Ketika Cinta Harus Memilih (sinetron 2013)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ketika Cinta Harus Memilih
KCHM.jpeg
GenreDrama
Romantis
Musikal
Horor
PembuatGenta Buana Paramita
PemeranAnindika Widya
Tommy Kurniawan
Revand Narya
Tio Duarte
Chaterine Pamela
Ditmar Hadi
Lagu pembukaPanggung Sandiwara,Rayyan Syahid
Lagu penutupPanggung Sandiwara,Rayyan Syahid
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Jumlah episode25 Episode
Produksi
ProduserBudhi Sutrisno
LokasiJakarta
Durasi2 Jam
Rumah produksiGenta Buana Paramita
DistributorGenta Buana Paramita
Rilis
Jaringan penyiarIndosiar
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tayang perdanaSenin,29 April 2013
Tanggal rilisSenin,29 April 2013 –
Jumat,24 Mei 2013
Kronologi
Diawali olehDua Hati Satu Cinta
Dilanjutkan olehDamarwulan

Ketika Cinta Harus Memilih merupakan sebuah sinetron produksi Genta Buana Paramita yang ditayangkan di Indosiar pada tahun 2013. Pemain utama di sinetron ini ialah Anindika Widya, Tommy Kurniawan, Revand Narya, Tio Duarte, dan masih banyak lagi. Jumlah episodenya ialah 20.[1]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kasih datang menemui Andi dan memintanya untuk tinggal di rumahnya selama 1 minggu hanya karena ia mirip Rafli. Akhirnya Andi bersedia tinggal bersama Kasih dan Ibunya, Nina. Kedatangan Andi itu sempat membuat Ibu Nina tidak suka.

Bagas, Arif dan Pratama merencanakan akan menghabisi Kasih hanya karena Kasih datang ke kantor dengan membawa paspor Rafli. Hal itu membuat mereka takut ketahuan telah membunuh Rafli. Bagas berusaha mendekati Kasih dan mengambil hatinya agar rencananya bisa berhasil.

Upaya pendekatan Bagas terhadap Kasih membuat Renata cemburu. Pratama meminta putrinya untuk mengerti jika Bagas sedang melakukan suatu misi penting untuk perusahaan yang ada hubungannya dengan Kasih dan minta Renata berpura-pura meminta maaf pada Kasih di depan Bagas.

Andi menghubungi Kasih di kantor memberi kabar kalau Ibu Nina tiba-tiba pingsan dan harus masuk rumah sakit. Kasih menyalahkan Andi akan kejadian ini. Tapi ibu Nina justru meminta Kasih berterima kasih pada Andi yang telah menolongnya.

Mendengar kabar sakitnya Ibu Nina, Bagas bersama Renata sengaja datang ke rumah sakit untuk menunjukkan kepedulian pada Kasih dan keluarganya sekaligus Renata meminta maaf pada Kasih. Di rumah sakit juga Andi bertemu dengan Renata yang menabrak bingkisan buah milik Andi. Ternyata pertemuan tidak sengaja ini membuat Renata tertarik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]