Lompat ke isi

Kendaraan bermotor listrik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sebuah Nissan Leaf sedang melakukan pengisian baterai di tempat pengisian umum di pinggir jalan kota Amsterdam.

Kendaraan bermotor listrik (KBL) adalah kendaraan yang menggunakan satu atau lebih motor listrik atau motor traksi sebagai tenaga penggeraknya. Ada 3 macam kendaraan listrik yang sekarang ada di pasaran, yaitu mobil listrik yang mendapatkan tenaga dari stasiun pengisian luar, mobil listrik yang mendapatkan tenaga dari listrik yang disimpan yang tenaga awalnya dari sumber luar, dan mobil listrik yang mendapatkan tenaga listriknya dari generator listrik, misalnya mesin pembakaran dalam (disebut juga kendaraan listrik hibrida), atau sel hidrogen.[1] Kendaraan listrik mencakup mobil listrik, kereta listrik, truk listrik, pesawat listrik, perahu listrik, skuter dan sepeda motor listrik, dan pesawat luar angkasa listrik.[2]

Kendaraan listrik pertama kali muncul pada pertengahan abad ke-19, ketika listrik lebih dipilih sebagai tenaga penggerak pada kendaraan. Pada waktu itu, kendaraan listrik menawarkan kenyamanan yang lebih baik serta pengoperasian yang lebih mudah daripada mobil-mobil berbahan bakar bensin. Saat ini, mesin pembakaran dalam memang digunakan sebagai tenaga penggerak utama pada mobil tetapi tenaga listrik sendiri masih dominan pada kendaraan lainnya, misalnya kereta dan kendaraan kecil.

Pada tahun 2003, kendaraan listrik hibrida yang dijual massal pertama di dunia, Toyota Prius, diluncurkan. Pada tahun yang sama pula, perusahaan GoinGreen di London meluncurkan G-Wiz, mobil mini yang menjadi kendaraan listrik terlaris di dunia. Kendaraan listrik baterai pertama, Nissan Leaf, diluncurkan pada bulan Desember 2010.[3][4] Perusahaan otomotif yang berpusat di California, Fisker Automotive, adalah yang pertama dalam meluncurkan mobil listrik kelas premium yang mereka namai Fisker Karma. Perusahaan otomotif lainnya juga memiliki merek mereka masing-masing, dan banyak negara di dunia yang sedang membangun jaringan stasiun pengisian listrik di negaranya.[5] Penelitian terkini juga mengkaji sistem manajemen termal berbasis Internet of Things pada mobil listrik tenaga surya. Penggunaan pendinginan udara dengan enam kipas DC dapat menjaga suhu baterai dan charger tetap stabil, sehingga meningkatkan efisiensi pengisian daya.[6]

Sumber listrik

[sunting | sunting sumber]
Sebuah kereta api yang tenaganya berasal dari rel ketiga.
Lokomotif listrik di Brig, Swiss

Ada banyak cara untuk menghasilkan listrik, dengan biaya dan efisiensi yang beraneka ragam pula.

Disambungkan dengan pembangkit listrik

[sunting | sunting sumber]

Generator terintegrasi dan kendaraan listrik hibrida

[sunting | sunting sumber]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Air pollution from motor vehicles
  2. "Electric car boom - Fiji Times Online". Fijitimes.com. 2010-03-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-30. Diakses tanggal 2010-06-26.
  3. Graeme Roberts (2010-05-17). "UK: Nissan Leaf costlier in Europe even with incentives". Just-Auto. Diakses tanggal 2010-05-17.
  4. Markley, Stephen. "Chevrolet Volt sales to expand to New York, Texas". USA Today, July 01, 2010
  5. Vlasic, Bill (October 8, 2010). "First Buyers of Nissan Leaf Get a Trunkful of Perks". New York Times. USA. hlm. A1. Diakses tanggal 2010-10-08.
  6. Herlambang, Yusuf Dewantoro; Sulistiyo, Wahyu; Margana, Margana; Apriandi, Nanang; Nursaputro, Septiantar Tebe; Marliyati, Marliyati; Setiyo, Muji; Purwanto, Wawan; Rochman, Muhammad Latifur (2024-04-27). "Study on Solar Powered Electric Vehicle with Thermal Management Systems on the Electrical Device Performance". Automotive Experiences. 7 (1): 18–27. doi:10.31603/ae.10506. ISSN 2615-6636.

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]