Kemilau Cinta Kamila Cinta Tiada Akhir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kemilau Cinta Kamila Cinta Tiada Akhir
Kemilau Cinta Kamila 4.jpg
Poster Kemilau Cinta Kamila Cinta Tiada Akhir
Jmlh. episode11
Produksi
Durasi60 menit
Rilis
Tanggal tayang asli21 Februari (2011-02-21) –
1 Maret 2011 (2011-03-1)
Kronologi
Didahului olehLagu Cinta Nirmala
Dilanjutkan olehKetika Cinta Bertasbih Meraih Ridho Ilahi

Kemilau Cinta Kamila Cinta Tiada Akhir adalah musim terakhir dari sinetron Kemilau Cinta Kamila yang ditayangkan di RCTI dengan jumlah 11 episode. [1]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Eyang Tini sudah menyetujui hubungan Kamila dan Fadil, sehingga Kamila dan Fadil dapat bersatu kembali. Mereka begitu bahagia bersama sambil menanti kelahiran bayi mereka. Wiwi ikut tinggal bersama dengan Kamila dan Fadil di rumah mereka. Sementara Taufan, harus memegang janjinya untuk tetap pergi ke luar negeri.

Pernikahan Indy dan Edo dilangsungkan. Namun Indy masih saja merasa tidak tenang. Ia selalu bersikap paranoid pada Kamila. Bahkan pada saat-saat terakhir dia tetap berusaha menghalangi Kamila menghadiri pesta pernikahannya. Kamila berusaha meyakinkan Indy kalau dirinya tidak akan pernah merebut Edo dari Indy. Namun Indy masih saja cemburu berlebihan.

Saat Kaffa ulang tahun yang pertama, Edo begitu sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk Kaffa, padahal saat itu Cantik, anak Edo dan Indy sedang sakit. Sikap Edo yang begitu memperhatikan Kaffa ini menyulut amarah Indy. Indy pun datang melabrak Kamila. Indy sangat marah pada Kamila yang dianggapnya selalu menjadi pengganggu hubungannya dengan Edo. Indy menyerang Kamila dengan sangat marah. Indy juga membongkar kenyataan kalau Taufan pergi ke Amerika demi hubungan Kamila dan Fadil. Indy mengatakan kalau Kamila adalah biang dari semua masalah. Indy menyerang Kamila dengan membabi buta. Saat itu Laras datang membantu Kamila. Namun Indy menepiskan tangan Laras sehingga Laras terjatuh. Laras yang sedang hamil tua mengalami pendarahan.

Akibat pendarahan yang dideritanya, Laras kehilangan bayi yang dikandungnya. Apalagi karena Laras sudah tua, Laras divonis tidak bisa mengandung lagi. Laras sangat sedih. Kamila merasa sangat bersalah pada Laras. Kamila merasa sudah menghancurkan kebahagian papa dan mamanya. Padahal Laras dan Haris sudah menyiapkan kamar untuk bayi mereka.

Kamila juga sedih karena Taufan terpaksa pergi demi kebahagiaan Kamila dan Fadil. Kamila memohon pada Eyang Tini agar mengizinkan Taufan kembali ke Jakarta. Tini dengan berat hati meluluskan permintaan Kamila tersebut. Taufan kembali ke Jakarta.

Sementara Edo sangat marah pada Indy yang telah berbuat kasar pada Kamila dan Laras. Edo jadi mendiami Indy. Indy jadi sangat kesal dan semakin membenci Kamila.

Saat tiba hari Kamila mengalami persalinannya, seluruh keluarga berkumpul. Indy semakin benci dan iri pada Kamila. Anak Kamila lahir, seorang bayi perempuan yang cantik, bayi itu diberi nama Fadilla Putri Reinaldi. Indy dengan niat jahat, menukar bayi itu dengan bayi lain di kamar bersalin. Indy bermaksud memisahkan Kamila dari buah hatinya dengan Fadil. Indy tidak rela melihat Kamila berbahagia di atas penderitaannya.

Ternyata bayi Kamila ditukar dengan bayi seorang duda miskin bernama Harlan. Istrinya, Marisa, meninggal dunia saat bersalin. Harlan membenci bayinya, karena dianggapnya anak itu telah merengut istri yang sangat dicintainya pergi meninggalkan dirinya selamanya. Harlan tidak tahu kalau bayinya sudah ditukar dengan bayi Kamila. Harlan pergi membawa bayinya Kamila meninggalkan rumah sakit.

Harlan yang begitu membenci bayinya jadi tidak acuh tak acuh terhadap bayi itu. Bayi Kamila menangis setiap malam. Dan tangisannya entah kenapa selalu membangunkan Kamila. Kamila merasa hatinya begitu sedih, begitu teriris, tanpa tahu apa penyebabnya.

Sementara Fadil begitu menyayangi putrinya, Kamila justru merasa ada yang aneh dengan bayinya. Kamila merasa bayinya itu bukan anaknya. Namun Kamila tidak mengucapkannya karena dia tidak mau menyakiti hati Fadil, juga mertuanya.

Sementara Tini yang sangat mengharapkan bisa mendapatkan cucu dari Haris, menyuruh Haris menikah lagi agar mendapatkan keturunan. Laras semakin sedih atas sikap Tini tersebut.

Indy dengan diam-diam terus mengawasi Harlan. Indy senang melihat Harlan tidak perduli pada bayinya Kamila. Sikap Indy yang aneh, memancing kecurigaan Edo. Namun Indy selalu berhasil berkelit.

Suatu hari, Kamila bertemu dengan Harlan, yang kebetulan melamar kerja di restorannya. Harlan sangat terkejut melihat Kamila. Ternyata Kamila dan Harlan saling kenal. Harlan adalah teman masa kecil Kamila saat Kamila duduk di bangku SMP. Harlan adalah laki-laki yang selalu meminjamkan buku untuk Kamila (ada di scene awal KCK 1) Bahkan sebenarnya, Harlan mencintai Kamila sejak mereka masih kecil. Namun karena ibunya Kamila selalu menghalangi Kamila dekat dengan pria, membuat Harlan kian urung mendekati Kamila. Di pertemuan yang lain, Kamila berjumpa dengan Harlan bersama bayinya. Entah kenapa, merasa sangat terikat dengan bayinya Harlan. Begitu melihat bayi itu untuk pertama kali, Kamila langsung merasa begitu menyayanginya. Fadilla pun bisa mengenali ibunya. Dia sangat nurut bila digendong oleh Kamila. Bahkan Kamila dengan senang hati memberikan asinya untuk anaknya Harlan.

Harlan yang kehilangan istrinya merasa senang dengan kehadiran Kamila dalam hidupnya lagi. Ia merasa bisa menyembuhkan luka hatinya dengan bantuan Kamila, apalagi Kamila sangat menyayangi anaknya. Kedekatan Kamila dan Harlan pun memancing kecemburuan Fadil. Apalagi Harlan menantang Fadil untuk perang terbuka untuk mendapatkan cinta Kamila.

Sementara Ambar merasa kesal karena menurutnya, Kamila kurang memperhatikan Fadilla. Ambar menyuruh Kamila untuk berhenti menemui Harlan dan bayinya. Kamila melakukannya demi keutuhan rumah tangganya dan Fadil. Namun hati kecilnya tidak bisa berbohong, betapa dia ingin selalu bertemu dengan anaknya Harlan. Kamila sampai sakit karena memikirkan anak itu. Fadil tak mau Kamila kenapa2 hingga Fadil menyarankan Harlan pergi jauh dari kehidupan Kamila. di samping itu Fadil merasa cemburu melihat ke dekatan Harlan dan Kamila.

Kamila akhirnya menjauh dari Harlan. Karena terlanjur membenci bayinya, Harlan memilih untuk menitipkannya ke panti asuhan. Tak disangka, Harris dan Laras yang begitu menginginkan seorang anak, mengadopsi bayi tersebut dan memberinya nama Aura. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama, karena Laras divonis menderita kanker dan tidak akan berumur panjang.

Edo akhirnya berhasil mendesak Indy untuk mengungkapkan yang sebenarnya. Ketika semuanya terungkap,. Harlan yang telah disadarkan oleh ibunya, mengambil Fadilla, anak kandungnya. Kamila sangat sedih dengan hal ini, apalagi tak lama kemudian Laras dan Taufan meninggal dunia secara bersamaan. Namun, sebelum meninggal, Laras menitipkan Aura untuk diasuh oleh Kamila. Meski sedih, Kamila merasa lega telah mendapatkan kembali anak kandungnya.

Setelah peristiwa-peristiwa yang dialaminya, Kamila merasa mendapat hidayah. Sejak saat itu, ia pun menjadi seorang muslimah yang taat.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Asmirandah Kamila Regina Putri
Jonas Rivanno Fadil Renaldi
Taufan Renaldi
Mischa Chandrawinata Edoardo Putra Edo
Anderas
Raya Kohandi Gisella Indi
Eva Anindhita Andara
Tika Putri Livia
Alena Harisya Putri
Putri Anne Mariana Anantha
Marini Zumarnis Farah Wijaya/Farawati
Adjie Pangestu Harris Wijaya
Cut Keke Laras
Cut Sarra Eva
Nunu Datau Ambar Pratama Reinaldi
Rico Tampatty Tama Reinaldi
Mieke Wijaya Tini Sudibyo
Debby Cynthia Dewi Martha
Dhini Aminarti Alya
Boy Hamzah Harlan
Cut Tari Tari
Minati Atmanegara Maharani
Nani Wijaya Nenek Suci
Lucky Alamsyah Dokter Effendi
Rayn Wijaya Jodi
Lorenzo Abraham Robert

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]