Keluarga Kerajaan Norwegia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Anggota dari Dinasti saat perayaan Hari Konstitusi tahun 2007

Keluarga Kerajaan Norwegia adalah keluarga dari Kerajaan Norwegia. Di Norwegia ada perbedaan antara Wangsa Kerajaan dan Keluarga Kerajaan. Wangsa Kerajaan hanya mencakup raja/ratu dengan istri/suaminya, pewaris dan/atau pasangannya, dan pewaris adalah anak sulung. Sisa Keluarga Kerajaan termasuk juga semua anak-anak, cucu-cucu, dan saudara kandung dari raja, bersama dengan pasangan mereka dan janda atau duda.[1]

Anggota[sunting | sunting sumber]

Anggota Keluarga Kerajaan (dengan nama-nama anggota dari Wangsa dalam huruf tebal):

Anggota yang Telah Meninggal[sunting | sunting sumber]

Almarhum dan almarhumah anggota Keluarga Kerajaan adalah:

Pohon Keluarga Anggota[sunting | sunting sumber]

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Raja Olav V
 
Putri Märtha, Putri Mahkota Norwegia
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Erling Lorentzen
 
Putri Ragnhild, Nyonya Lorentzen
 
Johan Martin Ferner
 
Putri Astrid, Nyonya Ferner
 
Raja*
 
Ratu*
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Ari Behn
 
Putri Märtha Louise
 
 
 
Putra Mahkota*
 
Putri Mahkota*
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Maud Angelica Behn
 
Leah Isadora Behn
 
Emma Tallulah Behn
 
Putri Ingrid Alexandra*
 
Pangeran Sverre Magnus*
 
Marius Borg Høiby
 
 
Catatan

* Anggota dari Keluarga Kerajaan

Lambang Negara[sunting | sunting sumber]

Lambang Negara Norwegia adalah salah satu yang tertua di Eropa dan berfungsi baik sebagai lambang dari bangsa dan Wangsa. Hal ini sesuai dengan asal-usulnya sebagai lambang raja-raja Norwegia pada abad pertengahan.[2]

Håkon Tua (1217-1263) menggunakan perisai dengan singa. Referensi paling awal terawet untuk warna lengan adalah Raja Saga ditulis dalam 1220.

Pada 1280 Raja Eirik Magnusson menambahkan mahkota dan kapak perak ke singa. Kapak adalah kapak martir dari St. Olav, senjata yang digunakan untuk membunuhnya dalam pertempuran di Stiklestad pada tahun 1030.

Pemberian tertentu lambang lengan Norwegia telah berubah selama bertahun-tahun, mengikuti perubahan mode heraldi. Pada akhir abad pertengahan, kapak secara bertahap tumbuh lebih lama dan makin lama menyerupai tombak kerajaan. Pegangannya biasanya melengkung agar sesuai dengan bentuk perisai yang disukai pada saat itu dan juga untuk mencocokkan bentuk koin. Tombak resmi dibuang dan kapak pendek diperkenalkan kembali oleh dekrit kerajaan pada tahun 1844, ketika pemberian resmi diadakan untuk pertama kalinya. Pada tahun 1905 rancangan resmi untuk tanda lengan Kerajaan dan Pemerintah kembali berubah. Kali ini kembali ke pola abad pertengahan dengan perisai segitiga dan singa yang lebih tegak.

Lambang Wangsa serta Standar Kerajaan menggunakan singa dari desain tahun 1905. Yang paling awal digunakan dalam Standar Kerajaan berada di atas meterai Adipati Wanita Ingebjørg dari tahun 1318.[3] Pemberian digunakan sebagai lambang negara Norwegia yang sedikit berbeda dan terakhir disetujui oleh Raja 20 Mei 1992.[4]

Ketika digunakan sebagai lambang lengan Kerajaan, perisai fitur lencana dari Ordo St. Olav Kerajaan Norwegia mucul di sekitar itu dan dibingkai oleh jubah cerpelai kerajaan dan diatasi oleh mahkota Norwegia.

Lambang lengan Kerajaan tidak sering digunakan. Sebaliknya, monogram secara luas digunakan, misalnya dalam lambang militer dan pada koin.

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]