Kolera unggas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ayam yang terkena penyakit kolera mengeluarkan diare berwarna hijau

Kolera unggas atau dikenal juga dengan nama fowl cholerea disebabkan oleh bakteri bipoler[1]. Penyakit ini ditemukan pada awal abad ke-18. Pertama kali penyakit ini pertama kali ditemukan di daerah Amerika Utara pada tahun 1943-1944[1]. Penyakit ini pada tahun 2011 menyebabkan kematian pada bebek di daerah Kanada dan terjadi penyebaran wabah hingga ke daerah greenland[1]. Persebaran penyakit ini dapat terjadi secara perlahan maupun mendadak[2]. Penyakit ini dapat disebabkan karena makanan dan minuman yang di konsumsi secara langsung[2]. Selain itu, karena unggas merupakan salah satu hewan yang bersifat coprophagi penularan melalui kotoran yang dikeluarkan[2].

Setelah di lakukan beberapa studi lebih lanjut mengenai penyakit ini, ditemukan bahwa kolera unggas ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida[1]. bakteri ini bersifat tidak dapat berjalan, tidak membentuk spora dan berbentuk batang[1]. Wabah ini dapat menyebar dengan cepat karena bakteri P. multocida memiliki berbagai jenis serotype sehingga sulit untuk di identifikasi[1]. Epidemik dari wabah ini juga belum dapat diperinci lebih lanjut dikarenakan belum ditemukannya data dari hasil analisis molekuler yang dapat mengidentifikasi seluruh antigen yang dikeluarkan[1].

Pada bentuk penyakit yang tidak ganas atau kronis ayam akan memiliki karakteristik seperti dibawah ini[2]:

  • terlihat lesu[2],
  • nafsu makan hilang[2],
  • suhu badan naik[2],
  • pial dan jengger berubah warna menjadi merah kebiru-biruan[2],
  • diare yang berair berwarna putih kekuning-kuningan kemudian berubah menjadi kehijau-hijauan[2], dan
  • gangguan pernafasan[2].

Sedangkan pada penyakit yang akut biasanya terjadi kematian sebelun terjadinya tanda-tanda tersebut secara mendadak[2]. Proses penangan dari wabah ini adalah dengan melakukan injeksi berkala kepada unggas dan memisahkan unggas yang terkena wabah ini karena dapat bersifat kanibal[1][2]. Senyawa yang aman untuk di injeksikan pada unggas yang terjagkit wabah ini adalah senyawa antibiotik yang dapat diterima oleh manusia, yaitu seperti tetrasiklin[2]. Jika tidak ada perbedaan yang nyata seletelah di lakukan penangan maka akan terjadi kematian dalam waktu kurang dari satu minggu[2].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h (Inggris) Mark Pattison. 2008. Poultry Diseases. Beijing : Elsivier
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n Bambang Agus Murtidjo. 1992. Pengendalian Hama Dan Penyakit Ayam. Yogyakarta : Kanisius