Kinjō Tennō

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Menurut protokol, Kinjō Tennō (Jepang: 今上天皇) atau Heika (陛下) adalah gelar kehormatan yang dipakai di Jepang untuk merujuk kepada Kaisar Jepang saat ini alih-alih memakai nama pribadinya (seperti Hirohito), seperti yang dilakukan dalam budaya Barat.[1][2] Satu-satunya konteks di mana nama pribadi dipakai adalah saat menyebut masa mereka sebelum naik tahta (contohnya Pangeran Hirohito 裕仁親王 Hirohito shinnō). Para anggota rumah tangga kekaisaran memiliki sebutan gelar tambahan -miya; Putra Mahkota saat ini biasanya disebut dengan gelarnya, contohnya adalah Pangeran Hiro (浩宮 Hiro-no-miya).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Erskine 1933, quote: "In Japan, the personal name of the Emperor is never used by the people. He is always spoken of as the Heika or the Kinjo no Heika while living, and after his death is spoken of as the "Meiji Tenno" or " Taisho Tenno"
  2. ^ Izawa