Kembalinya Raden Kian Santang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kembalinya Raden Kian Santang
GenreAksi
Fantasi
PembuatMNC Pictures
PengarangMulyadi JP
Sakti Wibowo
SutradaraRonny Sundah
Emil G Hampp
Iyon Priyoko
Penggubah lagu temaDo'a Ibu Vfx
Lagu pembukaMahir's - Raja Tanpa Mahkota
Lagu penutupMahir's - Raja Tanpa Mahkota
PenggubahRamdan & Aldo
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Jumlah episode97 (10 Disember 2019)
Produksi
ProduserMulyadi JP
Myrna DP
Harly Rudiantoro
LokasiJakarta
Durasi120 menit (20.20 - 22.20 WIB)
DistributorMedia Nusantara Citra
Rilis
Jaringan penyiarMNCTV
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tayang perdanaKamis, 5 September 2019
Tanggal rilisKamis, 5 September 2019 –
sekarang
Kronologi
Acara terkaitRaden Kian Santang
Pangeran
Pranala luar
Situs web

Kembalinya Raden Kian Santang atau Raden Kian Santang Season 2 adalah sebuah sinetron yang diproduksi oleh MNC Pictures dan ditayangkan MNCTV.[1][2] Sinetron kolosal ini menceritakan kisah Raden Kian Santang, putra Prabu Siliwangi di Kerajaan Pajajaran. Sinetron ini merupakan sekuel dari Raden Kian Santang yang pernah ditayangkan pada tahun 2012.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran Keterangan
Alwi Assegaf Raden Kian Santang Putra Ketiga Prabu Siliwangi dari Ratu Subang Larang. Adik dari Raden Walangsungsang dan Nyimas Rara Santang
Ananda George Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi Raja Kerajaan Pajajaran
Inne Azri Nyai Ratu Subang Larang Istri Pertama Prabu Siliwangi. Ibu dari Raden Walangsungsang, Nyimas Rara Santang, dan Raden Kian Santang
Airiska Fitria Nyai Ratu Kentring Manik Istri Kedua Prabu Siliwangi. Ibu dari Raden Surawisesa. Adik dari Prabu Amuk Marugul
Masaji Wijayanto Raden Walangsungsang Putra Pertama Prabu Siliwangi dari Ratu Subang Larang. Kakak dari Nyimas Rara Santang dan Raden Kian Santang
Rientammy Nyimas Rara Santang Putri Kedua Prabu Siliwangi dari Ratu Subang Larang. Adik dari Raden Walangsungsang dan Kakak dari Raden Kian Santang
Suheil Fahmi Bisyir Raden Surawisesa Putra Tunggal Prabu Siliwangi dari Ratu Kentring Manik. Keponakan Prabu Amuk Marugul
Ryan Deye Prabu Amuk Marugul Raja Kerajaan Japura. Kakak dari Ratu Kentring Manik. Paman Raden Surawisesa
Marcello Raden Mahesa [3] Musuh Raden Kian Santang
Keiko Warman Raden Arya Kemuning Teman seperguruan Nyimas Rara Santang
Iqbal Pakula Senopati Sancang Lodaya Kakak seperguruan Prabu Siliwangi yang diangkat menjadi Senopati dan Mantan kekasih Ratu Subang Larang di masa lalu
Nurul Huda Syekh Nurjati Guru dari Ratu Subang Larang, Raden Walangsungsang, Nyimas Rara Santang, dan Raden Kian Santang
Ustadz Abeey Ghifran Syekh Mursam Mantan punggawa Pajajaran yang sekarang menetap di Pesantren miliknya
Afox Chang Resi Kuncung Putih Guru dari Prabu Siliwangi
Choky Adriano Balapati Adik dari Arga Dana. Ia sangat dendam pada Prabu Siliwangi karena telah mengalahkan kakaknya
Zacky Zimah Arga Dana Mantan Senopati Pajajaran yang dikira sudah mati. Kakak dari Balapati dan juga musuh Pajajaran
Tegar Satrya Kurandageni Putra dari Selir Kadasih yang dihidupkan kembali. Ayah dari Ranggabuana. Ia sangat dendam pada Pajajaran
Asriati Nyi Rompang / Selir Kadasih Musuh Lama Prabu Siliwangi yang sama sama keturunan dari Prabu Niskala Wastu Kancana dan orang yang merubah wajah Raden Walangsungsang
Ferry Widall Gagak Lumayung Jelmaan Raden Kian Santang dari Jurus Malih Rupa
Nur Jejen Ki Lengser Pelayan Kerajaan Pajajaran
Anggi Pratiwi Neng Lilis Pelayan Kerajaan Pajajaran
Aman Ki Aman Betet Saudara Kembar Ki Amin. Pendekar kembar dari Panjalu utusan Prabu Siliwangi
Amin Ki Amin Betet Saudara Kembar Ki Aman. Pendekar kembar dari Panjalu utusan Prabu Siliwangi
H. Sutisna Ki Ageng Selo / Kakek Guru

Mantan Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran Keterangan
Ahmad Ridho Raden Walangsungsang Dirubah wajahnya oleh Nyai Rompang dan digantikan Masaji Wijayanto
Adlu Fahrezi Jakasura Siluman Gajah yang dikalahkan oleh Raden Kian Santang
Jenita Janet Nyi Blorong Musuh besar Kerajaan Pajajaran karena sangat dendam pada Prabu Siliwangi
Angelia Livie Anggini Siluman Monyet yang ingin menjadi murid Raden Kian Santang karena telah mengalahkannya
Memey Queensha Selasih Anak Kecil yang diangkat anak oleh Ratu Subang Larang karena telah menyelamatkannya
Joseph Hungan Ki Daksa Orang jahat yang menjadi punggawa Pajajaran karena ditolong Raden Kian Santang
Riska Bunga Nyi Geulis Orang yang dulunya mencintai Prabu Siliwangi, yang sekarang menjadi musuh Prabu Siliwangi karena telah membunuhnya
Ranggabuana Putra dari Kurandageni dan cucu Selir Kadasih yang juga musuh Pajajaran
Yessi Kenyang Nyi Omas Pelayan Kerajaan Pajajaran

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Raden Kian Santang berada di sebuah gurun pasir dan akhirnya tiba di Baitullah. Suara dari langit mengatakan kalau tugasnya belum selesai. Lalu turun cahaya biru ke tanah dan itu berupa pedang. Raden Kian Santang disuruh cabut pedang itu, namun saat mencabutnya badan Raden Kian Santang justru terbakar api panas.

Suara dari langit itu mengatakan untuk tidak berbangga diri atas semua pencapaiannya selama ini. Dia lalu berdoa dan kedua kalinya Ia disuruh cabut dan akhirnya bisa melepaskannya. Dia diwarisi pedang itu dan disuruh pulang ke tanah jawa untuk mengajarkan agama islam dengan damai.

Dia lalu bingung karena tidak punya uang untuk kembali ke tanah Jawa. Raden Kian Santang bertemu dengan seekor cacing dan Dialah yang ternyata bicara kepadanya. Ia lalu berubah menjadi sosok pria tua dan mengantarkan Raden Kian Santang pulang ke tanah jawa melalui jalur bawah tanah.

Dengan kekuatan gaibnya mereka tiba di Jawa. Tugas cacing itu berakhir di sini dan Petualangan Raden Kian Santang untuk siar agama islam pun dimulai kembali!

Perbedaan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kembalinya Raden Kian Santang Tayang di MNCTV". jabar.sindonews.com. Diakses tanggal 10 September 2019. 
  2. ^ "Kisah Kembalinya Raden Kian Santang Sebarkan Nilai-Nilai Positif". inews.id. Diakses tanggal 10 September 2019. 
  3. ^ "Kembali Perankan Sosok Raden Mahesa, Begini Reaksi Marcelo". inews.id. Diakses tanggal 10 September 2019. 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]