Kembaran digital

Kembaran digital atau Digital twin adalah model digital dari suatu produk, sistem, atau proses fisik di dunia nyata yang dikenal sebagai kembaran fisik dan berfungsi sebagai padanan dari bentuk digitalnya. Manfaat dari teknologi kembaran digital ini dipakai untuk tujuan seperti simulasi, integrasi sistem, pengujian sistem, dan pemantauan sistem. Digital twin pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Michael Grieves pada tahun 2002. yang“memindahkan” objek-objek dari dunia nyata berupa data ke area dunia virtual (maya). Data tersebut akan diolah sehingga menjadi informasi yang berguna, dan diimplementasikan pada dunia nyata. Pada tahap awal dari digital twin, representasi yang memetakan aset dunia fisik dinyatakan di dunia digital dalam bentuk data. Kemudian di fase kedua, representasi dunia nyatanya dimodelkan ke dalam suatu teknologi atau sistem desain. Proses selanjutnya, kedua data fisik dan data virtual tersebut diintegrasikan menjadi satu sehingga dapat dilakukan pemantauan dan prediksi dari sistem yang menjadi objeknya. Pada tahap akhir dari kembaran digital ini, komponen pengalaman di masa lalu akan dimasukkan dan dilibatkan, sehingga bentuk simulasi nya bisa dipakai untuk melihat efek dari objek yang dimaksudkan.[1][2]
Teknologi digital twin ini sudah diterapkan untuk beberapa sektor, seperti manufaktur, otomotif, kesehatan, ritel, dan kota cerdas. Pada sektor manufaktur, beberapa tujuan digital twin adalah menghasilkan produk bermutu tinggi dan menguji desain baru secara digital. Di sisi lain, pada sektor kesehatan, digital twin digunakan untuk virtualisasi sistem rumah sakit dan identifikasi kesalahan medis. Intinya, digital twin dapat diterapkan di sektor apa pun, dan dapat sangat berguna untuk fungsi uji, simulasi, dan visualisasi. Terlepas dari segala manfaatnya, digital twin juga mempunyai kelemahan sehingga ada tantangan yang harus kita hadapi. Beberapa tantangan dalam implementasi digital twin ini, di antaranya, adalah keberlanjutan (sustainability) dari perangkat lunak nya, keamanan data, kebutuhan perangkat keras dan kemampuan komputasi yang tinggi, dan sumber daya manusia yang terbatas.[3]
Kembaran digital ini merupakan seperangkat model adaptif yang meniru perilaku sistem fisik dalam sistem virtual yang mendapatkan data waktu nyata untuk memperbarui dirinya sendiri sepanjang siklus hidupnya. Kembaran digital mereplikasi sistem fisik untuk memprediksi kegagalan dan peluang perubahan, untuk menentukan tindakan waktu nyata guna mengoptimalkan dan/atau memitigasi kejadian tak terduga, mengamati dan mengevaluasi profil operasional sistem nya. Dalam perencanaan kota misalnya, seorang insinyur sipil dan pihak lain yang terlibat dalam aktivitas perencanaan kota terbantu secara signifikan oleh penggunaan kembaran digital, yang dapat menampilkan data spasial 3D dan 4D secara real time dan juga menggabungkan sistem realitas tertambah ke dalam lingkungan pembangunan.[4]
Beberapa contoh dari industri berskala besar yang dapat memanfaatkan teknologi kembaran digital ini adalah:
- Rekayasa (sistem)
- Manufaktur mobil
- Produksi pesawat terbang
- Desain gerbong kereta
- Konstruksi bangunan
- Manufaktur
- Utilitas listrik, dll.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Digital twin based condition monitoring of a knuckle boom crane: An experimental study". sciencedirect.com. Diakses tanggal 2025-10-29.
- ↑ "Prof. Suhono Ungkap Manfaat Digital Twin di Berbagai Aspek". itb.ac.id/. Diakses tanggal 2025-10-29.
- ↑ "Digital Twin: Pengantara Dunia Nyata dan Dunia Maya". itb.ac.id/. Diakses tanggal 2025-10-29.
- ↑ "Apa itu kembaran digital?". ibm.com. Diakses tanggal 2025-10-29.