Lompat ke isi

Kiara Nirghin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kiara Nirghin
KebangsaanSouth African
AlmamaterUniversitas Stanford
Dikenal atasArtificial Intelligence.[1]
PenghargaanHadiah utama Google Science Fair[2]

Global Google Community Impact Award Winner [3]

Tokoh Paling Berpengaruh di Majalah Time [4]

Kiara Nirghin adalah seorang penemu muda, penulis buku terlaris, dan advokat di berbagai organisasi, termasuk UN Women dan L'Oréal UNESCO untuk Women in Science.[5] Kiara berasal dari Afrika Selatan yang lahir pada tahun 2000.[6] Ia juga menjadi pengusaha di bidang teknologi khususnya Artificial Intelligence (AI) yang berasal dari Afrika Selatan. Pada tahun 2012, ia bersekolah di Sekolah Menengah Atas Johannesburg yang saat itu Afrika Selatan sedang dilanda kekeringan yang parah.[7]

Kiara adalah penerima beasiswa Thiel Fellow dan dana Alexis Ohanian. Ia juga menjadi anggota termuda di Google’s Impact Fund dan merupakan salah satu pendiri Chief Technology Officer (CTO) di Chima, sebuah perusahaan rintisan berbasis di San Francisco yang didukung oleh para investor terkemuka di Silicon Valley. Dengan spesialisasi dalam meneliti dan membangun model AI generatif, ia ikut mendanai Chima, sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi berskala besar yang didukung modal ventura dengan fokus pada keberlanjutan dan praktik etis.

Dalam kariernya, Kiara akti mendukung berbagai organisasi, baik publik maupun swasta, seperti UN Women, L'Oréal UNESCO for Women in Science, dan The Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Pada tanggal 9 Juli 2024, Room To Read, lembaga nirlaba pendidikan global yang menciptakan dunia yang bebas dari buta huruf dan ketidaksetaraan gender, telah mengumumkan Kiara Nirghin sebagai duta global terbarunya.[8]

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Kiara memenangkan hadiah utama di Google Science Fair pada bulan September 2016 (Scientific American menjadi salah satu sponsor penghargaan tersebut)[9] karena menggunakan kulit jeruk untuk mengembangkan bahan penyerap super murah guna membantu tanah menahan air.[10] Karya ini merupakan respons terhadap kekeringan yang terburuk sejak tahun 1982 melanda Afrika Selatan, mengakibatkan gagal panen dan matinya hewan-hewan. Kiara mendapatkan inspirasi saat melihat saudarinya mengganti popok bayi. Ia terpesona oleh daya serap polimer yang digunakan untuk menyerap cairan dan segera membayangkan kegunaannya di negaranya yang dilanda kekeringan, Afrika Selatan. Setelah melakukan penelitian mendalam tentang polimer superabsorben (SAP) dari departemennya di Universitas Stanford, ia menjadi terobsesi untuk menemukan metode untuk memanfaatkannya di lahan kering. Dengan mengaplikasikan SAP ke tanah sebelum hujan, ia yakin SAP dapat menciptakan reservoir air untuk musim kemarau, melepaskan muatannya saat tanaman sangat membutuhkannya.[11]

Ia mendapatkan beasiswa sebesar $50.000 (£38.000) dengan karyanya yang berjudul "fighting drought with fruit". Ini termasuk molekul yang ditemukan dalam kulit jeruk dan minyak alami dalam kulit alpukat.[12] Ia berhasil menciptakan Polimer Superabsorben yang alami dan dapat terurai secara hayati dari kulit jeruk.[13] Pada tahun 2021, bekerja sama dengan perusahaan pertanian internasional untuk memasarkan produknya.

Ia telah memperoleh pengakuan di usia muda ketika ia berhasil memenangkan Google Grand Prize untuk penelitian penting dalam algoritma AI dan pemodelan prediktif untuk aplikasi dunia nyata. Saat ini Kiara telah masuk dalam beberapa publikasi majalah internasional seperti Time 100, The Guardian, Forbes 30 Under 30 dan Glamour Megazine . Hal ini menjadikannya masuk dalam nominasi 100 tokoh yang paling berpengaruh. Selain itu beliau juga telah diakui sebagai juara muda Bumi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)[14] dan telah menjadi Duta Global untuk Room To Read.

Pengalaman menulis

[sunting | sunting sumber]

Kiara menerbitkan buku pertamanya berjudul, Youth Revolution: #BeTheChange dengan penerbit Penguin Random House pada 2019.[15] Ia pernah mendapat undangan untuk menulis artikel di Majalah TIME berjudul, "Bagaimana Kelancaran AI Dapat Membantu Perusahaan agar Sukses/How AI Fluency Can Help Companies Succeed",[16] lalu pernah menulis di majalah bisnis Fast Company[17] hingga majalah The Economist.[18]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Teen Wins Big for a Homemade weonXD". Scientific American. Diakses tanggal 29 August 2018.
  2. "16-year-old South African invents wonder material to fight drought". CNN. Diakses tanggal 29 August 2018.
  3. "South African teen wins Google prize for orange peel innovation". BBC. Diakses tanggal 29 August 2018.
  4. "The 30 Most Influential Teens of 2016". Time. Diakses tanggal 29 August 2018.
  5. "Kiara Nirghin Biography | Booking Info for Speaking Engagements". www.allamericanspeakers.com. Diakses tanggal 2025-03-18.
  6. "8 Notable Women Inventors You Should Know: From Windshield Wipers to Wireless Communication". ADVENT - Intellectual Property Law Firm (dalam bahasa American English). 2023-03-08. Diakses tanggal 2025-03-18.
  7. admin (2022-01-26). "Effect of Natural Disasters on Agriculture; How Can We Prevent It? - Youth in Food Systems" (dalam bahasa Canadian English). Diakses tanggal 2025-03-18.
  8. "Kiara Nirghin Named Room to Read Global Ambassador and Launches Fundraising Campaign for Girls' Education". www.roomtoread.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-18.
  9. Caruso, Catherine (2016-12-01). "Teen Wins Big for a Homemade Polymer". Scientific American (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-18.
  10. "South African teen wins Google prize for orange peel innovation". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2016-09-28. Diakses tanggal 2025-03-18.
  11. "50 Next - Kiara Nirghin - Science Innovators 2021". 50B - 50 NEXT (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-18.
  12. "50 Next - Kiara Nirghin - Science Innovators 2021". 50B - 50 NEXT (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-18.
  13. Bland, Bailey. "Women of excellence: aspiring scientist Kiara Nirghin". XPress. Diakses tanggal 2025-03-18.
  14. Staff, TIME (2016-10-19). "The 30 Most Influential Teens of 2016". TIME (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-14.
  15. "Amazon.com". www.amazon.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-18.
  16. "TIME100 Voices". Time (dalam bahasa Inggris). 2024-11-25. Diakses tanggal 2025-03-18.
  17. Nirghin, Kiara (2024-03-27). "Why are women being sidelined in the AI race?". Fast Company (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-18.
  18. "Kiara Nirghin on the gender divide in science, technology, engineering and mathematics". The Economist (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-18.