Aztek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kerajaan Aztec)
Jump to navigation Jump to search

Aztek adalah peradaban Mesoamerika yang berkembang di kawasan tengah Meksiko pada zaman Pascakuno sejak 1300 sampai 1521 tarikh Masehi. Masyarakat Aztek terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang mendiami kawasan tengah Meksiko, khususnya suku-suku bangsa penutur bahasa Nahuatl yang mendiami sebagian besar kawasan Mesoamerika sejak abad ke-14 sampai abad ke-16. Peradaban Aztek melahirkan sejumlah negara kota (altepetl). Beberapa di antaranya bergabung membentuk persekutuan, konfederasi politik, bahkan kekaisaran. Kekaisaran Aztek merupakan konfederasi tiga negara kota yang terbentuk pada 1427, yakni Tenochtitlan (negara kota orang Mexica atau orang Tenochca), Texcoco, dan Tlacopan. Negara kota Tlacopan sebelumnya merupakan bagian dari Kekaisaran Tepanec yang berpusat di negara kota Azcapotzalco. Meskipun seringkali dijadikan sebutan khusus bagi orang Mexica Tenochtitlan, istilah Aztek juga digunakan sebagai sebutan umum bagi negara-negara kota dan masyarakat Nahua di kawasan tengah Meksiko pada zaman pra-Spanyol[1] maupun pada zaman penjajahan Spanyol (1521–1821).[2] Definisi Aztek maupun orang Aztek sudah lama menjadi topik bahasan ilmiah semenjak ilmuwan Jerman, Alexander von Humboldt, melazimkan penggunaannya pada awal abad ke-19.[3]

Sebagian besar suku bangsa di kawasan tengah Meksiko pada zaman Pascakuno memiliki ciri-ciri asasi budaya Mesoamerika yang sama, dan sejumlah besar ciri budaya Aztek tidak dapat begitu saja disebut sebagai ciri khas orang Aztek. Dengan alasan yang sama, gagasan "peradaban Aztek" sebaiknya dipahami sebagai salah satu ruang lingkup khusus dalam peradaban umum Mesoamerika.[4] Peradaban kawasan tengah Meksiko mencakup budi daya tanaman jagung, penggolongan masyarakat menjadi kaum ningrat (pipiltin) dan rakyat jelata (macehualtin), penyembahan terhadap banyak dewa (Tezcatlipoca, Tlaloc, dan Quetzalcoatl), dan sistem penanggalan xiuhpohualli (penanggalan 365 hari) yang disisipi sistem penanggalan tonalpohualli (penanggalan 260 hari). Yang khas dari orang Mexica Tenochtitlan adalah dewa pelindungnya yang bernama Huitzilopochtli, piramida-piramida kembar, dan tembikar yang dikenal dengan sebutan Aztec I sampai III.[4]

Semenjak abad ke-13, Lembah Meksico sudah menjadi pusat populasi yang padat dan pusat pertumbuhan negara-negara kota. Orang Mexika datang belakangan ke Lembah Meksiko, dan mendirikan negara kota Tenochtitlan di pulau-pulau kecil yang gersang di Danau Texcoco, namun di kemudian hari menjadi suku bangsa yang paling berkuasa dalam Persekutuan Rangkap Tiga Aztek atau Kekaisaran Aztek. Kekaisaran ini adalah sebuah kekaisaran pemungut upeti yang memperluas hegemoni politiknya sampai ke tempat-tempat yang jauh dari Lembah Meksiko dengan cara menaklukkan negara-negara kota lain di seluruh Mesoamerika pada penghujung zaman Pascakuno. Kekaisaran Aztek terbentuk pada 1427 sebagai persekutuan negara kota Tenochtitlan, negara kota Texcoco, dan negara kota Tlacopan. Ketiga negara kota ini bersekutu demi mengalahkan orang Tepanec dari negara kota Azcapotzalco yang menguasai Lembah Meksiko. Tak seberapa lama kemudian, Texcoco dan Tlacopan diturunkan derajatnya menjadi rekan junior dalam persekutuan, dan Tenochtitlan menjadi yang paling berkuasa. Kekaisaran ini memperluas jangkauan kekuasaannya dengan memadukan perniagaan dan penaklukan militer. Kekaisaran Aztek bukanlah sebuah kekaisaran teritorial yang mengendalikan sebuah wilayah dengan cara menempatkan garnisun-garnisun militer dalam jumlah besar di provinsi-provinsi taklukan, melainkan sebuah kekaisaran yang menguasai negara-negara kota bawahannya dengan cara membina persahabatan dengan penguasa-penguasa bawahannya melalui perkawinan antarwangsa penguasa, dan dengan cara menyebarkan ideologi kekaisaran ke negara-negara kota bawahannya.[5] Negara-negara kota bawahan diwajibkan mempersembahkan upeti kepada Kaisar Aztek yang digelari Huey Tlatoani sebagai sebuah siasat ekonomi untuk membatasi komunikasi dan perniagaan antarnegara di sekelilingnya yang membuat negara-negara ini terpaksa bergantung pada pusat demi mendapatkan barang-barang mewah.[6] Mandala kekuasaan kekaisaran ini membentang sampai jauh ke pelosok selatan Mesoamerika melalui penaklukkan negara-negara kota yang terletak di pelosok selatan sejauh Chiapas dan Guatemala, serta mencakup kawasan Mesoamerika dari pesisir Samudra Pasifik sampai ke pesisir Samudra Atlantik.

Luas mandala kekuasaan Kekaisaran Aztek mencapai puncaknya pada 1519, menjelang kedatangan sekelompok kecil conquistadores Spanyol di bawah pimpinan Hernán Cortés. Hernán Cortés bersekutu dengan negara-negara kota yang menentang orang Mexica, khususnya para penutur bahasa Nahuatl dari negara kota Tlaxcalteca serta negara-negara kota lainnya di Lembah Meksiko, termasuk Texcoco, bekas sekutu orang Mexica dalam Persekutuan Rangkap Tiga. Setelah Tenochtitlan takluk pada 13 Agustus 1521, dan Kaisar Cuauhtemoc ditangkap, bangsa Spanyol mendirikan Kota Meksiko di atas puing-puing Tenochtitlan. Dari Kota Meksiko, bangsa Spanyol melancarkan usaha penaklukan dan penyatuan suku-suku bangsa Mesoamerika ke dalam Kekaisaran Spanyol. Dengan runtuhnya tatanan Kekaisaran Aztek pada 1521, bangsa Spanyol memberdayakan negara-negara kota bekas bawahan Kekaisaran Aztek untuk memerintah masyarakat pribumi melalui kaum ningratnya masing-masing. Bangsawan-bangsawan pribumi ini bersumpah setia kepada Raja Spanyol serta memeluk agama Kristen, sekurang-kurangnya secara nominal, demi mendapatkan pengakuan sebagai bangsawan dari Raja Spanyol. Para bangsawan bertindak selaku perantara untuk menyampaikan upeti dan mengerahkan tenaga kerja demi kepentingan majikan-majikan mereka yang baru sehingga memungkinkan terbentuknya pemerintahan kolonial Spanyol.[7]

Budaya dan sejarah Aztek lebih banyak diketahui dari bukti-bukti arkeologi yang ditemukan dalam usaha-usaha penggalian seperti penggalian Templo Mayor yang terkenal di Kota Meksiko, dari karya-karya tulis pribumi, catatan-catatan saksi mata dari para conquistadores Spanyol seperti Hernán Cortés maupun Bernal Díaz del Castillo, dan teristimewa dari penjabaran budaya serta sejarah Aztek yang disusun pada abad ke-16 dan abad ke-17 oleh para rohaniwan Spanyol dan para cerdik pandai Aztek dalam bahasa Spanyol maupun bahasa Nahuatl, misalnya Kodeks Firenze yang terkenal itu. Kodeks Firenze adalah kumpulan dua belas karya tulis dwibahasa (Spanyol dan Nahuatl) disertai ilustrasi yang disusun oleh seorang frater Fransiskan bernama Bernardino de Sahagún bersama para narasumber pribumi Aztek. Sumbangan penting bagi pengetahuan mengenai orang Nahua pascapenaklukan Spanyol adalah pelatihan para juru tulis pribumi untuk menulis teks-teks dengan huruf Latin dalam bahasa Nahuatl, terutama untuk keperluan setempat pada masa penjajahan Spanyol. Pada masa jayanya, peradaban Aztek memiliki khazanah tradisi mitologi dan keagamaan yang kaya dan rumit, serta menghasilkan karya-karya arsitektur dan seni rupa yang menakjubkan.

Definisi[sunting | sunting sumber]

Kata aztecatl [asˈtekat͡ɬ] (bentuk tunggal)[8] dan aztecah [asˈtekaʔ] (bentuk jamak)[8] berarti "orang-orang dari Aztlan",[9] yakni tempat yang dimitoskan sebagai negeri asal beberapa suku bangsa yang bermukim di kawasan tengah Meksiko. Istilah ini dulunya tidak dipakai sebagai endonim oleh masyarakat Aztek itu sendiri, namun terdapat dalam bermacam-macam riwayat migrasi orang Mexica yang mengisahkan tentang suku-suku bangsa yang bersama-sama bertolak meninggalkan Aztlan. Dalam salah satu riwayat pengembaraan meninggalkan Aztlan ini dikisahkan bahwa dewa pelindung suku Mexica, Huitzilopochtli, bersabda kepada para pengikutnya dalam pengembaraan itu bahwa "kini namamu bukan lagi Azteca, engkau sekarang bernama Mexitin (Mexica)".[10]

Sekarang ini istilah "Aztek" seringkali digunakan sebagai sebutan khusus bagi masyarakat Mexica di Tenochtitlan (lokasi Kota Meksiko sekarang ini) yang terletak di sebuah pulau di Danau Texcoco. Masyarakat Mexica Tenochtitlan sendiri menyebut diri mereka Mēxihcah pelafalan Nahuatl: [meːˈʃiʔkaʔ] (sebuah sebutan kesukuan yang juga digunakan oleh masyarakat Tlatelolca), Tenochcah pelafalan Nahuatl: [teˈnot͡ʃkaʔ] (sebutan khusus bagi orang Mexica Tenochtitlan, tidak termasuk orang Mexica Tlatelolco) atau Cōlhuah pelafalan Nahuatl: [ˈkoːlwaʔ] (sebutan yang mengacu pada silsilah kebangsawanan yang menjadi dasar ikatan kekerabatan antara mereka dan masyarakat Culhuacan).[11][12][nb 1][nb 2]

Adakalanya istilah ini juga digunakan sebagai sebutan bagi warga kedua kota sekutu utama Tenochtitlan, yakni orang Acolhua di Texcoco, dan orang Tepanec di Tlacopan. Orang Acolhua, orang Tepanec, dan orang Mexica adalah suku-suku bangsa yang membentuk Persekutuan Tiga Kaum Aztek. Persekutuan ini memerintah sebuah negara yang kini seringkali disebut "Kekaisaran Aztek". Penggunaan istilah "Aztek" sebagai sebutan bagi kekaisaran yang berpusat di Tenochtitlan telah dikritik oleh Robert H. Barlow yang lebih suka menggunakan istilah "Culhua-Mexica",[11][13] dan oleh Pedro Carrasco yang lebih suka menggunakan istilah "Kekaisaran Tenochca".[14] Melalui tulisannya, Pedro Carrasco berpendapat bahwa "istilah Aztek tidak berguna dalam usaha memahami kerumitan suku bangsa di Meksiko kuno dan dalam usaha mengenali unsur dominan dalam entitas politik yang sedang kita kaji".[14]

Dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

Gagasan mengenai orang Aztek telah memikat imajinasi bangsa Eropa semenjak pertama kami berjumpa dengan mereka, dan telah menjadi sumber inspirasi bagi pembuatan banyak lambang ikonik dalam budaya populer Dunia Barat.[15] Dalam bukunya yang berjudul The Aztec Image in Western Thought, Benjamin Keen berpendapat bahwa para pemikir Barat biasanya memandang budaya Aztek melalui kacamata kepentingan budaya mereka sendiri.[16]

Orang Aztek dan tokoh-tokoh mitologi Aztek dimunculkan dalam budaya Dunia Barat.[17] Nama Quetzalcoatl, dewa ular berbulu unggas, telah digunakan dalam penamaan salah satu genus pterosaurus, yakni Quetzalcoatlus, sejenis reptil terbang berukuran besar dengan bentang sayap mencapai 11 meter (36 kaki).[18] Sosok Quetzalcoatl sudah sering ditampilkan dalam buku-buku, film, dan permainan video. D. H. Lawrence memberi judul Quetzalcoatl pada rancangan naskah awal dari novelnya yang pada akhirnya diganti menjadi The Plumed Serpent atas desakan penerbitnya, Alfred A. Knopf.[19] Penulis Amerika, Gary Jennings, menulis dua novel sejarah terkenal yang berlatar belakang Meksiko pada zaman Aztek, yakni Aztec (1980) dan Aztec Autumn (1997).[20] Kedua novel ini sangat populer sampai-sampai ditulis lagi empat novel dalam seri Aztek ini setelah ia wafat.[21]

Masyarakat Aztek juga telah digambarkan dalam film. Film Meksiko tahun 2000 yang berjudul La Otra Conquista (Penaklukan Lain) disutradarai oleh Salvador Carrasco, dan menggambarkan situasi penjajahan sesudah Meksiko ditaklukkan oleh bangsa Spanyol pada era 1520-an. Film ini menggunakan sudut pandang seorang juru tulis Aztek, Topiltzin, yang berhasil selamat dalam peristiwa penyerbuan kuil Tenochtitlan.[22] Film tahun 1989, Retorno a Aztlán (Kembali ke Aztlán), yang diproduksi oleh Juan Mora Catlett adalah sebuah film fiksi sejarah yang berlatar belakang masa pemerintahan Motecuzoma I. Dialog dalam film ini menggunakan bahasa Nahuatl dan diberi judul alternatif dalam bahasa Nahuatl, Necuepaliztli in Aztlan.[23][24] Dalam film-film eksploitasi B produksi Meksiko pada era 1970-an, salah satu sosok yang berulang kali ditampilkan adalah "mumi Aztek" selain sosok-sosok hantu dan tukang sihir Aztek.[25]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Keterangan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Smith 1997, hlm. 4 menulis bahwa "bagi banyak orang, istilah 'Aztek' secara khusus mengacu pada warga kota Tenochtitlan (orang Mexica), atau mungkin pula pada penduduk Lembah Meksiko, lembah di daerah tanah tinggi tempat orang Mexica dan kelompok-kelompok masyarakat Aztek lainnya bermukim. Saya yakin bahwasanya lebih masuk akal jika lingkup definisi istilah "Aztek" diperluas agar mencakup pula suku-suku bangsa dari lembah-lembah tanah tinggi di sekitarnya, selain para penghuni Lembah Meksiko. Dalam kurun waktu beberapa abad menjelang kedatangan orang-orang Spanyol pada 1519, semua suku bangsa di seluruh lembah tanah tinggi selain Lembah Meksiko ini menuturkan bahasa Nahuatl (bahasa orang Aztek), dan semuanya mengaku berasal dari negeri yang disebut Aztlan dalam mitologi mereka (Aztlan adalah cikal bakal dari istilah "Aztek", yakni sebuah label modern yang justru tidak digunakan oleh masyarakat Aztek itu sendiri)"
  2. ^ Lockhart 1992, hlm. 1 menulis: "suku bangsa ini saya beri sebutan orang Nahua, yakni sebutan yang kadang-kadang mereka gunakan untuk menyebut diri mereka sendiri sekaligus sebutan yang kini sudah lebih lazim digunakan di Meksiko ketimbang sebutan orang Aztek. Istilah yang terakhir memiliki beberapa sejumlah kelemahan: istilah ini mengesankan adanya semacam kesatuan kebangsaan yang sesungguhnya tidak pernah ada, istilah ini mengarahkan perhatian orang pada sebuah kekaisaran dengan aneka suku bangsa yang tidak bertahan lama, istilah ini terkait khusus dengan zaman prapenaklukan Spanyol, dan menurut standar-standar kala itu, penggunaan istilah ini sebagai sebutan bagi suku-suku bangsa selain orang Mexica (warga ibu kota kekaisaran, Tenochtitlan) niscaya menjadi suatu kejanggalan bahkan jika sebutan ini kendati telah menjadi sebutan utama bagi orang Mexica, yang sesungguhnya tidaklah demikian"

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ sebagai contoh Offner 1983
  2. ^ Gibson 1964
  3. ^ López Austin 2001, hlm. 68
  4. ^ a b Smith 1997, hlm. 4–7
  5. ^ Smith 1997, hlm. 174–75
  6. ^ Smith 1997, hlm. 176–82
  7. ^ Cline 2000, hlm. 193–197
  8. ^ a b dalam bahasa Nahuatl "Náhuatl: AR-Z". Vocabulario.com.mx. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-17. Diakses tanggal 2012-08-30. 
  9. ^ "Aztec". Online Etymology Dictionary. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-07-07. 
  10. ^ Chimalpahin 1997, hlm. 73.
  11. ^ a b Barlow 1949.
  12. ^ León-Portilla 2000.
  13. ^ Barlow 1945.
  14. ^ a b Carrasco 1999, hlm. 4.
  15. ^ Cooper Alarcón 1997.
  16. ^ Keen 1971.
  17. ^ Carrasco 2012, hlm. 112-120.
  18. ^ Witton, Martill & Loveridge 2010.
  19. ^ Martz, Louis L.; Lawrence, D. H. (1998). Quetzalcoatl. New Directions Books. hlm. iv, ix. ISBN 0-8112-1385-4. 
  20. ^ Smith, Dinitia (18 February 1999). "Gary Jennings Is Dead at 70; Author of the Best Seller 'Aztec'". The New York Times. Diakses tanggal 5 Januari 2016. 
  21. ^ "Aztec series". Macmillan Publishers. 
  22. ^ O'Leary, Devin D. (3 Mei 2007). "The Other Conquest Conquers America". Alibi. Vol. 16 no. 18. Diakses tanggal 12 April 2018. 
  23. ^ "Films on the Indigenous Peoples of Mexico. Part One: Historical Films". Native American Films. 
  24. ^ Mora 2005, hlm. 212.
  25. ^ Greene 2012.

Kepustakaan[sunting | sunting sumber]

Altman, Ida; Cline, Sarah; Pescador, Javier (2003). The Early History of Greater Mexico. Prentice Hall. ISBN 0-13-091543-2. 
Batalla, Juan José (2016). "The Historical Sources: Codices and Chronicles". Dalam Deborah L. Nichols; Enrique Rodríguez-Alegría. The Oxford Handbook of the Aztecs. doi:10.1093/oxfordhb/9780199341962.013.30. 
Barlow, Robert H. (1945). "Some Remarks On The Term "Aztec Empire"". The Americas. 1 (3): 345–349. 
Barlow, Robert H. (1949). Extent Of The Empire Of Culhua Mexica. University of California Press. 
Beekman, C. S.; Christensen, A. F. (2003). "Controlling for doubt and uncertainty through multiple lines of evidence: A new look at the Mesoamerican Nahua migrations". Journal of Archaeological Method and Theory. 10 (2): 111–164. doi:10.1023/a:1024519712257. 
Berdan, Frances (1982). The Aztecs of Central Mexico: An Imperial Society. Case Studies in Cultural Anthropology. New York: Holt, Rinehart & Winston. ISBN 0-03-055736-4. OCLC 7795704. 
Berdan, Frances F.; Smith, Michael E. (1996a). "1. Introduction". Dalam Frances Berdan; Richard Blanton; Elizabeth Hill Boone; Mary G. Hodge; Michael E. Smith; Emily Umberger. Aztec Imperial Strategies. Washington, DC: Dumbarton Oaks Research Library and Collection. ISBN 0-88402-211-0. OCLC 27035231. 
Berdan, Frances F.; Smith, Michael E. (1996b). "9. Imperial Strategies and Core-Periphery Relations". Dalam Frances Berdan; Richard Blanton; Elizabeth Hill Boone; Mary G. Hodge; Michael E. Smith; Emily Umberger. Aztec Imperial Strategies. Washington, DC: Dumbarton Oaks Research Library and Collection. ISBN 0-88402-211-0. OCLC 27035231. 
Berdan, Frances F.; Anawalt, Patricia Rieff (1997). The Essential Codex Mendoza. University of California Press. ISBN 978-0-520-20454-6. 
Berdan, Frances (2014). Aztec Archaeology and Ethnohistory. Cambridge University Press. 
Berdan, F. F. (2016). "Featherworking in the Provinces: A Dispersed Luxury Craft under Aztec Hegemony". Ancient Mesoamerica. 27 (1): 209–219. 
Boone, Elizabeth Hill (2000). Stories in Red and Black: Pictorial Histories of the Aztec and Mixtec. Austin: University of Texas Press. ISBN 0-292-70876-9. OCLC 40939882. 
Brading, D.A. (1991). The First America: The Spanish Monarchy, Creole Patriots, and the Liberal State, 1492-1867. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-39130-X. 
Bright, W. (1990). 'With one lip, with two lips': Parallelism in Nahuatl. Language. hlm. 437–452. 
Brumfiel, Elizabeth M. (1998). "The multiple identities of Aztec craft specialists". Archeological Papers of the American Anthropological Association. 8 (1): 145–152. 
Bueno, Christina (2016). The Pursuit of Ruins: Archaeology, History, and the Making of Modern Mexico. University of New Mexico Press. ISBN 978-0-8263-5732-8. 
Burkhart, Louise M. (1997). "Mexican women on the home front". Dalam S Schroeder; S Wood; RS Haskett. Indian women of early Mexico. hlm. 25–54. 
Cáceres-Lorenzo, M.T. (2015). "Diffusion trends and Nahuatlisms of American Spanish: Evidence from dialectal vocabularies". Dialectologia et Geolinguistica. 23 (1): 50–67. 
Campbell, Lyle (1997). American Indian Languages: The Historical Linguistics of Native America. Oxford Studies in Anthropoical Linguistics, 4. London and New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-509427-1. OCLC 32923907. 
Carrasco, David (1999). City of Sacrifice: The Aztec Empire and the Role of Violence in Civilization. Boston, MA: Beacon Press. ISBN 0-8070-4642-6. OCLC 41368255. 
Carrasco, David (2012). The Aztecs: A very Short Introduction. Oxford University Press. 
Carrasco, Pedro (1999). The Tenochca Empire of Ancient Mexico: The Triple Alliance of Tenochtitlan, Tetzcoco, and Tlacopan. University of Oklahoma Press. 
Charlton, Thomas (2000). "The Aztecs and their Contemporaries: The Central and Eastern Mexican Highlands". The Cambridge History of the Native Peoples of the Americas. Cambridge University Press. 2, part 1: 500–558. ISBN 0-521-35165-0. 
Chipman, Donald E. (2005). Moctezuma's Children: Aztec Royalty Under Spanish Rule, 1520-1700. University of Texas Press. ISBN 978-0-292-72597-3. 
Cline, Howard F. (1976). "Hubert Howe Bancroft, 1832-1918". Dalam H.F. Cline. Handbook of Middle American Indians, Guide to Ethnohistorical Sources, Part 2. hlm. 326–347. ISBN 0-292-70153-5. 
Cline, Howard F. (1973). "Selected Nineteenth-Century Mexican Writers on Ethnohistory". Dalam H.F. Cline. Handbook of Middle American Indians, Guide to Ethnohistorical Sources, Part 2. hlm. 370–393. ISBN 0-292-70153-5. 
Cline, Sarah (2000). "Native Peoples of Colonial Central Mexico". The Cambridge History of the Native Peoples of the Americas. Cambridge University Press. 2, part 2: 187–222. ISBN 0-521-65204-9. 
Cooper Alarcón, Daniel (1997). The Aztec palimpsest: Mexico in the Modern Imagination. Tucson: University of Arizona Press. 
Diel, Lori B. (2005). "Women and political power: The inclusion and exclusion of noblewomen in Aztec pictorial histories". RES: Anthropology and Aesthetics. 47 (1): 82–106. doi:10.1086/resv47n1ms20167660. 
Elson, Cristina; Smith, Michael E. (2001). "Archaeological deposits from the Aztec New Fire Ceremony". Ancient Mesoamerica. 12 (02): 157–174. doi:10.1017/S0956536101122078. 
Franco, Jean (2004). "The return of Coatlicue: Mexican nationalism and the Aztec past". Journal of Latin American Cultural Studies. 13 (2): 205–219. 
Frazier, E. G. (2006). "Préstamos del náhuatl al español mexicano". Hesperia: Anuario de filología hispánica. 9: 75–86. 
Galindo Leal, Carlos; Sarukhán Kermez, José; Wright, David; Carr, Charles (2017). "Una historia natural del emblema nacional de México". Dalam Cora Ma. A. Falero Ruiz. Escudo Nacional: flora, fauna y biodiversidad. México City: Secretaría de Medio Ambiente y Recursos Naturales, Secretaría de Cultura, Instituto Nacional de Antropología e Historia, Museo Nacional de Antropología,. hlm. 42–61. 
Gibson, Charles (1964). The Aztecs Under Spanish Rule: A History of the Indians of the Valley of Mexico, 1519-1810. Stanford: Stanford University Press. 
Gillespie, Susan D. (1989). The Aztec Kings: the Construction of Rulership in Mexica History. Tucson: University of Arizona Press. ISBN 0-8165-1095-4. OCLC 19353576. 
Gillespie, Susan D. (1998). "The Aztec Triple Alliance: A Postconquest Tradition" (PDF). Dalam Elizabeth Hill Boone; Tom Cubbins. Native Traditions in the Postconquest World, A Symposium at Dumbarton Oaks 2nd through 4th October 1992. Washington D.C.: Dumbarton Oaks Research Library and Collection. hlm. 233–263. ISBN 0-88402-239-0. OCLC 34354931. Diarsipkan dari versi asli (PDF Reprint) tanggal 2007-02-21. 
Greene, Doyle (2012). Mexploitation Cinema: A Critical History of Mexican Vampire, Wrestler, Ape-Man and Similar Films, 1957–1977. McFarland. 
Gutierrez, Natividad (1999). Nationalist Myths and Ethnic Identities: Indigenous Intellectuals and the Mexican State. University of Nebraska Press. 
Hajovsky, Patrick Thomas (2015). On the Lips of Others: Moteuczoma's Fame in Aztec Monuments and Rituals. University of Texas Press. 
Harner, Michael (1977). "The Ecological Basis for Aztec Sacrifice". American Ethnologist. 4 (1): 117–135. doi:10.1525/ae.1977.4.1.02a00070. 
Haskett, R. S. (1991). Indigenous rulers: An ethnohistory of town government in colonial Cuernavaca. University of New Mexico Press. 
Hassig, Ross (1985). Trade, Tribute, and Transportation: The Sixteenth-Century Political Economy of the Valley of Mexico. Civilization of the American Indian series. Norman: University of Oklahoma Press. ISBN 0-8061-1911-X. OCLC 11469622. 
Hassig, Ross (1988). Aztec Warfare: Imperial Expansion and Political Control. Civilization of the American Indian series. Norman: University of Oklahoma Press. ISBN 0-8061-2121-1. OCLC 17106411. 
Hassig, Ross (1992). War and Society in Ancient Mesoamerica. Berkeley: University of California Press. ISBN 0-520-07734-2. OCLC 25007991. 
Hassig, Ross (2001). Time, History, and Belief in Aztec and Colonial Mexico. Austin: University of Texas Press. ISBN 0-292-73139-6. OCLC 44167649. 
Hassig, Ross (2016). Polygamy and the Rise and Demise of the Aztec Empire. University of New Mexico Press. 
Haugen, J. D. (2009). "Borrowed borrowings: Nahuatl loan words in English". Lexis. Journal in English Lexicology. 3. 
Helland, J. (1990). "Aztec Imagery in Frida Kahlo's Paintings: Indigenity and Political Commitment". Woman's Art Journal. 11 (2): 8–13. 
Hirth, Kenneth G. (2016). The Aztec Economic World. Cambridge University Press. 
Himmerich y Valencia, Robert (1991). The Encomenderos of New Spain, 1521-1555. University of Texas Press. ISBN 978-029-273108-0. 
Hodge, Mary G.; Neff, Hector; Blackman, M. James; Minc, Leah D. (1993). "Black-on-orange ceramic production in the Aztec empire's heartland". Latin American Antiquity. 4 (2): 130–157. 
Humboldt, Alexander von (2014). Views of the Cordilleras and Monuments of the Indigenous Peoples of the Americas [1810]: A Critical Edition. University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-86506-5. 
Isaac, B. L. (2005). "Aztec cannibalism: Nahua versus Spanish and mestizo accounts in the Valley of Mexico". Ancient Mesoamerica. 16 (1): 1–10. doi:10.1017/s0956536105050030. 
Isaac, B. L. (2002). "Cannibalism among Aztecs and Their Neighbors: Analysis of the 1577–1586" Relaciones Geográficas" for Nueva España and Nueva Galicia Provinces". Journal of anthropological research. 58 (2): 203–224. doi:10.1086/jar.58.2.3631036. 
Karttunen, Frances; Lockhart, James (1980). "La estructura de la poesía náhuatl vista por sus variantes". Estudios de cultura nahuatl. 14: 15–64. 
Kaufman, Terrence (2001). "The history of the Nawa language group from the earliest times to the sixteenth century: some initial results" (PDF). Revised March 2001. Project for the Documentation of the Languages of Mesoamerica. 
Keen, B. (2001). "Review of: City of Sacrifice: The Aztec Empire and the Role of Violence in Civilization". The Americas. 57 (4): 593–595. doi:10.1353/tam.2001.0036. 
Keen, Benjamin (1971). The Aztec image in Western thought. New Brunswick: Rutgers University Press. ISBN 0-8135-0698-0. 
Kubler, George (1942). "Population Movements in Mexico, 1520-1600". Hispanic American Historical Review. 22 (4): 606–643. 
Lacadena, Alfonso (2008). "A Nahuatl Syllabary" (PDF). The PARI Journal. VIII (4). 
León-Portilla, Miguel (1992). Fifteen Poets of the Aztec World. Norman, Oklahoma: University of Oklahoma Press. ISBN 0-8061-2441-5. OCLC 243733946. 
León-Portilla, Miguel (2002). Bernardino de Sahagun, First Anthropologist. Mauricio J. Mixco (trans.) (edisi ke-Originally published as Bernardino de Sahagún: Pionero de la Antropología ©1999, UNAM.). Norman: University of Oklahoma Press. ISBN 0-8061-3364-3. OCLC 47990042. 
León-Portilla, Miguel (2000). "Aztecas, disquisiciones sobre un gentilicio". Estudios de la cultura nahuatl. 31: 307–313. 
Lockhart, James (1991). Nahuas and Spaniards: Postconquest Mexican History and Philology. UCLA Latin American studies vol. 76, Nahuatl studies series no. 3. Stanford and Los Angeles, CA: Stanford University Press and UCLA Latin American Center Publications. ISBN 0-8047-1953-5. OCLC 23286637. 
Lockhart, James (1992). The Nahuas After the Conquest: A Social and Cultural History of the Indians of Central Mexico, Sixteenth Through Eighteenth Centuries. Stanford: Stanford University Press. ISBN 0-8047-1927-6. 
Lockhart, James (1993). We People Here: Nahuatl Accounts of the Conquest of Mexico. Repertorium Columbianum. 1. Diterjemahkan oleh Lockhart, James. Berkeley: University of California Press. ISBN 0-520-07875-6. OCLC 24703159.  (Inggris) (Spanyol) Templat:Nah icon
López Austin, Alfredo (2001). "Aztec". The Oxford Encyclopedia of Mesoamerican Culture. Oxford University Press. 1: 68–72. ISBN 0-19-514255-1. 
López Austin, Alfredo (1997). Tamoanchan, Tlalocan: Places of Mist. Mesoamerican Worlds series. Diterjemahkan oleh Bernard R. Ortiz de Montellano; Thelma Ortiz de Montellano. Niwot: University Press of Colorado. ISBN 0-87081-445-1. OCLC 36178551. 
López Luján, Leonardo (2005). The Offerings of the Templo Mayor of Tenochtitlan. Diterjemahkan oleh Bernard R. Ortiz de Montellano and Thelma Ortiz de Montellano (edisi ke-Revised). Albuquerque: University of New Mexico Press. ISBN 0-8263-2958-6. 
MacLeod, Murdo (2000). "Mesoamerica since the Spanish Invasion: An Overview". The Cambridge History of the Native Peoples of the Americas. Cambridge University Press. 2, part 2: 1–43. ISBN 0-521-65204-9. 
Matos Moctezuma, Eduardo (1988). The Great Temple of the Aztecs: Treasures of Tenochtitlan. New Aspects of Antiquity series. Doris Heyden (trans.). New York: Thames & Hudson. ISBN 0-500-39024-X. OCLC 17968786. 
Matos Moctezuma, Eduardo (1987). "Symbolism of the Templo Mayor". Dalam Hill Boone, Elizabeth. The Aztec Templo Mayor. Dumbarton Oaks Research Library and Collection. hlm. 188–189. 
Matos Moctezuma, Eduardo (2017). "Ancient Stone Sculptures: In Search of the Mexica Past". The Oxford Handbook of the Aztecs. Oxford University Press. doi:10.1093/oxfordhb/9780199341962.013.1. 
Matthew, Laura E; Oudijk, Michel R. (2007). Indian Conquistadors: Indigenous Allies in the Conquest of Mesoamerica. University of Oklahoma Press. 
McCaa, Robert (1995). "Spanish and Nahuatl Views on Smallpox and Demographic Catastrophe in Mexico". Journal of Interdisciplinary History. 25: 397–431. doi:10.2307/205693. 
McCaa, Robert (1997). "The Peopling of Mexico from Origins to Revolution (preliminary draft". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-07-12. Diakses tanggal 2018-02-17. 
Miller, Mary; Taube, Karl (1993). The Gods and Symbols of Ancient Mexico and the Maya: An Illustrated Dictionary of Mesoamerican Religion. London: Thames & Hudson. ISBN 0-500-05068-6. OCLC 27667317. 
Minc, Leah D. (2017). "Pottery and the Potter's Craft in the Aztec Heartland". Dalam Deborah L. Nichols; Enrique Rodríguez-Alegría. The Oxford Handbook of the Aztecs. Oxford University Press. doi:10.1093/oxfordhb/9780199341962.013.13. 
Montes de Oca, Mercedes (2013). Los difrasismos en el náhuatl de los siglos XVI y XVII. México City: Universidad Nacional Autonoma de México. 
Mora, Carl J. (2005). Mexican Cinema: Reflections of a Society, 1896-2004, 3d ed. McFarland. 
Morfín, Lourdes Márquez; Storey, Rebecca (2016). "Population History in Precolumbian and Colonial Times". The Oxford Handbook of the Aztecs. hlm. 189. 
Mundy, B. E. (2015). The death of Aztec Tenochtitlan, the life of México City. University of Texas Press. 
Mundy, B. E. (2014). "Place-Names in Mexico-Tenochtitlan". Ethnohistory. 61 (2): 329–355. 
Nichols, Deborah L.; Rodríguez-Alegría, Enrique (2017). "Introduction: Aztec Studies: Trends and Themes". Dalam Deborah L. Nichols; Enrique Rodríguez-Alegría. The Oxford Handbook of the Aztecs. Oxford University Press. 
Nicholson, H. B. (1971). "Major Sculpture in Pre-Hispanic Central Mexico". Dalam Gordon F. Ekholm; Ignacio Bernal. Handbook of Middle American Indians, Volume 10 & 11 "Archaeology of Northern Mesoamerica". University of Texas Press. hlm. 92–134. 
Nicholson, H.B. (1981). "Polychrome on Aztec Sculpture". Dalam Elizabeth Hill Boone. Painted Architecture and Polychrome Monumental Sculpture in Mesoamerica: A Symposium at Dumbarton Oaks, 10th to 11th October, 1981. Dumbarton Oaks,. 
Nicholson, H. B.; Berger, Rainer (1968). "Two Aztec Wood Idols: Iconographic and Chronologic Analysis". Studies in Pre-Columbian Art and Archaeology. Dumbarton Oaks, Trustees for Harvard University. 5: 1–3, 5–28. JSTOR 41263409. 
  • Nichols, Deborah L. and Enrique Rodríguez-Alegría, eds. The Oxford Handbook of The Aztecs. Oxford: Oxford University Press 2017.
Noguera, Eduardo (1974). "Sitios de Ocupacion de la periferia de Tenochtitlan". Anales de Antropologia. UNAM: 53–87. doi:10.22201/iia.24486221e.1974.0.23307. 
Nowotny, Karl Anton (2005). Tlacuilolli: Style and Contents of the Mexican Pictorial Manuscripts with a Catalog of the Borgia Group. Diterjemahkan oleh George A. Evertt and Edward B. Sisson. University of Oklahoma Press. 
Offner, Jerome A. (1983). Law and Politics in Aztec Texcoco. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-23475-1. 
Ortíz de Montellano, Bernard R. (1983). "Counting Skulls: Comment on the Aztec Cannibalism Theory of Harner-Harris". American Anthropologist. Arlington, VA: American Anthropological Association. 85 (2): 403–406. doi:10.1525/aa.1983.85.2.02a00130. OCLC 1479294. 
Ortíz de Montellano, Bernard R. (1990). Aztec Medicine, Health, and Nutrition. New Brunswick, NJ: Rutgers University Press. ISBN 0-8135-1562-9. OCLC 20798977. 
Ouweneel, A. (1995). "From tlahtocayotl to gobernadoryotl: a critical examination of indigenous rule in 18th‐century central Mexico". American Ethnologist. 22 (4): 756–785. 
Pasztory, Esther (1983). Aztec Art. Harry N. Abrams, Inc. Publishers. 
Peterson, Jeanette Favrot (2014). Visualizing Guadalupe. University of Texas Press. hlm. 176, 227. ISBN 978-0-292-73775-4. 
Pilcher, J.M. (2017). Planet taco: A global history of Mexican food. Oxford: Oxford University Press. hlm. 184–185. 
Prem, Hanns J. (1992). "Aztec Writing". Dalam Victoria R. Bricker; Patricia A. Andrews. Supplement to the Handbook of Middle American Indians, Vol. 5: Epigraphy. Austin: University of Texas Press. hlm. 53–69. ISBN 0-292-77650-0. OCLC 23693597. 
Quiñones Keber, Eloise (1996). "Humboldt and Aztec Art". Colonial Latin American Review. 5 (2): 277–297. 
Restall, Matthew (2004). Seven Myths of the Spanish Conquest (edisi ke-1st pbk). Oxford and New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-517611-1. OCLC 56695639. 
Rodríguez-Alegría, E. (2017). "A City Transformed: From Tenochtitlan to Mexico City in the Sixteenth Century". The Oxford Handbook of the Aztecs. Oxford: Oxford University Press. 
Sanders, William T. (1992) [1976]. "The Population of the Central Mexican Symbiotic Region, the Basin of Mexico, and the Teotihuacan Valley in the Sixteenth-century". Dalam William Denevan. The Native Population of the Americas in 1492 (edisi ke-revised). Madison: University of Wisconsin Press. hlm. 85–150. 
Sanders, William T. (1971). "Settlement Patterns in Central Mexico". Handbook of Middle American Indians. 3. hlm. 3–44. 
Schroeder, Susan (1991). Chimalpahin and the Kingdoms of Chalco. Tucson: University of Arizona Press. ISBN 0-8165-1182-9. OCLC 21976206. 
Smith, Michael E. (1984). "The Aztlan Migrations of Nahuatl Chronicles: Myth or History?" (PDF). Ethnohistory. Columbus, OH: American Society for Ethnohistory. 31 (3): 153–186. doi:10.2307/482619. JSTOR 482619. OCLC 145142543. 
Smith, Michael E. (2000). "Aztec City-States". Dalam Mogens Herman Hansen. A Comparative Study of Thirty City-State Cultures. Copenhagen: The Royal Danish Academy of Sciences and Letters. hlm. 581–595. 
Smith, Michael E. (1996). "The Strategic Provinces". Dalam Frances Berdan; Richard Blanton; Elizabeth Hill Boone; Mary G. Hodge; Michael E. Smith; Emily Umberger. Aztec Imperial Strategies. Washington, DC: Dumbarton Oaks Research Library and Collection. hlm. 137–151. ISBN 0-88402-211-0. OCLC 27035231. 
Smith, Michael E. (1997). The Aztecs (edisi ke-first). Malden, MA: Blackwell Publishing. ISBN 0-631-23015-7. OCLC 48579073. 
Smith, Michael E. (2008). Aztec City-State Capitals. University Press of Florida. 
Smith, Michael E.; Montiel, Lisa (2001). "The Archaeological Study of Empires and Imperialism in Pre-Hispanic Central Mexico". Journal of Anthropological Archaeology. 20 (3): 245–284. doi:10.1006/jaar.2000.0372. 
Smith, Michael E. (2005). "Life in the Provinces of the Aztec Empire" (PDF). Scientific American. 
Soustelle, Jacques (1970). Daily Life of the Aztecs, on the Eve of the Spanish Conquest. Stanford University Press. 
Taube, Karl A. (1993). Aztec and Maya Myths (edisi ke-4th University of Texas). Austin: University of Texas Press. ISBN 0-292-78130-X. OCLC 29124568. 
Taube, Karl (2012). "Creation and Cosmology:Gods and Mythic Origins in Ancient Mesoamerica". Dalam Deborah L. Nichols; Christopher A. Pool. The Oxford Handbook of Mesoamerican Archaeology. Oxford University Press. hlm. 741–752. 
Tenorio-Trillo, Mauricio (1996). Mexico at the World's Fairs. University of California Press. ISBN 0-520-20267-8. 
Tomlinson, G. (1995). "Ideologies of Aztec song". Journal of the American Musicological Society. 48 (3): 343–379. doi:10.2307/3519831. 
Townsend, Richard F. (2009). The Aztecs (edisi ke-3rd, revised). London: Thames & Hudson. ISBN 978-0-500-28791-0. 
VanEssendelft, W. (2018). "What's in a name? A typological analysis of Aztec placenames". Journal of Archaeological Science: Reports. 
Whittaker, G. (2009). "The principles of nahuatl writing". Göttinger Beiträge zur Sprachwissenschaft. 16: 47–81. 
Whitmore, Thomas M. (1992). Disease and Death in Early Colonial Mexico: Simulating Amerindian Depopulation. Boulder, CO: Westview Press. 
Witton, M.P.; Martill, D.M.; Loveridge, R.F. (2010). "Clipping the Wings of Giant Pterosaurs: Comments on Wingspan Estimations and Diversity". Acta Geoscientica Sinica. 31 (Supplement 1): 79–81. 
Wolfe, Bertram D. (2000). The Fabulous Life of Diego Rivera. Cooper Square Press. 
Zantwijk, Rudolph van (1985). The Aztec Arrangement: The Social History of Pre-Spanish Mexico. Norman: University of Oklahoma Press. ISBN 0-8061-1677-3. OCLC 11261299. 
Zender, Marc (2008). "One Hundred and Fifty Years of Nahuatl Decipherment" (PDF). The PARI Journal. VIII (4). 

Sumber primer dalam bahasa Inggris[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]