bertujuan untuk menggali visi pendidikan Yesuit melalui semangat Santo Ignasius Loyola dan Santo Aloysius Gonzaga. Perayaan Ekaristi diadakan setiap tanggal 31 Juli bertepatan dengan Pesta Santo Ignasius Loyola Setelah perayaan Ekaristi sekolah mengadakan acara penghargaan kepada siswa yang berprestasi dari kelas X yang naik ke kelas XI dan kelas XI yang naik ke kelas XII. Dalam perayaan ini, para guru dan karyawan diperkenalkan kembali pada seluruh siswa-siswi agar lebih dikenal mereka.

3. Perayaan 17 Agustus[sunting | sunting sumber]

Perayaan 17 Agustus merupakan kegiatan yang dilakukan oleh komunitas guru, karyawan serta para siswa SMA Kolese Gonzaga bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui perayaan ini, warga SMA Kolese Gonzaga merayakan makna kemerdekaan melalui upacara bendera. Tujuan utama perayaan 17 Agustus adalah untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan yang dengan gigih, dan total mengorbankan diri demi kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa, menumbuhkan semangat patriotik, cinta bangsa, memupuk persatuan dalam keberagaman sebagai perwujudan tanggung jawab sebagai warga bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945. Selain itu juga acara ini memberikan ruang bagi kelompok persiapan Paskib Gonzaga untuk tampil bersama Orchestra SWB – Gonzaga dan menjalin keakraban dan kesatuan seluruh warga SMA Kolese Gonzaga melalui perlombaan dan permainan yang lucu, ceria, dan gembira. Setelah upacara bendera diadakan acara yang berwujud ekspresi yang dapat mengungkapkan penghargaan terhadap tanah air dan perjuangan para pahlawan. Peringatan 17 Agustus merupakan program tahunan sekolah. Penanggung jawab acara ini adalah Moderator bersama panitia dari para siswa SMA Kolese Gonzaga, khususnya anggota Paskib, Panitia 17-an, dan Senat (sie olah raga dan kesenian).

4. Test Minat dan Bakat[sunting | sunting sumber]

Para siswa kelas X akan menjalani psikotes untuk mengetahui minat dan bakat yang mereka miliki. Hasil psikotest ini akan dipakai sebagai bantuan ketika siswa menentukan penjurusan sesuai dengan talenta pribadinya. Melalui psikotest siswa dapat mulai memantapkan karier dan profesinya sehingga berhasil mengoptimalkan segala kemampuannya demi perkembangan dirinya secara penuh. Dalam kegiatan ini SMA Kolese Gonzaga bekerja sama dengan lembaga test psikologi yang berkompeten untuk mengadakan test tersebut. Test minat dan bakat dilaksanakan pada semester I. Penanggungjawab kegiatan ini adalah BP.

5. Pertemuan Antar Orangtua Siswa (Parents’ Gathering)[sunting | sunting sumber]

Parent’s gathering (PG) merupakan ajang curah pengalaman orangtua dalam mendampingi pertumbuhan putra-putrinya. Orang tua akan diundang untuk menghadiri acara bersama ini untuk berbagi pengalaman satu sama lain dalam proses pendampingan anak-anak mereka di sekolah maupun di rumah. Pengalaman apa pun yang dibagikan diharapkan bisa menjadi masukan dan semakin meneguhkan tekadnya dalam mendampingi putra-putrinya. Tujuan PG adalah bahwa orang tua dapat membuat evaluasi dan refleksi tentang apa yang telah mereka lakukan selama ini berkaitan dengan pendampingan anak mereka selama di rumah. Koordinator kegiatan ini adalah staf BP dengan difasilitasi oleh seorang ahli yang berkecimpung dalam bidang psikologi dengan tema tertentu sesuai tingkatan kelas.

6. Career Day[sunting | sunting sumber]

Career Day merupakan sebuah kegiatan pengenalan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan profesi siswa di masa depan. Para siswa akan mendapatkan informasi tentang pengembangan profesional bagi masa depan mereka melalui berbagi pengalaman yang dilakukan oleh alumnus maupun individu yang relevan untuk itu. Career Day biasanya diisi oleh para alumni yang telah berkiprah dalam dunia kerja dan praktisi. Kegiatan Career Day ini ditujukan pada para siswa kelas XI agar dapat lebih cepat mengenal pilihan profesi ke depan. Tujuan Career Day ini adalah sebuah pengenalan dini bagi para siswa agar mereka sejak awal telah dapat merencanakan hidup profesionalnya di masa depan, sehingga mereka memperoleh gambaran tentang karier/profesi tertentu di dalam masyarakat, dan bagaimana mereka dapat merencanakan diri untuk mencapai karier tersebut. Melalui Career Day ini para siswa diharapkan bisa memiliki bekal dan mampu mempersiapkan segala sesuatu sesuai dengan tuntutan masing-masing bidang karier yang akan mereka geluti.

6. MBTI / Tes sejenisnya[sunting | sunting sumber]

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah tes karakter untuk menggambarkan karakter masing-masing siswa. Melalui analisis MBTI, siswa dapat membuat perencanaan ke depan bagi hidup karirnya, mengenali kekurangan yang harus diantisipasi, dan mengembangkan potensi kekuatan kepribadian yang akan membantunya meniti karier dan profesinya di masa depan. MBTI merupakan alat bantu yang dapat dipergunakan siswa sebagai alat proyeksi ke depan dan mengelola risiko yang ditemui dalam perjalanan hidupnya. Hasil tes MBTI ini juga dapat dipakai oleh orang tua untuk membantu mendampingi dan mengarahkan anak-anak mereka agar pembentukan karakter yang sudah dimulai dari sekolah ini berlanjut terus sampai anak ini lulus. Koordinator MBTI adalah Moderator.

7. Gonzaga Festival (GonzFest)[sunting | sunting sumber]

Untuk mengembangkan kemampuan kompetisi di bidang ekstrakurikuler diadakan kegiatan kompetisi olahraga, seni dan sains. Kompetisi diadakan dengan tujuan promosi sekolah dan berlatih berorganisasi serta kerja sama antar sekolah. Oleh karena itu, sekolah akan mengadakan kompetisi olah raga, seni dan sains. Peserta yang diundang adalah murid-murid SD, SMP, dan SMA di Jabodetabek. Kepanitiaan kegiatan ini adalah gabungan dari murid dan guru pendamping untuk melatih kemampuan berorganisasi dan juga kerja sama antara murid dan guru dalam mengadakan kegiatan ini. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini para murid melatih kemampuan leadershipnya dan berelasi dengan sesamanya di sekolah lain agar mampu membuat jaringan kerja sama antar-sekolah.

8. Gonzaga Day (Gonzday)[sunting | sunting sumber]

merupakan hari ulang tahun (Dies Natalis) SMA Kolese Gonzaga. dirayakan setiap 3 November. pada hari itu, diadakan pentas seni maupun acara-acara lainnya yang sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. tema acara pun berbeda-beda setiap tahunnya,

9. Lustrum[sunting | sunting sumber]

Acara 5 tahunan dimana memperingati hari ulang tahun (Dies Natalis) SMA Kolese Gonzaga.

10. Jambore[sunting | sunting sumber]

Jambore merupakan kegiatan yang sifatnya non-akademis, yang dilakukan di alam terbuka dengan model outbound, sehingga siswa dapat merasakan kedekatan mereka dengan alam. Dengan mengalami kehidupan mandiri dalam jambore, siswa dapat mengembangkan kepribadiannya secara utuh dan integral. Tujuan jambore adalah memberikan dasar kemampuan intelektual, pertumbuhan mental, kepribadian, ketrampilan dan tanggung jawab sosial yang nyata dalam diri siswa dalam rangka pembentukan pribadi seutuhnya, pembentukan probadi ini mengutamakan hidup, mengembangkan nurani yang diterangi oleh iman untuk melayani sesama berdasarkan kasih serta kompetensi ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya.

Jambore diikuti oleh seluruh siswa kelas X. Jambore dilaksanakan kurang lebih selama empat hari pada hari efektif. Setelah kegiatan jambore siswa diminta membuat refleksi pengalaman jambore. Koordinator kegiatan ini adalah Moderator dibantu oleh para guru, wali kelas, dan panitia ad hoc jambore kelas XI yang telah menjalani training for trainers dan pelatihan bagi para mentor yang menjadi bagian panitia jambore. Untuk membumikan nilai-nilai yang sudah diperoleh dalam jambore, para siswa kelas X diharapkan membuat refleksi dan niat yang akan dikoordinasi oleh staf Moderator. Refleksi dan niat yang telah dibuat akan dievaluasi pada akhir semester ganjil.

11. Training for Trainer Jambore[sunting | sunting sumber]

(TFT) Training for Trainer (TFT) merupakan sebuah pelatihan bagi panitia jambore untuk mempersiapkan diri dalam kegiatan jambore. Panitia jambore ini akan mengadakan pelatihan di tempat di mana akan diadakan acara jambore yang sesungguhnya. Dengan mengenali medan, mereka mampu membuat persiapan yang matang, membuat perencanaan bagi pembentukan kepribadian siswa melalui kedekatan mereka dengan alam. Tujuan utama acara TFT ini adalah supaya panitia jambore dapat melaksanakan programnya dengan baik, dengan cara mengenali  medan, membuat jalur-jalur bagi pelatihan yang akan dilakukan pada saat jambore. Acara diadakan setahun sekali. Penanggung jawab acara ini adalah Moderator dibantu dengan panitia khusus.

12. Studi Ekskursi[sunting | sunting sumber]

Studi Ekskursi merupakan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa kelas X dan XI di dalam sekolah maupun di luar sekolah untuk mengenal pengetahuan yang diberikan oleh pihak lain. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kepribadian dewasa para siswa agar mau belajar dan mengembangkan diri terus menerus melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung dari orang lain. Setelah studi ekskursi, siswa diminta membuat aporan evaluasi dan refleksi tentang kegiatan yang telah mereka ikuti. Koordinator kegiatan ini adalah Moderator.

13. Live in[sunting | sunting sumber]

Live in adalah sebuah program pengembangan kepedulian pribadi kepada pihak lain. Para siswa Kelas XI akan diminta tinggal bersama dengan masyarakat untuk belajar dan mengalami secara langsung bagaimana masyarakat di Indonesia menghayati kehidupannya. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat merasakan, menjelaskan dan mengolah pengalaman kegembiraan dan kesulitan yang dialami oleh masyarakat tersebut. Pengolahan ini akan diwujudkan dalam bentuk refleksi live in yang akan dibuat oleh setiap siswa.

Refleksi live in akan dibantu oleh tim pendamping dalam analisis sosial. Siswa yang menulis refleksi terbaik akan mendapat penghargaan dari sekolah dalam acara Ignatius’ Day. Tujuan utama kegiatan live in adalah mengembangkan semangat kepekaan sosial dan menumbuhkan semangat melayani sebagaimana dialami oleh Santo Aloysius Gonzaga. Semangat Santo Aloysius Gonzaga adalah semangat menjadi sesama bagi yang lain (Men and women for others) Live in merupakan salah satu sarana pembentukan kepribadian yang ditawarkan oleh SMA Kolese Gonzaga bagi para siswanya agar para siswa memiliki kepribadian dewasa yang mau terlibat kepada masalah-masalah kehidupan bersama. Koordinator kegiatan ini adalah Moderator.

14. Live In Profesi[sunting | sunting sumber]

diperuntukkan bagi kelas XI dimana para murid diajak untuk terjun langsung ke kantor/ instansi terkait sesuai dengan profesi serta minat dan bakat yang diinginkan. Live IN Profesi dilaksanakan selama 3 hari dan terbagi di beberapa tempat/ kantor/ instansi terkait.

15. Sarasehan[sunting | sunting sumber]

Acara ini diadakan dengan maksud untuk melakukan konsolidasi kelas dan memajukan suasana belajar mengajar. Acara yang diselenggarakan di luar proses belajar-mengajar di kelas ini terdiri dari dialog dan sharing pengalaman antara siswa-siswi dan guru-guru. Dengan itu diharapkan siswa-siswi juga para guru semakin menghayati dan menghidupi komunitas kelas. Acara yang merupakan acara wajib bagi kelas X ini melibatkan beberapa orangtua untuk membantu proses penyelenggaraan acara ini. Keterlibatan orangtua dalam proses ini dimaksudkan untuk membangun semangat baru dan rasa peduli terhadap pengembangan pembelajaran di sekolah.

Acara ini bisa divariasi dengan “buka warung” di sekolah yaitu setelah penerimaan rapor mid-semester, para guru bidang studi dapat menerima murid dan orangtua yang ingin berkonsultasi mengenai kekurangan dan hasil studi anaknya. Koordinasi acara ini dilakukan antara Kepala Sekolah, Moderator dibantu oleh Wali Kelas dan tentunya Guru Bidang Studi yang bersangkutan.

16. Graduation Day[sunting | sunting sumber]

Graduation day adalah acara untuk melepas putra-putri kelas XII yang telah berhasil menempuh ujian sekolah dan ujian nasional. Nilai yang akan dibangun dalam acara ini menggantikan acara prom night yang dilakukan oleh para murid di hotel tanpa sepengetahuan sekolah. Sejak tahun ajaran 2006/2007 pesta perpisahan dengan acara prom night akan dihilangkan dan diganti cukup dengan acara Graduation day ini. Koordinator acara Graduation day ini adalah Kepala Sekolah/Moderator dibantu oleh Kepanitiaan Orang tua siswa kelas XII dan Siswa. Acara Graduation Day ini dibagi dalam empat tahap. Pertama, misa syukur. Kedua, pengumuman kelulusan yang diadakan pagi hari . Ketiga, acara wisuda dengan pemberian award bagi siswa-siswi yang berprestasi dan, keempat adalah acara ramah tamah atau perpisahan (farewell).

17. Bazar Amal[sunting | sunting sumber]

Acara diadakan dengan tujuan menumbuhkan kepedulian siswa-siswi terhadap mereka yang tersingkirkan dan terlupakan yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Kepedulian ditunjukkan dengan menjual barang keperluan sehari-hari (sembako) maupun pakaian dengan harga yang sangat murah. Barang-barang yang dijual didapatkan dari kreativitas panitia terpilih dan Senat untuk mendapatkan sumbangan dana dan sembako dari semua siswa-siswi SMA Kolese Gonzaga. Teknik distribusi ke masyarakat dengan membagikan undangan dalam bentuk kupon langsung ke rumah penduduk yang tidak mampu yang ada di sekitar sekolah. Bersamaan dengan acara ini juga dilakukan Donor darah oleh komunitas SMA Kolese Gonzaga bekerja sama dengan PMI. Kegiatan ini dilakukan sebagai program tahunan sekolah. Bazar amal dan Donor Darah ini dilakukan di luar jam pelajaran efektif sekolah sehingga tidak mengurangi aktivitas belajar. Penanggung jawab kegiatan adalah Moderator bekerjasama dengan panitia terpilih dan Senat.

18. Rekoleksi Analisis Sosial[sunting | sunting sumber]

Rekoleksi adalah sarana untuk mengolah pengalaman belajar dan berelasi di SMA Kolese Gonzaga sebagai komunitas.Rekoleksi dilaksanakan di jenjang kelas XI.Dengan mengolah pengalaman berkomunitas dalam satu angkatan kelas XI, para murid diajak untuk menyadari siapa dirinya dan siapa pihak-pihak yang menjadi rekan belajarku di SMA Kolese Gonzaga. Rekoleksi diadakan dalam dua gelombang. Ada pendamping dari para guru dan para frater yang diminta oleh sekolah sebagai pemberi rekoleksi. Pendamping dan pemberi rekoleksi adalah para guru wali kelas dibantu oleh moderator. Rekoleksi diadakan di luar jam sekolah dan menjadi pola pendampingan rohani bagi kelas XI. Dengan adanya rekoleksi, para murid diharapkan merefleksikan relasinya dengan sesama dan relasinya dengan Tuhan karena salah satu unsur pendidikan di kolese adalah pembentukan karakter religiusitas dalam diri murid.

19. Retret[sunting | sunting sumber]

Di kelas XII, jenjang terakhir di SMA Kolese Gonzaga, para murid perlu melihat perjalanan selama dua tahun terakir dan mempersiapkan diri untuk menempuh studi di masa depan ke Perguruan Tinggi yang akan dipilih mereka. Oleh karena itu, mereka membutuhkan waktu untuk hening merefleksikan diri dan sejenak mundur dari kesibukan harian mereka. Suasana doa perlu mereka alami sebagai sarana pendampingan kerohanian juga bagi kelas XII sebelum lulus dari almamater mereka. Bagi murid Kolese, pendampingan kerohanian ini penting karena sisi iman harus mendapatkan perhatian bersama. Kita mendidik siswa untuk menjadi pribadi yang beriman, yang mampu melihat peran serta Tuhan dalam seluruh perjalanan dan masa depan yang akan mereka tempuh.

20. Study Tour[sunting | sunting sumber]

Study Tour yang diikuti para murid kelas XII, dilaksanakan pada bulan Desember.

21.Gonzaga Magis[sunting | sunting sumber]

Kegiatan pendalaman materi yang diikuti para murid kelas XII untuk mempersiapkan TO (Try Out) ataupun UN (Ujian Nasional). dilaksanakan dan dimulai dari bulan November sampai pada Ujian Nasional Berlangsung

22. Misa Angkatan[sunting | sunting sumber]

Misa yang dilaksanakan di Kapel Seminari, dilaksanakan sebagai ujud doa setiap angkatan untuk menempuh Ujian Akhir Semester (UAS) ataupun UN

23. Forum[sunting | sunting sumber]

Forum adalah ajang diskusi bagi para siswa SMA Kolese Gonzaga. Forum adalah sarana dimana para murid diperkenankan untuk menyampaikan aspirasi, pemikiran, kritik, saran ataupun evaluasi terhadap kegiatan sekolah yang sudah berlangsung. contohnya, Forum Jambore, forum MPLS, forum siswa dan guru.

24. Kunjungan Sosial (KunSos)[sunting | sunting sumber]

diikuti para murid Kelas X yang terbagi ke dalam kelompok-kelompok dan mengunjungi beberapa Panti Sosial yang ada disekitar Jakarta.

25. Hari Kartini[sunting | sunting sumber]

memperingati dan mengenang kembali perjuangan R.A. Kartini sebagai  perintis jalan kebangkitan wanita Indonesia. Guru, karyawan serta seluruh siswa-siswi SMA Kolese Gonzaga mengenakan pakaian adat daerah.

Kegiatan[sunting | sunting sumber]

Kegiatan Olah Raga:

Kegiatan Non-Olahraga

  • Paskibra, Fotografi Gonzaga [FONZA], Gonz Art, Teater Gonzaga, Sosial-Doa, Gonzaga Computer Club, Gonzaga Motorcycle Club, Gonzaga Computer Club, Gonzaga Voice, Sinezaga (Sinematografi Gonzaga), Bike To Gonz, Surga (Suara Gonzaga).
Drama musikal bahasa inggris menyambut Dies Natalis SMA Kolese Gonzaga 2016, "The Magic of Calonarang"
Gonzaga Day 2016: Pentas Seni "Nasionalisme: Perjuangan Kebhinekaan"

Gonzaga Day (Dies Natalis SMA Kolese Gonzaga)[sunting | sunting sumber]

1. Gonzaga Day 2014: Aksi Go Green, "Reconciling with Creation"[sunting | sunting sumber]

Kegiatan Gonzaga Day 2014 diawali dengan Misa Syukur di Aula Seminari dan dilanjutkan aksi Go Green yang dilakukan seluruh civitas academica SMA Kolese Gonzaga. Kelas X melakukan aksi sosial bersih-bersih sekolah, Kelas XI melakukan aksi sosial bersih-bersih Taman Margasatwa Ragunan dan kelas XII melakukan penanaman pohon bakau di Taman Wisata Alam Pantai Indah Kapuk.

2. Gonzaga Day 2015: Drama Musikal, "The Magic of Calonarang"[sunting | sunting sumber]

Dalam menyambut Dies Natalis SMA Kolese Gonzaga, pada perayaan Gonzaga Day 2015 diadakan Drama Musikal "The Magic of Calonarang" yang dibawakan dalam Bahasa Inggris. Drama Musikal yang menggabungkan berbagai seni, yakni seni teater, seni angklung, seni gitar, seni tari, seni lukis dan gambar, seni tari dan berkolaborasi dengan WBSO (Wacana Bhakti Symphony Orchestra). para murid turut aktif baik menjadi pemain ataupun panitia dalam drama musikal ini.

3. Gonzaga Day 2016: Pentas Seni, "Nasionalisme: Perjuangan Kebhinekaan"[sunting | sunting sumber]

Pentas Seni menyambut Dies Natalis SMA Kolese Gonzaga ke 29, pada perayaan Gonzaga Day 2016 ini diadakan Pentas Seni yang bertema "Nasionalisme; Perjuangan Kebhinekaan". kegiatan diawali misa syukur dan dilanjutkan pentas musik dari Wacana Bhakti Symphony Orchestra (WBSO), Suara Gonzaga (Surga), Seni Paduan Suara SMA Kolese Gonzaga, Paduan Suara Seminaris KPP, Seni Angklung SMA Gonzaga. Secara khusus juga mengundang SMP Strada Marga Mulia dan SMP Desa Putra untuk ikut berpartisipasi.

Puncak Acara Lustrum V SMA Kolese Gonzaga, "Gonz for Earth"

Lustrum[sunting | sunting sumber]

1. Lustrum IV[sunting | sunting sumber]

Pada Lustrum IV Kolese Gonzaga-Seminari Wacana Bhakti sekaligus merayakan 200 tahun Gereja Katolik Jakarta, mereka menggelar sebuah pertunjukan kolosal berjudul Bayang-Bayang Retak pada Sabtu-Minggu 10-11 Februari 2007 di Teater Tanah Airku, TMII Jakarta. [1] [2]

2. Lustrum V[sunting | sunting sumber]

Memperingati Lustrum V sekaligus 25 tahun berdirinya, pada 3 November 2012 Kolese Gonzaga-Seminari Wacana Bhakti mengadakan konser bertajuk "Gonz For Earth & Music Concert" di Gedung SIMSCO. Konser ini menjadi momentum bagi keluarga besar Kolese Gonzaga karena dapat mencicipi pergaulan global. Kolese Gonzaga berkolaborasi dengan Kolese De Britto (Yogyakarta), Kolese Loyola (Semarang), Kolese Kanisius (Jakarta), Kolese Le Cocq d'Armandville (Nabire), Seminari Mertoyudan (Semarang), Fordham Preparatory School (New York, Amerika Serikat), Wah Yan College (Hong Kong), serta Ateneo de Cebu (Filipina).

Pemimpin Kolese[sunting | sunting sumber]

Rektor[sunting | sunting sumber]

  • J Drost, SJ : 1987-1992
  • Basilius Sudibya, SJ
  • Adjie Prabowo, Pr
  • J.Rudianto, SJ
  • Thomas Salimun Sarjumunarsa, SJ., MPS.
  • Rm. Adrianus Andy Gunardi, Pr., M.A.

Kepala Sekolah[sunting | sunting sumber]

Nama pater Masa bakti
Joseph Ignatius Gerardus Maria Drost, SJ. 1987-1991
Robertus Murtrisunu Wisnumurti, SJ. 1991-1993
Paulus Budiharjo, SJ. (bruder) 1993-2000
Johannes Heru Hendarto, SJ. 2000-2009
Agustinus Hendro Subekti, SJ. 2009-2010
Agustinus Sigit Widisana, SJ., M.Theo 2010-2011
Leonardus Evert Bambang Winandoko, SJ., M.Ed 2011-sekarang

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "SMA Kolese Gonzaga  » Kegiatan yang Dilakukan di Kolese Gonzaga 2016-2017". www.kolesegonzaga.com. Diakses tanggal 2016-11-15.