Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kimetsu no Yaiba)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba
Demon Slayer - Kimetsu no Yaiba, volume 1.jpg
Gambar sampul manga volume pertama
鬼滅の刃
(Kimetsu no Yaiba)
GenrePetualangan,[1] fantasi gelap[2] bela diri[3]
Manga
PengarangKoyoharu Gotōge
PenerbitShueisha
Penerbit bahasa Inggris
Penerbit bahasa IndonesiaElex Media Komputindo
ImprintJump Comics
MajalahWeekly Shōnen Jump
DemografiShōnen
Terbit15 Februari 201618 Mei 2020
Volume21 (Daftar volume)
Seri anime
SutradaraHaruo Sotozaki
Produser
  • Hikaru Kondo
  • Akifumi Fujio
  • Masanori Miyake
  • Yūma Takahashi
SkenarioUfotable
MusikYuki Kajiura
Go Shiina
StudioUfotable
Pelisensi
Saluran
asli
Tokyo MX, GTV, GYT, BS11
Saluran bahasa Inggris
Tayang 6 April 2019 29 September 2019
Episode26 (Daftar episode)
Film
Wikipe-tan face.svg Portal anime dan manga

Kimetsu no Yaiba (bahasa Jepang: 鬼滅の刃, terj. har. "Pedang Penghancur Iblis"[4]), yang diterbitkan di Indonesia dengan judul Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, adalah sebuah seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Koyoharu Gotōge. Ceritanya mengisahkan tentang Tanjiro Kamado, seorang anak laki-laki yang menjadi pembasmi iblis setelah keluarganya dibantai dan adik perempuannya yang bernama Nezuko diubah menjadi iblis. Manga ini dimuat berseri dalam majalah Weekly Shōnen Jump terbitan Shueisha sejak bulan Februari 2016 hingga Mei 2020, dan telah dibundel menjadi dua puluh satu volume tankōbon hingga bulan Juli 2020. Manga ini diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Viz Media, sementara Shueisha merilisnya dalam bahasa Inggris dan Spanyol secara serentak dengan perilisannya di Jepang melalui platform Manga Plus milik mereka.

Manga ini diadaptasi menjadi sebuah seri anime yang diproduksi oleh Ufotable dan ditayangkan sejak bulan April hingga September 2019. Sekuel berupa film layar lebar diumumkan ketika episode terakhir disiarkan dan dijadwalkan untuk dirilis pada bulan Oktober 2020.

Per bulan Mei 2020, manga ini telah terjual sebanyak lebih dari 80 juta kopi dalam peredaran—termasuk versi digitalnya, dan membuatnya menjadi salah satu seri manga terlaris. Sementara itu, seri anime-nya telah menerima banyak penghargaan dan dianggap sebagai salah satu anime terbaik pada dekade 2010–an.[5][6][7][8]

Plot[sunting | sunting sumber]

Berlatar di Jepang pada zaman Taisho, Tanjiro Kamado adalah seorang bocah lelaki baik hati dan cerdas yang tinggal bersama keluarganya dan mencari uang dengan cara menjual arang. Semuanya berubah ketika keluarganya diserang dan dibantai oleh iblis (oni). Tanjiro dan saudarinya Nezuko adalah satu-satunya yang selamat dari insiden tersebut, meskipun Nezuko sekarang adalah iblis—tetapi secara mengejutkan dia masih menunjukkan tanda-tanda emosi dan pemikiran layaknya seorang manusia. Tanjiro kemudian menjadi pembasmi iblis untuk mengembalikan Nezuko menjadi manusia lagi, dan untuk mencegah tragedi yang terjadi pada dia dan adiknya terulang pada orang lain.[9]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2013, Koyoharu Gotōge debut melalui ajang Jump Treasure Newcomer Manga Awards ke-70 dengan karyanya yang berjudul Ka Gari Gari (過狩り狩り).[10][11] Karya Gotōge yang berikutnya merupakan tiga seri one-shot; Monju Shirō Kyōdai (文殊史郎兄弟) yang diterbitkan dalam edisi ke-2 dari majalah Jump Next! pada tahun 2014, Rokkotsu-san (肋骨さん) dalam edisi ke-39 dari Weekly Shōnen Jump pada tahun 2014, dan Haeniwa no Zigzag (蠅庭のジグザグ) dalam edisi ke-21 dari Weekly Shōnen Jump pada tahun 2015.[12] Setelah Haeniwa no Zigzag gagal dijadikan seri, Tatsuhiko Katayama yang merupakan editor pertama Gotōge, menyarankannya untuk membuat seri baru dengan "tema yang mudah dipahami".[13] Karya Gotōge bertajuk Ka Gari Gari kemudian menjadi dasar untuk storyboard pertama yang berjudul Kisatsu no Nagare (鬼殺の流れ), karena cerita tersebut memiliki konsep seperti pedang dan iblis yang familiar dengan khalayak Jepang.[13] Storyboard tersebut tidak jadi dimuat berseri karena memiliki nuansa yang serius, kurangnya elemen berupa comic relief dan ceritanya yang terasa gelap. Katayama meminta kepada Gotōge apakah dia bisa membuat seorang karakter yang cerah dan normal di dalam dunia yang telah dibuatnya.[13] Dalam rencana awal, judulnya adalah Kisatsu no Yaiba (鬼殺の刃), tetapi mereka merasa aksara "satsu" (, terj. har. "bunuh") memiliki makna yang terlalu kuat. Kata "kimetsu" (鬼滅) dipandang sebagai kata yang mudah dipahami, dan meskipun kata tersebut tidak memiliki makna yang berarti, Gotōge berpikir akan menjadi suatu hal yang menarik untuk bisa menyingkat judul seri barunya dengan cara seperti, sedangkan kata "yaiba" (, terj. har. "pedang") menyiratkan pedang khas Jepang.[13]

Media[sunting | sunting sumber]

Manga[sunting | sunting sumber]

Ditulis dan diilustrasikan oleh Koyoharu Gotōge, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba mulai dimuat berseri dalam edisi ke-11 dari majalah Weekly Shōnen Jump yang diterbitkan oleh Shueisha pada tanggal 15 Februari 2016.[10] Dalam edisi ke-23 dari majalah Weekly Shōnen Jump yang diterbitkan pada tanggal 11 Mei 2020, diumumkan bahwa manga ini akan mencapai klimaksnya.[14] Manga Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba berakhir pada edisi ke-24 dari majalah Weekly Shōnen Jump yang diterbitkan pada tanggal 18 Mei 2020.[15][16] Volume pertamanya diterbitkan pada tanggal 3 Juni 2016.[17] Pada bulan April 2020, diumumkan bahwa perilisan volume 20 dimundurkan dua minggu akibat pandemi COVID-19.[18] Hingga bulan Mei 2020, dua puluh volume telah diterbitkan.[19]

Shueisha mulai merilis manga ini dalam bahasa Inggris secara serentak dengan perilisannya di Jepang melalui platform Manga Plus sejak bulan Januari 2019.[20] Manga ini telah diterbitkan menjadi sejumlah volume tankōbon. Viz Media merilis tiga bab pertama dari manga ini dalam majalah digital Weekly Shonen Jump milik mereka sebagai bagian dari program "Jump Start", namun memutuskan untuk tidak melanjutkan perilisannya.[21][22] Viz kemudian mengumumkan bahwa mereka telah melisensi manga ini saat sesi panel mereka dalam acara San Diego Comic-Con yang berlangsung pada tanggal 20 Juli 2017.[22]

Spin-off[sunting | sunting sumber]

Cerita sampingan untuk manga ini diterbitkan dalam edisi perdana dari majalah Shonen Jump GIGA yang diterbitkan pada tanggal 20 Juli 2016.[23] Sebuah manga spin-off yang terdiri dari dua bab berjudul Kimetsu no Yaiba: Tomioka Giyū Gaiden, dimuat dalam edisi ke-18 dari majalah Weekly Shonen Jump terbitan Shueisha pada tahun 2019. Gotōge dikreditkan sebagai pencipta manga aslinya, sementara yang menjadi ilustrator manga tersebut adalah Hirano. Manga tersebut mengisahkan tentang karakter Giyū Tomioka.[24]

Sebuah manga spin-off empat panel karya Ryōji Hirano berjudul Kimetsu no Aima!, dirilis pada situs web dan aplikasi Shonen Jump+ milik Shueisha pada tanggal 7 April dan 6 Oktober. Manga tersebut menampilkan versi chibi para karakter utama dari manga aslinya.[24][25]

Setelah manga ini berakhir pada bulan Mei 2020, sebuah cerita spin-off berjudul Kimetsu no Yaiba: Rengoku Gaiden (鬼滅の刃 煉獄外伝), yang diilustrasikan oleh Ryōji Hirano dan mengisahkan tentang Kyōjurō Rengoku, diumumkan untuk dirilis.[16]

Novel ringan[sunting | sunting sumber]

Sebuah novel ringan berjudul Demon Slayer: Flower of Happiness (鬼滅の刃 しあわせの花) karya Koyoharu Gotōge dan Aya Yajima yang diterbitkan pada tanggal 4 Februari 2019. Novel tersebut menceritakan tentang kehidupan Tanjiro dan Zenitsu sebelum dimulainya cerita, begitu pula dengan sekilas kehidupan dari Aoi dan Kanao.[26] Novel tersebut juga berisi sebuah bab yang berlatar di dunia lain, menampilkan para karakter yang bersekolah di sebuah SMA biasa.

Demon Slayer: One-Winged Butterfly (鬼滅の刃 片羽の蝶) adalah sebuah novel ringan karya Gotōge dan Aya Yajima yang diterbitkan pada tanggal 4 Oktober 2019. Novel tersebut mengisahkan tentang kehidupan Shinobu dan Kanae Kocho sebelum dan sesudah mereka bergabung dengan Korps Pemburu Iblis, setelah nyawa mereka diselamatkan oleh Himejima Gyomei.[27][28]

Novel ringan ketiga berjudul Demon Slayer: The Wind's Telltale Signs (鬼滅の刃 風の道しるべ, Kimetsu no Yaiba: Kaze no Michishirube), yang mengisahkan tentang Sanemi Shinazugawa, diterbitkan pada tanggal 3 Juli 2020.[29]

Media cetak lainnya[sunting | sunting sumber]

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Official Fanbook: Kisatsutai Kenbunroku (鬼滅の刃公式ファンブック 鬼殺隊見聞録) dirilis pada tanggal 4 Juli 2019.[30] Buku tersebut memuat informasi berupa latar belakang dari beberapa karakter dalam manga ini.[31]

Anime[sunting | sunting sumber]

Adaptasi anime untuk manga ini yang diproduksi oleh studio Ufotable diumumkan dalam majalah Weekly Shōnen Jump pada tanggal 4 Juni 2018.[32] Seri anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba ditayangkan perdana pada tanggal 6 April 2019 di Tokyo MX, GTV, GYT, BS11, dan saluran lainnya.[33][34] Haruo Sotozaki menyutradarai anime tersebut menggunakan skrip dari staf Ufotable. Yuki Kajiura dan Go Shiina berperan sebagai penggubah musiknya, sementara Akira Matsushima mendesain karakternya. Hikaru Kondo berperan sebagai produser.[35] LiSA membawakan lagu tema pembuka yang berjudul "Gurenge" (紅蓮華),[36] sedangkan lagu tema penutupnya berjudul "from the edge" yang dibawakan oleh FictionJunction bersama LiSA.[37] Seri tersebut ditayangkan sebanyak 26 episode.[38]

Di Amerika Utara, Aniplex of America mengumumkan bahwa mereka telah melisensi seri tersebut,[39] dan bahwa mereka akan merilis dua volume Blu-ray pada tanggal 30 Juni dan 24 November 2020 untuk edisi terbatas. Mereka juga bekerja sama dengan Funimation untuk merilis volume Blu-ray edisi standar pada bulan September 2020 dan Januari 2021.[40] Seri anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba juga ditayangkan secara streaming di Crunchyroll, Hulu, dan FunimationNow.[41] Pada bulan Juli 2019, diumumkan bahwa versi sulih suara bahasa Inggrisnya akan ditayangkan pada blok pemrograman Toonami milik Adult Swim.[42] Versi sulih suara bahasa Inggrisnya diproduksi oleh Aniplex of America dan Bang Zoom! Entertainment,[43] kemudian ditayangkan perdana pada tanggal 12 Oktober 2019.[44] Di Australia dan Selandia Baru, Madman Entertainment memperoleh lisensi atas seri tersebut, dan menayangkannya secara simulcast pada platform AnimeLab milik mereka.[45] Di Britania Raya dan Irlandia, Anime Limited memperoleh lisensi atas seri tersebut.[46]

Sebelum tayang, lima episode perdana ditayangkan pada bioskop di Jepang selama dua minggu sejak tanggal 29 Maret 2019, dengan judul Kimetsu no Yaiba: Kyōdai no Kizuna (bahasa Jepang: 鬼滅の刃 兄妹の絆).[47] Aniplex of America menayangkan film tersebut di Aratani Theatre di Los Angeles pada tanggal 31 Maret 2019.[48] Madman Entertainment dan AnimeLab menayangkan film tersebut hanya di beberapa bioskop terpilih di Australia pada tanggal 2 April 2019.[49]

Film[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 28 September 2019, segera setelah penyiaran episode 26, film anime berjudul Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train (bahasa Jepang: 鬼滅の刃 無限列車編, Hepburn: Kimetsu no Yaiba: Mugen Ressha-hen) diumumkan. Para staf dan pengisi suara juga akan kembali mengisi peran mereka.[50] Film ini merupakan sekuel langsung dari musim pertama yang dibuat berdasarkan arc cerita "Infinite Train" dari manga-nya,[51][52] Pada tanggal 10 April 2020, diumumkan bahwa film tersebut akan dirilis di Jepang pada tanggal 16 Oktober 2020.[53] Di Jepang, film tersebut didistribusikan oleh Aniplex dan Toho.[54]

Permainan video[sunting | sunting sumber]

Sebuah permainan ponsel bertajuk Demon Slayer: Blood-Stench Blade Royale (鬼滅の刃 血風剣戟ロワイアル, Kimetsu no Yaiba: Keppū Kengeki Royale) diumumkan untuk dirilis pada tahun 2020 oleh penerbit Aniplex dan dikembangkan oleh Quatro A, anak perusahaan Aniplex.[55] Sebuah permainan video oleh Aniplex berjudul Kimetsu no Yaiba: Hinokami Chifūtan (鬼滅の刃 ヒノカミ血風譚) untuk platform PlayStation 4, diumumkan untuk dirilis pada tahun 2021.[56][57][58]

Pementasan panggung[sunting | sunting sumber]

Edisi ke-44 dari majalah Weekly Shōnen Jump yang diterbitkan pada tanggal 19 September 2019, mengumumkan bahwa manga ini akan diadaptasi menjadi pementasan panggung (stage play).[59] Pementasan tersebut dilakukan pada bulan Januari 2020 di Tokyo dan Prefektur Hyogo. Kenichi Suemitsu menulis skenario dan berperan sebagai sutradara, sementara Shunsuke Wada menciptakan musiknya. Pementasan tersebut diperankan oleh Ryota Kobayashi sebagai Tanjirō Kamado, Akari Takaishi sebagai Nezuko, Keisuke Ueda sebagai Zenitsu Agatsuma, Yūgo Satō sebagai Inosuke Hashibira, Reo Honda sebagai Giyū Tomioka, Tomoyuki Takagi sebagai Sakonji Urokodaki, Mimi Maihane sebagai Tamayo, Hisanori Satō sebagai Yushirō dan Yoshihide Sasaki sebagai Muzan Kibutsuji.[60]

Penerimaan[sunting | sunting sumber]

Manga[sunting | sunting sumber]

Seri ini menduduki peringkat ke-14 dalam daftar manga yang direkomendasikan oleh para pegawai toko buku Jepang pada tahun 2017,[61] dan ke-19 pada daftar manga terbaik untuk pembaca pria tahun 2018 versi Kono Manga ga Sugoi!.[62] Pada tahun 2019, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba menduduki peringkat ke-10 pada daftar ke-19 "Buku Terbaik Tahun Ini" versi majalah Da Vinci.[63] Manga ini kembali menduduki peringkat ke-19 pada daftar manga terbaik untuk pembaca pria tahun 2019 versi Kono Manga ga Sugoi!.[64] Manga ini telah dinominasikan dalam penghargaan tahunan Penghargaan Kebudayaan Osamu Tezuka ke-24 tahun 2020.[65]

Penjualan[sunting | sunting sumber]

Per bulan Februari 2019, manga ini telah terjual sekitar 3,5 juta kopi di seluruh dunia,[66] lebih dari 10 juta kopi per bulan September 2019,[2] lebih dari 25 juta kopi per bulan Desember 2019,[67] lebih dari 40 juta kopi per bulan Februari 2020,[68] dan per bulan Mei 2020, penjualannya melampaui lebih dari 60 juta kopi dalam sirkulasi, termasuk versi digitalnya.[69][70] Hingga akhir bulan Februari 2020, terungkap bahwa waralaba ini terjual sebanyak 40,3 juta kopi, membuatnya menjadi manga terlaris ke-5 dalam sejarah Oricon.[71] Pada tanggal 22 Mei 2020, terungkap bahwa manga ini telah terjual sebanyak 60,027 juta kopi dalam bentuk cetak, membuatnya menjadi seri manga ketiga dalam sejarah Oricon yang terjual sebanyak lebih dari 60 juta kopi dalam bentuk cetak.[72] Per bulan Juli 2020, waralaba ini telah terjual sebanyak 80 juta kopi dalam sirkulasi,[73] termasuk terjual sebanyak 71 juta kopi.[74]

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba merupakan manga pertama yang menduduki 10 posisi teratas dalam tangga penjualan manga mingguan Oricon.[75] Manga ini menguasai 10 posisi teratas selama sebulan penuh dan merupakan manga pertama dalam sejarah Oricon yang menguasai 19 posisi teratas tangga penjualan mingguan.[76][77] Pada bulan Februari 2020, volume 19 dari manga ini terjual sekitar 1,378 juta kopi pada minggu pertama, menjadikan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba sebagai seri manga ketiga yang volume tunggalnya terjual lebih dari 1 juta kopi, setelah One Piece (45 kali) dan Attack on Titan (2 kali).[78] Pada bulan Mei 2020, edisi reguler dan terbatas dari volume 20 terjual sebanyak 1.990,249 dalam bentuk cetak.[72] Pada bulan Juli 2020, edisi reguler dan terbatas dari volume 21 terjual sebanyak 2,041,177 dalam bentuk cetak.[74]

Pada bulan November 2019, Shueisha menyatakan bahwa Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba merupakan manga terlaris ke-2 mereka pada periode bulan November 2018 hingga November 2019 dengan penjualan mencapai 10,8 juta kopi, setelah One Piece karya Eiichiro Oda yang terjual sebanyak 12,7 juta kopi pada periode yang sama.[79] Meski demikian, seri ini menduduki peringkat pertama dalam tangga penjualan komik tahunan Oricon tahun 2019, dengan penjualan mencapai 12 juta kopi, sedangkan One Piece menduduki peringkat kedua, dengan penjualan melebihi 10,1 juta kopi pada periode yang sama dari bulan November 2018 hingga November 2019. Pencapaian tersebut membuat Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba sebagai manga terlaris untuk tahun 2019.[80] Oda menuliskan pesan berupa ucapan selamat atas pencapaian manga karya Gotōge ini.[81] Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba merupakan manga terlaris untuk paruh pertama tahun 2020, dengan penjualan mencapai 45.297,633 juta kopi.[82] Sementara dua puluh volumenya (termasuk edisi khusus volume 20), menduduki 25 posisi teratas dari peringkat volume manga terlaris untuk tahun 2020.[83]

Mengenai kesuksesan besar yang tiba-tiba yang dialami manga ini, Hiroyuki Nakano selaku pemimpin redaksi Weekly Shōnen Jump menyatakan bahwa penjualan manga ini melonjak naik segera setelah adaptasi anime-nya selesai. Ia menjelaskan bahwa sejumlah besar orang menonton seri anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba melalui layanan streaming setelah tayangannya berakhir alih-alih menontonnya setiap minggu. Nakano juga menyatakan bahwa saat ini, seri manga yang dimuat dalam majalah lebih sulit untuk menjadi populer. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba yang dimulai pada bulan Februari 2016 tidak langsung mengalami kesuksesan, dan baru populer pada akhir tahun 2019. Nakano menambahkan bahwa "keberhasilannya bergantung pada diskusi yang dihasilkan setelah adaptasi anime-nya selesai ditayangkan".[84]

Tanggapan kritikus[sunting | sunting sumber]

Rebecca Silverman dari Anime News Network menilai volume pertamanya dengan peringkat B-. Silverman memuji alur cerita dan karakternya, tetapi memiliki masalah dengan pacing. Ia menyebut gambar Gotōge "belum dipoles dan tidak konsisten", meskipun dia memuji detail seperti pakaian yang dikenakan Tanjiro dan Nezuko untuk menggambarkan kemiskinan dan lingkungan yang penuh kasih tempat di mana mereka berasal. Silverman menyimpulkan bahwa manga ini adalah karya dari mangaka yang menjanjikan dan memiliki harapan positif terkait perkembangan manga ini.[85] Leroy Douresseaux dari Comic Book Bin memberikan nilai 9/10 untuk volume pertama. Douresseaux memuji manga ini atas "kemampuannya untuk menyampaikan kekuatan secara sederhana", sambil menjelaskan bahwa ilustrasi karya Gotōge "bagus" tetapi terlalu rinci, dan dialog serta penjelasannya mudah. Douresseaux memuji para karakternya dan merekomendasikan manga ini kepada para penggemar cerita pahlawan pembasmi iblis.[86] Nick Smith dari ICv2 memberi nilai 4/5 untuk volume pertama. Ia menilai bahwa ceritanya dibuat dengan baik dan para karakternya menarik, tetapi latar belakangnya "terlalu mematikan bagi kelangsungan hidup umat manusia". Smith menyatakan bahwa ilustrasinya bagus tetapi tidak istimewa dan merekomendasikan manga ini untuk para "remaja dan orang dewasa yang menggemari cerita tentang pahlawan yang menghadapi kejahatan mengerikan".[87] Chris Beveridge dari The Fandom Post mengkritik bab pertamanya karena "terlalu bertele-tele padahal [adegan] laga saja sudah mencukupi", dan akhirnya menyebut manga ini sebagai "karya dalam proses".[88] Dalam ulasannya untuk volume kedua, Melina Dargis dari situs web yang sama, menulis bahwa setelah menonton adaptasi animenya, dirinya terpesona oleh cerita dan karakter dan mulai membaca manganya, karena "masih menyenangkan untuk merasakan [pengalaman tersebut] lagi". Dargis menyimpulkan: "ini adalah cerita yang sangat hebat dan menarik bagi beragam minat".[89]

Novel ringan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2019, Demon Slayer: Flower of Happines terjual sebanyak 210.966 kopi, sedangkan Demon Slayer: One-Winged Butterfly terjual sebanyak 196.674 kopi. Keduanya menduduki peringkat ke-3 dan ke-4 secara berurutan pada tangga penjualan rata-rata bunko Oricon.[90] Novel ringan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba pada umumnya menduduki peringkat ke-10 dalam novel ringan terlaris tahun 2019, dengan penjualan sekitar 407.640 kopi.[91] Pada bulan Februari 2020, setelah melalui proses cetak ulang yang direncanakan secara kolektif, 1,16 juta kopi diperkirakan telah beredar, menjadikan buku-buku tersebut sebagai waralaba novel dengan penjualan tercepat dalam label "Jump j Books" milik Shueisha.[92] Dua novel ringan tersebut merupakan novel terlaris pada paruh pertama tahun 2020, dengan penjualan kolektif mencapai total 1.199,863 kopi.[93][94]

Pada bulan Mei 2020, Demon Slayer: Flower of Happiness menduduki peringkat ke-10 dalam sebuah jajak pendapat tentang buku favorit anak-anak yang dilakukan oleh Children's Book Election Office, dari sekitar 250.000 anak sekolah dasar.[95]

Anime[sunting | sunting sumber]

Tanggapan kritikus[sunting | sunting sumber]

Dalam ulasannya untuk Monsters and Critics, Patrick Frye menyebut bahwa adaptasi anime-nya "mendapatkan pujian [atas] kualitas animasi dan adegan pertarungan yang mengintegrasikan efek digital dengan mulus" sambil menyatakan bahwa "beberapa penggemar mengeluh tentang tempo cerita yang aneh akibat kilas balik dan beberapa momen yang terasa lambat, tetapi semuanya setuju bahwa ketika cerita kembali ke adegan laga, itu [animasi] hal yang luar biasa."[96] James Beckett yang menulis untuk Anime News Network, menyorot Episode 19 sambil mengatakan bahwa itu adalah "sebuah episode yang mendebarkan jantung, memamerkan keterampilan Ufotable yang cukup andal sebagai produser tontonan [adegan] laga yang hampir tak tertandingi".[97]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Seri anime-nya memenangkan Penghargaan Anime Newtype 2019 untuk kategori Seri Anime TV Terbaik, Karakter Pria Terbaik (Tanjirō Kamado), Karakter Wanita Terbaik (Nezuko Kamado), Lagu Tema Terbaik, Sutradara Terbaik, Desain Karakter Terbaik, Pengisi Suara Pria Terbaik (Natsuki Hanae), dan Pengisi Suara Wanita Terbaik (Akari Kitō).[98] Dalam majalah Animedia edisi bulan Februari 2020, seri tersebut menerima sebelas penghargaan untuk karakter pada "Animedia Character Awards 2019".[99] Pada bulan Februari 2020, seri tersebut mendapatkan penghargaan "Anime Terbaik Tahun Ini" pada Crunchyroll Anime Awards, kemudian Tanjiro memenangkan kategori "Tokoh Pria Terbaik" serta pertarungan Tanjiro bersama Nezuko melawan Rui memenangkan kategori "Adegan Pertarungan Terbaik".[100] Seri tersebut juga memenangkan Penghargaan Utama Anime Terbaik Tahun Ini dalam kategori televisi pada Tokyo Anime Awards Festival 2020.[101] Dalam sebuah jajak pendapat yang diadakan oleh Kadokawa Game Linkage terkait seri yang paling memuaskan pada tahun 2019, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba menduduki peringkat pertama, dan juga melaporkan bahwa ketika episode perdana dan terakhirnya ditayangkan, angka pemirsa meningkat menjadi 1,4 juta.[102][103] Pada bulan April 2020, seri anime tersebut memenangkan Penghargaan Utama dan New Face Award pada acara Japan Character Award yang digelar oleh Character Brand Licensing Association (CBLA) Jepang.[104]

Seri anime-nya dianggap sebagai salah satu anime terbaik pada dekade tahun 2010-an. Staf dan penulis untuk Polygon, Austen Goslin menyatakan: "beberapa anime selama 10 tahun terakhir tanpa malu-malu menjadikan adegan pertarungan [sebagai] fokus mereka, dan tidak ada satu pun dari mereka yang melakukannya sebaik Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba".[8] Crunchyroll mencantumkan seri tersebut ke dalam daftar "25 anime terbaik tahun 2010-an" versi mereka, dilengkapi ulasan dari Daniel Dockery yang berkomentar: "mulai dari koreografi laga pada tingkat tertinggi, hingga saat-saat emosional yang sengaja dikurangi (dan kadang-kadang tidak dikurangi), hingga Inosuke yang dapat dijadikan meme tanpa batas, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba dapat menjadi keajaiban untuk dilihat".[7][105] Sage Ashford yang menulis untuk Comic Book Resources, menempatkan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba pada peringkat kedua dari daftar versinya, memuji animasi dan dua tokoh protagonis utama, yang disebutnya "tokoh utama pria dan wanita yang paling disukai pada dekade ini".[6] IGN juga mencantumkan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba ke dalam daftar seri anime terbaik tahun 2010-an versi mereka.[5]

Gadget Tsūshin mencantumkan sufiks teknis pernafasan dan kalimat "Ah! Zaman ini, zaman ini mulai berganti lagi!" dalam daftar kata kunci anime tahun 2019 versi mereka.[106]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The Official Website for Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba". Viz Media. Diakses tanggal 26 Juli 2018. 
  2. ^ a b Komatsu, Mikikazu (2 September 2019). "Kimetsu no Yaiba Manga's Total Print Run Reaches Ten Million Copies". Crunchyroll. Diakses tanggal 4 November 2019. 
  3. ^ St. Kitts, Tremayne (26 Oktober 2019). "Demon Slayer: The 10 Most Powerful Breathing Techniques, Ranked". CBR. Diakses tanggal 7 Desember 2019. 
  4. ^ Bae, John (19 Februari 2016). "VIZ Blog / Nihongo Lesson 02/19/16". Viz Media. Diakses tanggal 5 Desember 2019. 
  5. ^ a b "The Best Anime of the Decade (2010 - 2019)". IGN. 1 Januari 2020. Diakses tanggal 4 Januari 2020. 
  6. ^ a b Ashford, Sage (27 November 2019). "10 Best Anime Series of the Last Decade, Ranked". Comic Book Resources. Diakses tanggal 3 Desember 2019. 
  7. ^ a b Wolf, Ian (27 November 2019). "Crunchyroll Names The Top 100 Anime of the 2010s". Anime UK News. Diakses tanggal 27 November 2019. 
  8. ^ a b "The best anime of the decade". Polygon. 6 November 2019. Diakses tanggal 17 November 2019. 
  9. ^ Chapman, Paul (25 November 2018). "Hunters and Prey Join the Cast of Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba TV Anime". Crunchyroll (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Oktober 2019. 
  10. ^ a b Ressler, Karen (31 Januari 2016). "Weekly Shonen Jump Launches 2 New Series in February". Anime News Network. Diakses tanggal 27 Mei 2018. 
  11. ^ 2013年のJUMPトレジャー新人漫画賞. Shonen Jump (dalam bahasa Jepang). Shueisha. Diakses tanggal 24 Februari 2020. 
  12. ^ ジャンプで新鋭が描く心優しき少年の冒険譚、連載記念に過去の読切も公開. Natalie (dalam bahasa Jepang). 15 Februari 2016. Diakses tanggal 24 Februari 2020. 
  13. ^ a b c d "The birth of "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba"". Manga Plus. Shueisha. Diakses tanggal 23 Februari 2020. 
  14. ^ Hodgkins, Crystalyn (26 April 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga's Story Reaches 'Climax' With Next Chapter on May 11". Anime News Network. Diakses tanggal 26 April 2020. 
  15. ^ 「鬼滅の刃」4年3カ月の連載に幕. Natalie (dalam bahasa Jepang). 18 Mei 2020. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  16. ^ a b Sherman, Jennifer (17 Mei 2020). "Demon Slayer Manga Ends, Short Spinoff Series Planned". Anime News Network. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  17. ^ 鬼滅の刃 1. Shueisha (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 27 Mei 2018. 
  18. ^ Sherman, Jennifer (9 April 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, Other Jump Manga Delay New Volumes Due to COVID-19 Coronavirus Concerns". Anime News Network. Diakses tanggal 9 April 2020. 
  19. ^ 鬼滅の刃 20. Shueisha (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 22 Desember 2019. 
  20. ^ Morrissy, Kim (27 Januari 2019). "Everything You Need to Know about MANGA Plus by Shueisha". Anime News Network. Diakses tanggal 14 September 2019. 
  21. ^ Ressler, Karen (18 Februari 2016). "Viz's Shonen Jump Previews Kimetsu no Yaiba Manga". Anime News Network. Diakses tanggal 27 Mei 2018. 
  22. ^ a b Ressler, Karen (20 Juli 2017). "Viz Media to Release Black Torch, Kaguya-sama: Love is War, Kimetsu no Yaiba Manga in English". Anime News Network. Diakses tanggal 27 Mei 2018. 
  23. ^ Ressler, Karen (27 Mei 2018). "My Hero Academia Gets 'Vigilante' Spinoff Manga". Anime News Network. Diakses tanggal 27 Mei 2018. 
  24. ^ a b Hodgkins, Crystalyn (1 April 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Gets 4-Panel Spinoff in Jump+ App". Anime News Network. Diakses tanggal 3 September 2019. 
  25. ^ [26話]鬼滅の刃公式スピンオフ「きめつのあいま!」. Shōnen Jump+ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 23 November 2019. 
  26. ^ 「鬼滅の刃」公式ポータルサイト. Kimetsu no Yaiba (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 6 Oktober 2019. 
  27. ^ 「鬼滅の刃」公式ポータルサイト. Kimetsu no Yaiba (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 6 Oktober 2019. 
  28. ^ Sherman, Jennifer (9 Agustus 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Gets 2nd Novel". Anime News Network. Diakses tanggal 25 November 2019. 
  29. ^ Pineda, Rafael Antonio (15 Mei 2020). "Demon Slayer Franchise Gets 3rd Novel in July". Anime News Network. Diakses tanggal 15 Mei 2020. 
  30. ^ 鬼滅の刃公式ファンブック 鬼殺隊見聞録. Shueisha (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 19 Mei 2020. 
  31. ^ 『鬼滅の刃公式ファンブック 鬼殺隊見聞録』発売!!. Kimetsu no Yaiba (dalam bahasa Jepang). 4 Juli 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Mei 2020. Diakses tanggal 6 Oktober 2019. 
  32. ^ Ressler, Karen (3 Juni 2018). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Gets TV Anime by ufotable". Anime News Network. Diakses tanggal June 3, 2018. 
  33. ^ Pineda, Rafael Antonio (3 Agustus 2018). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime Premieres in Spring". Anime News Network. Diakses tanggal 3 Agustus 2018. 
  34. ^ Hodgkins, Crystalyn (28 Februari 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime Premieres on April 6". Anime News Network. Diakses tanggal 28 Februari 2019. 
  35. ^ Hodgkins, Crystalyn (24 November 2018). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime Reveals Staff, More Cast". Anime News Network. Diakses tanggal 24 November 2018. 
  36. ^ Pineda, Rafael Antonio (24 Maret 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime's Video Previews LiSA's Opening Song". Anime News Network. Diakses tanggal 24 Maret 2019. 
  37. ^ Hodgkins, Crystalyn (13 April 2019). "'FictionJunction feat. LiSA' Performs Ending Theme for Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime". Anime News Network. Diakses tanggal 13 April 2019. 
  38. ^ Luster, Joseph (19 April 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime to Run for Two Cours". Crunchyroll News. Diakses tanggal 19 April 2019. 
  39. ^ Aniplex USA [@aniplexUSA] (14 Februari 2019). "Enter the realm of the demons as Demon Slayer premieres April 2019! Don't miss this melancholy tale of humans and demons from studio ufotable and based on the popular manga by Koyoharu Gotouge serialized in Weekly Shonen Jump magazine" (Twit). Diakses tanggal 20 Maret 2019 – via Twitter. 
  40. ^ Mateo, Alex (5 Mei 2020). "Aniplex USA to Release Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime on Blu-ray Disc". Anime News Network. Diakses tanggal 5 Mei 2020. 
  41. ^ Sherman, Jennifer (2 April 2019). "Aniplex of America Licenses We Never Learn: BOKUBEN, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime". Anime News Network. Diakses tanggal 3 April 2019. 
  42. ^ Pineda, Rafael Antonio (4 Juli 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime to Air With English Dub on Toonami". Anime News Network. Diakses tanggal 5 Juli 2019. 
  43. ^ Valdez, Nick (11 Oktober 2019). "Demon Slayer English Cast Reacts to New Roles". ComicBook. Diakses tanggal 28 Mei 2020. 
  44. ^ Pineda, Rafael Antonio (12 September 2019). "Toonami Premieres Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime on October 12". Anime News Network. Diakses tanggal 13 September 2019. 
  45. ^ "Demon Slayer - In Cinemas April 2". Madman Entertainment. Diakses tanggal 21 Maret 2019. Be among the first in Australia to feast on a smorgasbord of Demon Slayer episodes, before it heads to AnimeLab for its weekly simulcast season. 
  46. ^ All the Anime [@AllTheAnime] (30 Mei 2020). "As announced during our All The Anime panel at #CloudMatsuri - We're bringing Season 1 of the very popular series, DEMON SLAYER KIMESTSU NO YAIBA to Collector's Edition Blu-ray in the UK later this year! More details to follow in the coming months" (Twit). Diakses tanggal 30 Mei 2020 – via Twitter. 
  47. ^ Hodgkins, Crystalyn (15 Februari 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime's New Videos Reveal Theatrical Debut Before TV Airing". Anime News Network. Diakses tanggal 15 Februari 2019. 
  48. ^ Sherman, Jennifer (7 Maret 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime's Theatrical Version Gets U.S. Premiere on March 31". Anime News Network. Diakses tanggal 17 Maret 2019. 
  49. ^ Madman Entertainment [@Madman] (21 Maret 2019). "Presented by @AnimeLab, feast your eyes on a special feature-length premiere of Demon Slayer. Devour an exclusive five-episode presentation, before it begins its weekly simulcast season. At select cinemas across Australia on April 2 for ONE NIGHT ONLY 😈Demonslayer.com.au" (Twit). Diakses tanggal 21 Maret 2019 – via Twitter. 
  50. ^ "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime Gets Sequel Film". Anime News Network. 28 September 2019. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  51. ^ Frye, Patrick (28 September 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba movie Infinite Train confirmed after ending of Demon Slayer Episode 26". Monsters and Critics. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  52. ^ Hodgkins, Crystalyn (20 Oktober 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime Film Reveals Teaser Video, 2020 Debut (Updated)". Anime News Network. Diakses tanggal 20 Oktober 2019. 
  53. ^ Frye, Patrick (10 April 2020). "Demon Slayer movie release date confirmed for fall 2020 by Kimetsu no Yaiba Infinity Train trailer". Monsters and Critics. Diakses tanggal 10 April 2020. 
  54. ^ Sherman, Jennifer (10 April 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime Film Opens on October 16". Anime News Network. Diakses tanggal 10 April 2020. 
  55. ^ Pineda, Rafael Antonio (15 Maret 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Gets Smartphone Game This Year". Anime News Network. Diakses tanggal 16 Maret 2020. 
  56. ^ Hodgkins, Crystalyn (15 Maret 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Gets PS4 Game in 2021". Anime News Network. Diakses tanggal 15 Maret 2020. 
  57. ^ Romano, Sal (15 Maret 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba games official announcement, portal website opened". Gematsu. Diakses tanggal 5 April 2020. 
  58. ^ Romano, Sal (22 Maret 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Hinokami Keppuutan developed by CyberConnect2; debut trailer, screenshots". Gematsu. Diakses tanggal 5 April 2020. 
  59. ^ Hodgkins, Crystalyn (29 September 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Gets Stage Play in January". Anime News Network (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Mei 2020. 
  60. ^ Pineda, Rafael Antonio (4 November 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Stage Play Reveals 7 Cast Visuals". Anime News Network. Diakses tanggal 19 Mei 2020. 
  61. ^ Pineda, Rafael Antonio (2 Februari 2017). "Japanese Bookstores Recommend 15 Top Manga for 2017". Anime News Network. Diakses tanggal 27 Mei 2018. 
  62. ^ Hodgkins, Crystalyn (8 Desember 2017). "Kono Manga ga Sugoi! Reveals 2018's Series Ranking for Male Readers". Anime News Network. Diakses tanggal 27 Mei 2018. 
  63. ^ Pineda, Rafael Antonio (6 Desember 2019). "Kingdom Manga Tops Da Vinci Ranking". Anime News Network. Diakses tanggal 6 Desember 2019. 
  64. ^ Pineda, Rafael Antonio (11 Desember 2019). "Kono Manga ga Sugoi! Editors Unveil 2020 Rankings". Anime News Network. Diakses tanggal 11 Desember 2019. 
  65. ^ Pineda, Rafael Antonio (27 Februari 2020). "24th Tezuka Osamu Cultural Prize Nominees Announced". Anime News Network. Diakses tanggal 28 Februari 2020. 
  66. ^ "Roundup of Newly Revealed Print Counts for Manga, Light Novel Series - February 2019 (Updated)". Anime News Network. 3 Maret 2019. Diakses tanggal 28 Agustus 2019. 
  67. ^ Sherman, Jennifer (26 November 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Franchise to Have Over 25 Million Copies in Circulation". Anime News Network. Diakses tanggal 4 December 2019. 
  68. ^ "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Novels Are Jump Novel Label's Fastest to Top 1 Million in Circulation". Anime News Network. 7 Februari 2020. Diakses tanggal 8 Februari 2020. 
  69. ^ ヒット続く『鬼滅の刃』累計6000万部突破、1年で12倍 最新20巻は初版280万部. Oricon (dalam bahasa Jepang). 6 Mei 2020. Diakses tanggal 6 Mei 2020. 
  70. ^ Sherman, Jennifer (6 Mei 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Franchise Will Have 60 Million Copies in Circulation". Anime News Network. Diakses tanggal 7 Mei 2020. 
  71. ^ 『鬼滅の刃』、「コミック作品別売上記録」で歴代TOP5入り【オリコンランキング】. Oricon (dalam bahasa Jepang). 28 Februari 2020. Diakses tanggal 27 Februari 2020. 
  72. ^ a b Pineda, Rafael Antonio (22 Mei 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga #20 Takes Oricon's Top 2 Weekly Slots by Selling Nearly 2 Million". Anime News Network. Diakses tanggal 22 Mei 2020. 
  73. ^ Pineda, Rafael Antonio (23 Juni 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Franchise Will Have 80 Million Copies in Circulation". Anime News Network. Diakses tanggal 24 Juni 2020. 
  74. ^ a b Pineda, Rafael Antonio (10 Juli 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Volume 21 Sells 2 Million in 3 Days". Anime News Network. Diakses tanggal 10 Juli 2020. 
  75. ^ Pineda, Rafael Antonio (6 Februari 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Is 1st Manga to Take Japan's Entire Weekly Top 10". Anime News Network. Diakses tanggal 7 Februari 2020. 
  76. ^ Pineda, Rafael Antonio (9 Maret 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Manga Takes Japan's Entire Weekly Top 10 for 1 Full Month". Anime News Network. Diakses tanggal 9 Maret 2020. 
  77. ^ Pineda, Rafael Antonio (21 Februari 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Is 1st Manga to Take Japan's Entire Weekly Top 19". Anime News Network. Diakses tanggal 21 Februari 2020. 
  78. ^ Pineda, Rafael Antonio (13 Februari 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Is 3rd Manga to Sell Over 1 Million Copies of 1 Volume in 1st Week". Anime News Network. Diakses tanggal 14 Februari 2020. 
  79. ^ Pineda, Rafael Antonio (24 November 2019). "Demon Slayer Is Shueisha's 2nd Highest-Selling Manga After One Piece in 2019". Anime News Network. Diakses tanggal November 25, 2019. 
  80. ^ Loo, Egan (27 November 2019). "Top-Selling Manga in Japan by Series: 2019". Anime News Network. Diakses tanggal 28 November 2019. 
  81. ^ Morrissy, Kim (30 November 2019). "Eiichiro Oda Gives a Nod to Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba". Anime News Network. Diakses tanggal 30 November 2019. 
  82. ^ Loo, Egan (28 Mei 2020). "Top-Selling Manga in Japan by Series: 2020 (First Half)". Anime News Network. Diakses tanggal 28 Mei 2020. 
  83. ^ Loo, Egan (28 Mei 2020). "Top-Selling Manga in Japan by Volume: 2020 (First Half)". Anime News Network. Diakses tanggal 28 Mei 2020. 
  84. ^ Morrissy, Kim (11 Februari 2020). "Jump Editor-in-Chief Explains What's Unusual About Demon Slayer's Success". Anime News Network. Diakses tanggal 11 Februari 2020. 
  85. ^ Silverman, Rebecca (1 Agustus 2018). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba GN 1 - Review". Anime News Network. Diakses tanggal 21 Februari 2020. 
  86. ^ Douresseaux, Leroy (1 Juli 2018). "Demon Slayer: Kimetsu No Yaiba Volume 1 manga review". Comic Book Bin. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  87. ^ Smith, Nick (27 Juni 2018). "Review: 'Demon Slayer: Kimetsu No Yaiba' TP (Manga)". ICv2. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Mei 2020. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  88. ^ Beveridge, Chris (18 Februari 2016). "Kimetsu no Yaiba Chapter #1 Manga Review". The Fandom Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Mei 2020. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  89. ^ Dargis, Melina (18 November 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Vol. #02 Manga Review". The Fandom Post. Diakses tanggal 17 Mei 2020. 
  90. ^ Loo, Egan (27 November 2019). "Top-Selling Light Novels in Japan by Volume: 2019". Anime News Network. Diakses tanggal 28 November 2019. 
  91. ^ Loo, Egan (27 November 2019). "Top-Selling Light Novels in Japan by Series: 2019". Anime News Network. Diakses tanggal 28 November 2019. 
  92. ^ "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Novels Are Jump Novel Label's Fastest to Top 1 Million in Circulation". Anime News Network. 7 Februari 2020. Diakses tanggal 11 Februari 2020. 
  93. ^ Loo, Egan (28 Mei 2020). "Top-Selling Light Novels in Japan by Series: 2020 (First Half)". Anime News Network. Diakses tanggal 28 Mei 2020. 
  94. ^ Loo, Egan (28 Mei 2020). "Top-Selling Light Novels in Japan by Volume: 2020 (First Half)". Anime News Network. Diakses tanggal 28 Mei 2020. 
  95. ^ Morrissy, Kim (8 Mei 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Novel Ranks in Top 10 Books Chosen By Elementary School Students". Anime News Network. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  96. ^ Frye, Patrick (14 Agustus 2019). "Demon Slayer Season 2 release date: Kimetsu no Yaiba movie confirmed for 2020! Producer gives sequel thoughts – Demon Slayer manga compared to the anime". Monsters and Critics. Diakses tanggal 23 Oktober 2019. 
  97. ^ Beckett, James (12 Agustus 2019). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Episode 19". Anime News Network. Diakses tanggal 23 Oktober 2019. 
  98. ^ "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, Promare Anime Win Top Newtype Anime Awards". Anime News Network. Diakses tanggal 27 Oktober 2019. 
  99. ^ Morrissy, Kim (10 Januari 2020). "Demon Slayer Sweeps Animedia Character Awards 2019". Anime News Network. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  100. ^ Loveridge, Lynzee (15 Februari 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Takes Home Anime of the Year at Crunchyroll's Anime Awards". Anime News Network. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  101. ^ Harding, Daryl (5 Februari 2020). "Weathering With You, Demon Slayer Win Anime of the Year at Tokyo Anime Awards Festival 2020". Crunchyroll. Diakses tanggal 5 Mei 2020. 
  102. ^ Komatsu, Mikikazu (27 Februari 2020). "Anime Marketing White Paper 2020: The Most Satisfying Series in 2019 was Demon Slayer". Crunchyroll. Diakses tanggal 28 Februari 2020. 
  103. ^ Morrissy, Kim (28 Februari 2020). "Anime Marketing White Paper 2020: Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Gained 1.4 Million Viewers During Anime's Run". Anime News Network. Diakses tanggal 28 Februari 2020. 
  104. ^ Sherman, Jennifer (8 Mei 2020). "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Anime Wins Japan Character Award's Top Prize". Anime News Network. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  105. ^ Coats, Cayla (25 November 2019). "Crunchyroll Editorial's Top 100 Anime of the Decade: 25–1". Crunchyroll. Diakses tanggal 3 December 2019. 
  106. ^ Loveridge, Lynzee; Morrissy, Kim (4 Desember 2019). "Demon Slayer, Dr. Stone, Zombie Land Saga Buzzwords Make Gadget Tsūshin 2019 List". Anime News Network. Diakses tanggal 14 Desember 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]