Lompat ke isi

Kesejahteraan hidup

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Keluarga di Papua Nugini.

Kesejahteraan (well-being) adalah apa yang pada akhirnya baik bagi seseorang. Juga disebut sebagai "kesejahteraan" atau "kualitas hidup", konsep ini mengukur seberapa baik kehidupan seseorang berlangsung. Kesejahteraan merupakan tujuan sentral dari banyak usaha individu maupun masyarakat.

Kesejahteraan subjektif merujuk pada bagaimana seseorang merasakan dan menilai kehidupannya sendiri. Kesejahteraan objektif mencakup faktor-faktor yang dapat dinilai dari perspektif eksternal, seperti kesehatan, pendapatan, dan keamanan. Kesejahteraan individu berfokus pada kualitas hidup seseorang, sementara kesejahteraan komunitas menilai seberapa baik fungsi dan kemajuan suatu kelompok masyarakat. Jenis-jenis kesejahteraan sering dikategorikan berdasarkan bidang kehidupan, seperti kesejahteraan fisik, psikologis, emosional, sosial, dan ekonomi.

Teori-teori kesejahteraan bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri esensial dari kesejahteraan:

Hedonisme berargumen bahwa keseimbangan kesenangan atas rasa sakit adalah satu-satunya faktor.

Teori keinginan (desire theories) menyatakan bahwa pemenuhan keinginan adalah sumber kesejahteraan.

Teori daftar objektif (objective list theories) menyebutkan bahwa kombinasi berbagai elemen bertanggung jawab terhadap kesejahteraan.

Beberapa faktor yang sering dibahas sebagai penyumbang kesejahteraan meliputi perasaan, emosi, kepuasan hidup, pencapaian, menemukan makna, hubungan interpersonal, dan kesehatan.

Kesejahteraan relevan dalam banyak bidang kajian. Psikologi positif mempelajari faktor dan kondisi fungsi optimal manusia. Filsafat meneliti sifat dan dasar teoretis kesejahteraan serta perannya sebagai tujuan tindakan manusia. Disiplin lain yang terkait termasuk ekonomi, sosiologi, antropologi, kedokteran, pendidikan, politik, dan agama. Meskipun studi filosofis tentang kesejahteraan sudah ada sejak ribuan tahun lalu, penelitian ilmiah empiris baru berkembang pesat sejak paruh kedua abad ke-20.

Kesejahteraan (well-being) adalah apa yang pada akhirnya baik bagi seseorang atau sesuai dengan kepentingan diri mereka sendiri. Ini merupakan ukuran seberapa baik kehidupan seseorang bagi dirinya sendiri.[1] Secara luas, istilah ini mencakup keseluruhan spektrum kualitas hidup sebagai keseimbangan antara semua hal positif dan negatif dalam kehidupan seseorang. Secara lebih sempit, kesejahteraan merujuk secara khusus pada tingkat positif, sementara ill-being menunjukkan tingkat negatif.[2] Definisi tepat dari kesejahteraan masih diperdebatkan dan bervariasi antar disiplin ilmu dan budaya.

Beberapa karakterisasi menekankan satu elemen saja, seperti kebahagiaan, sementara yang lain mencakup beberapa komponen, seperti kesehatan fisik dan mental yang baik, emosi positif, gaya hidup yang aktif dan berkembang, harmoni batin, serta hubungan interpersonal yang positif. Beberapa definisi juga memasukkan kondisi materi, seperti pendapatan, keamanan, dan rendahnya polusi.[3] Meskipun pembahasan kesejahteraan biasanya berfokus pada manusia, istilah ini dalam pengertian luas juga mencakup hewan lain.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Crisp, Roger (2013-03-21). Finnis on Well-being. Oxford University Press. hlm. 24–36.
  2. Crisp, Roger (2013-03-21). Finnis on Well-being. Oxford University Press. hlm. 24–36.
  3. Jarden, Aaron; Roache, Annalise (2023-03-12). "What Is Wellbeing?". International Journal of Environmental Research and Public Health (dalam bahasa Inggris). 20 (6): 5006. doi:10.3390/ijerph20065006. ISSN 1660-4601. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. Bradley, Ben (2015). Well-being. Cambridge: Polity Press. ISBN 978-0-7456-6272-5.