Kiai Hasan Genggong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Muhammad Hasan
بِسْــــــمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
KH. HASAN BIN SYAMSYUDDIN BIN QOIDUDDIN
Haddratussyekh al-Arifbillah
Kiai Haji
Muhammad Hasan
Al Qodiri Al Jilani Al Musawi Al Hasani
al-Jawi asy-Syafi'i Al Qodiri al-Hasani
Berkas:KiaiGenggong.jpg
Nama dan Gelar
Semua Gelar
Gelar (Islam)Haddratussyekh al-Arifbillah
Gelar
(Islam/Sosial)
Kiai Haji
Gelar BangsawanSayyidi asy-Syarif
Nama
NamaMuhammad Hasan
Nisbahal-Jawi asy-Syafi'i Al Qodiri al-Hasani
Nama lainnya
Hasan Jawa, Kiai Hasan Sepuh, Muhammad Hasan Genggong
Kelahirannya
Tanggal lahir (H)27
Tanggal lahir (M)23
Bulan lahir (H)Rajab
Bulan lahir (M)Agustus
Tahun lahir (H)1259
Tahun lahir (M)1840
Tempat lahirGenggong
Negara lahir
(penguasa wilayah)
Genggong, era Hindia Belanda Bendera Hindia Belanda
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama Islam
Etnis (Suku bangsa)
MargaAl Qodiri Al Jilani Al Musawi Al Hasani
Etnis
(Suku bangsa)
Alawiyyin
KebangsaanIdonesia
Bantuan kotak info


Syekh Hasan Genggong atau lebih dikenal Kiai Hasan Genggong selengkapnya al-Arifbillah asy-Syaikh Haji al-Syarif Muhammad Hasan bin Syamsuddin bin Qoyiduddin Al Qodiri Al Hasani Quddasallahu Sirruhu (nama lain: Kiai Hasan Sepuh, lahir di Sentong, Krejengan, Probolinggo, 27 Rajab 1259 Hijriyah / 23 Agustus 1840 Masehi - meninggal di Genggong, 11 Syawal 1374 hijriyah / 1 juni 1955 masehi) adalah seorang guru sufi yang terkenal sebagai salah satu Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah. Beliau salah satu Mursyid dari tatanan Naqsyabandi dan pendiri Tarekat Naqsyabandiyah Ali Ba 'Alawiyah adalah cabang dari tarekat Naqsyabandiyah yaitu perpaduan dari dua buah tharekat besar, penyatuan dua sanad tarekat, yaitu Thariqah Naqsyabandiyah dan Thariqah Ali Ba 'Alawiyah, ia juga terkenal sebagai salah satu Wali Qutb di Indonesia. Beliau merupakan seorang Ulama dari para Wali dan seorang Wali dari para Ulama. Beliau unik dalam dua jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan internal dan eksternal. Berkahnya menembus seluruh ummat di masanya[1]. Dari keinginan belajarnya yang tinggi, beliau menyebabkan ilmu-ilmu ghaib dan rahasia menjadi tampak. Beliau adalah puncaknya Matahari Pengetahuan Eksternal dan Internal di zamannya. Ia bergelar Al-Arifbillah dengan Salah satu tanda keajaibannya adalah karomah yang mahsyur, yang merupakan hatinya ke maqam ulama dari para ulama. Bagaikan Mawar dalam hal Karakter dan Atribut Rasulullah, mencapai maqam yang tertinggi dari Pohon Lote terjauh atau Sidrat al-Muntahā, yang disebut sebagai "Pohon Kehidupan", penunjuk jalan menuju Singgasana Utama, pemilik rahmat, guru yang memiliki rahasia nafas suci Tuhan. Dia adalah guru besar dalam thariqat, pendiri haqiqat (Realitas), and pembimbing bagi khaliqa (Ciptaan). Beliau diakui sebagai guru besar para wali di zamannya, yang menyandangkan ucapan, “Wali dari Guru besar adalah Guru Besar bagi para Wali.” terhadap beliau. Para ulama yang menguasai hikmah spiritual banyak yang menggali dari ladang ilmunya, adalah seorang ulama Indonesia yang terkenal. Ia adalah Kholifah kedua Pesantren Zainul Hasan Genggong dan intelektual yang produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Salah satu karyanya adalah kitab Nadham Safinatun Najah. Dia berasal dari keluarga Alawiyyin dari marga Al Qodiri Al Hasani yang merupakan keturunan dari Sultanul Awliya al-Quthub al-Kabir Syekh Abi Muhammad Muhyidin Abdul Qadir al-Jailani, keturunan Hasan bin Ali, dia menerima sebagian besar pendidikan sufi awal dari gurunya, Syekh Jazuli. Dia dilatih dalam semua perintah tasawuf dan diberi izin untuk memulai dan melatih pengikut dalam Tarekat Naqshbandi.

Tarekat Naqsyabandiyah Ali Ba'alawiyah[sunting | sunting sumber]

Thariqah Naqsyabandiyah Ali Ba 'Alawiyah atau Tarekat Naqsyabandiyah Ali Ba 'Alawi[2] adalah cabang dari tarekat Naqsyabandiyah yaitu perpaduan dari dua buah tharekat besar, penyatuan dua sanad tarekat, yaitu Thariqah Naqsyabandiyah dan Thariqah Ali Ba 'Alawiyah yang didirikan oleh Syekh Hasan Genggong di Genggong (kompleks). Keberadaan tarekat ini berpusat di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Indonesia Dan termasuk tarekat yang mu'tabarah (diakui keabsahannya).[3]

Syekh Hasan Genggong q.s merupakan penerus Syekh Jazuli q.s ini mungkin bisa dianggap sebagai penanda pengikutnya kelak disebut pejalan thoriqoh Naqsyabandiyah Ali Ba'alawiyah, yang ajarannya didapat dari Syeikh Muhammad Mudzhar Al-Ahmadi Qs., yang ujungnya berasal dari Khalifah Abu Bakar diperoleh dari Nabi Muhammad. Sedangkan Tarekat Ali Ba'Alawiyah atau Tarekat Bani Alawi adalah sebuah metode, sistem atau cara tertentu yang digunakan oleh Bani Alawi dalam perjalanannya menuju Allah SWT. Dan Tarekat Alawi ini mereka warisi dari leluhurnya yang tiada lain adalah anak cucu Nabi Muhammad SAW.

Catatan akhir[sunting | sunting sumber]

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Umar, Arief. dkk. (1989). Pesantren Zainul Hasan Genggong; 150 tahun menebar ilmu di jalan Allah, Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong. Probolinggo
  • Yaqin, Ainul. dkk. (2005). Kiai Hasan Saifourridzall, Probolinggo: Genggong press

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Gelar kebangsawanan PZH Genggong
Didahului oleh:
Syekh Zainul Abidin al-Magribi
Pimpinan Pesantren Zainul Hasan Genggong Diteruskan oleh:
K. H. Hasan Saifourridzal