Kompas Gramedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kelompok Kompas Gramedia)
Kompas Gramedia Group
Perusahaan swasta
IndustriKonglomerat
Didirikan17 Agustus 1963 (sebagai Intisari)
28 Juni 1965 (sebagai Kompas)
2 Februari 1970 (sebagai Kompas Gramedia)
PendiriP.K. Ojong
Jakob Oetama
Kantor
pusat
Jalan Palmerah Selatan 22-26, Jakarta
Tokoh
kunci
Lilik Oetama (Chairman dan CEO)
ProdukMedia
Properti
Event organizer
Konsumen tisu
Yayasan
Anak
usaha
Situs webkompasgramedia.com

Kompas Gramedia Group, disingkat KG Group, adalah perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang media massa yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1963, berawal dari terbitnya Majalah Intisari, Oleh P.K. Ojong dan Jakob Oetama. Kehadiran Kompas Gramedia tidak terlepas dari sejarah panjang demi mencapai cita-cita mulia dalam rangka mencerdaskan bangsa.

Pada tahun 80-an perusahaan ini mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa cetak maupun daring, toko buku, percetakan, penerbitan, radio, hotel, lembaga pendidikan, bentara budaya, penyelenggara acara, stasiun televisi, hingga universitas.

Pada tahun 2005, perusahaan ini mempekerjakan sekitar 22.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Johanes Adrian adalah pemilik kompasiana yang sukses hingga saat ini.

Unit usaha[sunting | sunting sumber]

Media (KG Media)[sunting | sunting sumber]

Adalah sebuah perusahaan media yang didirikan pada tanggal 23 November 2018. Kehadiran KG Media tidak terlepas dari sejarah panjang demi mencapai cita-cita mulia dalam rangka mencerdaskan bangsa.

Event Organizer (Dyandra Promosindo)[sunting | sunting sumber]

Merupakan perusahaan penyelenggara pameran yang telah mengadakan lebih dari 150 pameran berskala nasional dan internasional, antara lain: Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show, Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex, IFRA Expo, Synchronize Fest, dll. Saat ini Dyandra memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang yang terkait dengan industri pameran, yaitu:

  • PT. Dyamall Graha Utama/E-Mall,
  • PT. Dyandra Communication/Dyacomm (Advertising Agency),
  • PT. Samudra Dyan Praga (Exhibition Contractor),
  • PT. Kerabat Dyan Utama (Radyatama)
  • Debindo Mitra Dyantama
  • Gramedia Expo, Surabaya
  • Venue Magazine
  • PT. Visi Lintas Film (Caldecott)
  • Bali Nusa Dua Convention Center

Jaringan Hotel (Santika Indonesia Hotels & Resorts)[sunting | sunting sumber]

Hotel Santika Premiere, Jakarta
  1. Hotel Santika Premiere, memiliki sejumlah lokasi di Jakarta, Bandung, Bali, Kota Palembang, Malang, Manado, Semarang, Medan, dan Yogyakarta.
  2. Hotel Santika, memiliki sejumlah lokasi di Balikpapan, Bandung, Bogor, BSD City, Cirebon, Bali, Makassar, Pontianak, Semarang, Bangka, Surabaya, Lombok, Bengkulu, dan Tasikmalaya.
  3. Amaris Hotel, berlokasi di Ambon, Banjarmasin, Bandung, Bogor, Cirebon, Yogyakarta, Palangkaraya, Makassar, Bekasi, Semarang, Jakarta, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, Gorontalo, Malang, Bengkulu (samping Hotel Santika), Bali, dan Singapura.
  4. The Kayana & The Samaya, berlokasi di Bali
  5. Royal Ambarukmo di Yogyakarta

Industri[sunting | sunting sumber]

PT Graha Kerindo Utama: merupakan industri consumer goods yang memproduksi tisu dengan merek Tessa, Dynasty dan Multi.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Universitas Multimedia Nusantara, Scientia Garden, Gading Serpong

Universitas Multimedia Nusantara[sunting | sunting sumber]

Adalah sebuah universitas yang berdiri pada tanggal 20 November 2006. Universitas yang berlokasi di daerah Scientia Garden, Summarecon Serpong, Tangerang ini memiliki fokus pendidikan pada ICT (Information Communication and Technology).

ELTI Gramedia[sunting | sunting sumber]

ELTI (English Language Training International) Gramedia adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris yang tersebar di beberapa kota di antaranya Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Pontianak, dan Lampung.

ELTI bergabung dengan Kompas Gramedia pada tahun 1989. Pada tanggal 9 Juni 2011 ELTI Gramedia meluncurkan program Franchise ELTI untuk pengembangan bisnisnya.

Mantan usaha[sunting | sunting sumber]

Kompas Gramedia dahulu juga pernah memiliki beberapa usaha berikut.

  • Swalayan: Pada tahun 1980-an, KG pernah terjun dalam bisnis swalayan dengan mendirikan "Grasera" (Gramedia Serba Ada, PT Grasera Utama)[1] pada tahun 1985.[2] Grasera tercatat memiliki dua gerai: di Jl. Matraman Raya dan Jl. DI Panjaitan 49, kedua-duanya di Jakarta, namun tidak terlalu sukses.[3] Kedua gerai ini dijarah oleh massa pada kerusuhan Mei 1998, dan akhirnya tutup tidak lama kemudian.[4][5]
  • Bank: Pada tahun 1986, KG mengakuisisi 50% saham PT Bank Umum Majapahit Jaya yang dimiliki Effendi Ongko.[6] Tidak lama kemudian, KG melepas sahamnya di bank itu yang pada saat itu sedang sekarat akibat konflik antara Ongko dan KG.[7] BUMJ kemudian dilikuidasi beberapa tahun kemudian, di tanggal 1 November 1997.[8] Kemudian, KG juga merintis bank baru bernama Bank Artamedia yang didirikan pada 7 April 1990. Hanya dalam 4 tahun kemudian, KG terpaksa mengundang Kalbe Farma untuk menambah modal bank itu.[9] Bank Artamedia kemudian direkapitalisasi (berarti diambilalih) pemerintah pada 1999;[10] lalu dimerger ke Bank Bali menjadi Bank Permata pada 2002.
  • Alat berat: KG tercatat sempat memiliki PT Traktor Nusantara bersama Astra International.[11]
  • Pertanian dan akuakultur: KG pernah terjun dalam bisnis tambak udang Gramina, namun tidak sukses dan berumur pendek. Selain itu, pernah juga memiliki kebun jeruk.[3][12]
  • Film: Pada tahun 1980-an, PT Gramedia Film, anak usaha KG pernah memproduksi sejumlah film seperti Tinggal Landas Buat Kekasih dan Suci Sang Primadona. Meskipun mengedepankan unsur edukasi, menggunakan artis/sutradara bermutu dan pernah mendapat penghargaan, film-filmnya kalah populer.[13] Akhirnya, Gramedia menutup rumah produksi yang berdiri pada 1976 ini.[14]
  • Biro wisata: Ada PT Ina Media Wisatamas yang pernah menjadi lengan KG di bisnis pariwisata.[15]
  • Stasiun televisi: KG pada tahun 2000 mengakuisisi PT Duta Visual Nusantara yang kemudian bersiaran dengan nama TV7. Pada tahun 2006, KG melepas setengah saham TV7 ke Para Group;[16] yang kemudian namanya diganti menjadi Trans7. Kini, Kompas TV adalah lengan KG di bidang penyiaran, meskipun dalam Trans7 masih ada sebagian saham KG disana.[17]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]